Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 37


__ADS_3

"Mas Kenan, haruskah sampai seperti ini mas? Bukankah waktu itu mas Kenan pernah berjanji pada ku kalau mas Kenan tak akan peduli siapa pun ayah Mayangsari. Lalu kenapa sekarang jadi sepeti ini mas?" Melinda berkata dengan menangis yang sangat terlihat sedih.


"Jangan menguji kesabaran ku lebih dari ini Mel, aku memang bilang begitu karena aku tak tau siap ayahnya, tapi lain cerita kalau ternyata ayahnya ada didepan mata dan masih sehat." Kenan berkata dengan dingin sambil menatap Melinda dan Danang.


Melihat Melinda yang menangis dan terlihat sangat sedih membuat Danang merasa bersalah dan juga kasihan. Dengan keberanian yang tersisa Danang berusaha untuk membela Melinda didepan Kenan "Kenan dengarkanlah aku, semua ini bukan salah Melinda, ini semuanya adalah salahku yang selalu memaksa dia. Kenan, Melinda sangat mencintaimu dan akulah yang salah, aku selalu membuat Melinda terpojok dan memaksanya melakukan perbuatan yang tak diinginkannya."


Kenan yang mendengarkan penjelasan dari Danang menunduk dan mengepalkan tangannya, "Terpaksa." gumam Kenan


"Benar dia terpaksa dan dia juga sudah berkali - kali menolak dan melawanku." sambung Danang berusaha untuk menyakinkan Kenan.


Kenan terdiam dan berfikir, Kenan mengingat kembali saat dia pertama kali menyentuh Fairi dan memaksa Fairi untuk melayaninya. Kenan ingat bagaimana kerasnya Fairi menolak dan melawan dirinya hingga membuat Kenan mendapatkan beberapa luka atas perlawanan dari Fairi hingga Kenan berhasil melumpuhkan pertahanan Fairi dan berhasil membobol pertahanan Fairi yang kuat. Kenan tersenyum saat dia teringat akan hal itu. Sementara Dafid dan Farid yang duduk disamping Kenan menatap khawatir kalau Kenan akan kemakan oleh omongan dua orang itu dan akan membatalkan gugatan Kenan atas pengkhianatan yang dilakukan oleh dua orang kakak beradik itu.


"Terpaksa dan menolak, apa yang kau lihat dari gambar video itu terlihat seperti terpaksa dan menolak?" Kenan menatap Melinda dan Danang, "Lihatlah dengan jelas apa seperti itu yang dinamakan terpaksa dan menolak menurut kalian?" Mendapatkan pertanyaan itu Melinda tertunduk.


"Apa kau masih ingat, waktu aku pulang dengan luka di kening dan lengan ku? Kau bertanya aku kenapa. Itu semua adalah luka yang diberikan oleh Fairi saat aku berusaha untuk menyentuhnya dengan paksa, dia berusaha untuk mempertahankan dirinya dan tak peduli walau aku suaminya sendiri. Tapi yang ku lihat untuk kalian ini bukalah keterpaksaan, karena aku hanya melihat kerelaan sebab walau mulut berkata jangan namun tubuh kalian tetap saling menikmati satu sama lain." jelas Kenan dengan sangat dingin dan nada mengejek.

__ADS_1


"Kau pernah bertanya padaku apakah aku mencintai Fairi? Jawaban ku waktu itu adalah jawaban yang aku berikan setelah aku tau siapa Fairi dan apa artinya Fairi bagiku." Kenan menatap Melinda "Apa kau tau, sejak aku mengenal Fairi hingga aku menikahinya dan menjadikan dia istriku selama 3 tahun aku tak pernah mencintainya dan melihatnya, karena aku menganggap dia hanyalah rumput liar yang tak penting."


Semua orang yang ada di depan Kenan menatap dan mendengarkan Kenan dengan diam, "Apa kau tak ingat bagaimana aku membawamu pulang dan memperkenalkan mu pada dia disaat ulang tahun pernikahan kami yang ke 3? Semua aku lakukan dengan sangat mudah karena memang tak ada perasaan apa pun antara aku dan dia. Namun aku baru menyadari kalau rumput liar itu sangat spesial. Sebab rumput liar itu bisa membuat ku nyaman saat aku berjalan diatasnya tanpa alas kaki, dan membuatku nyaman saat aku merebahkan tubuh ku dan menyapu dinginnya daun - daun kecilnya, bahkan dia memberiku kesejukan atas sejuknya dari embun pagi yang membasahi daun - daunnya, rumput liar itu selalu mampu untuk bangkit dan berdiri lagi walau berkali - kali orang menginjaknya. Rumput liar itu tak pernah menyakiti meskipun dia diabaikan dan tak dianggap, dia memilih menyakiti dirinya sendiri dan berusaha untuk bangkit demi memberikan kenyamanan bagi orang lain yang dengan senang untuk menginjaknya lagi dan lagi. Rumput liar itu juga mampu tumbuh dimana pun dia inginkan, walau mawar berada diruangan kaca rumput liar juga mampu mengikutinya di ruangan kaca itu." panjang lebar Kenan berkata dan berputar membuat semua yang mendengarnya merasa bingung.


"Dibandingkan dengan bunga mawar atau yang lainnya yang mahal, rumput liar itu lebih berharga bagi ku. Karena saat dia tumbuh dengan subur dan tinggi dia bisa dijadikan tempat untuk bersembunyi, dan saat dia telah kering dan layu akarnya sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Banyak pelukis mancanegara yang menampilkan keindahan dari rumput liar atau ilalang. Dan bagiku dia sangat spesial dalam hatiku, itulah artinya rumput liar itu bagi ku dan itulah perwujudannya dalam diriku, dialah rumput liar ku, Fairi istriku yang akan selalu tubuh dan terus tumbuh dalam hatiku." Kenan menyebutkan nama Fairi dengan dalam seolah arti nama Fairi sangat spesial dalam hati dan kehidupannya.


...💔💔💔...


Ditempat lain Fairi mengalami kontraksi dan telah diantarkan ke rumah sakit oleh teman kerjanya. "Bagaimana keadaan ibu sekarang, apa masih merasakan sakit?" tanya dokter yang memeriksa Fairi.


"Iya, itu dinamakan dengan kontraksi palsu karena usia kehamilan ibu Fairi saat ini telah memasuki usia 38 minggu dan artinya tinggal menunggu hari kelahiran saja, karena masih belum ada pembukaan jadi untuk saat ini tolong ibu Fairi untuk menjaga kesehatan dan jangan bekerja terlalu berat, kalau ada tanda - tanda persalinan seperti yang sudah saya jelaskan diawal tolong segerah kesini atau menghubungi saya untuk saya jemput di rumah" jelas dokter yang selama ini menangani pemeriksaan kehamilan Fairi


"Baik terima kasih dokter, kalau begitu saya permisi dulu." Fairi pun meninggalkan rumah sakit, dan dalam perjalanan pulang didalam mobil Fairi tiba - tiba teringat dan memikirkan Kenan sambil memegang perutnya yang buncit.


...💔💔💔...

__ADS_1


Setelah selesai menanda tangani surat perceraian dengan Kenan, Melinda masih tetap tinggal di rumah yang dibelikan oleh Kenan untuknya karena Kenan yang keluar dari rumah itu dan kembali ke rumah utama yang dulu ditempatinya dengan Fairi.


Dan Farid sama Dafid masih belum memberitahu Kenan soal keberadaan Fairi karena mereka masih ingin memastikannya lagi apa benar Fairi yang dimaksudkan adalah Fairi mantan istri Kenan, karena mereka belum begitu paham dengan wajah Fairi yang mereka dengar dari Melisa adik Farid dan kekasih Dafid yang saat ini bekerja di Beijing.


"Tuan Kenan ada non Melinda datang." ucap bi Ningsih


"Baik terima kasih bi." Kenan menjawab dan keluar dari ruang kerjanya untuk bertemu dengan Melinda.


"Mas Kenan." Melinda terlihat berantakan


"Kenapa lagi? Kalau ada masalah dengan perceraian kita sebaiknya kamu bicara langsung saja dengan pihak hukum yang sudah aku kasih tau sama kamu." Kenan menjawab dengan duduk angkuh di kursi depan Melinda.


"Mas Kenan, aku datang untuk memohon maaf sama mas Kenan. Tolong maafkan aku sekali ini mas, setelah aku pikir selama 1 minggu ini aku menyadari kalau aku sangat membutuhkan mas Kenan dan aku sangat mencintai mu mas." dengan memelas Melinda memohon pada Kenan.


"Mel, tolong jangan merendahkan dirimu sendiri seperti ini. Kau seorang wanita, setidaknya kau harus punya harga diri yang kau banggakan dan pertahankan. Diantara kita sudah tak ada apa - apa lagi, dan kalau menurut hukum agama aku tak perlu susah paya untuk meninggalkan istri siri, tapi aku menghargai mu dan mencobak untuk menghormati mu dengan melakukannya secara baik urusan perceraian kita. Jadi tolong jangan membuat dirimu dipandang rendah oleh orang lain lagi, bangunlah dan pulanglah, semua akan diselesaikan oleh Farid." Kenan bangun dan meninggalkan Melinda sendirian di ruang tamu.

__ADS_1


Melinda terlihat sangat hancur setelah diceraikan oleh Kenan. Dunia Melinda seolah telah terbalik karena dia tak memiliki sandaran dan tumpuan lagi untuk dia kembali dan mengadukan segala keluh resa hatinya.


__ADS_2