Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 49


__ADS_3

Segala usaha telah dilakukan oleh Kenan untuk dapat menemukan keberadaan Fairi, namun semuanya tak mendapatkan titik terang. Seolah - olah nama Fairi tak pernah ada di dunia ini, selama 5 tahun ini Kenan menjalani hidup dengan sepi dan dia telah menjadi sosok yang dingin dan kejam. Bahkan Kenan telah menjebloskan Danang yang telah menghadang jalannya saat dia mau menghadiri rapat dengan tuduhan membahayakan nyawa dan percobaan mencelakai dirinya.


Melihat itu tuan Bram dan nyonya Tias sebagai orang tua Kenan merasa sedih dan khawatir dengan putra mereka. Namun walau Kenan telah bertindak kejam dan tanpa ampun pada orang yang telah mengganggu dan mengusiknya, tapi dia masih saja tetap lembut pada orang terdekatnya dan keluarganya. Dan Kenan juga jadi semakin tekun beribadah, bahkan dia akan meninggalkan pertemuan sepenting apa pun itu saat Jum'at.


"Kak Ken, eh maaf bos." Melisa yang kini bekerja di perusahaan Kenan mengantikan Ambar yang telah menikah dengan Farid dan fokus pada bisnis restoran milik Farid.


"Hem, bagaimana Mel apa semuanya sudah selesai? Bagaimana dengan pembicaraan soal tanda tangan kontrak dengan pihak luar" Kenan bertanya dan dia merasa sangat puas dengan pekerjaan Melisa selama 1 tahun ini.


"Semuanya beres kak, dan tanda tangannya sudah Meli atur untuk dilakukan 1 bulan lagi, mereka akan mengirimkan perwakilannya untuk melakukan tanda tangan perjanjian dengan kita." Melisa menjelaskan dengan penuh keyakinan seperti biasanya.


"Bagus, kerja bagus. Lakukan pertemuannya di restoran Farid saja nanti." Kenan merasa sangat puas.


"Ok, aku lanjut kerja lagi dan jangan lupa tanda tangani semuanya dan teliti lagi" Melisa mengingatkan Kenan atas berkas yang tadi diserahkan pada Kenan.


"Tak ku sangka dia telah tumbuh menjadi gadis yang sangat bertanggung jawab dan juga cekatan." Kenan bergumam dan tersenyum puas dengan pekerjaan Melisa.


...💔💔💔...


"Yas bagaimana dengan pernikahan mu yang katanya kau akan mendapatkan Kenan bos besar itu? Apakah sekarang kau telah menyerah dan tak punya kepercayaan untuk bisa mendapatkannya?" tanya teman Tyas saat mereka sedang berpesta disebuah klub


"Hem, aku pasti akan melakukan segalanya untuk bisa mendapatkannya, dan aku sudah mendapatkan obatnya, akan ku buat dia tidur dengan ku nanti dan akan ku pastikan dia tak akan bisa lepas dari jerat dan jebakanku." Tyas berkata dengan sangat percaya diri dan memegang sebuah plastik klip yang berisikan obat


"Hahaha, kau sungguh berani melakukan itu? Apa kau tak tau kalau terakhir kali dia telah menendang seorang wanita yang berusaha untuk menaiki tempat tidurnya dengan bertelanjang bulat? Dia benar - benar pria yang kejam dan tanpa ampun sekarang ini." jelas teman Tyas.

__ADS_1


"Benarkah ada hal seperti itu? Apakah selama aku belajar di luar negeri dia telah banyak berubah?" Tyas jadi semakin merasa tertantang.


"Halo wanita cantik." sapa seorang lelaki dan ikut bergabung dengan pesta Tyas malam itu.


Ya malam itu adalah malam pesta penyambutan Tyas yang dilakukan oleh teman - temannya karena Tyas baru saja pulang dari luar negeri untuk belajar dan saat ini dia kembali karena sedang liburan. Malam itu pestanya berjalan sangat meriah dan mewah, semua orang sangat menikmati pesta malam itu.


...💔💔💔...


"Kenan makanlah." Nyonya Tias yang malam itu masak makanan kesukaan Kenan mengajaknya untuk makan malam bersama.


Malam itu kenan datang ke rumah orang tuanya dan bermalam di sana karena dia tak ingin tinggal di rumahnya sendiri sebab malam ini adalah malam hari pernikahannya dengan Fairi, dan hari kehancurannya karena telah membuat hidup pernikahannya dengan Fairi hancur dengan kesalahannya yang telah dia perbuat sendiri.


"Pa, kontraktor dan arsitek yang dulu papa kenalkan pada Ken apakah papa masih punya nomer mereka? Karena Ken ingin meminta mereka untuk merenovasi rumah Ken." tanya Kenan pada papanya disela - sela makan malam mereka.


"Ken ingin merubah rumah itu menjadi lebih bagus dan nyaman pa." jawab Kenan asal.


"Hem, nanti papa kasih ke kamu nomer mereka" tuan Bram berkata dan melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan Kenan kembali ke kamarnya dan dia menatap langit hitam dengan dalam, Kenan berkali - kali menghela nafas dalam seolah ada beban yang mengganjal didalam hatinya yang tak dapat dia uraikan dengan sekaligus, dan rasa itu semakin menghimpit dada Kenan dengan kuat, ya itu adalah perasaan rindu pada seseorang yang tak dapat dilihat dan dihubungi, bahkan tak bisa ditemukan dimana pun keberadaannya.


"Fairi, dimana kau sekarang sayang. Aku sungguh sangat merindukan mu." gumam Kenan dan menutup matanya, serta dari sela - sela matanya mengalir cepat butiran bening bagai kristal bening.


Hari - hari telah berjalan dengan sangat cepat, dan semua perubahan telah terjadi di segala tempat, termasuk rumah utama Kenan yang kini telah berubah menjadi sebuah rumah mewah yang penuh dengan taman mawar dan kolam renang terbuka yang dikelilingi oleh beberapa taman dan tanaman bunga mawar yang beraneka ragam serta lili sesuai dengan gambar yang ditemukan Kenan didalam kamar Fairi, dan didalam buku harian Fairi yang tertinggal saat dia pergi meninggalkan rumah Kenan 8 tahun lalu, dihari Kenan membawah masuk wanita lain kedalam rumah itu.

__ADS_1


...💔💔💔...


"Tuan ada telepon masuk." Handoko memberikan ponsel tuan Adi yang dari tadi berdering.


"Ya halo, katakan." Tuan Adi menjawab panggilan telepon itu dengan sangat senang


"Siapa yang sedang menghubungi papa? Kenapa setiap menerima panggilan dari orang itu selalu terlihat sangat senang, walau mereka tak membahas hal lain selain pekerjaan tapi itu terlihat sangat mencurigakan." gumam nyonya Ayu yang melihat suaminya berbicara dengan seseorang lewat panggilan telepon dan selalu terlihat sangat senang.


"Ya, ya tentu. Semua terserah kamu saja apa baiknya, aku akan setuju apa pun pendapat mu, dan pastikan semuanya baik. Aku akan meminta Handoko untuk meninjau ulang nanti saat kau sudah selesai menyelesaikan laporannya, ok." Tuan Adi bicara dengan sangat senang "baik, apa kata mu? Kau yakin? Kau akan kembali dalam waktu dekat ini? Pasti, pasti, aku akan mengatur kan orang yang terbaik untuk mu. Ok, sampai jumpa." tuan Adi mematikan sambungan teleponnya.


"Apakah semuanya berjalan baik tuan?" Handoko bertanya karena merasa penasaran.


"Iya dan aku tak pernah menyangkan kalau dia akan menyelesaikannya dengan baik. Sudah 5 tahun berlalu dan semuanya berjalan sesuai dengan rencana. Dia akan kembali dalam waktu dekat pastikan semuanya dalam keadaan baik dan tolong utus orang terbaik untuk menjemputnya nanti, dan dia meminta asisten seorang yang mau bekerja keras. Jadi aturlah dan pilihkan orang yang cocok dengan dia." Tuan Adi menginfokan pada Handoko dengan raut wajah sangat senang dan terlihat tak sabar.


"Baik, saya akan menempatkan orang yang bekerja keras dan baik disisinya, apakah tuan tau kapan dia akan kembali?" Handoko pun juga tak sabar ingin bertemu dengan orang itu karena dia telah lama tak melihatnya dan semua terjadi sudah sangat lama.


"Dia akan menghubungi lagi nanti, kau siapkan saja orangnya sekarang" tuan Adi berkata dengan senyum merekah diwajahnya.


"Baik, tapi tuan apakah kita tak harus memberitahu tuan Bram dan Kenan untuk dia?" Handoko bertanya karena dia ingin tau pendapat dari tuannya


"Tak usah beritahu mereka, biarkan saja semuanya berjalan apa adanya seperti sekarang ini." Tuan Adi berkata dengan yakin.


"Baiklah saya akan memilihkan orang untuknya sekarang, dan saya pamit dulu." Handoko berkata dan keluar dari ruang kerja tuan Adi dan pergi meninggalkan rumah kediaman tuan Adi.

__ADS_1


"Aku harus mencari tau siapa orang itu, kenapa papa begitu sangat memperhatikannya bahkan ingin menempatkan orang - orangnya yang terbaik untuk orang itu." Nyonya Ayu sedang merencanakan sesuatu untuk mengetahui siapa orang yang akan disambut kedatangannya oleh suaminya itu.


__ADS_2