Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
episode 248


__ADS_3

Sejenak Amyra teringat akan pertemuannya dengan dua orang pemeran dalam vedeo vulgar yang ada didalam laptop dan pesan WA dari Fhytri.


"Mas.."


"Ya.." jawab Denny cepat.


"Tadi waktu Myra periksa ke klinik, Myra tanpa sengaja bertemu dengan pemeran dalam vedeo yang dikirim oleh Fhytri" Amyra menjelaskan peenmuannya.


Denny terdiam "Lalu?" tanya Denny dengan datar.


"Mereka sepertinya sedang memeriksakan kandungan juga" ucap Amyra menduga-duga.


"Mereka kan belum menikah? Mengapa periksa kandungan?" Denny menyela.


Amyra menoleh melihat wajah suaminya "Belum menikah tapi kan sudah bercinta" jawab Amyra cepat.


Denny terdiam "Oh.. Iya, Ya.. Mas lupa" jawab Denny tanpa ekspresi.


Sesaat Amyra membayangkan lekuk tubuh Grace yang dibalut dengan pakaian super ketat dan juga sangat minim, sehingga menonjolkan semua tonjolannya, dan bahkan Amyra juga sudah melihatnya tanpa busana dalam vedeo tersebut.


"Dia memiliki tubuh yang indah" ucap Amyra tiba-tiba.


"Siapa?" tanya Denny penasaran.


"Wanita itu, yang pernah menjadi Video dalam laptop Mas" jawab Amyra dengan cepat.


Denny mengecup lembut ujung kepala istrinya.


"Sudah.. Jangan ungkit itu lagi, Kamu jauh lebih indah dari wanita manapun" ucap Denny berbisik lembut.


"Benarkah.. Atau cuma hanya pujian belaka?" ucap Amyra menyela.


Denny menganggukkan kepalanya "Semua wanita diluaran sana itu indah, namun keindahan mereka juga ada pada istri sah dirumah. Hanya bedanya, wanita di luar sana tidak memiliki keberkahan, sedangkan istri dirumah membawa keberkahan" ucap Denny sembari mencgecup pipi kanan Amyra.


"Kamu tahu, gak? Keberhasilan seorang suami itu karena adanya doa dari istri dan anaknya" Denny kembali berujar.


Amyra menatap sendu pada lelaki dibelakangnya.


"Dan semua yang Mas capai sampai saat ini, Mas yakin itu semua itu adalah doa tulus dari seorang istri yang cantik dan juga sholeha, yaitu Kamu" Denny semakin mengeratkan pelukannya yang terasa gemas.


Amyra semakin berbunga mendengar tiap baris kata yang diucapkan oleh Denny.

__ADS_1


Saat mereka asyik bermesraan, tiba-tiba saja terdengar pintu kamar dibuka dan tampak kepala bocah laki yang berusia 7 tahun masuk kedalam kamar dan berlari menuju kepada keduanya.


Denny segera melepaskan pelukannya "Mas tadi lupa kunci pintu, Ya?" bisik Amyra kepada Denny sembari membenahi posisi duduknya.


"Mungkin" jawab Denny sekenanya.


"Kebiasaan" ucap Amyra cepat.


Denny hanya nyengir mendengar omelan Amyra.


"Pa.. Sudah mau Maghrib, ayo Ke Mushallah" ucap Ashraf yang sudah memakai lengkap pakaian shalatnya.


Keduanya saling pandang, akibat kelamaan ngobrol hingga melupakan waktu shalat hampir tiba.


"Iya, sayang.. Keluarlah dulu, papa mau ganti pakaian" ucap Denny dengan lembut.


Ashraf menganggukkan kepalanya dan ingin beranjak dari tempatnya.


"Ashraf" panggil Amyra mencoba selembut mungkin, namun penuh penekanan.


"Iya, Ma" jawab Ashraf.


"Lain kali kalau mau masuk kamar Mama dan Papa tolong ketuk pintu dulu, ya. Jika papa dan Mama mengjinkan masuk, maka Ashraf baru boleh masuk. Jangan nyelonong seperti tadi. Ingat?!" ucap Amyra penuh penekanan.


"Ya.." jawab Amyra mencoba bersikap tenang.


Lalu bocah laki-laki itu beranjak keluar dari kamar kedua orang tuanya dan kembali menutup pintunya.


Amyra segera bernjak menuju lemari pakaian dan mencari pakaian shalat untuk Denny "Mengapa tadi tidak sekaligus pakaian untuk shalat?" ucap Denny yang membuka piyamanya.


"Lupa, Mas" jawab Amyra cepat dan mengambil stelan baju koko berwarna coklat untuk Suaminya.


"Ah.. Kamu ini sengaja kali" ucap Denny menggoda Amyra yang datang menghampirinya membawa stelan baju koko untuk Denny.


"Sengaja apa maksudnya?" tanya Amyra sembari menyerahkan pakaian tersebut.


"Ya, sengaja beri pakaian piyama, karena ingatnya mau bobok" jawab Denny sembari mengenakan pakainnya dan mengedipkan sebelah matanya kepada Amyra dengan genit.


Amyra mengerutkan keningnya lalu memanyunkan bibirnya dan beranjak menuju tenpat ia menggerai Mukenanya lalu memakainya.


Lalu keduanya berjalan menuju keluar kamar "Yank.." bisik Denny sebelum mencapai pintu kamar.

__ADS_1


"Hemm." jawab Amyra dengan deheman.


"Ntar, habis isya, ya" ucapnya dengan tersenyum konyol.


Amyra terperangah mendengarnya "Apanya?" jawab Amyra pura-pura tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Denny, suaminya.


"Biasalah.." jawab Denny yang mengejar langkah Amyra keluar dari pintu kamar.


"Ihh.. Dah gak tahan, Ya" balas Amyra keceplosan.


Najma yang ternyata juga baru keluar dari pintu kamar tanpa sengaja mendengar ucapan Mamanya " Gak tahan apa, Ma?" tanya Najma sembari mengerutkan keningnya.


Tiba-tiba saja keduanya terdiam karena kali ini Najma yang bertanya "Gak ada sayang, Papamu sudah gak tahan ingin segera shalat berjamaah, Ayo. Nanti ketinggalan" jawab Amyra yang menggandeng tangan puterinya.


Dan Suara adzan maghrib berkumandang dengan mendayu-dayu penuh dengan nada yang menyentuh kalbu.


Lalu mereka menuju Mushallah untuk mekakukan shalat Maghrib berjamaah.


Sementara itu, seorang wanita masih tampak berbaring diranjangnya. Ia menatap langit-langit apartemen milik seorang pria yang kini sedang menampungnya.


Ternyata hidup itu tidak selalunya indah. Ia yang berharap mendapatkan petinggi perusahaan, harus terhempas bersama pria yang Ia katakan sebagai pegawai rendahan.


Ia adalah wanita yang terobsesi dengan pangkat dan jabatan, sehingga Ia begitu mudahnya menawarkan tubuhnya kepada siapapun yang Ia kehendaki.


Hingga akhirnya Ia mengejar target atasannya untuk merasakan uang dan kehangatan dari pria tersebut.


Namun Ia menyadari, jika pria itu tak meliriknya sama sekali, sebab ada cinta dan kesetiaan yang mengikatnya didalam hatinya.


Kini Ia menyadari, tidak selamanya wajah cantik dan keindahan tubuhnya dapat menarik perhatian semua pria, sebab jika seorang pria menemukan kenyamanan dalam pasangannya, meskipun tidak secantik dan semenarik wanita sepertinya, maka pria itu tidak akan pernah tergoda untuk meliriknya.


Kini Grace menyadari, hanya pria yang penuh rasa syukur terhadap apa yang dimiliki dari pasangannya yang tidak akan tergoda oleh pesona wanita sepertinya.


Sebab secantik apapun istrinya dirumah, jika pria itu bukanlah pria yang bersyukur, maka akan ada celah yang hanya melihat sisi kelemahan dan kekurangan istrinya, lalu menjadikannya sebagai alasan untuk berselingkuh.


Ia tak menduga jika Denny yang terkenal playboy pada masanya, kini begitu penurut dan tunduk pada satu wanita yang membuatnya tetap teguh mempertahankan cinta dalam dan kestiaan dalam rumah tangganya.


Grace mengenang masa SMA-nya. Ia pernah menaruh hati pada Denny saat pada pandangan pertama.


Denny adalah kakak kelasnya, dan Ia terkenal playboy pada masa itu, dan banyak digemari oleh para kaum hawa karena ketampanan dan kekayaan yang dimiliki oleh orangtuanya.


Namun sayangnya saat itu Grace tidak memiliki keberanian mendekati pria itu karena Ia berbadan kucel dan juga tidak percaya diri.

__ADS_1


Hingga akhrinya setelah lulu SMA dan melanjutkan kuliah di jurusan komputer dan infomatika, Ia mulai bekerja dan kuliah, dan juga mulai merubah penanmpilannya, lalu setelah merasa cukup cantik dengan segala perawatan tubuhnya, Ia terjerumus menggaet para pria yang mana dengan modal tubuh dan kecantikannya, Ia menggaet atasan tempatnya bekerja, dan terus terobsesi hingga saat sekarang Ia akhirnya menyesalinya, sebab menyadari sudah terlalu banyak pria yang menikmatinya.


__ADS_2