
Rudy tampaknya kewalahan untuk menghadapi kehamilan Renata saat ini. Karena berbagai hal yang tak biasa harus segera di wujudkan, sebab Renata tak akan bisa tidur sebelum dapat mendapatkan apa yang diinginkannya.
Seperti saat malam ini, Renata meminta untuk di belai-belai manja perutnya agar Ia bisa tidur pulas, dan saat tangan Rudy terlepas karena juga mengantuk, maka Renata akan merengek bagaikan anak kecil yang tak mendapatkan gulali kesukaannya.
Bahkan terkadang Renata tidur harus dengan membelai dagu Rudy dan membuat Rudy tak dapat beranjak dari ranjangnya.
Namun semuanya tak membuat Rudy mengeluh, sebab mungkin saja apa yang dialami Renata saat ini adalah bawaan dari kehamilan Renata yang mungkin saja terbilang unik.
Setelah Renata terlelap, Rudy beranjak dari ranjangnya dan menuju kamar mandi karena sudah lama menahan sesak pipis.
Setelah membuang hajatnya, Ia kembali ke kekamar, lalu duduk ditepian ranjang dan menatap wanita paruh baya yang kini sedang mengandung anaknya.
Rudy sadar jika Renata saat ini dalam masa yang sangat sit, sebab Ia menjalani kehamilannya diusia yang tidak muda lagi, dimana ada banyak resiko yang sedang Ia jalani.
Rudy tak menduga jika Renata masih dalam masa kesuburan, karena Rudy mengira jika wanita seusia Renata pasti sudah tidak mungkin lagi dapat mengandung, sebab hal yang jarang terjadi dalam kehidupan pada umumnya.
Sesaat Renata menggeliatkan tubuhnya, dan tersadar jika Rudy sudah tak berada disisi kirinya, lalu Ia tampak seperti sedang mencari sesuatu, dan saat melihat Rudy disisi kananya, Ia memutar tubuhnya dan memanyunkan bibirnya untuk meminta belaian lembut diperutnya.
Lalu dengan tatapan penuh cinta, Rudy kembali ke atas ranjang dan membelai perut Renata, dan bagaikan sebuah maghnet, Renata kembali lagi tertidur dan dengan pulasnya Ia mendengkur.
******
Dilain tempat, saat siang hari yang tampak begitu cerah, Grace mulai menjalani hidupnya sebagai seorang istri. Ia merasakan jika hidupnya kini mulai berubah saat menjalani sebagai seorang istri.
Ia mulai belajar untuk memasak dan juga membenahi dirinya yang pernah terjerumus kedalam lembah ke nistaan.
Tony sudah mulai bekerja secara online, dan Ia tampak bersemangat dengan kehidupan barunya yang baru saja dimulainya.
Grace meminum obatnya untuk segera memulihkan kesehatannya yang mana Ia juga harus menyembuhkan luka infreksi pada saluran rahimnya.
Meskipun sudah beberapa hari menikah, namun mereka belum melakukan malam pertama karena Ia sedang dalam kondisi yang tidak sehat.
__ADS_1
"Mas.. Ini makan siangnya" ucap Grace sembari membawakan satu porsi kari ayam kepada Tony.
Lalu Tony menerimanya, dan mulai menyantabnya. Ia tidak menduga jika Grace dengan cepat belajar hanya dengan menggunakan panduan dari yUoTube yang Ia pelajari dengan capat memahaminya.
"Enak tidak masakanku?" tanya Grace dengan penasaran.
Tony menganggukkan kepalanya, sebab masakan itu memang benar enak. "Kamu ternyata pinter memasak" puji Tony dengan tulus, dan berniat agar Grace lebih giat dalam belajar memasaknya.
Untuk pertama kalinya memasak dan juga mendapatkan pujian yang merupakan sesuatu yang sangat begitu menyentuh hatinya, Grace mengembangkan senyum diwajahnya.
Lalu Grace mengambil wadah piringnya dan ikut makan bersama dengan Tony.
"Apakah lukamu sudah sembuh?" tanya Tony saat menyuapkan suapan terakhirnya.
Grace menatap pada pria yang kini sudah menjadi suaminya, lalu menganggukkan kepalanya "Ya" jawabnya lirih.
"Maafkan Aku, karena perbuatanku Kamu harus menanggugung penederitaan itu" ucap Tony menyesali perbuatannya.
Tony menatap wanita itu, ada terbesit ingin memiliki seorang anak dalam kehidupan mereka, dan Ia berharap dengan kehadiran seorang malaikat kecil membuat hidup mereka lebih bahagia, karena adanya sebuah tanggungjawab yang akan menjadikan mereka memiliki peran sebagai Ayah dan Ibu.
Jika rahimmu telah sembuh, maukah kau memiliki anak dariku?" tanya Tony untuk yang keduakalinya, memastikan wanita itu benar-benar siap.
Grace menengadahkan wajahnya, menatap pada suaminya "Aku akan mendapatkan gelar seorang Ibu?" ucap Wanita itu lirih.
"Ya.. Ia akan memanggilmu 'Mama' dan ASI yang kau miliki akan menjadi saksi betapa Kau adalah wanita yang sangat begitu berarti dalam hidupnya" ucap Tony menimpali.
Grace mengulas senyum tipis "Apakah ini pertanda jika Kau ingin mengajak berbulan madu?" ucap Grace mulai menggoda Tony.
Seketika Tony tersenyum dengan smirk "Untuk beberapa hari ini, sebaiknya kamu minum jamu dulu, sebab obat yang dari dokter sudah habis. Aku sudah memesankan Jamu online, dan hari akan tiba, kamu tinggal merebusnya saja" ucap Tony dengan penuh semangat.
Seketika Grace mengerutkan keningnya "Jamu? Jamu apaan?"tanya Grace penasaran.
__ADS_1
"Dipalikasi belanja banyak jual, bahan-bahan alami dan masih bahan baku, kamu tinggal merebusnya saja, buah manjakani dan juga kayu rapet serta kunyit dikeringkan, nanti bahan-bahan itu juga dapat menyembuhkan infeksi dirahimmu dan pastinya kamu akan balik seperti gadis lagi" Tony menjelaskan.
"Waah.. Sejak kapan kamu tau dunia perjamuan?" cecar Grace penasaran.
"Istri pertamaku yang rajin meminumnya, makanya aku tau.. Namun saat itu Aku masih menjadi manusia pecundang dan juga tidak pernah mensyukuri apa yang ada, sehingga Istriku meninggalkanku" ucap Tony mengingat masa lalunya.
Grace menatap Tony "Aku akan meminumnya, meskipun aku tahu kalau jamu rasanya gak se enak Ice cream, tapi untukmu aku akan melakukannya" jawab Grace dengan cepat.
"Jangan lakukan untukku, tapi lakukan untuk dirimu, karena jika kamu menyayangi dirimu sendiri, maka orang lain juga akan menyanginya" jawab Tony.
Grace menganggukkan kepalanya, lalu menatap pada Pria didepannya.
"Aku tak sabar untuk menunggu paket itu datang" ucap Grace, sembari mengikis jarak diantara mereka, lalu memagut lembut bibir Tony.
Mendapatkan kehangatan dari Grace, membuat Tony membalasnya, hingga keduanya terlibat aksi panas dipagi hari.
"Jangan kasar, pelan-pelan saja, dan buang keluar, sebab belum sembuh total" pinta Grace sembari berbisik.
Tony menganggukkan kepalanya, meskipun malam pertama mereka tertunda pada malam itu, kini mereka melakukannya di siang hari, dan kali ini bukan karena adanya dendam, ataupun hasrat semata, namun kini mereka melakukannya dengan penuh cinta dan kasih sayang, sehingga membuat keduanya merasakan sesuatu yang berbeda.
Setelah mendapatkan puncak surgawinya, sebuah panggilan masuk diphonselnya, dan ternyata si abang kurir telah datang untuk mengantarkan paket pesanannya.
Tony mengenakan pakaiannya, lalu menuju ke luar untuk mengambil pesanannya.
Ia berharap Grace menyukainya dan semua ini agar memulihkan kembali kesehatan Grace yang saat itu dalam kondisi mengenaskan.
Sesampainya didalam apertemen, Tony memperlihatkan apa yang dibelinya "Coba lihat, semoga kamu suka" ucap Tony sembari merobek perekat yang membungkus paket tersebut.
Grace menatap paket tersebut, memperhatikan bahan-bahan baku yang sudah dikeringkan tersebut.
"Aku akan merebusnya, dan meminumnya" ucap Grace meyakinkan Suaminya, lalu membawa bahan tersebut ke meja kompor dan berniat merebusnya.
__ADS_1