Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 118


__ADS_3

Nyonya Tias yang mendengar kalau Kenan akan kembali bersama dengan Fairi merasa sangat senang, sebab Kenan bercerita kalau Fairi dan dirinya telah bersama dan Kenan merencanakan akan mengadakan pernikahan kembali dengan Fairi.


"Sayang mama akan datang dan kamu akan bertemu dengan mama lagi" nyonya Tias berkata pada Kemal yang saat ini sedang menyuapi Arlan makan.


"Benarkah nek? Apakah mama baik - baik saja, karena kakek bilang kalau mama tak ingat dengan ku dan Arlan." Kemal berkata dengan sedih.


"Tak apa sayang, nanti kita bisa membuat mama ingat pelan - pelan dan kalian akan bersama dengan mama untuk selamanya." Nyonya Tias berkata dan tersenyum sambil menepuk lembut punggung Kemal.


"Iya nek." Kemal menjawab dan merasa senang karena mamanya baik - baik saja walau tak bisa mengingatnya.


"Ini sungguh sangat aneh." Tuan Bram menggerutu saat baru datang


"Kenapa pa, apa ada masalah? Kenapa papa menggerutu begitu." Nyonya Tias mendekati suaminya yang baru pulang


"Ini sungguh aneh ma, tak ditemukan motif apa pun saat mereka menculik Fairi. Dan dari orang - orang itu tak ada satu pun yang selamat, bukankah ini sangat aneh." Tuan Bram melonggarkan dasinya dan duduk di sofa dengan frustasi


"Memangnya tak ada yang ditemukan pa? Mungkin saja mereka melakukannya untuk sebuah tebusan atau yang lainnya." Nyonya Tias duduk disamping suaminya dan melipat jas suaminya


"Tak ada apa pun ma, dan anehnya dari mereka semuanya adalah preman lokal yang tak pernah melakukan kejahatan sebesar ini." Tuan Bram berkata dan terlihat berfikir.


"Ada mobil datang pa, mungkin itu Kenan dan Fairi pa." Nyonya Tias berdiri dan berjalan keluar


Dan yang sedang ditunggu lama akhirnya datang juga, Kenan dan Fairi tiba di rumah. Terlihat nyonya Tias sangat bahagia dan menyambut Fairi dengan penuh rasa sayang.


"Sayang selamat datang di rumah, bagaimana perasaanmu." Nyonya Tias memeluk Fairi dan bertanya dengan lembut.


"Baik ma, aku sangat merindukan mama." Fairi membalas dengan baik.


"Mama juga sangat merindukan mu sayang, ayo masuk Arman dan Arlan ada didalam." Nyonya Tias membawah Fairi masuk.


Terlihat Arlan dan Arman yang berdiri menatap bingung pada mama mereka, terlebih Arlan dia langsung sembunyi dibelakang Arman dengan tubuh bergetar dan tak berani menatap Fairi


"Arman, Arlan ini mama sudah datang sayang" nyonya Tias berbakat dan tersenyum


"Apa mereka anak - anak ku dan mas Kenan ma?" Fairi bertanya dan menatap nyonya Tias lalu melihat ke arah Kemal dan adiknya.

__ADS_1


"Iya sayang, mereka adalah anak - anakmu. Arman dan Arlan." jawab nyonya Tias


"Kemari lah nak." Fairi berkata dan membuka kedua tangannya.


"Gak mau kak." Arlan memeluk Kemal dengan erat dari belakang.


Kemal tersenyum "iya ma, tapi mama masih sakit. Aku dan Arlan kembali ke kamar dulu." Arman berbalik dan membawah adiknya ke kamar.


"Kakak." Arlan menatap Kemal


"Dia seperti bukan mama." Kemal duduk ditepi tempat tidur dan menatap kosong.


"Kakak." Arlan naik kepangkuan Kemal dan memeluk Kemal


"Dia bukan mama, dia bukan honey ku" Kemal bergumam dan memeluk Arlan.


Setelah 3 hari Kemal meminta pada Kenan untuk kembali ke rumah dan tinggal bersama dengan bibi Mina saja, karena Arlan pun juga tak mau didekati oleh siapa pun selain Kemal sehingga Kemal tak bisa sekolah.


Melihat kondisi Fairi yang masih belum ingat dengan anak - anaknya dan jadi sering mengalami sakit kepala saat berusaha untuk mengingat mereka, akhirnya Kenan memutuskan untuk membawah kedua putranya menjauh dari Fairi dulu, dan Kenan fokus dalam perawatan Fairi agar bisa kembali mengingat semua ingatannya dulu.


...💔💔💔...


"Kenapa aku tak bisa merasakan kalau dia adalah mama, seolah aku tak mengenalnya."


"Apa karena mama hilang ingatan dan tak bisa mengingatku jadi terasa seperti orang lain."


"Tapi kenapa mama tak bisa mengingat ku, padahal aku ingin memberitahu mama kalau Arlan sudah bisa bicara walau masih sedikit sulit."


Kemal menatap adiknya yang menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut dan sedang terlelap dalam damai.


Kegiatan Kemal setiap harinya adalah mengurusi Arlan setiap pagi sebelum dia berangkat sekolah dan selalu bersama dengan Arlan setiap pulang sekolah, kadang Kemal bermain dengan Arumi ke taman bermain bersama dengan Fahmi dan Amrita untuk membuat Arlan merasa nyaman dengan orang lain selain Kemal.


3 bulan pun berlalu dan aktifitas Kemal tak pernah berubah, dia masih selalu mengurus adiknya. Bahkan Arlan pun seolah terikat dengan Kemal, dia tak bisa jika tak ada Kemal. Dan selalu duduk diam didalam kamar Kemal jika sang kakak itu pergi sekolah, lalu pergi di depan rumah untuk menunggu kedatangan sang kakak saat jam pulang sekolah, rutinitas itu selalu dilakukan berulang kali setiap harinya oleh Arlan.


...💔💔💔...

__ADS_1


"Mas aku ingin kembali bekerja jadi model, aku bosan ada di rumah terus." Fairi meminta ijin pada Kenan untuk aktif lagi jadi model.


"Fa, sebaiknya kamu jangan terlalu lelah kondisi kamu juga masih belum stabil." Kenan menolak dengan lembut.


"Tapi mas, aku bosan. Aku bisa jaga diri dan juga tak akan ada masalah. Ya boleh ya mas." Fairi mendekati Kenan dan melangkah duduk dipangkuan Kenan.


Kenan bernafas dalam menatap tingkah Fairi yang lebih berani pada dirinya, bahkan Fairi selalu berinisiatif terlebih dahulu disetiap aktifitas mereka.


"Boleh ya mas, aku juga tak ada kegiatan rasanya sangat tak enak. Dan anak - anak juga tak mau ku dekati, mereka seolah tak nyaman dengan ku." Fairi mengalungkan kedua tangannya dileher Kenan.


"Kau menggoda ku Fa." ucap Kenan yang melihat Fairi berkata dan bergeliat di pangkuannya.


"Kenapa, apa mas Kenan tak suka hem." bisik Fairi tepat ditelinga Kenan


Kenan menutup mata dan merasakan hawa sejuk mengalir dari bawah menuju dadanya seolah ada angin sepoi yang menjalar dari perut menuju ke jantungnya, dan seketika jantung Kenan berpacu karena bisikan dan hembusan lembut dari nafas Fairi.


Kehidupan Kenan seolah sangat sempurna dan tak terasa 2 tahun pun berlalu dengan begitu cepat dengan kebahagiaan yang tiada tara bagi Kenan dan keluarganya.


Namun semua kebahagiaan itu seolah tak bertahan lama seperti yang dibayangkan oleh Kenan karena hingga saat ini Fairi masih menolak untuk mengingat segalanya tentang dirinya dan kedua putranya, Fairi seolah ada di dunianya sendiri dan kedua putranya ada di dunia mereka sendiri. Bahkan Kemal pun jadi semakin jauh dengan Kenan karena menjaga adiknya yang sama sekali tak mau bahkan tak berani untuk mendekati Fairi.


"Arlan, apa yang kau lakukan?" Kemal bertanya pada adiknya yang terlihat sibuk menata sebuah kertas lipat.


"Kakak tadi bu guru ngajarin bikin origami." Arlan menjawab dan terlihat sangat senang.


"Benarkah, lalu apa yang kau lakukan sekarang." Kemal mendekat dan melihat apa yang sedang dilakukan oleh adiknya.


"Aku mau buat pesawat dan aku ingin terbang kesana untuk bertemu dengan Tante Ayu." jawab Arlan langsung


"Tante Ayu, siapa dia?" Kemal tak pernah melihat adiknya dekat dengan seseorang selama 2 tahun ini.


"Dia..." Arlan terlihat berfikir karena dia juga tak tau siapa Ayu sebenarnya.


"Tidak tau, tapi dia baik dan dia kemaren datang untuk melihat sekolah. Dan dia bilang kalau dia tinggal sangat jauh, dan harus naik pesawat."


"Hem, baiklah. Ayo sekarang kita pulang dulu dilanjut di rumah bikin pesawatnya nanti kakak bantuin" Kemal membawah Arlan pulang.

__ADS_1


Sekolah Arlan berdekatan dengan sekolah Kemal karena Kemal tak ingin ada apa - apa dengan adiknya, dan setiap pulang sekolah Kemal akan mampir ke sekolah Arlan untuk pulang bersama. Dan sejak itu pula Kemal meninggalkan semua kegiatan sekolahnya karena dia tak ingin adiknya menunggu lebih lama lagi sebab jam pulang mereka selalu tak sama dan Arlan selalu menunggu Kemal pulang dengan tenang.


Dari jauh wanita yang bernama Ayu tersenyum saat dia melihat keakraban antara Kemal dan Arlan. Tadi dia sengaja sembunyi saat melihat Kemal datang ke sekolah Arlan. Wanita cantik dengan wajah pucat putih itu menjadi guru pembantu sementara di sekolah Arlan, dan wanita itu bernama Ayu Lestari yang baru datang 1 Minggu lalu, seorang sukarelawan dari Singapura.


__ADS_2