Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
episode 276


__ADS_3

Zain berjalan mondar-mandir memikirkan nasibnya. Ia hampir frustasi dengan semua permasalahan yang ada, namun Ia mencoba berfikir jernih demi Khumairah dan juga calon bayi mereka.


Dirumah belakang itu, aktifitas tampak seperti tak terjadi apapun, namun siapa sangka jika didalamnya menyimpan berbagai tindak kejahatan.


Zain segera menutup warungnya dan memasukkan semua barang dagangannya kedalam rumah. Ia melihat sembako dan beberapa barang lainnya akan berguna untuk menopang kehidupannya selama Ia menanti kelahiran sang calon bayi yang hanya beberapa hari lagi.


Untuk saat ini Ia lebih baik mengurung dirinya dan tidak terlibat urusan diluar urusannya.


Malam menjelma, keheningan dan kegelapan menjadi penghias yang dingin malam.


Zani mendengar sebuah mobil masuk ke arah belakang. Rasa kepo yang besar membuatnya merasa sangat penasaran.


Ia kembali masuk ke kamar mandi, dan sebelumnya mematikan lampu didalamnya.


Dalam keremangan Ia kembali memanjat toilet dan mencoba mengintai apa yang terjadi.


Tampak dari dalam mobil itu dua orang aparat kepolisian yang ternyata sudah diberi uang tips untuk melancarkan aksi mereka ikut mengawal datang barang haram tersebut.


Perkiraan Zain barang itu berjumlah 1 ton shabu dan setelah dua orang polisi berdiri mengawasi barang-barang tersebut masuk kedalam rumah, lalu tiga orang gadis tampak turun dari mobil dengan menggunakan pakain yang teramat menggoda masuk kedalam rumah tersebut.


Setelah pelansiran barang dan juga tiga orang gadis berhasil, mobil pergi meninggalkan lokasi.


Didalam nya mereka melakukan hal maksiat dengan pesta shabu dan minuman keras.


Wanita-wanita itu menjadi barang mainan yang menjadi pemu- as para mafia tersebut.


Zain segera turun dari toilet. Ia menduga jika mereka telah ada bermain dengan para aparat secara kotor, sehingga apa yang dilakukan mereka berjalan dengan mulus.


Namun Zain meyakini jika mereka pastinya telah diicar oleh Badan Intelejen Negara, yang mananya jika sampai tertangkap ya, Tembak mati ditempat.


Ia berjalan menuju Khumairah yang masih terpasang jarum infus dipergelangan tangan sang istri. Ia memastikan jika tak ada darah yang naik ke selang infus, sebab akan berbahaya bagi Khumairah.

__ADS_1


Samar-samar Zain masih mendengar suara rintihan para wanita yang menjadi bulan-bulanan para pria yang sedang mengadakan pesta kemaksiatan.


Sepertinya lingkungan tempat tinggalnya sangatlah tidak baik untuk menjadi tempat tinggal bagi mereka yang berkeluarga dan tentunya berbagai tindak kejahatan sedang merajalela yang merusak generasi bangsa.


"Apartemen? Apa mungkin sebaiknya Aku membawa Khumairah ke apartemenku yang sudah lama tidak ku kunjungi? Namun Aku tidak dapat pindah kesana karena melewati jalur kota" Guman Zain dalam hatinya.


Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal, mencari cara agar Khumairah tetap dalam pendampingannya saat melahirkan nantinya.


Ia membelai lembut rambut sang istri. Menatap wajah polos yang hanya menggantungkan hidupnya pada pria pendosa sepertinya.


"Mengapa wanita bersih sepertimu harus ikut menanggung dosa yang pernah aku lakukan dimasa lampau? Aku hidup dalam bayang-bayang ketakutan yang tak kunjung usai. Namun Kamu juga merupakan sumber kekuatanku yang masih membuatku untuk berfikir waras" guman Zain yang kini menyusuri wajah ayu Khumairah dengan jemari telunjuknya.


Lalu Ia mencoba berbaring disisi Khumairah, meskipun hidup dalam keterbatasan, namun Ia merasakan kebahagiaan, hanya saja Ia harus membereskan masalah hidupnya yang masih berkaitan dengan hukum.


Zain mencoba memejamkan matanya, menghilangkan semua permasalahn hidup yang tengah Ia hadapi, meskipun hanya sejenak saja.


****


"Mas.. Myra hanya bisa melahirkan satu kali lagi. Sebab ini cesar yang kedua setelah Ashraf" ucap Amyra yang masih terjaga meskipun malam sudah menunjukkan pukul 12 malam.


Kehamilannya yang sudah memasuki bulan perkiraan kelahiran membuatnha semakin sulit tidur. Janin didalam kandungannya terlalu aktif dan juga rasa buang air kecil semakin sering, itu disebabkan karena tendangan dan pergerakan janin yang sangat lincah sekali.


"Berarti Kita masih ada kesempatan untuk menambah satu anak lagi?" tanya Denny yang kini menaikkan satu alisnya untuk menggoda sang istri.


Amyra menganggukkan kepalanya. "Ya.. Satu lagi, dan pastinya rumah ini akan menjadi ramai oleh riuh suara anak-anak" jawab Amyra dengan senyum yang terukir diwajahnya.


"Tak mengapa banyak anak. Lagi pula Rasulullah menyukai umatnya banyak anak, karena akan menambah jumlah umatnya" jawab Denny dengan santai.


"Heeemm.. Tumben lurus omongannya" ucap Amyra menimpali.


"Ya kan emang bener yang Mas omongin" tukas Denny.

__ADS_1


Amyra terdiam sejenak "Tapi kalau melahirkan sekali lagi, dan Myra tiba-tiba jadi gendut gimana?" tanya Amyra yang membayangkan akan perubahan bentuk tubuhnya jika melahirkan lagi. Sebab saat ini Ia juga merasa berat badannya mulai naik beberapa kilo dan pipinya mulai chubby.


Denny menatapnya dengan penuh makna "Meskipun kamu gendut, Mas tetap akan sayang dan menjaga hati serta pandangan hanya untuk kamu" jawab Denny meyakinkan.


Amyra memanyunkan bibirnya dengan raut wajah meledek "Apa iya? ntar liat cewek seeksoy dan bening langsung berpaling" ucap Amyra menukas ucapan Suaminya.


"Ya kalau lewat didepan mata ya kan mubazir kalau gak dilihat.. Namanya juga rezeki" jawab Denny yang mencoba menggoda Amyra.


Seketika wajah Amyra berubah memerah "Tu.. Kan? Apa cob? Emang dasar laki-laki itu buaya mana ada yang nolak bangkai" ucap Amyra kesal.


Denny merasa puAs membuat istrinya cemburu "Ada koq buaya yang nolak bangkai dan Ia memilih daging segar.." jawab Denny yang semakin membuat Amyra kesal.


"Ya iyalah.. Buayanya ada disini" ucap Amyra menyidir.


"Koq, tau..?" jawab Denny yang terus saja menggoda sang istri.


"Ya karena buayanya itu Mas sendiri" ucap Amyra yang semakin kesal.


Denny tertawa mendengar jawaban kesal Amyra.


"Iya.. Buayanya Mas.. Dan daging segarnya kamu" jawab Dennya sembari mencubit pipi chubby istrinya.


Seketika wajah Amyra tersipumalu dan membalas cubitan suaminya tepat dipinggang pria itu yang membuat sang pria meringis.


"Kamu itu, Ya Mas.. Banyak aja alasannya" ucap Amyra yang kini mulai mereda kekesalannya.


"Kan bener yang Mas bilang. Jika ada daging segar dirumah mengapa harus memilih bangkai? Kan lebih sehat daging segar, banyak protein dan gizinya.. Sedangkan bangkai ada banhak bakteri dan berbagai penyakit" jawab Denny yang membuat Amyra semakin tersanjung.


"Dan satu lagi, dalam diri seorang istri itu ada keberkahan, dan juga rahmat, apalagi seorang istri yang selalu mendoakan suaminya dalam kebaikan" ucap Denny kembali menegaskan ucapannya.


Amyra terdiam sejenak dan menatap suaminya "Benarkah? Dan apakah itu janji seorang suami terhadap istrinya?" tanya Amyra, menatap dua boal mata sang suami untuk mencari kebenaran disetiap ucapan pria tersebut.

__ADS_1


Denny menganggukkan kepalanya "Janji seorang pria sejati itu tidak akan diingkari" jawab Denny lalu memeluk tubuh sang istri "Tidurlah.. Sudah sangat larut malam" pintanya dengan nada yang penuh kasih sayang sembari mendekap lembut tubuh sang istri dan mulai memejamkan kedua matanya.


__ADS_2