
Setiap pagi Maya selalu menunggu Kemal keluar dari kelasnya dan mereka pergi untuk makan di kantin bersama, dan Kemal selalu menyempatkan waktu untuk makan bersama dengan Maya.
Mereka berdua terlihat semakin dekat dari setiap harinya dan Maya juga sudah tak diganggu lagi sama orang - orang yang mengganggunya karena takut dengan Kemal, sebab kalau Kemal tak ada Maya selalu bermasa dengan Bandi dan Gani.
"Senang sekali ya jadi Maya, aku tak menyangka kalau selera Kemal orang seperti Maya dan sepertinya dia suka wanita yang lebih tua darinya." ucap teman Maya
Sudah 3 bulan kebersamaan Maya dan Kemal, bahkan Maya juga jadi sering ikut Kemal ke lapangan untuk latihan. Semua teman - teman Kemal bahkan Ajeng pun tak berani bertanya karena Kemal tak suka diintrogasi.
"Wah kenapa anak kita jadi membawah istri barunya, apa dia sudah tak bersama istrinya yang dulu." Putra bergumam dan duduk disamping Ajeng
"Aku tak tau karena sejak itu aku tak pernah melihat Rumi datang." Ajeng menjawab dengan bingung
"Hei Bar coba kau tanya, apakah anak kita satu itu sudah berpindah haluan." Putra berkata pada Bara
"Itu bukan urusan ku." Bara menjawab dengan cuek.
"Aduh kasian menantuku yang manis. Aku ingin tau tapi aku takut untuk bertanya." Putra merasa stres melihat kedekatan antara Kemal dan Maya yang setiap harinya semakin dekat dan terlihat semakin romantis.
"Kem, apa kamu haus." Maya mendekat dan memberikan botol air minum pada Kemal
"Makasih kak" Kemal dengan senang hati menerima botol itu dan tersenyum pada Maya
"Eh siapa gadis itu?"
"Bukannya itu Maya anak kelas 10 yang suka diganggu oleh geng aneh."
"Benar, bagaimana dia bisa ada di sana dan terlebih lagi dia dekat dengan kapten dari tim basket"
Semua para gadis berkasak kusuk melihat kedekatan Kemal dan Maya, dan juga mereka merasa heran dan aneh karena Kemal yang tak pernah dekat dengan siapa pun selain Ajeng manajernya hari ini dia terlihat begitu dekat dan akrab dengan Maya.
"Kakak tak apa pulang sendirian? Karena aku masih harus ke kantor papa untuk menyelesaikan pekerjaan." ucap Kemal saat mengantarkan Maya di halte bis
"Iya tak apa, kamu hati - hati ya Kem." Maya terlihat sangat senang dan memeluk Kemal
"Oh, iya kak." Kemal yang dipeluk secara tiba - tiba merasa kaget namun Kemal tak menolaknya dan memberikan tepukan lembut pada Maya.
"Bye Kem." Maya melambaikan tangannya saat dia memasuki bis, Kemal pun tersenyum dan membalas dengan melambaikan tangannya juga.
...💔💔💔...
Setelah dari kantor papanya Kemal pulang bareng sang papa dan terlihat Fairi sudah menyiapkan makan malam untuk mereka semua. Dan Arlan terlihat sibuk main sendiri dengan semua Lego miliknya.
__ADS_1
"Hai prince." Kemal memeluk Arlan dan memberikan ciuman.
"Kakak." Arlan terlihat senang melihat kakaknya dan mulai mengikuti kemanapun sang kakak pergi, bahkan setia menunggu di depan pintu kamar mandi saat sang kakak sedang mandi sambil membawah baju ganti milik kakaknya.
Malam harinya Arlan memilih tidur dengan kakaknya karena dia merasa rindu pada sang kakak yang beberapa bulan ini jadi sibuk menemani Maya dan tak pernah bermain dengan adiknya.
"Kenapa, kau rindu pada kakak hem" Kemal memeluk dan mengusap rambut Arlan
"Ya aku rindu kakak, kakak sibuk terus Lan Lan main sendiri, kak Arum juga gak datang lagi sibuk belajar jadi model." Arlan mengadu pada Kemal
"Oh...maafkan kakak prince" Kemal mengeratkan pelukannya pada Arlan
Kemal mematikan data teleponnya saat dia tidur dengan adiknya, karena Kemal gak ingin adiknya terganggu dengan suara panggilan atau apa pun dari teleponnya. Dan mereka tidur dengan damai.
"Mereka terlelap rupanya, padahal aku ingin main sama putra bungsuku." Kenan yang mencari Arlan di kamarnya dan tak menemukannya malah menemukan Arlan menyusup dalam pelukan Kemal dan sama - sama tidur pulas
Dengan hati berat Kenan kembali naik dan masuk kedalam kamarnya lalu dia melihat Fairi yang masih sibuk bekerja. Pandangan Fairi fokus pada laptop yang ada di depan matanya dan jemarinya dengan lincah menari menekan setiap angka di keyboard.
"Kenapa lusuh begitu." Fairi bertanya karena melihat Kenan lemas.
"Mereka tidur bersama dan sudah terlelap." Kenan menjawab dan duduk di sofa.
"Siapa?" Fairi mengerutkan keningnya
Fairi tersenyum, "ya ini sudah jam 9 malam pastilah Kemal membawah adiknya untuk tidur."
"Biasanya jam 10 juga belum tidur." Kenan memajukan bibirnya
"Karna kau tak bisa mengurus anak." Fairi berkata dan meletakkan laptopnya di atas meja dekat sofa dimana tempat Kenan duduk.
Kenan tersenyum jail dan menaruh hanponnya, "ya aku memang tak bisa mengurus mereka tapi aku sangat pandai mengurus mama mereka." Kenan mendekat dan memeluk Fairi dari belakang lalu mengangkatnya.
"Hei apa yang kau lakukan Ken." Fairi kaget dan memegang tangan kemam erat
"Melakukan permainan sayang." Kenan menjatuhkan tubuh Fairi di tempat tidur dan memulai aksinya.
"Auh jangan gigit di situ Ken sakit." Fairi memukul bahu Kenan
"Kenap kau selalu bilang sakit, padahal saat Arman yang melakukannya kau tak pernah mengeluh." Kenan menatap Fairi dengan cemberut
"Apa kau gila, dia tak punya gigi waktu itu." jawab Fairi kesal.
__ADS_1
"Apanya, bibi bilang kau memberinya asi sampai usianya hampir 3 tahun, itu artinya dia sudah tumbuh gigi tau." Kenan tetap membela dirinya
"Apa kau cemburu pada anakmu sendiri kau sudah gila ya." ledek Fairi
"Ya aku selalu cemburu pada siapa pun walau itu anak - anak kita sendiri." jawab Kenan dan dia pun mulai melahap Fairi.
"Kenan geli." gelak tawa Fairi menghiasi ruangan kamar mereka.
Permainan mereka berlangsung lumayan lama hingga mereka terlelap bersama karena kelelahan. Terlihat Kenan begitu posesif pada Fairi bahkan saat mereka tidur, karena Kenan memeluk tubuh Fairi dengan sangat erat.
...💔💔💔...
"Kak." Arumi datang untuk menemui Kemal saat Kemal sedang bersiap untuk pertandingan.
"Kau datang." Kemal terlihat sangat senang melihat Arumi
"Semoga kakak dan tim kakak menang." Arumi berkata dengan sungguh - sungguh
"Rumi kau datang, apa kau akan menyaksikan pertandingan papa sayang" Putra berkata dan mendekati Arumi dan Kemal
"Kak Putra, aku sangat ingin tapi aku minta maaf kak karena aku harus pergi hari ini ada pertunjukan, aku datang untuk memberikan semangat pada kakak semua." Arumi memberikan beberapa makanan dan minuman yang dia bawah.
"Wah terima kasih sayang." Putra terlihat senang begitu juga dengan anggota yang lain.
Dari jauh Maya yang baru tiba bersama dengan Bandi dan Gani menatap tak suka pada Arumi yang terlihat sangat dekat dengan Kemal, dan dia langsung lari dan berteriak memanggil nama Kemal.
"Siapa kak." Arumi menatap Maya yang datang mendekat
"Oh, dia adalah kak Maya. Yang waktu itu aku ceritakan padamu lewat telepon kau ingat." Kemal berkata dan tersenyum menatap Arumi
"Oh iya aku ingat." Arumi langsung menyapa Maya "halo kak Maya, aku Arumi."
"Oh, iya." Maya menjawab dengan cuek "Kem, bagaimana persiapannya? Aku sangat khawatir dan cemas tadi."
"Tak apa kak semau sudah dipersiapkan oleh Ajeng." jawab Kemal
Melihat hal itu terlihat Arumi sedikit murung karena dia tak tau kalau Kemal tak hanya dekat dengan dirinya bahkan Kemal bisa tersenyum dengan sangat tulus pada Maya.
"Baiklah kak, kalau begitu aku pergi dulu." Arumi pamit pada Kemal
"Iya hati - hati." Kemal menjawab dan mengusap kepala Arumi seperti biasanya, namun Kemal merasa aneh karena Arumi tak merespon dan dia pergi begitu saja untuk pamitan pada anggota tim yang lainnya dan juga memeluk Ajeng dengan mesra.
__ADS_1
Kemal tersenyum setelah tau apa yang terjadi dan situasi apa yang dihadapi oleh Arumi saat ini "dasar wanita, suka sekali mengambil keputusan sendiri."
"Jadi dia Arumi, tapi ada hubungan apa antara Kemal dan dia ya, kenapa aku merasa mereka sangat dekat." gumam Maya dalam hati.