
"Hei apa yang kau lakukan, mas geli hentikan." Fairi menahan tangan Kenan yang menggelitik dia
"Aku jadi membayangkan kalau kita melakukan itu di kamar mandi restoran tadi itu pasti akan sangat seru sayang" Kenan menatap Fairi
"Apa kau gila mas." Fairi memukul Kenan
"Habisnya aku selalu fokus pada mu yang duduk dan makan di restoran mewah tanpa mengenakan pakaian dalam membuat pikiranku berfantasi" Kenan
"Apa kau orang mesum mas, siapa coba yang membuatku jadi seperti itu." Fairi
Kenan menatap Fairi tersenyum dan Kenan mendekati Fairi lalu mereka saling menyatukan bibir mereka dengan panas namun tangan Kenan berhenti bermain didada Fairi saat ada panggilan masuk di handphon Kenan
"Siapa?" Fairi
"Hem, dia" Kenan menunjukkan layar teleponnya
"Angkatlah" Fairi
"Kau yakin?" Kenan
"Hem." Fairi
"Baiklah" Kenan mengangkat panggilan dari Sofiana dan menggunakan lowspiker
"Halo Ken, Ken aku sangat merindukanmu tolong temani aku malam ini Ken." Sofiana
"Uhuk" Kenan kaget dan langsung menghentikan penyatuan bibirnya dengan Fairi karena begitu mendengar kata rindu Fairi memukul keras dada Kenan.
"Hem" Fairi menatap tajam pada Kenan.
"Tidak - tidak, tak ada hubungan apa pun antara kami" Kenan mengangkat tangannya dan menggoyangnya membuat isyarat kalau dia tak melakukan apa pun selama bersama dengan Sofiana.
"Temui dia kelihatannya dia sedang mabuk berat dan putus asa karena kau tinggalkan saat makan malam tadi" Fairi menggoda Kenan.
"Tidak aku tak mau" Kenan menolak dan langsung mematikan teleponnya
"Aku akan menunggumu di mobil temui dia, koreksi informasi saat dia mabuk seperti ini." Fairi
"Baiklah sesuai perintah mu bos." Kenan mencium pipi Fairi dan melajukan mobilnya menuju ke rumah Sofiana
...💔💔💔...
Cukup lama Kenan berdiri didepan rumah Sofiana dan menekan bel rumahnya tapi tak ada respon dari dalam.
"Apa dia sudah tak sadarkan diri? Kalau memang begitu ya sudah, tapi kalau aku kembali tanpa hasil akan kena marah sama nyonya bos" Kenan menggerutu dan handphonenya bergetar mendapat panggilan dari Fairi.
"Halo ada apa sayang, dia masih belum membuka pintunya." Kenan
"Mas menjauh lah dari sana dan kembalilah, karena aku melihat ada 3 orang pria yang datang dan sepetinya dia ingin bertemu dengan Sofiana, ku dengar dari percakapan mereka sepertinya mereka punya urusan penting dan mendesak dengan Sofiana." Fairi
"Oh baiklah." Kenan menjauh dari rumah Sofiana dan berjalan ke arah lif hingga bersimpangan dengan 3 pria yang dikatakan oleh Fairi.
"Ken, Kenan" Sofiana keluar dan langsung memeluk serta mencium salah satu orang itu.
"Oh." Kenan yang masuk lif kaget melihat reaksi itu, namun dia tak peduli dan turun untuk menemui Fairi
"Bagaimana, kau tau mereka kan mereka naik barusan" Fairi menunggu Kenan di lobby
"Iya, ayo" Kenan menarik Fairi keluar menuju parkiran.
__ADS_1
"Tunggu mas, plat mobil mereka sepertinya mereka dari Bogor ya" Fairi berhenti didepan mobil orang - orang tadi
"Untuk apa kau foto." Kenan
"Barang kali terjadi sesuatu kita bisa menolongnya" Fairi
"Kau ini aneh, ingin menjebak dia dan menjebloskannya ke tahanan tapi juga ingin menolongnya." Kenan
"Karena hanya aku yang boleh melakukan itu pada Sofiana." Fairi berkata dengan sewot dan pergi menuju mobilnya.
"Ya terserah nyonya bos lah." Kenan pasrah.
Beberapa Minggu kemudian tak ada kabar dari Sofiana dan Fairi merasa cemas, namun belum sempat dia bertanya pada Kenan ternyata Kenan sudah memberitahunya kalau Sofia baik - baik saja. Dan mereka pun membuat rencana untuk datang ke malam amal dengan terpisah dan menjadi orang asing satu sama lain.
Hal itu membuka kesempatan bagi Sofiana untuk mendekati Kenan dan mereka pun jadi dekat lagi, bahkan Kenan lebih respek pada Sofiana sampai mereka berdua berakhir di hotel bersama.
"Ken apakah kau sadar dengan apa yang sedang kita lakukan sekarang ini?" Sofiana duduk disamping Kenan dan menyandarkan kepalanya di hanya Kenan serta meraba paha Kenan dengan lembut.
"Aku tau kenapa, kau tak suka?" jawab Kenan ringan sambil menghisap rokoknya.
"Suka, aku sangat suka dan juga senang kamu telah kembali kepada dirimu yang dulu Ken." Sofiana mencium leher Kenan.
"Harusnya kita tak di sini, aku ingin kita di rumahmu saja. Aku kenal dengan atas hotel ini dan aku takut kalau nanti akan ada masalah." Kenan berkata dan menatap Sofiana serat menahan tangan Sofiana untuk semakin masuk ke intinya.
"Begitukah menurut mu" Sofiana menatap Kenan dengan manja.
"Hem tentu." Kenan mengangguk dan tersenyum lembut pada Sofiana dan hal itu membuat Sofiana semakin berdebar serta tak sabar.
"Baiklah, ayo kita pergi sekarang aku sudah tak sabar Ken" Sofiana langsung bangun dan mereka pun pergi meninggalkan hotel itu.
...💔💔💔...
"Kenan aku sangat mencintai mu, haruskah kita melakukannya sekarang? Karena aku sangat merindukan permainan mu sayang ku." Sofiana mendekat dan mencium pipi Kenan
"Hem, duduklah dengan benar." Kenan menegakkan tubuh Sofiana
"Kenapa, apa kau tak menyukainya Ken?" Sofiana mulai meraba dan merayu Kenan lagi.
Kenan tersenyum dan menahan tangan Sofiana yang mengusap paha Kenan. "Tunggu dulu Sof."
Namun kata - kata Kenan sudah tak bisa menahan Sofiana yang sudah masuk dalam mood aktif, Sofiana naik ke pangkuan Kenan dan mengalungkan kedua tangannya di leher Kenan, namun saat dia mendekat langsung terkulai dan masuk dalam alam mimpi.
"Akhirnya dia tertidur juga" gumam Kenan dan dia dengan cepat mengambil semua perekam yang dipasang di rumah Sofiana lalu dia memindahkan Sofiana kedalam kamar tidur.
"Maafkan aku Sofi, aku harus melakukan ini karena aku tak ingin istri dan anak ku terluka, terlebih lagi aku tak ingin kehilangan istriku lagi karen aku sangat mencintainya." ucap Kenan lalu Kenan bergegas keluar dari rumah Sofiana untuk pulang dengan cepat karena Kenan ingin segerah ketemu sama Fairi istrinya.
Kenan melajukan mobilnya dengan cepat karena ingin cepat - cepat bertemu dengan Fairi yang saat ini sangat dia rindukan.
...💔💔💔...
"Sayang" Kenan langsung memeluk tubuh Fairi dan menghujani Fairi dengan ciuman
"Em, apa yang kau lakukan mas." Fairi yang sudah tertidur jadi terbangun karena ulah Kenan
"Aku sangat merindukanmu sayang, bangunlah ayo cepat bangun sayang." Kenan membuka baju Fairi yang masih setengah sadar dan kembali menghujani Fairi dengan ciuman.
"Mas hentikan ya aku bangun" Fairi menahan kenan, namun Kenan sudah melahap Fairi dengan semangat
Keesokan paginya Fairi tersenyum menatap Kenan yang masih menutup mata rapat "Mas, sudah bangun." Fairi yang ada di pelukan kenan berbisik pelan.
__ADS_1
"Em sudah bangun sayang" suara Kenan serak khas suara orang baru bangun tidur.
"Baiklah ayo bangun, awas" Fairi mau turun
"Hem, sayang sudah bangun semuanya ini sampai Kenan junior juga bangun" Kenan menarik Fairi dan Fairi terjatuh lagi
"Apa maksudmu" Fairi menatap Kenan
"Semuanya sudah bangun sayang" Kenan menuntun tangan fairi menuju sesuatu yang juga sudah bangun dan berdiri dengan kokoh.
"Hem" Fairi kaget dan tersenyum
"Ayo tanggung jawab sayang" Kenan pun memulai olahraga paginya dengan semangat.
"Mas, mulai hari ini tinggallah di apartemen sendiri" Fairi menyuruh Kenan untuk tinggal di apartemennya saat mereka sedang sarapan
"Hem, kenapa begitu sayang?" Kenan merasa bingung
"Karena aku gak mau kalau Sofiana curiga, ingat kita perlu mencari tau siapa orang - orang yang menyakiti Tyas, dan aku ingin mas Kenan bisa membuat Sofiana melonggarkan pertahanannya, agar dia juga mengakui perbuatannya yang sudah menyakiti anak kita" jelas Fairi
"Kau jahat sekali sayang" Kenan terlihat sedih
"Mas, ku mohon ini tak akan lama." Fairi
Kenan menghela nafas dalam "baiklah sesuai perintahmu nyonya"
Fairi tersenyum dan dia pun mengepak beberapa baju Kenan untuk dibawah ke apartemen serta beberapa dokumen perusahaan juga disiapkan Fairi untuk Kenan, dan saat Kenan sampai di apartemen dia tersenyum karena ternyata Fairi sudah menyiapkan semuanya bahkan apartemen itu sudah siap dan tertata dengan rapi.
Lalu Fairi pergi ke Bogor sesuai dengan informasi Handoko, dan setelah Fairi mendatangi Gusti dia memberitahu ayah mertuanya soal rencananya dan dengan cepat tuan Bram mengintruksikan pada beberapa anak buahnya untuk mengawasi Sofiana hingga saat Sofina disekap oleh Sucipto.
Kembali saat ini
"Tunggu jadi rencana seperti itu hanya kalian lakukan bertiga saja? Dan hanya dengan perlindungan dua orang ini?" Farid menunjuk pada Abdi dan Abal dengan nada marah yang ditahan
"Ya kami terpaksa melakukannya" jawab Kenan ringan
"Apa kau sudah gila hah?!"
"Terpaksa, semua rencana yang begitu berbahaya dan kalian bilang terpaksa hanya karena tak ingin banyak orang yang tau dan membantu, kalian benar - benar tak masuk akal"
Farid terlihat sangat marah dan kesal pada mereka berdua (Kenan dan Fairi) karena merasa terkejud dan tak percaya dengan semua yang telah dilakukan oleh Fairi dan Kenan.
"Maafkan kami." Kenan dan Fairi berkata bersamaan.
"Maaf!? Bagaimana jika terjadi sesuatu pada kalian, dan bagaimana jika rencana kalian itu gagal dan orang - orang itu balik menyerang kalian. Kalian tau tidak sih siapa tuan Gusti."
Farid semakin marah dan itu mewakili isi hati dari nyonya Tias yang juga ingin memarahi Kenan dan Fairi dan juga suaminya yang telah mempermainkan hatinya dan pikirannya selama ini.
"Sudah - sudah mas, yang terpenting saat ini mereka baik - baik saja dan semuanya telah berakhir" Ambar menahan Farid yang mulai emosi lagi dengan Kenan
Fairi tersenyum "iya benar maafkan kami atas semuanya dan tak memberitahu pada semuanya, karena kami tak ingin melibatkan kalian"
"Sudahlah yang terpenting sekarang semuanya sudah baik dan aman, tak ada maslah lagi, sebaiknya malam ini kita rayakan dengan senang hati" tuan Bram berkata untuk menutup perdebatan antara Farid, Kenan dan Fairi
"Benar kata papa, ayo kita rayakan dengan senang, karena semuanya telah berakhir untuk selamanya." Kenan
Malam itu semuanya berbahagia dan pesta kecil di rumah Fairi itu terlihat sangat meriah dan hangat dengan berkumpulnya semua orang jadi satu, serta suara tawa dan candaan menyatu dengan kebahagiaan Kenan dan Fairi untuk selamanya.
...The End...
__ADS_1