Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 217


__ADS_3

Zain segera menuju parkiran dan membawa mobilnya meluncur membelah jalanan. Peeasaan was-was dihatinya begitu sangat besar. Ia mencari penginapan yang terbilang murah, sebab mereka tak dapat kembali hari juga karena sudah lewat maghrib sebab menunggu antrian yang panjang.


Sesampainya di tempat penginapan, Zain membawa Khumairah yang tampak lelah karena belum beristirahat sejak subuh tadi.


Zain memapah Khumairah dengan langkah tertatih, sebab Ia masih belum terbiasa menggunakan kaki palsunya.


"Istirahatlah.. Pakai saja pakaian yang baru dibeli tadi untuk ganti, esok pagi kita baru kembali" ucap Zain dengan lembut kepada Khumairah.


Khumairah menganggukkan kepalanya dan menuruti semua apa yang diperintahkan oleh Zain.


Zakn keluar menuju ruang resepciotios untuk memesan dua porsi nasi goreng dan dua gelas teh manis.


Zain merundukkan kepalanya, Ia masih merasakan was-was dan tidak berani untuk menatap sekelilingnya karena takut ada yang mengetahui penyamarannya.


Zain masih tak percaya jika Ia bertemu dengan Amyra saat tadi. Ia melihat jika Amyra sudah berubah dan mengenakan hijab. Namun Ia tak memungkiri debarannya saat bertemu dengan orang dimasa lalunya.


Setelah memesan pesanannya, Zain kembali menemui Khumairah. Ia melihat jika Khumairah telah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru saja dibelinya siang tadi.


"Kamu cantik memakai gaun baru ini" puji Zain kepada Khumairah, yang membuat wanita itu merasa tersanjung.


"Maafin mas ya, belum dapat membelikan gaun yang kamu inginkan, nanti kalau ada rezeki Mas belikan untuk kamu" janji Zain kepada istrinya.


Khumairah menganggukkan kepalanya, dan mencoba tersenyum sebagai bentuk Ia telah melupakan gaun tadi, dan tak ingin membuat Zain merasa bersalah.


"Sebelum hari kamu melahirkan, kita harus mencari rumah kontrakan disekitar sini, karena kamu harus dijadwalkan melahirkan operasi karena tidak dapat melahirkan normal" ucap Zain menuturkan.


"Maksud Mas bagaimana? Mai tidak mengerti" ucap Khumairah dengan polosnya.


Zain merasa bingung dengan cara menjelaskan kepada Istrinya apa itu operasi cesar. Jika Ia menjelaskan kalau perutnya akan dibedah, tentu akan membuat mental Khumairah drop.


Ia harus mencari kata yang tepat untuk menjelaskannya, agar Khumairah tidak takut menjalani operasi nantinya.


"Oh.. Itu.. Kamu nanti melahirkannya dibantu oleh banyak dokter. Dokter itu orang yang menolong kamu nanti melahirkan" ucap Zain menjelaskan.


"Wah.. Dokter itu baik, Ya.. mau menolong orang melahirkan, ternyata orang kota baik juga" ucap Khumairah dengan sumringah.

__ADS_1


Zain menganggukkan kepalanya. Ia hanya mendenguskan nafasnya, sebab Ia menduga jika Khumairah tidak mengetahui biaya operasi itu sangat besar dan ditambah lagi biaya kontrakan dan kebutuhan mereka sehari-harinya saat nanti akan mengontrak rumah.


Zain harus mengumpulkan pundi-pundi uangnya lebih banyak lagi sebagai persiapan menyambut kelahiran sang bayi.


Tiba-tiba saja Zain teringat jika mereka belum membeli perlengkapan calon bayi mereka. Dimana mereka harus membelinya sedari sekarang dengan cara mencicilnya.


Zain merasa masih memiliki sedikit sisa uang, dan Ia harus mencicil sedikit demi sedikit keperluan sang calon bayi.


Tak berselang lama, pesanan nasi goreng mereka tiba, dan Mereka menyantabnya.


"Setelah makan nanti, kira-kira kamu masih sanggup gak untuk belanja perlengkapan bayi kita?" tanya Zain yang menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


Namun tampaknya Khumairah tak menyentuh makanan itu. Zain baru saja ingat jika Khumairah butuh susu khusus ibu hamil dan sebutir mangga.


Ia mempercepat makannya, lalu meneguk air minumnya "Mas keluar sebentar buat cari susu untuk kamu, Ya.." ucapnya sembari beranjak dari duduknya.


Khumairah menganggukkan kepalanya dan mencoba tersenyum.


Zain membuka ikatan rambutnya, lalu membiarkan rambut panjang itu tergerai begitu saja, memakai kacamata dan membiarkan jambang dan janggut yang tumbuh subur.


Setelah mendapatkan apa yang dicarinya, Zain kembali ke hotel, lalu menyeduhkan susu dan mengupas mangga untuk Khumairah.


Selain itu, Zain juga memberikan buah strawberry dan apel kepada Istrinya "Makanlah buah ini, agar amak kita aktif dan tumbuh sehat" ucap Zain dengan lembut.


Khumairah mencobanya dan Ia tersenyum sangat senang, sebab Ia menyukai buah itu.


******


Pagi yang cerah. Zain dan Khumairah bersiap akan pulang ke desa, namun Zain ingin membawa Khumairah beebelanja keperluan bayi mereka meskipun hanya sedikit.


Seaaat mereka keluar dari hotel dan menuju parkiran untuk mencari toko yang menjual keperluan bayi.


Lama mereka menyusuri jalanan, akhirnya mereka menemukan toko yang bertuliskan menjual perlengkapan bayi. Lalu Zain menepikan mobil pick upnya dan memasuki toko tersebut.


Khumairah yang tak faham akan apa saja yang dibeli, maka terpaksa Zain bertanya kepada pelayan toko untuk memperlihatkan apa saja yang akan dibeli untuk keperluan bayinya.

__ADS_1


Setelah memilih beberapa barang, Ia membayar dikasir, dan tanpa Ia sadari jika Ia harus membayar hampir 1 juta keseluruhannya.


Zain terdiam sejenak, bukannya Ia tak ingin membeli semuanya, namun Ia sudah memesan barang dagangan untuk warung sembako mereka karena uang itu akan termasuk kedalam modal usahanya.


"Mbak, kurangi saja barangnya, yang tiga menjadi dua saja, sebab ada kebutuhan lainnya" ucap Zain menahan rasa sungkannya.


Saat ini uang satu juta sangatlah besar untuknya, karena kondisi yang tidak memungkinkan.


"Baik, Pak.. Ini bahannya kualitas bagus, makanya mahal" ucap Pelayan toko menjelaskan.


"Iya.. Saya faham" ucap Zain kepada pelayan toko tersebut.


"Sudah.. Jangan dikurangi, biar saya yang membayar kekurangannya" Ucap seseorang yang berada dibelakangnya.


Tampak seorang pria dengan pakaian lengkap kantor sedang mengeluarkan kartu creditnya dan membayar barang belanjaannya dan juga milik Zain.


"Anggap saja saya traktir kamu karena merasa senang, sebab ucapan syukur saya akan sesuatu yang baru say dapatkan" ucap pria yang tak lain adalah Denny.


Deeeeeegh..


Detak jantung Zain berpacu cepat dan rasa gemetar.


Zain merundukkan kepalanya "Terimakasih" ucap Zain dengan gemetar.


Lalu Denny menganggukkan kepalany dan melenggangkan kakinya pergi menuju mobil mewahnya.


Zain semakin gemetar, Ia segera meraih perlengkapan bayi yang sudah dimasukkan kedalam paper bag dan mengucapkan terimakasih kepada pelayan toko tersebut.


Lagi-lagi Khumairah takjub kepada warga kota yang begitu mudahnya membantu sesama.


Zain meraih pergelangan tangan Khumairah dan membawanya segera pergi dari toko tersebut. Ia yakin jika Denny tak mengenalinya saat ini.


Zain memilih untuk segera membawa Khumairah pulang ke desa. Ia tidak ingin mengambil resiko yang lebih besar dan membahayakan dirinya.


"Kita pulang, Ya Sayang. Biar kamu istirahat dan Mas mau singgah mengambil barang dagangan kita" Ucap Zain dengan nada yang terdengar bergetar.

__ADS_1


__ADS_2