Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 54


__ADS_3

"Bu Laras." teriak Lina memanggil Fairi saat perlombaan telah selesai.


"Lina kau datang" Fairi menghampiri Lina dan tersenyum.


"Tante lihatlah aku memenangkan banyak lomba hari ini." Kemal menunjukkan semua piala yang dia dapat hari ini.


"Ya kau sangat hebat dan juga luar biasa. Berikan biar Tante bawah pialanya." Lina meminta 4 piala yang dibawah Kemal.


"Kau kemari naik apa, apa naik taksi?" Fairi bertanya pada Lina dan menyeka keringatnya.


"Tidak Bu, saya datang bersama dengan Presdir." jawab Lina ragu - ragu


"Kenapa bisa datang bersama dengan pria tua itu." Fairi berkata dengan tak senang.


"Ayah yang memaksa dia untuk membawah ayah kemari. Selamat atas kemenangan mu cucu ku." Tuan Adi memberikan sebuah hadiah untuk Kemal


"Honey." Kemal menatap Fairi untuk mendapatkan ijin menerima hadiah yang diberikan oleh kakeknya


"Terimalah, dia kakek mu." Farid berkata dengan cepat.


"Terima kasih kakek." ucap Kemal dan menerima hadiahnya dengan senang hati.


"Wah cucu kakek ini sungguh sangat hebat dan juga sangat luar biasa." Tuan Adi memeluk Kemal dan memuji Kemal dengan sangat senang.


"Ya, honey juga hebat." Kemal berkata dan ingin kalau kakeknya juga memuji mamanya.


"Ya, honey mu juga hebat. Ayo kita pulang naik mobil kakek." ajak tuan Adi dan Kemal menatap Fairi lagi untuk meminta ijinnya


Fairi bernafas dalam, "pergilah."


"Ya, ayo kita pergi honey sudah memberi ijin." Kemal berkata dengan sangat senang karena selama ini dia hanya hidup dengan Fairi dan bi Mina, sehingga dia sangat senang saat mengetahui kalau ada anggota keluarga lain lagi untuk dirinya.


"Katakan pada ku, apakah kakek sedang marahan sama honey?" tanya Kemal tepat waktu pada tuan Adi


"Kau tau? Apa mama mu yang cerita pada mu hem?" Tuan Adi mencubit pipi Kemal

__ADS_1


"Tidak, honey tak pernah cerita kalau aku punya kakek. Dan selama ini aku hanya tinggal sama honey dan nenek Mina." Kemal menjawab dengan wajah polosnya.


"Hem, lalu dari mana kamu tau kalau kakek marahan sama mama mu?" Tuan Adi bertanya penasaran.


"Karena aku perhatikan kakek terlihat takut pada honey dan honey terlihat sangat cuek sama kakek. Dalam ekspresi honey aku sangat mengenalnya. Dia akan cuek dan tak peduli jika sedang marah, dia akan diam kalau sedang tak suka, dia akan mulai main tangan jika merasa kesal dan terganggu. Dalam hal ini ada dua ekspresi yang ditunjukkan oleh honey, dia marah dan juga tak suka pada kakek. Jadi apakah kakek telah membuat honey sakit dan menderita? Karena honey tak akan semarah itu jika dia tak merasakan rasa sakit." Kemal menjelaskan dan menebak situasi antara Fairi dan tuan Adi, dan semua tebakan Kemal bocah yang masih berusia 6 tahun itu sungguh sangat tepat.


Tuan Adi tersenyum dan mencium pipi Kemal yang ada dipangkuannya, tuan Adi merasa sangat senang dan juga bangga pada cucunya yang sangat cerdas dan bisa membaca situasi dengan cepat dan sangat akurat. Tuan Adi berfikir Kemal adalah calon pewaris yang sangat luar biasa hebat dasa depan.


"Kau sungguh sangat luar biasa, mama mu telah mendidik mu dengan sangat baik. Dan kau benar, kakek sedang dibenci oleh mama mu. Karena kakek telah membuat mama mu sangat sakit dan menderita cukup lama sekali." Tuan Adi berkata dan tersenyum menatap Kemal yang begitu pintar.


"Han, lihatlah. Bukankah cucuku ini sangat luar biasa pintar." Tuan Adi berkata dengan sangat bangga.


"Ya tuan, dia sungguh anak yang sangat cerdas" Handoko juga memuji dan tak menyangka kalau anak seusia Kemal bisa membaca situasi disekitarnya dan bisa menebak semuanya dengan sangat tepat


...💔💔💔...


"Nenek, lihatlah aku memenangkan banyak piala dalam lomba hari ini" Kemal lari masuk kedalam rumah dan cerita dengan sangat senang serta heboh pada bi Mina yang menunggu di rumah.


"Oh, benarkah? Sungguh hebat cucu ku." Bi Mina menanggapi dengan sangat senang.


"Tuan, maafkan saya karena tak cerita pada tuan." Bi Mina merasa kaget karena tuan Adi datang ke rumah Fairi.


"Untuk apa bibi meminta maaf padanya, semuanya bukan salah bibi. Antarkan dia ke pintu keluar Lina, dan terima kasih sudah mengantar kami pulang." Fairi berkata dengan sangat dingin, dan pergi menuju kamar mandi.


Semua orang yang ada didalam rumah itu merasa tegang, dan terlihat tuan Adi merasa sedih dengan kata - kata Fairi barusan, karena dia masih ingin tinggal lebih lama untuk bermain dengan cucunya yang baru saja dia temui.


"Tidak apa kakek pulang saja dulu, nanti aku akan membantu kakek untuk memenangkan hati honey. Dia adalah orang yang baik dan lembut, percayalah pada ku karena aku paling tau dengan honey ku." Kemal berkata dengan memegang tangan tuan Adi dan mengedipkan sebelah matanya.


Tuan Adi tersenyum mendengar dan melihat hal itu, karena bocah kecil yang polos dan menggemaskan itu berbicara seperti cara orang dewasa dalam menenangkan hati orang lain. "Baiklah, kakek pulang dulu. Besok kakek akan datang lagi untuk menemui mu dan bermain dengan mu ok." Tuan Adi berkata dengan sangat senang


"Ok, akan ku tunggu." Kemal berkata dengan sangat senang


"Aku pamit dulu bi Mina, tolong jaga mereka untuk ku" tuan Adi berkata pada bi Mina dan pamit.


"Iya tuan Adi* bi Mina berkata dan mengantarkan tuan Adi ke pintu keluar.

__ADS_1


"Honey, buka pintunya aku mau mandi juga." teriak Kemal pada Fairi yang sedang berada didalam kamar mandi.


...💔💔💔...


Saat di rumah tuan Adi terlihat sangat senang karena mengingat Kemal yang sangat cerdas dan menggemaskan. Lalu tuan Adi mengurung dirinya di ruang kerjanya dan menatap foto yang ada dibingkai foto, dan menatap dengan senyuman.


"Larasati, apa kau tau kalau putrimu dan juga cucumu mereka sungguh sangat luar biasa. Mereka sangat hebat, putrimu telah melahirkan dan membesarkan putranya dengan sangat baik, sehingga dia tumbuh menjadi anak yang sangat cerdas dan juga sangat luar biasa diusianya yang masih kecil." Tuan Adi mengusap bingkai foto ibu kandung Fairi itu dengan penuh rasa sayang "Maafkan aku istriku, maafkan segalah salah ku padamu selama ini. Semua itu adalah kesalahan ku yang tak bisa melihat kebenarannya dan menyalahkan mu, tolong maafkan aku sayangku. Sebenarnya aku sangat mencintaimu sampai sekarang, hanya saja aku terlalu malu untuk mengatakannya karena kesalahanku padamu sungguh sangat besar dan tak dapat diampuni." Tuan Adi menangis dan mendekap bingkai foto itu dengan sangat erat.


"Apa yang sedang dilakukan oleh papa, dan foto siapa yang sedang dipegang oleh papa itu sampai dia menangis demi foto itu?" Nyonya Ayu yang melihat merasa penasaran.


...💔💔💔...


"Kak bagaimana dengan survei ke lahan teh apa kak Ken gak mau pergi sendiri?" Melisa menawarkan pada Kenan untuk pergi ke bogor sendiri.


"Tak usah, kau saja yang pergi dan minta Farid untuk menemani, aku percaya pada kalian berdua." Kenan berkata penuh dengan keyakinan karena dia terlalu malas untuk pergi jauh


"Baiklah kalau begitu, aku akan membawa suamiku sekalian berbulan madu." Melisa berkata dengan sangat senang


"Hei, kalian pergi kesana untuk bekerja bukan untuk liburan." Kenan berkata dengan sangat marah


"Bodoh, bye." Melisa pergi begitu saja keluar dari ruangan Kenan


"Hahaha, Melisa sungguh sangat semangat kalau berurusan dengan dokter Dafid." Agus berkata sambil tertawa.


...💔💔💔...


"Lin, bagaimana apa kamu sudah menginfokan pada mereka kalau besok kita akan kesana?" Fairi bertanya pada Lina soal rencananya untuk pergi ke Bogor melihat perkebunan teh miliknya


"Sudah Bu, dan dari pihak mereka juga akan pergi besok" jawab Lina.


"Baiklah, kita akan bertemu disana saja tolong kamu sampaikan pada mereka, dan tolong jangan beritahu dulu semua pekerja tentang aku karena aku ingin melihat dan meninjau dengan tenang tanpa ada beban dari mereka kau mengerti?" Fairi berkata lagi.


"Baik Bu, saya akan mengatur semuanya nanti." Lina berkata dengan sangat yakin dalam pekerjaannya.


"Baiklah, aku akan pergi dulu. Kalau pekerjaan mu selesai cepat pulang dan siap - siap kita bertemu besok pagi." Fairi berkata dan bersiap untuk pulang.

__ADS_1


"Baik Bu selamat jalan." Lina berkata dengan sopan dan Fairi tersenyum lalu meninggalkan kantornya.


__ADS_2