
"Nak Ayu siapa dia sebenarnya, dan kenapa dia terlihat sangat membencimu. Apa dia adalah istri nak Kenan atau mantan istrinya?" Bi Mina bertanya dengan bingung
Fairi tersenyum mendengar pertanyaan dari bi Mina karena dari pertanyaan itu seolah Kenan memiliki istri lebih dari 2 orang wanita. "Dia adalah Melinda bi, dan siapa dia sekarang aku gak tau karena aku gak peduli dengan semua urusan Kenan, aku hanya ingin hidup senang dan tenang dengan bibi dan Arman saja sudah cukup."
"Istri om Kenan. Apa Tante jahat tadi itu adalah istri om Kenan?" Kemal yang mendengar pembicaraan antara mama dan neneknya bertanya dengan raut wajah kaget.
"Eh, lupa kalau ada dia." Fairi tersenyum dan menatap bi Mina. "Dia dulu adalah teman om Kenan yang mama tau, dan sekarang dia siapa mama tak tau, ok." Fairi mencoba menjelaskan dengan caranya dan bahasanya yang bisa dimengerti oleh Kemal
Kemal mengangguk dan menunduk seolah dia mengerti, sepanjang perjalanan pulang pun Kemal menyembunyikan rasa kecewanya pada Kenan yang ternyata memiliki wanita lain sebagai temannya selain mamanya. Kemal seolah sedang mencerna kata - kata mamanya yang baru saja dikatakan dan mencoba memahami alasan kenapa mamanya begitu membenci Kenan.
...💔💔💔...
Di tempat Kenan bawahannya yang dia perintahkan untuk mengawasi Fairi dan semua kegiatan Fairi untuk mencegah hal buruk terjadi pada Fairi telah melaporkan kejadian antara Fairi dan Melinda saat di restoran, dan orang itu juga menunjukan rekaman yang dia ambil saat Fairi dan Melinda sedang bercekcok di restoran.
Terlihat Kenan tersenyum menyaksikan video itu dan dia terlihat puas dengan apa yang sedang dilihatnya. Sesekali Kenan menatap tak percaya atas apa yang dilihatnya dari rekaman itu. Kenan menatap Farid dan menunjukkan rekaman itu pada Farid yang dari tadi duduk didepannya.
"Ini Melinda dan Fairi? Bagaimana kau bisa memiliki rekaman ini, apa kau menyuruh orang untuk mengintai mereka." Farid bertanya tak percaya.
"Ya, aku memang memasang orang - orang ku, tapi aku melakukannya hanya untuk menjaga mereka karena aku gak mau kalau nanti ada apa - apa dengan mereka diluar pengawasanku." jelas Kenan pada Farid yang menunjukkan raut wajah khawatir.
"Hem, itu artinya dia tak tau kalau dia diikuti ya. Jangan sampai caramu ini menjadi bumerang sendiri ya, kalau menurut aku sebaiknya kamu ceritakan pada dia soal kekhawatiran mu itu." Farid memberikan saran pada Kenan soal penjagaan yang diatur oleh Kenan untuk Fairi dan putranya.
"Ya kau benar, aku akan bicara pada Fairi nanti sekalian ketemu sama dia saat peroses jual beli saham." jelas Kenan karena dia tak ingin mengganggu waktu akhir pekan Fairi dengan putranya.
"Hem baiklah, apa yang akan kau lakukan pada mantan istri keduamu ini. Sepertinya dia akan mengganggu mantan istri pertamamu." Farid berkata dengan nada mengejek Kenan
"Kau ingin dipindahkan ke kantor cabang ya, dan diturunkan gajinya." Kenan menatap Farid dengan tajam
"Becanda, tapi aku memang benar mereka adalah mantan - mantan istrimu kan." Farid berkata lagi dengan melakukan gerakan menodong pada Kenan lalu pergi meninggalkan kantor Kenan sebelum Kenan bersuara.
...💔💔💔...
"Kenapa kok mama merindukan Arman ya pa, rasanya mama ingin sekali melihat tawanya dan juga kelucuannya." Nyonya Tias yang sedang bersantai dengan suaminya mengatakan kalau dia merindukan Kemal
"Ya papa juga ma, dia sangat lucu dan juga menggemaskan. Dia sangat pintar dan pandai membaca situasi, dia adalah calon pebisnis yang sangat handal. Andai saja kita punya cucu akankah dia juga begitu menggemaskan seperti Arman." Tuan Bram juga ikutan menghayal
"Entahlah, tapi mama merasa sedikit aneh sama Kenan, mama tak pernah tau kalau dia memiliki teman yang punya anak kecil seumuran Arman, Farid dia belum punya anak, sedangkan Melisa dia juga belum punya anak lagi setelah keguguran. Lalu Arman anak teman Kenan yang mana ya pa." Nyonya Tias mulai bertanya - tanya.
"Mama benar, kenapa kita tak pernah tanya itu pada Kenan." Tuan Bram setuju dengan istrinya.
"Besok kita tanyakan padanya pa, siapa tau nanti mama jadi bisa bertemu dan main dengan Arman dengan persetujuan mama dan papanya ya kan pa." Nyonya Tias terlihat sangat antusias dan tuan Bram mengangguk tanda setuju.
__ADS_1
...💔💔💔...
Keesokan harinya pada siang hari sebelum pergi untuk menemui Fairi guna membahas maslah jual beli dengan Fairi soal bahasan maslah saham yang ditawarkan oleh Fairi saat rapat, Kenan menyempatkan diri untuk mengunjungi Kemal di sekolahnya pada jam istirahat karena dia sudah merindukan Kemal.
Terlihat dari jauh Kemal sedang asik bermain dengan beberapa teman sebayanya, Kenan tersenyum melihat hal itu dan dia perlahan mendekati Kemal yang tengah asik main beberapa permainan dihalaman sekolahnya, dengan Agus yang mengikutinya dari belakang sambil bawah 2 tas plastik berisikan makanan ringan.
"Sayang, Boo." Kenan memanggilnya dengan penuh sayang dan membawakan beberapa camilan untuk Kemal dan teman - temannya.
"Ngapain om kemari, aku gak mau bicara sama om." Kemal terlihat sedang merajuk pada Kenan.
"Hei kau marah pada om? Katakan apa alasannya, kenapa kau tiba - tiba marah pada om." Kenan menunduk dan mensejajarkan tingginya dengan tinggi Kemal
"Kem, apa dia papamu? Dia sangat keren sekali." teman Kemal bertanya dengan polos, dan Kenan tersenyum.
"Tidak tau." jawab Kemal kesal, dan Kenan merasa aneh kenapa putranya ini merajuk pada dirinya tanpa sebab.
"Oh ku pikir dia papamu." teman Kemal pun mundur.
"Ha...aku tau, kau pasti sedang marahan ya sama papamu, aku juga kalau lagi marahan sama papaku juga gak mau bicara dan minta sama mama untuk memberiku papa baru." teman Kemal yang lain ikutan berpendapat dan hal itu membuat Kenan kaget dengan kata - kata minta papa baru.
"Oh ini ada makanan untuk kalian." Kenan menyuruh Agus memberikan tas plastik yang berisi makanan ringan kepada teman Kemal.
Teman - teman Kemal pun terlihat sangat senang dan mereka semua berbagi makan, bahkan teman yang tadi tak ikut main bersama pun ikutan datang untuk mendapatkan bagian dari makanan ringan yang dibawah oleh Kenan.
Saat melihat Kemal yang masih merajuk dan tak mau bicara Kenan pun mendekat lagi dan menatap lebih dekat pada Kemal "Om bohong, om bilang kalau om hanya menyukai honey dan hanya akan bersama dengan honey untuk menjadi papaku, tapi om juga bersama orang lain. Tante jahat yang kemarin marah sama honey dan juga mendorong honey, aku gak suka Om bohong." Kemal berkata dan mulai berkaca - kaca
Kenan tersenyum mendengar hal itu, karena dia merasa kalau putranya sangat peduli dengan mamanya dan juga sangat berharap kalau dia akan bersama dengan mamanya. Kenan mengangkat tubuh kecil Kemal dan memangkunya, lalu menghapus air mata Kemal yang mulai keluar dari kedua pelupuk matanya.
"Kau marah untuk itu?" Kenan berkata dengan lembut. "Dengarkan om, itu semua memang kesalahan om, tapi itu semua sudah berlalu sangat lama dan om tak lagi ada hubungan dengan siapa pun. Om hanya akan menjalin hubungan dengan mamamu dan hanya akan mencintai mamamu dan juga dirimu ok." Kenan berkata dengan senyuman dan mencium pipi Kemal.
"Om janji...om gak akan bohong lagi kan? Om gak akan melakukan kebohongan lagi kan, benar kan?" Kemal bertanya dengan wajah polos dan sesenggukan karena habis menangis.
"Om janji, dan om gak akan mencintai wanita mana pun selain mamamu, hem. Sekarang kau sudah memaafkan om, gak marah lagi sama om." Kenan tersenyum dan menghapus air mata Kemal dengan lembut.
"Ya, aku gak marah lagi." Kemal memeluk Kenan dan Kenan membalas pelukan itu dengan erat.
"Baiklah, sekarang kembalilah bergabung dengan teman - temanmu yang lain karena bel sudah berbunyi, nanti om akan jemput kamu saat pulang sekolah ok." Kenan menurunkan Kemal dari pangkuannya dan terlihat Kemal lari dengan riang sambil melambaikan tangan pada Kenan.
"Dia sangat lucu dan menggemaskan. Dia itu putraku Gus, dia putraku." Kenan berkata dengan sangat senang.
...💔💔💔...
__ADS_1
"Baiklah terima kasih banyak atas semuanya, aku gak pernah nyangka kalau akan dapat bantuan dari anda pak." Fairi berkata dengan sangat senang pada orang yang datang membantunya dalam masalah pabriknya.
"Tak masalah, selama aku bisa membantu aku pasti akan turun tangan untuk membantu kalau orang itu adalah kamu." jawab orang yang sedang melakukan kerja sama dengan Fairi.
"Bu Laras, ada pak Kenan di sini." Lina menyampaikan pesan Kenan pada Fairi.
Terlihat Fairi sedikit berfikir sebelum dia menjawab dan mengijinkan Kenan untuk masuk. Dan terlihat kalau orang yang sedang bekerja sama dengan Fairi itu menyadari sesuatu yang berbeda dari sikap Fairi saat mendengarkan nama Kenan disebutkan oleh sekretaris Fairi. Namun dia menolak untuk tau kebenarannya karena dia berniat untuk mengejar Fairi kembali setelah kehilangan Fairi 5 tahun lamanya.
"Oh, kalau begitu aku permisi dulu karena kamu memiliki janji temu lain. Dan urusan kita akan kita selesaikan nanti sambil makan malam." ucap orang itu dengan tatapan yang penuh cinta pada Fairi.
"Baiklah kalau begitu, maaf kalau anda merasa tak nyaman pak Jhonson. Sekali lagi terima kasih." Fairi berkata dengan bahasa formal.
"Oh Laras kita bukan lagi atasan dan bawahan, kita sekarang adalah teman bisnis. Jadi kamu cukup panggil aku Jhonson atau Jhon saja." Tuan Jhonson berkata dengan nada non formal pada Fairi dan hal itu membuat Kenan tak nyaman.
"Baiklah, tapi akan kurang sopan jika saya panggil nama saja, saya akan memanggil anda tuan Jhon bagaimana." Fairi berkata dengan senyumannya yang semakin membuat Kenan tak sabar.
"Baiklah, tuan Jhon ini Kenan. Kenan dia tuan Jhon." Fairi memperkenalkan dua pria yang sedang mengejarnya itu
"Kenan." Kenan mengulurkan tangannya pada tuan Jhonson
"Jhonson, senang bertemu dengan anda tuan Kenan." balas tuan Jhonson dan berkata dengan nada yang tersirat.
"Baiklah Laras, kita ketemu saat makan malam nanti. Dan tolong pertimbangkan aku." Jhonson berkata dengan menggoda Fairi
"Anda suka bercanda ya." Fairi menjawab dengan canggung karena ada Kenan.
"Aku tidak sedang bercanda, karena aku berniat untuk serius dengan mu. Hem, jangan lupa pertimbangkan aku." Jhonson berkata dengan akrab sama Fairi, "ok tuan Kenan permisi." Jhonson berkata dengan senyuman pada Kenan seolah dia berkata kalau aku akan siap bersaing.
Kenan hanya senyum profesional pada tuan Jhonson dan menatap Fairi dengan berbagai pertanyaan atas sikap Jhonson yang dianggap Kenan kalau orang itu terlalu berani dan sok dekat dengan Fairi. "Siapa dia."
"Dia adalah tuan Jhonson mantan bos ku ditempat kerja lama." jawab Fairi berpaling dan berjalan menuju mejanya.
Kenan duduk di sofa depan meja kerja Fairi dengan tatapan tak suka pada Fairi karena dia terlihat begitu akrab dengan pria lain. "Mantan bos, lalu untuk apa dia kesini dan menggoda mu. Apa dia tak ada kerjaan."
"Iya mumpung kamu kesini aku mau membicarakan soal kerja sama kita, kamu tak perlu lagi cemas dan khawatir dengan prodak yang akan kita keluarkan bulan depan. Karena tuan Jhonson ternyata juga memiliki bisnis yang sama sehingga dia menawarkan padaku untuk kerja sama dan aku bisa melakukan produksi dengan menggunakan pabrik miliknya dan dia juga sudah menyelesaikan maslah pabrik dan akomodasi para pegawai ku" Fairi berkata dengan lancar dan merasa sangat senang.
"Maksudmu apa. Menyelesaikan maslah pabrik." Kenan bertanya dengan bingung.
"Iya, seperti yang aku katakan di rapat waktu itu, kalau aku akan menjual 5 persen dari saham ku untuk menutupi segala kerugian yang disebabkan oleh masalah pabrik yang tak bisa beroperasi. Dan tuan Jhonson telah bersedia membelinya, bukankah itu bagus." jelas Fairi dengan santai
"Maksudmu apa hah? Bukankan didalam rapat aku juga sudah mengatakan kalau aku akan membeli saham yang kau tawarkan itu, kenapa tiba - tiba sekarang kau malah menawarkannya pada orang lain tanpa konfirmasi padaku dulu. Kau ingin berbuat curang dengan melakukan ini semua padaku." Kenan berkata dengan marah
__ADS_1
Seolah amarah Kenan tak bisa dibendung dan dia merasa kalau Fairi selalu mengabaikannya dan tak menganggapnya, bahkan dalam masalah bisnis pun Fairi tak ada konfirmasi mengenai hal itu.