Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 85


__ADS_3

Setiap pagi Amrita mengantarkan Kemal ke sekolahnya dan pada siang hari setelah pulang sekolah Amrita selalu membawah Kemal dan Arumi pergi ke pusat hiburan untuk bermain dan bersenang - senang. Amrita melihat tersenyum sendiri saat melihat kedua anak itu bermain dengan riang.


"Eh, apakah anda model Amrita yang sangat terkenal itu?" Melinda menyapa Amrita yang sedang duduk santai mengawasi anak - anaknya.


"Oh, iya anda..." Amrita menatap bingung pada Melinda yang tiba - tiba menyapanya


"Saya Melinda, saya adalah penggemar anda. Boleh saya duduk." Melinda berkata dengan sopan.


"Tentu silakan." Amrita bergeser dan memberikan ruang untuk Melinda.


"Apa anda ada di sini untuk anak anda? Apa anda sering datang kemari? Karena saya tak pernah melihat anda, padahal saya sering datang bersama dengan putri saya." Melinda bertanya dengan akrab pada Amrita dan menunjuk pada putrinya yang sedang bermain.


"Oh iya, saya tak sering datang. Cuma ini tadi kebetulan saja ingin datang kemari membawah anak - anak saya untuk bermain dan sekalian saya bersantai." Amrita menjawab dengan senyuman dan menunjukkan pada dua anak yang sedang bermain perosotan.


"Anak anda kembar? Atau yang putri atau yang putra?" Melinda bertanya bingung karena ada dua anak yang sedang bermain perosotan.


Amrita tersenyum "mereka selisih 1,5 tahun saja, yang putra yang lebih tua." Amrita menjawab dan Melinda tersenyum.


"Dia adalah putri saya Mayang dan saat ini usianya 7 tahun." Melinda memperkenalkan putrinya saat putri Melinda datang menghampirinya.


"Oh iya , cantik sekali." Amrita berkata dan memuji Mayangsari.


"Mama..." Kemal dan Arumi pun datang karena haus.


"Hooo, pangeran dan tuan putri mama haus ya sayang." Amrita menyambut dengan hangat kedua anaknya "mereka adalah anak - anak saya, Arman dan Arumi." Amrita memperkenalkan keduanya pada Melinda.


"Mereka sangat tampan dan juga cantik, ayo kenalan sama kakak Mayang sayang." Melinda berkata dengan lembut namun Kemal langsung menarik tangan Arumi dan memeluknya erat sambil menatap tajam pada Melinda.

__ADS_1


"Sayang gak boleh begitu gak sopa kalau begitu." Amrita menegur Kemal karena dia kaget melihat reaksi Kemal yang tiba - tiba saja waspada.


"Tak apa namanya juga anak - anak." Melinda berkata dengan lembut dan tersenyum


"Mama Rita kenal dengan Tante ini?" Kemal bertanya dan menatap Amrita


"Ya mama mengenalnya barusan, dia adalah Tante Melinda." jawab Amrita dan memeluk Kemal.


"Halo Tante, apa Tante ingin ikut main sama kami?" Kemal menawarkan diri untuk mengajak Melinda main bersama.


Amrita yang tak tau akan kelakuan Kemal itu pun langsung mengajak Melinda bergabung dalam permainan. Dan mereka berlima masuk kedalam kandang mandi bola untuk melakukan permainan yang seru yaitu lempar bola. Awalnya permainan itu baik - baik saja karena dengan tim Amrita dan Melinda satu tim sementara Kemal, Arumi dan Mayang jadi satu tim. Tapi dipertengahan permainan Kemal justru lebih sering menyerang Melinda dan lemparan kemal selalu tetap mengenai Melinda, mungkin karena lemparan anak kecil jadi tak dirasa sakit tapi karena terlalu sering kena akhirnya terasa juga sakitnya.


"Tunggu - tunggu kenapa Tante jadi sering diserang, mamamu tak kau serang sama sekali." Melinda mulai protes.


"Karena Tante merupakan sasaran yang paling tepat dan paling enak untuk diserang." jawab Kemal


Amrita tertawa dan mereka melanjutkan lagi, "kenapa anak ini seolah sengaja melemparkan bola kearah ku saja." kesal Melinda, dan saat Melinda ingin serius melempar dengan tenaga tiba - tiba Kemal menghentikan permainan dengan alasan capek.


"Sial, dia masih kecil sudah bisa bikin orang kesal saja. Tapi entah kenapa dia terlihat familiar ya. Aku pernah bertemu dimana dengan anak ini." gumam Melinda dalam hati sambil terus memperhatikan Kemal.


"Ini seru sekali, aku gak pernah bermain sampai puas begini. Karena biasanya kami hanya main tanpa lawan." Amrita tertawa dan merasa sangat senang.


"Baiklah, aku juga senang. Kalau begitu aku permisi dulu." Amrita pun berpamitan pada Melinda karena waktu sudah menunjukan pukul 3 sore.


"Dada...Tante, hari ini Tante jadi tong yang berisi bagus sekali." ucap Kemal sebelum pergi.


"Dia..." seketika Melinda ingat dimana bertemu dengan Kemal dan dia tak menyangka kalau akan bertemu lagi tapi tak bersama Fairi.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan, tidak boleh seperti itu." Amrita berkata dan menunduk meminta maaf pada Melinda dan Kemal hanya tersenyum menatap Melinda serta menggerakkan matanya tanda mengejek serta menunjukkan senyuman sinis pada Melinda.


"Hem, kau ingin menyakiti honey ku maka kau harus mendapatkan hukuman Tante jahat." gerutu Kemal


"Apa dia adalah Tante yang jahat kak?" Arumi bertanya dengan polos pada Kemal


"Tentu saja, kamu jangan dekat - dekat dengannya." Kemal berkata dengan serius


"Ar, kau pernah bertemu dengan Tante Melinda? Kenapa kau bisa bilang kalau dia jahat." Amrita pun bertanya dengan heran.


"Mama Rita, kemaren - kemaren hari aku sama nenek dan honey makan di restoran, terus honey ditabrak dan dimarahi sama Tante jahat itu, tentu saja aku tau kalau itu dia." Kemal menjawab dan menceritakan pada Amrita.


"Melinda..." Amrita bergumam dan mengingat - ingat nama itu sepanjang perjalanan pulang.


...💔💔💔...


"Aduh ya Allah bau keringat semua ini anak - anak, ayo cepat mandi sama nenek." Bi Mina menggiring Arumi dan Kemal untuk mandi.


"Bi, apa bibi tau gak sama wanita yang namanya Melinda. Karena Arman tadi bilang kalau dia pernah ketemu sama Fairi dan sempat ada cekcok." Amrita menanyakan pada bi Mina dan ingin tau ceritanya.


"Kakak itu punyaku..." Arumi sedang berebut makanan sama Kemal


"Ayo dapatkan kalau bisa mendapatkan akan kakak kasih." Kemal mulai lari kesana kemari dan Arumi mengejarnya.


"Melinda adalah istri kedua nak Kenan, dan 3 minggu yang lalu kami bertemu di restoran dan dia memulai pertengkaran terlebih dahulu sama nak Ayu. Tapi bibi dengar dari nak Kenan kemaren kalau mereka sudah berpisah lama sekali, 1 tahun setelah perpisahannya dengan nak Ayu karena dia selingkuh dengan kakak tirinya dan melahirkan anak perempuan yang ternyata bukan darah daging nak Kenan." Bi Mina menceritakan semuanya pada Amrita sesuai dengan cerita Kenan waktu dia mengantar Kemal kembali saat Fairi ada di Bogor.


"Oh pantas saja bi, tadi aku seperti pernah dengar nama itu tapi lupa dimana, dan sekarang aku ingat kalau mas Fahmi yang cerita kalau Fairi akan menceraikan suaminya karena suaminya telah membawah wanita lain dan namanya adalah Melinda. Ya ampun kenapa aku bisa melupakannya." Amrita menyesali sikap dan juga perbuatannya tadi.

__ADS_1


Setelah bercerita dan makan malam amrita bermalam di rumah Fairi karena dia malas untuk pulang dan besok pagi harus kembali pagi - pagi untuk mengantar Kemal ke sekolah. Amrita tersenyum melihat Kemal yang tidur sambil memeluk foto Fairi dengan tangan kirinya dan tangan kanannya memeluk Arumi yang sedang memeluk tubuh Kemal dengan erat.


__ADS_2