Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 110


__ADS_3

"Fa sepertinya ada yang mencobak untuk membobol kunci keamanan dari software perusahaan." Fahmi yang baru datang langsung melaporkan pada Fairi kejadian yang dia temukan.


"Aku tau mas Fahmi, karena Sabrina sudah melacaknya dan itu adalah akun bayangan yang hanya digunakan sekali pakai." jawab Fairi dengan tenang


"Oh iya aku tau siapa orang yang membantu nyonya Ayu keluar dari tahanan, dan ada dimana dia sekarang." Fahmi berkata lagi setelah dia mencari tau siapa orang dibalik keluarnya nyonya Ayu


"Ayah Herman sudah menangani semuanya dan kita tak perlu melakukan apa pun selama mereka tak berbuat apa - apa pada kita, cuma aku ingin melaporkan atas tindakannya yang selama ini telah meracuni ibu hingga mengalami gangguan jiwa." Fairi berkata dengan tak sabar.


"Baiklah, berikan pada ku laporannya aku akan memprosesnya." Fahmi berkata dan dia akan selalu siap untuk membela Fairi dibalik meja hukum.


"Terima kasih mas Fahmi, buktinya sudah terkumpul tinggal mencari satu saksi yang orangnya sudah keluar dari ruma sakit tempat ibu di rawat." Fairi berkata dan menghela nafas dalam.


1 Minggu telah berlalu dan video Tyas yang minum dengan seseorang dan dibawah orang itu pergi pun beredar dan hal itu membuat Tyas mendapatkan teguran dari pihak produksi modelnya karena dianggap tak bisa menjaga diri dan mempermalukan para anggota yang lainnya, karena dengan beredarnya video itu membuat orang - orang jadi mempertanyakan tentang para model yang bernaung di bawah atap produksi model yang saat ini telah membesarkan nama Tyas.


Segala pembelaan yang dikeluarkan oleh Tyas telah mencapai titik buntu karena sudah sering kali Tyas ditemukan sedang bersama dengan pria yang berbeda. Dan hal itu membuat pihak ketua jadi meragukan kinerja Tyas selama ini.


"Ini benar - benar sial, bagaimana aku bisa berakhir seperti ini." Tyas terlihat sangat marah dan emosi.


"Kenapa kau harus merasa emosi sepeti itu sih, bukankah masih ada tempat lain. Kau tinggal meninggalkan mereka dan berpindah ke permodelan lain yang bisa menerima mu." Danang berkata dan berusaha membuat Tyas agar tak putus asah.


"Apa kau pikir bisa semudah itu hah?!" Tyas marah besar pada Danang


"Kau jangan meremehkan aku, jika kau mau aku bisa membuatmu mendapatkannya." Danang berkata dengan sombong.


"Buktikan jangan hanya omong kosong saja." Tyas berkata dengan kesal pada Danang.


Pagi hari di akhir pekan Fairi telah menyiapkan Kemal untuk pergi jalan - jalan setelah sekian lama sibuk dengan pekerjaan dan menangani orang - orang yang berbuat curang.


"Mama, haruskah kita pergi bersama dengan papa?" Kemal bertanya pada Fairi saat mereka mau pergi jalan - jalan


"Papamu sibuk sayang, dan kenapa kamu tak memanggilku honey lagi?" Fairi bertanya sambil mengemudikan mobil


"Hem...karena aku sudah menemukan papa dan itu artinya aku sudah punya papaku sendiri, bukankah aku sudah pernah bilang kalau aku akan memanggil mama saat aku menemukan papa. Dan karena sekarang aku sudah punya papa maka aku juga punya mama dan bukan lagi pacarku, tapi aku akan tetap merawat mama selama papa tak merawat mama dan tinggal bersama dengan kita." Kemal berkata dengan sangat senang


"Eh apa maksudnya tinggal bersama." Fairi menatap kemal sekilas

__ADS_1


"Iya tinggal bersama, sepeti mama Rita dan ayah Fahmi kan tinggal bersama, teman - temanku yang lainnya juga mama dan papa mereka tinggal bersama." Kemal berkata dengan polos.


"Oh...hahaha." Fairi tertawa mendengar ucapan Kemal.


...💔💔💔...


"Selamat pagi bi, dimana Fairi dan Arman kenapa rumah sepi sekali." Kenan datang kerumah Fairi karena mencari Kemal dan ingin menghabiskan akhir pekan bersama.


"Loh baru saja pergi ke taman hiburan karena sudah lama tidak pergi." bi Mina menjawab dan memberitahu kemana Fairi membawah Kemal pergi.


Kenan langsung menyusul Fairi setelah tau kemana dia pergi dan menghubungi Fairi kalau dia ingin mengikuti ke tempat Fairi membawah Kemal.


Hari itu Fairi, Kemal dan Kenan terlihat sangat bahagia bermain bersama mereka bertiga sangat menikmati kebersamaan yang menyenangkan sebelum Kenan merasa kesal karena ditengah - tengah kebersamaannya dengan Fairi dan putranya Lime menyusul dan ikut datang ke taman hiburan bersama.


"Papa ayo kesana." Kemal menarik Kenan untuk bermain komedi putar.


"Aku tak nyangka kalau kamu mengajak bertemu dan membahas pekerjaan di sini, dan aku sangat senang karena menjadikan pikiran fresh." Lime berkata dan terlihat sangat senang dengan ide Fairi yang melakukan pertemuan di taman hiburan.


"Ya karena aku sudah lama tak membawah Boo untuk bermain jadi aku ingin menghabiskan waktu dengannya sambil bekerja, jadi aku punya waktu bersama dengan dia tanpa harus meninggalkan perhatianku padanya." jawab Fairi tersenyum pada Lime


Kenan yang dari jauh bermain dengan Kemal merasa kesal Karana dia melihat kedekatan Fairi dan juga Lime, apa lagi Fairi begitu menikmati perbincangan dengan Lime. "Dia pasti sengaja keluar dan masuk dalam perusahaan pangan untuk bisa mendekati Fairi, benar - benar licik" gumam Kenan menatap kesal


"Boo sayang, dengarkan papa kamu pergi ke mama dan ajak mama bermain juga bersama dengan kita. Papa akan berikan es untuk mu ok, ayo ajak mama." Kenan mengajukan Kemal untuk mengajak Fairi ikut serta dalam permainan.


"Baik papa." Kemal lari mendekati Fairi yang sedang duduk santai dengan Lime sambil berbincang ringan.


"Mama...ayo kita main lagi, papa sedang menunggu." Kemal menarik tangan Fairi.


Kenan berjalan mendekati Fairi dan Lime, Kenan terlihat kesal karena menganggap Lime telah mengganggu kebersamaanya dengan putra dan juga Fairi. Kenan duduk disebelah Lime dan terlihat sangat kesal.


"Eh kenapa kau malah duduk." Fairi melihat Kenan yang duduk


"Aku lelah, oh iya. Boo meminta es krim aku sudah membayarnya kamu bisa menemani Boo untuk mengambilnya." jawab Kenan penuh perhatian pada Fairi dan Kemal


"Ini sungguh sangat menyenangkan, karena aku bisa melihat senyum Boo sangat ceria." Lime berkata dengan senang menatap Fairi dan Kemal yang berjalan menjauh.

__ADS_1


"Tentu saja, dan kebahagian ini sungguh sangat sempurna jika tak ada pengganggu" jawab Kenan menegaskan kalimatnya


"Hem, aku juga tak menyangka kalau Fairi membawah ku kesini hanya untuk membahas pekerjaan, tapi aku sungguh sangat senang dengan ide Fairi yang bekerja sambil menjaga anak." jelas Lime dengan tenang dan santai seolah tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Kenan.


"Kau terlalu santai ya orangnya." Kenan berkata dan menatap Fairi sama Kemal yang sedang asik makan es krim.


"Baiklah sudah selesai, Ken, Lim aku balik dulu ya. Ayo sayang." Fairi membawah Kemal setelah puas main.


...💔💔💔...


"Loh sudah pulang, tadi nak Kenan datang mencari. Apa ketemu karena tadi bibi bilang kemana kamu pergi." Bi Mina bilang pada Fairi.


"Iya, kami ketemu disana." Fairi berkata dengan santai dan senyum sekilas pada bi Mina.


"Baiklah ayo cucu nenek mandi dulu." Bi Mina membawah Kemal untuk mandi.


Setelah selesai memandikan Kemal bi Mina melihat Fairi sedang duduk nonton televisi dan bi Mina mendekati Fairi, sedangkan Kemal sedang asik main sendiri dengan mainan barunya yang dibelikan oleh Kenan.


"Nak Ayu bolehkan bibi ikut bicara?" suara bi Mina membuyarkan konsentrasi Fairi.


"Iya." Fairi menjawab dengan senyum tipis


"Sebenarnya bagaimana perasaanmu dengan nak Kenan, bibi tau tadi kamu memanggil Lime untuk datang dengan alasan membahas pekerjaan karena tadi Lime menghubungi bibi untuk tanya kamu dimana." Bi Mina menatap Fairi


"Kami memang sedang membahas soal pekerjaan bi, tidak ada alasan apa pun." jawab Fairi dan tersenyum pada bi Mina.


"Tapi apa benar hanya itu bukan karena kamu ingi menghindari nak Kenan." Bi Mina


"Bibi bicara apa, tidak ada alasan seperti itu." Fairi kembali menjawab dan tersenyum.


"Nak Ayu, jika memang nak Ayu tak ada apa - apa sebaiknya nak Ayu memperjelas sikap agar tak menimbulkan ke salah pahaman, bibi tau bahwa dari dulu Lime menyukai nak Ayu dan nak Kenan juga menyukai nak Ayu. Dan untuk itu kuncinya ada pada nak Ayu, jangan membuat pikiran dan perasaan semakin rumit." nasehat bi Mina pada Fairi untuk dia orang yang menyukainya.


"Mama aku ngantuk." Kemal mulai merengek karangan sudah ngantuk.


"Baiklah ayo bersihkan wajahmu dulu dan gosok gigi" Fairi membawah Kemal masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Didalam kamar Fairi termenung dengan apa yang dikatakan oleh Bi Mina padanya, Fairi tenggelam dalam pikirannya dan merasa bingung dengan apa yang dirasakannya. Berkali - kali Fairi menghela nafas dalam dan memeluk Kemal dalam pelukannya.


"Kenapa aku jadi merasa bimbang." Fairi menghela nafas dalam lagi.


__ADS_2