
Mendengar Kenan menjatuhkan talak 3 kepadanya Melinda merasa lemas dan tak tau harus berbuat apa, Melinda lari keluar dari kantor Kenan bagai orang yang kehilangan akal. Dan melihat itu Kenan menatapnya biasa saja, sementara Danang merasa khawatir dan mengejarnya sambil terus memanggil nama Melinda.
"Pastikan agar mereka tak datang lagi dan mengganggu ketenangan kantor, lakukan apa saja sebisa kalian." Kenan berkata pada Agus dan Farid yang dari tadi berdiri dibelakangnya, dan berjalan menuju lif.
"Baik pak." Jawab Agus dan Farid hanya tersenyum
"Semua kembali bekerja, sudah cukup pertunjukannya untuk hari ini." Farid berkata dan membubarkan para karyawan yang berkumpul di lobby untuk menyaksikan kehebohan Kenan dan dua orang yang telah membuat Kenan marah.
Semua pegawai telah bubar dan kembali ke tempat mereka masing - masing, namun gosip dan pembicaraan tentang Kenan tak juga surut dan semakin sering didengar, karena semua pegawai di kantor itu tak tau kalau bos dan pimpinan mereka telah beristri dan bahkan sudah bercerai. Karena pernikahan Kenan memang tak pernah dipublikasikan ke dunia umum. Bahkan pernikahannya dengan Fairi juga tak diumumkan karena permintaan dari Fairi.
Setelah seharian bekerja akhirnya kejutan untuk Farid telah selesai dan Kenan sebagi orang yang akan membawah Farid ke tempat kejutan telah melakukan perannya dengan memberikan pekerjaan lebih di kantor agar Farid tak punya waktu untuk keluar kantor. Sementara Dafid telah menjemput Melisa di bandara dan sedang dalam perjalanan menuju ke rumah keluarga Kenan tempat pemberi kejutan untuk Farid.
"Ah, lelah sekali. Kenan benar - benar sangat keterlaluan seharian ini dia mengurungku di kantor dan mengerjakan banyak pekerjaan yang seharusnya dia kerjakan sendiri." gerutu Farid yang meregangkan tubuhnya yang merasa kaku.
"Kau sudah selesai? Ayo pulang ku antar, dan sebelum pulang kita ke rumah mama dulu karena mama ingin ketemu sama kamu." Kenan menjemput Farid di ruangannya dan melihat Farid sangat kelelahan.
"Ya baiklah ayo, aku ngantuk sekali." Farid membereskan mejanya dan menguap lalu berjalan bersama dengan Kenan.
Saat dalam perjalanan ke rumah orang tua Kenan Farid tertidur didalam mobil karena dia benar - benar merasa lelah dan ngantuk berat. Melihat itu Kenan tersenyum, dia tak menyangka kalau persahabatannya dengan Farid dan Dafid bisa berkembang sampai seperti ini, dan orang tuanya juga sangat menyayangi kedua sahabatnya itu, terlebih - lebih Farid dan Melisa yang telah menjadi yatim piatu sejak mereka masih kecil.
"Kau memang teman terbaik ku." Kenan bergumam menatap Farid yang selalu bekerja keras untuk dirinya selama ini.
"Apakah pak Farid adalah orang yang penting bagi anda pak?" tanya Agus pada Kenan.
"Ya, dia sudah lebih dari seorang saudara." Kenan dengan fokus lagi pada pekerjaannya menjawab dengan sangat senang.
...💔💔💔...
"Mereka datang." Mama Kenan melihat mobil Kenan memasuki halaman rumahnya.
"Eh, kok rumah Tante gelap gulita begini ada apa Ken." Farid merasa bingung setelah sampai dan dibangunkan Kenan, tapi melihat suasana rumah sangat sepi dan gelap
"Masuklah ada kejutan untuk mu.' Kenan berdiri disamping mobil dan berkata dengan wajah datar.
Farid bergeleng kepala dan melangkah mendekati pintu utama dari rumah orang tua Kenan "Tan, apa Tante ada didalam?" Farid berteriak saat membuka pintu
Door
__ADS_1
"Eh Mak copot." Farid teriak karena kaget.
"Surprise..." teriak semua orang dan tatapan Farid tertuju pada sosok yang cantik dengan wajah bulat dan rambut dikepang dua, dengan senyuman yang merekah indah.
"Selamat ulang tahun kak." ucap Melisa melangkah mendekati Farid yang berdiri terpaku.
"Mel." Farid menangis dan memeluk tubuh Melisa dengan sangat erat, adik yang sudah 5 tahun tak pulang dan selalu dia rindukan kini ada dihadapannya dan sedang memberinya kejutan yang begitu besar.
"Kak aku bisa mati sesak nanti." Melisa tersenyum dan menepuk punggung Farid, keluarga yang tinggal 1 itu saja.
"Maaf dan terima kasih banyak, kau adalah kejutan yang sungguh sangat luar biasa buat kakak." Farid mengecup kening adiknya dengan sangat dalam.
Malam itu pesta kejutan sangat sukses dan semua orang terlihat sangat senang dan bahagia. Dan Farid menghabiskan malam pesta bertambahnya usianya itu dengan sangat bahagia. Bersama dengan keluarga Kenan dan orang - orang terdekatnya, serta tak lupa mereka semua menanyakan kapan Farid melanjutkan hidupnya dan berkeluarga.
...💔💔💔...
Disaat Kenan dan keluarga serta teman - temannya berbahagia ditempat lain Melinda telah kembali lagi ke dunianya dan mulai mabuk - mabukan karena dia merasa sangat hancur dengan keputusan Kenan. Didalam hati Melinda dia telah bersumpah kalau dia akan berusaha membuat Kenan dan Fairi tak akan bersama lagi dan akan berpisah.
"Aku tak terima, aaaarrhg.!!" Melinda berteriak sangat putus asah.
"Wah ada apa ini cantik? Kau terlihat sangat frustasi, bisakah kau berbagi dengan ku. Akan ku pastikan aku akan membuatmu merasa nyaman." seorang pria yang dari tadi menatap dan memperhatikan Melinda mendekatinya dan berusaha untuk mengajak Melinda berbicara.
...💔💔💔...
"Bagaimana ini bos, ternyata orang yang dicari oleh tuan Kenan tak ada di sini dan juga tak ada yang tau dia pergi kemana, bahkan rumahnya juga sudah dijual." anak buah dari ruang yang disuruh oleh Kenan untuk menyelidiki Fairi ke hotel Jhonson secara diam - diam tak mendapatkan info apapun, bahkan jejak Fairi tak ada di hotel itu.
"Aku tak tau sebenarnya siapa orang ini, kenapa dia banyak dicari orang kaya, dan sepertinya dia adalah orang yang sangat hebat dan berpengaruh. Karena kalau tidak tak mungkin ada banyak orang yang sedang mencarinya." Gumam bos dari orang yang diperintahkan Kenan.
Dan setelah 2 minggu mereka berusaha untuk mencari informasi tentang Fairi namun mereka mendapatkan jalan buntu, walau mereka dapat informasi dari beberapa tetangga yang mengenal Fairi tapi mereka juga tak tau menahu kemana Fairi pindah dan menghilang, seolah Fairi mendapatkan firasat kalau dia akan dicari sehingga dia menghilang lagi dan tak meninggalkan jejaknya sedikit pun.
"Sebenarnya siapa kalian? Kenapa begitu banyak orang yang mencarinya? Dia adalah orang yang sangat baik dan juga sangat peduli dengan semua orang. Aku tak tau kemana dia pergi bersama dengan keluarganya, karena sebelumnya juga ada orang yang mencarinya bahkan mengawasinya." jelas tetangga Fairi yang selalu membantu Fairi selama Fairi tinggal dan menjadi warga di perumahan itu.
"Jadi anda tak tau kemana perginya ya?" tanya bos itu untuk lebih memastikannya.
"Tidak, karena dia pergi begitu saja tanpa pamit dan juga rumahnya telah dijual." jawab tetangga Fairi.
...💔💔💔...
__ADS_1
"Tuan bagaimana sekarang, haruskah kita melakukan sesuai dengan permintaannya?" Handoko bertanya pada tuan Adi.
Tuan Adi terlihat bahagia dan dia tersenyum puas, "ya, lakukan sesuai dengan permintaannya dan jangan biarkan siapa pun dapat mengganggunya. Kita lihat dia bisa berkembang sampai pada titik mana." tuan Adi berkata dengan tak sabar.
"Pa, apa maksud dari papa. Kenapa papa menjual industri gula dan pabrik teh yang terbesar yang kita miliki, apa maksudnya ini pa? Karena perbuatan papa ini telah membuat ku merasa malu didepan teman - teman ku yang ingin berlibur ke puncak, namun sesampainya disana justru kami dilarang masuk karena tempat itu sekarang telah bukan milik ayah lagi." Tyas berkata dengan sangat marah dan kesal pada tuan Adi ayahnya.
"Ayah menjualnya untuk menutupi kerugian di perusahaan yang sekarang ini sangat besar." Tuan Adi menjawab dengan sangat santai menatap Tyas yang terlihat tak puas.
"Lalu kenapa harus dua tempat itu pa. Papa kan bisa menjual pabrik yang lainnya." Tyas berkata dengan tak senang.
"Yang mana yang akan dijual tak ada hubungannya dengan mu jadi kamu yang tak tau apa - apa sebaiknya diam saja, bukankah selama ini kamu hanya bisa menghambur - hamburkan uang dan berpesta dengan tak jelas bersama dengan teman - teman yang tak jelas mu itu." Tuan Adi sudah tak sabar dengan putri keduanya itu
"Apa maksud papa?! Jadi papa menyalah kan aku?" Tyas berkata dengan sangat marah pada papanya. "Lihat saja, saat nanti aku telah mendapatkan mas Kenan orang pertama yang akan ku buat menyesal adalah papa, aku akan meminta pada mas Kenan untuk mengakuisisi perusahaan papa, aku benci papa." Tyas mengancam dan mengumpat tuan Adi yang merupakan papanya.
"Hem, anak itu. Semakin kesini semakin tak bisa diatur, apa aku telah salah menikahi wanita dan melahirkan anak yang tak bisa berbakti dan hanya bisa menghabiskan uang saja." Tuan Adi bergumam dan mengingat kembali akan kenangannya dengan alm. Ibu Fairi.
Handoko asisten tuan Adi hanya diam melihat tuan Adi yang mulai merasa pusing dengan ulah istri dan putrinya yang selalu membuat dia marah dan kesal setiap harinya, sedangkan putrinya yang lain justru tak menginginkan dirinya karena merasa sangat kecewa dan marah atas perbuatan tuan Adi dimasa lampau yang telah meninggalkan bekas luka yang sangat mendalam.
...💔💔💔...
"Pak orang - orang yang waktu itu telah kembali" Agus berkata saat melihat para orang - orang suruhan Kenan.
"Hem, baiklah. Suruh mereka masuk." Kenan merasa tak sabar dengan informasi yang akan dibawakan oleh orang - orang itu.
"Selamat sore tuan Kenan." sapa bos dari orang - orang suruhan Kenan.
"Katakan apa yang kalian dapatkan selama penyelidikan di sana." Kenan berkata dengan tak sabar.
"Maaf tuan, orang itu memang pernah tinggal di sana, namun saat kami sampai sana dia telah pergi dan tak meninggalkan jejaknya sama sekali, bahkan semua orang yang pernah melihat dan mengenalnya juga tak tau menahu soal kepergiannya, dia bagai menghilang begitu saja." orang itu menjelaskan dan Kenan merasa sangat terkejut. "Tapi kami menemukan sesuatu, dia pergi sesaat setelah dia melahirkan anaknya." sambung orang itu.
"Maksud mu, dia memiliki seorang anak?" Apa dia telah menikah lagi selama tinggal disana." Kenan yang terkejud mendengar info itu merasa kecewa.
"Maaf tuan, kalau soal suami sepertinya tidak ada. Karena kami tak menemukan soal suami yang bersama dengan orang yang anda cari. Dari semua tetangganya dia hanya tinggal bersama dengan bibinya dan dia datang ke tempat itu sudah dalam keadaan hamil. Silakan tuan baca laporan yang sudah kami selidiki selama disana." orang itu menjawab penuh dengan keyakinan dan menyerahkan berkas hasil penyelidikannya.
"Baiklah, terima kasih. Kalian pergilah ikuti Agus. Gus, bawah mereka ke Farid." Kenan berkata pada Agus dan membuka berkas itu
"Baik, terima kasih tuan Kenan. Kalau butuh bantuan cari lagi kami." ucap orang itu dan keluar dari ruangan Kenan.
__ADS_1
"Fairi pergi kemana lagi kau sekarang? Kenapa begitu sulit untuk menemukan mu, apakah ini ujian ku untuk mendapatkan mu lagi. Aku ingin memohon ampunan dan permintaan maaf dari mu. Aku ingin memulai semuanya dengan baik dari awal lagi." gumam Kenan melihat dan membaca hasil laporan yang dibuat oleh orang suruhannya itu.