
Dari sejak tuan Adi menikah lagi dengan seorang wanita bernama Ayu karena diketahui dia telah hamil kehidupan nyonya Laras ibu Fairi telah berubah dan dia juga memilih tinggal di Surabaya untuk membesarkan Fairi yang waktu itu masih berusia 6 tahun.
Namun karena saham perusahaan yang memiliki nama ibu Fairi sehingga dia harus kembali ke ibu kota demi perusahaannya dan tinggal bersama dengan suami dan kuga madunya, entah kenapa dan bagaimana tiba - tiba saja ibu Fairi mengalami gangguan jiwa yang sangat berat dan memaksanya harus di rawat di rumah sakit jiwa.
Fairi kecil tumbuh dan berkembang di lingkungan rumah sakit jiwa membuat dia tak mempercayai siapa pun termasuk ayahnya sendiri sampai nyonya Tias teman baik ibunya datang dan memberikan kasih sayang dan perhatiannya. Dan pada akhirnya Fairi hanya menerima nyonya Tias sebagai pengganti dari ibunya.
"Tias, tolong kau jaga putriku. Jangan biarkan dia bersama dengan ayahnya karena aku tak rela jika putriku harus menanggung beban karena masalah kami" nyonya Laras memohon bantuan pada sahabatnya
"Tenanglah, aku pasti akan menjaga Fairi seperti putriku sendiri bahkan melebihi dari putraku." Nyonya Tias menjawab penuh keyakinan
"Tias, Fairi tak bisa m|percayai siapa pun dan kau adalah orang yang diterima olehnya, jangan biarkan dia kecewa dan mengalami kesusahan dalam hidupnya." Nyonya Laras
"Aku janji, aku dan suamiku akan menjaganya dengan baik" nyonya Tias meyakinkan sahabatnya
"Terima kasih, terima kasih banyak"
"Ini adalah barang milik ku, aku akan pasrahkan semuanya ke padamu dan jika nanti Fairi sudah besar tolong berikan padanya." Nyonya Laras
"Iya, pasti." Nyonya Tias
"Bunda, bunda" Fairi menangis menjerit saat mendapati ibunya menutup mata dan pergi untuk selamanya.
...💔💔💔...
Sebulan sudah Fairi telah tinggal bersama dengan kelautan tuan Bram dan dalam pengawasan serta pengasuhan nyonya Tias.
"Ma. Kenapa mama terus saja memperhatikan dia, sebenarnya anak mama itu aku apa dia sih." kesal Kenan yang selalu di nomor duakan oleh nyonya Tias.
"Anak ini semakin kesini semakin tak masuk akal saja, dia akan tinggal bersama dengan kita dan kamu jangan selalu memusuhinya tau tidak." Tuan Bram
"Papa sama mama sama saja, sudah tak sayang sama Ken." Kenan marah dan pergi dengan membanting barang yang ada yang dia lihat
"Jangan akut sayang, mama akan selalu bersama dengan mu" nyonya Tias memeluk Fairi
Berjalannya waktu Kenan semakin kesal dan tak suka dengan Fairi, terlebih lagi dari pelajaran Fairi lebih unggul dari pada Kenan sehingga hal itu membuat tuan Bram terus saja memberikan banyak tugas pada Kenan karena nilainya.
Kejadian itu membuat Fairi merasa tak enak pada Kenan dan dia memutuskan untuk keluar dari ruang Kenan dan memilih tinggal sendiri karena sekarang Fairi sudah mulai bekerja paruh waktu setiap dia pulang sekolah.
"Apa kau yakin sayang, jika kau memang ingin keluar rumah kau tak harus kembali ke Surabaya. Kau tetap bisa ada di sini karena mama ada apartemen untuk mu, tinggallah di sana bagaimana?" Nyonya Tias
"Baiklah ma, kalau begitu Fairi ingin juga pindah sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggal fairi nanti." pinta Fairi pada nyonya Tias
"Baiklah, papa akan mengurusnya nanti." jawab nyonya Tias
Dan setelah itu Fairi pun tinggal di apartemen peninggalan milik ibunya dan dia juga sekolah di sekolah yang berbeda dengan Kenan. Keduanya tak pernah bertemu lagi satu sama lain karena Fairi sengaja menghindari Kenan agar tak bertemu dengannya dirinya sampai mereka dewasa.
10 tahun kemudian
"Siapa dia bi?" tanya Kenan pada bi Asih saat dia pulang dan melihat Fairi duduk berbincang dengan nyonya Tias
"Loh mas Kenan lupa sama dia mas? Dia kan non Fairi yang dulu tinggal di sini, ya memang sudah lama sekali mas Kenan tak pernah melihatnya ya, karena setiap kali dia datang mas Kenan tak pernah di rumah." jelas bi Asih pada Kenan.
"Hmm, Fairi ya. Apa dia gadis kecil yang dulu selalu mengalahkan ku dan membuat aku selalu kena marah dan hukuman oleh papa dengan tugas yang menumpuk karena nilai kami berbeda sangat jauh." Kenan melihat Fairi dari lantai dua
"Apa kamu benar tak ingin makan malam di sini sayang, mama sangat merindukan mu loh, karena kamu sudah lama sekali tak datang. Dan papa pasti juga sangat ingin melihatmu" nyonya Tias memelas pada Fairi
__ADS_1
Fairi tersenyum dan menggenggam tangan nyonya Tias "ma, mama sama papa kan bisa datang ke apartemen Fairi. Nanti kalo mama sama papa datang Fairi akan masak masakan yang enak untuk kalian, dan sekarang Fairi harus pergi Karan ada pemotretan lagi. Ini tadi Fairi mampir karena pekerjaan Fairi ada di daerah dekat rumah mama." Fairi menjelaskan dengan lembut pada nyonya Tias.
"Baiklah kalau begitu Minggu ini mama akan ke sana ya." Nyonya Tias
"Iya ma." jawab Fairi dan tersenyum
"Cantik, manis juga senyumnya. Selama ini dia tinggal di mana ya? Aku tak pernah tau sejak dia masuk sekolah menengah atas dia keluar dari rumah ini dan aku tak pernah bertemu dengannya." gumam Kenan tersenyum melihat Fairi.
Hari - hari Fairi pun sibuk dengan segala pekerjaannya dan juga pemotretan untuk menggantikan setiap bintang yang tak bisa melakukan tugas mereka. Kebaikan Fairi sangat dikenal oleh banyak temannya terlebih Amrita, Fahmi dan juga Sri yang selalu ada untuk Fairi.
...💔💔💔...
"Hei Ken, lihatlah dia cantik sekali ya." ucap Ansori yang melihat Fairi dalam pemotretan.
"Hem aku dengar dia adalah bintang pengganti, karena pekerjaan aslinya bukan model." ucap Bas yang tau soal Fairi
"Benarkah, lalu apa pekerjaan aslinya" tanya Ansori
"Em, kalau tak salah dia seorang jurnalis apa." jawab Bas tak yakin
"Kau tau siapa namanya" tanya Ansori lagi
"Larasati" jawab Bas
"Oh Larasati ya, nama yang lucu untuk seorang wanita yang cantik." Ansori terlihat tertarik pada Fairi
Kenan yang hanya mendengarkan tak memberikan komentarnya, dia hanya duduk diam di kafe dekat tempat Fairi bekerja.
"Hei Ken, bagaimana menurutmu" Ansori
"Bagaimana kalau aku mendekatinya." Ansori meminta pendapat pada Kenan
"Hah, terserah kau saja." Kenan menjawab dengan cuek.
"Kau mau kemana Ken?" tanya Ansori yang melihat Kenan bangun
"Ke kamar kecil, kau mau ikut?" tanya Kenan pada Ansori
"Pergi sendiri saja." jawab Ansori
"Oh maaf." ucap Fairi saat dia tanpa sengaja menabrak Kenan
"Kau" Kenan kaget melihat Fairi dari dekat.
"Apakah ada yang sakit?" tanya Fairi menatap Kenan
"Dia tak mengenaliku, atau dia hanya pura - pura tak mengenaliku" gumam Kenan dalam hati
"Halo kak, apa ada yang terluka?" tanya Fairi lagi karena Kenan tak merespon
"Fa, rupanya kau ada di sini" Sri datang mencari Fairi
"Oh maafkan saya, saya harus pergi." Fairi menunduk dan pergi meninggalkan Kenan.
"Dia tak ingat aku" Kenan menatap kepergian Kenan
__ADS_1
"Hei, kenapa kau seperti dikejar maling begitu" Sri menatap Fairi yang bernafas dengan cepat
"Aku barusan bertemu dengan Kenan anak mama Tias" jawab Fairi memegangi dadanya
"Siapa?" Sri bertanya bingung karena Fairi terlihat takut
"Dia adalah anak dari orang tua angkat ku." jawab Fairi menatap Tias
"Oh, sudah lupakan. Apa dia mengenali mu?" tanya Sri
"Sepertinya tidak, tapi aku tak yakin juga" Fairi menjawab dengan ragu
"Ya sudah lupakan, ayo tinggal 1 kali lagi pemotretan setelah itu kita harus ke kantor." Sri merapikan dandanan Fairi.
"Terima kasih Yan mbak Sri, mbak Laras." ucap semua kru saat mereka selesai dengan pekerjaan mereka.
"Jadi dia mengenalkan dirinya dengan nama Larasati pada orang lain dan nama panggilannya sendiri sama orang yang dekat dengannya." gumam Kenan yang mengetahui kalau ada orang yang memanggil Fairi dengan nama Larasati dan juga Fairi.
Setelah pertemuan itu Kenan jadi kepo dengan kehidupan Fairi yang meninggalkan rumahnya dulu dan tinggal dimana selama ini, sehingga Kenan meminta pada beberapa orang untuk menyelidiki tentang Fairi, dimana dia tinggal dan apa saja kegiatannya serta di mana kantor Fairi.
...💔💔💔...
"Anak ini sungguh tak bisa diandalkan" kesal tuan Bram saat dia pulang ke rumah
"Kenapa pa, barubpulamg juga sudah marah - marah" nyonya Tias menatap suaminya
"Apa mama tau, dia dengan sembarangan memasukkan orang menjadi sekretaris dan bermain gila dengannya." jawab kesal tuan Bram
"Hah? Maksud papa siapa? Farid atau Kenan." tanya nyonya Tias
"Tentu saja Kenan siapa lagi." jawab tuan Bram
"Papa akan meminta Farid untuk membantu Kenan dan juga mengawasinya nanti." Tuan Bram
"Bagaimana kalau kita nikahkan saja Ken dan Fairi pa? Mereka juga sudah dewasa dan mama yakin Fairi akan mengerti dengan permintaan kita, karena adalah anak kita yang pengertian." nyonya Tias memberikan ide
"Hem, boleh juga. Besok papa akan bicara dengan adi." jawab tuan Bram
...💔💔💔...
"Apa maksud mu, kau ingin menjodohkan anak - anak kita? Kau tau sendiri kan Bram kalau dia tak pernah menganggap ku sebagai ayahnya dan selalu menentang ku." jawab tuan Adi
"Ya setidaknya aku berunding dengan mu." ucap tuan Bram
"Hem, aku ikuti apa kata kau saja. Coba saja kau bicara dengannya." jawab tuan Adi.
Setelah perundingan dengan taun Adi ayah kandung Fairi tuan Bram pergi untuk bertemu dengan Fairi dan mengutarakan niat hatinya.
...💔💔💔...
"Apa maksud papa, jadi mama sama papa ingin agar aku menikah dengan kak Ken?" Fairi bertanya dengan tak percaya
"Ya, hanya itu caranya agar kau bisa lepas dari tanggung jawab ayah mu, karena jika kau sudah menikah maka kau bisa terlepas darinya." ucap tuan Bram pada Fairi yang sejak awal mengetahui kalau Fairi tak ingin ada hubungan dengan tuan Adi.
Fairi terlihat sedang berfikir dalam dan tak langsung menjawab apa yang diminta oleh tuan Bram, melainkan meminta waktu untuk memikirkannya. Tuan Bram tak memaksa karena dia sangat tau kalau Fairi pasti akan setuju dengan usul darinya sebab tuan Bram sangat tau betul kalau Fairi ingin lepas dari pengaruh ayahnya.
__ADS_1