
Julia masih mendekam didalam penjara, namun Ia berusaha untuk memberikan uang damai yang lebih besar agar masa tahanannya segera berakhir.
Dengan segala daya dan upaya yang dulakukannya, akhirnya kini masa tahanannya hanya tinggal seminggu saja.
Bahkan Ia memberikan bonus untuk bercinta kepada para petugas yang ingin mencicipi tubuhnya.
Berkat semua usahanya, akhirnya Ia sebentar lagi akan menghirup udara bebas.
Julia akan kembali ke California, Ia akan melanjutkan bisnisnya disana, semua perjuangannya untuk Denny hanya berakhir sia-sia.
Julia tidak ingin hidupnya terlalu lama didalam jeruji besi yang sangat membosankan dan juga menyebalkan.
Setiap malam Ia harua melayani para petugas untuk mempercepat penyelesaian masa hukuman kurungannya.
Seorang petugas membuka pintu jeruji Julia, lalu meminta Julia untuk masuk kedalam ruangan kantor yang biasa dipakai untuk pertemuan.
Didalam ruangan itu, Julia akan dipaksa melayani 3 orang petugas sekaligus. Jika Julia menolak, maka mereka akan mengancam Julia dengan menyebarkan Vedeo Julia yang sedang melayani 3 orang petugas, namun sialnya, ketiga petugas sipir itu mereka sensor wajahnya agar tidak terlihat, sedangkan wajah Julia mereka tampilkan dengan begitu jelas.
Mendapat ancaman dan juga intimidasi membuat Julia harus mau melayani para petugas yang silih berganti meminta jatah kepadanya.
Kini Julia menjadi budak para petugas yang mau tidak mau harus tetap melayani segala keinginan mereka.
"Lihat saja kalian jika Aku sudah bebas nanti, akan aku hancurkan kalian semuanya" guman Julia dalam hatinya sembari terus menerima hentakan demi hentakan dari para pria bejad tersebut.
"Sudahlah.. Jangan pasang wajah masam, lagipula Kamu menyukainya" ucap seorang petugas yang menunggu gilirannya.
Dengan perasaan kesal, petugas itu mengambil satu ujung sendok teh bubuk shabu dan memaksa Julia menelannya. Hal tersebut membuat Julia berkeringat dingin dan merasa sangat pusing.
Namun perbuatan tersebut membuatnya seolah seperti bertenaga lebih. Tak puas sampai disitu, mereka juga mencekoki Julia dengan minuman berakohol dan memasukkan obat penambah hasrat kedalam minuman keras tersebut.
Hal itu membuat Julia semakin menggila dan tidak terkendali.
Namun hal yang tak terduga, tiba-tiba saja Julia terduduk dan tak sanggup untuk bergerak.
__ADS_1
Dengan tanpa perasaan mereka terus menghujamkan junior mereka kepada Julia dengan membabi buta.
Tanpa sadar, Julia ambruk kelantai dengan tubuh kejang-kejang. Julia tampak lemah dan tidak berdaya lagi.
Sesaat Julia tampak terbatuk, lalu mengeluarkan darah segar dengan sangat banyak sekali.
Darah itu semakin lama sekali banyak dan bececeran. Darah itu membentuk gumpalan hati yang sangat banyak tersebut
Sesaat Julia mengeluarkan buih dan juga darah secara bersamaan. Seketika para petugas sipir itu terdiam dan ketakutan. Mereka saling pandang dan saling menyalahkan.
Lalu mereka memandikan Julia dan membersihkan tubuh wanita itu dari sidik jari mereka dan membawanya kepetugas kesehatan untuk diberi surat rujukan dan dibawa kerumah sakit.
Julia dibawa dengan ambulance. Saat sampai dirumah sakit, Julia mendapatkan pertolongan secepatnya, namun mereka menolak karena tampak sudah sangat kritis, lalu rumah sakit umum memberikan surat rujukan untuk dibawa kerumah sakit yang lebih canggih, dan Julia dibawa kerumah sakit canggih sesuai rujukan.
Namun saat duperjalanan, Julia tak mampu bertahan, ternyata jantungnya membengkak akibat overdosis dan livernya memburuk.
Julia memuntahkan buih dan darah kental untuk yang terakhir kalinya sehingga Ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Jasad Julia akhirnya dibawa kembali kerumah sakit umum untuk diserahkan ke pihak rumah sakit umum sebab tidak ada keluarga yang mengetahuinya.
Para petugas sipir diperiksa, mengapa sampai ada tahanan yang meninggal dunia. Namun mereka beralibi jika Julia sendiri yang mengonsumsi shabu dan obat penambah hasrat tersebut.
Bantahan demi bantahan serta saling menutupi membuat mereka terbebas dari segala Jerat hukum yang ada.
Berita kematian Julia yang mengenaskan beredar ditelevisi, hal tersebut sangat mengejutkan publik, namun untuk menutupinya, maka mereka membuat sensasi lain, agar berita tentang Julia tenggelam dan tidak terlalu dibesar-besarkan lagi.
Sementara itu, Denny dan juga Amyra sedang duduk ditepian ranjang semabri menonton televisi.
Saat ini mereka tanpa sengaja melihat berita penayangan tentang kematian Julia yang mengenaskan. Keduanya saling tatap " Kasihan juga nasibnya, Mas" ucap Amyra lirih.
"Itu sudah takdirnya, andai Ia tidak berbuat dzhalim, maka hal itu tidak akan terjadi. Ia tidak mungkin mendekam dipenjara, dan tidak juga meninggal dalam kondisi seperti itu.." jawab Denny dengan sahaja.
"Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya" ucap Amyra dengan iba.
__ADS_1
"Semoga saja" jawab Denny, lalu meraih kepala Amyra dan meletakkannya didada kekarnya, sembari mengusap lembut lengan Amyra.
Amyra sangat menyukai tindakan yang dilakukan Denny kepadanya, rasa nyaman yang tak ternilai dan membuatnya begitu merasakan kedamaian.
Tiba-tiba Denny menghentikan perkakuannya dan terdiam sejenak "Sayang.. Mas lupa ada yang ingin Mas kerjakan" ucap Denny dengan nada sedikit panik.
Amyra kemudian membenahi posisinya "Apaan, Mas?" tanya Amyra dengan penasaran.
"Dwy resign, anaknya sakit, maka ada pekerjaan yang akan Mas selesaikan" ucap Denny menjelaskan.
"Wah.. Padahal Dia sekretaris berpengalaman, Ya Mas.." celoteh Amyra, srmbari mengikat rambutnya.
"Ya.." jawab Denny cepat, lalu turun dari ranjang dan menuju meja kerjanya.
Amyra beranjak dari ranjangnya, lalu kedapur, dan akan membuatkan kopi jahe kesukaan Denny.
Saat akan menuju dapur, Ia melihat ke pintu kamar Najma, dan melirik kedalamnya, tampak Najma sedang sibuk menatap layar laptopnya.
Ia menopangkan dagu diatas kedua telapak tangannya dan siku diatas meja. Ia begitu fokus dan tidak berkedip.
Amyra mencoba untuk melihat apa yang sedang diamati puterinya. "Lagi apa, Sayangnya Mama?" tanya Amyra lembut.
Seketika Najma terkejut dan hendak buru-buru menutup layar laptonya, namun Amyra sudah lebih cepat pandangannya melihat apa yang sedang ditatap oleh Najma.
Seketika Amyra terperangah dan terdiam. Lalu menatap kepada puterinyanya "Kamu merindukannya?" tanya Amyra dengan lirih.
Najma memandang kepada Mamanya, dan menganggukkan kepalanya "Dia sedang berjuang untuk mencapai segala impiannya, maka Kamu harus juga berjuang untuk mencapai impianmu" ucap Amyra dengan lembut.
"Dimana Kak Adnan sekarang, Ma?" tanya Najma dengan begitu sangat penasarannya.
"Di suatu tempat, tempat yang akan membawanya menjadi orang sukses dunia dan akhirat, Kamu doakan saja yang terbaik untuk saudara sepupumu" ucap Amyra dengan sangat lembut dan mencoba memberi pengertian kepada Najma.
"Bolehkah Najma mengunjungi tempat itu?" tanya gadis kecil tersebut dengan menghiba.
__ADS_1
"Jangan sekarang, biarkan Ia fokus dengan keinginan dan segala cita-citanya" jawab Amyra dengan tegas.
Seketika wajah Najma seperti tak bersemangat. "Jika takdir kalian akan bertemu, maka akan ada pertemuan tersebut, kejarlah impianmu, dan biarkan Ia mengejar impiannya" ucap Amyra lalu mengecup lembut ujung kepala puterinya dan memberikan segala kasih sayangnya, sehingga Najma merasa begitu nyaman.