Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
episode 229


__ADS_3

Denny bergegas masuk kedalam lift. Ia menuju ruang kerjanya, saat berpapasan dengan security, Denny mengomel kepada security itu "Mengapa Kau begitu lamban saat saya panggil tadi?" ucapnya dengan kesal.


"Maaf, Pak.. Saya tadi lihat lift sangat sibuk, jadi saya pikih tangga darurat, makanya sedikit terlambat.


"Lalu dimana wanita itu? Apakah Kau sudah membawanya keluar?" ucap Denny dengan nada tinggi.


Seketika security itu baru menyadari jika Ia tak melihat Grace.


"Sudah, Pak" jawab Security itu cepat, meskipun berbohong. Ia baru tersadar jika Ia tidak melihat Grace setelah keributan dikoridor bersama dengan Tony dan dirinya.


Security itu menggaruk kepalanya "Iya.. Ya.. Kemana Mbak Grace? Koq hilang begitu saja? Ah.. Mungkin sudah pulang, masa iya gak tau jalan keluar" ucap Security itu masa bodoh. Lalu pergi menuju lantai bawah dan untuk bertugas kembali.


Sementara itu, Fhytri yang baru saja keluar dari ruang kerjanya dan berpapasan dengan Denny tak lepas dari omelan Bos-nya.


"Fhytri.. Apakah surat pemecatan untuk Grace sudah kamu urus?" tanya Denny dengan kesal.


Fhytri tersentak kaget dengan nada bicara Denny yang sedikit tinggi.


"Sudah, Pak" jawab Fhytri cepat. Ia tak ingin lagi terkena omelan Bos-nya tersebut.


"Mengapa Kamu biarkan Ia masuk kedalam ruangan saya?!" tanya Denny dengan tatapan tajam.


Fhytri merundukkan kepalanya "Emm.. Saya sudah mencegahnya, Pak. Tetapi Ia memaksa dan langkah saya kalah cepat darinya" jawab Fhytri dengan sekenanya.


Denny mendenguskan nafasnya dengan kesal, lalu beranjak pergi meninggalkan koridor kantor.


Tampaknya Denny sangat merasa jika badmood. Ia memilih untuk pergi dari ruang kerja dan memilih untuk pulang.


Denny meraih tas kerjanya, lalu menutup layar laptopnya dan bergegas meninggalkan kantor.


Denny memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, Ia sangat kesal dengan kejadian hari ini, Ia hanya ingin hidup damai tanpa gangguan apapun, namun sepertinya cobaan tak kunjung berhenti dari hidupnya.


Sesampainya didepan rumah, Ia menuju kamar dengan tergesa-gesa dan melihat Amyra yang sedang menata perlengkapan untuk menyambut sang calon bayi mereka.


"Koq cepat pulang, Mas?"tanya Amyra sembari menata perlengkapan tersebut.

__ADS_1


"Heeemm.. Kepala Mas sedikit pusing" jawab Denny berhohong.


Amyra menghentikan pekerjaannya, lalu menghampiri Suaminya sembari membawa minyak kayu putih digenggamannya.


Amyra menghampiri Denjy yang merebahkan dirinya ditepian ranjang.


Wanita itu mencoba memijat kepala Denny yang tadi dikatakannya sedang sakit, lalu membalurkan mknyak kayu putih itu diatas ubun-ubun dan daerah pelipisnya.


Amyra mulai memijat perlahan untuk menghilangkan sakit kepala pada suaminya. Denny hanya membiarkan tangan Amyra yang mulai memijat dengan perlahan, Ia berharap sentuhan lembut itu dapat merilekskan beban fikirannya.


Tak berselang lama, Najma masuk kedalam ke kamar mereka "Pa, pinjam laptop Papa sebentar, Ya.. Ada tugas sekolah, laptop Najma layarnya bermasalah" ucap Najma yang nyelonong saja masuk kedalam kamar.


"Hemm.." jawab Denny dengan hanya berdehem saja.


Lalu Najma bergegas menuju meja nakas dan membuka tas kerja Papanya, lalu meraih laptop tersebut dan menyalakan layar laptopnya.


Najma tampak serius mengerjakan tugas sekolahnya, dan tiba-tiba Ia mendapat panggilan masuk dari sahabatnya "Hallo, Dea. Ada apa?" tanya Najma pbonselnya hanya dispeaker dan jari jemarinya sibuk terus menari diatas keyboard.


"Tugas kelompok kita bagaimana?" terdengar suara bocah perempuan dari sebersng telefon.


"Ok.." jawab Dea dari seberang telefon, dan panggilan terputus.


Setelah selesai mengerjakan tugasnya, Najma mencabut memorycardnya dan meninggalkan laptop tersebut begitu saja, lalu bergegas keluar.


"Makasih, Pa" ucap Najma sembari berlari kecil meninggalkan kamar orangtuanya.


"Hem.." jawab Denny yang sangat malas ingin berbicara hari ini.


Amyra menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Najma yang tak biasanya, namun Amyra mencoba berfikir positif saja, sebab Najma terlihat sangat terburu-buru.


"Nih anak, mematikan layar laptop saja sampai tidak sempat" Amyra berguman lirih, lalu meraih laptop tersebut.


Tiba-tiba Amyra melihat aplikasi galeri. Amyra ingin melihat foto-foto mereka saat umrah ke tanah suci beberap tahun yang silam.


Amyra meng-klik aplikasi tersebut, lalu Ia melihat sebuah vedeo baru yang tampaknya baru saja dibuat.

__ADS_1


Amyra mencoba membukanya, dan beberapa detik tak tampak apapun, hanya ruang kerja Denny saja yang terlihat, namun sesaat kemudian, tampak seirang wanita tanpa sehelai benangpun melenggok didepan Camera dengan gaya menggoda, dan itu hanya 2 detik saja lalu vedeo berakhir.


"Haaaah?!" Amyra tersentak kaget dengan apa yang baru saja dilihatnya. Ini adalah vedeo yang berasal dari camera, dimana camera laptop Denny yang merekamnya dan posisi itu berada diruang kerja Denny. Setelah Amyra memeriksanya, perekamannha terjadi pagi tadi.


Suara Amyra yang terpekik membuat Denny tersentak, dan menoleh kearah Amyra yang juga menatapnya.


Merasa penasaran, Denny beranjak dari ranjangnya dan mencoba melihat apa yang sedang dilihat Amyra sehingga membuat wanitanya menatapnya dengan begitu sangat tajam.


Setelah melihat file tersebut, Denny tersentak kaget, sebab Ia bingung mengapa Grace dapat terekam didalam camera laptopnya.


Seketika ingatannya kembali lagi, Ia mengingat jika meninggalkan Grace beberapa detik dari ruang kerjanya karena berusaha mengejar Papanya yang memergoki adegan tak pantas dari Grace tersebut.


Dan siapa sangka, kecepatan tangan dan otak Grace bekerja dengan waktu sekian detik saja membuat kekacauan yang semakin parah.


Belum lagi Ia mendapat pengakuan pengampunan dari Papanya Rudy, kini harus berhadapan dengan Amyra yang pastinya sudah menduganya dengan perbuatan me- sum.


"Sa-sayang.. Dengarkan dulu penjelasan dari Mas.." ucap Denny mencoba menjelsakan.


Namun Amyra hanya diam saja dan beranjak dari tepian ranjang, lalu menuju lantai dimana Ia tadi menyusun perlengkapan bayinya.


Amyra tidak tahu haruskah mendengar penjelasan Denny atau sebaliknya. Namun vedeo itu direkam menggunakan camera laptop Denny, bukan karena hasil download atau aplikasi lainnya.


Cemburu dan sakit hati tentu saja menggelayuti hatinya, ingin menangis, namun mencoba menahan bulir bening itu jatuh dari sudut matanya, tetapi sepertinya bulir itu tidak dapat diajak kompromi untuk tidak jatuh saat ini.


Melihat Amyra yang diam dengan sudut matanya yang menumpahkan bulir bening tersebut, membuat Denny merasa serba salah dan juga frustasi.


Ia tidak menduga jika Grace begitu sangat licik dan akalnya juga sangat lihai.


Denny mencoba menghampiri Amyra yang mana jemarinya terus melipat dan memilah perlengkapan bayinya kedalam sebuah tas bayi. Denny tau jika Amyra mempersiapkan penyambutan calon bayinya agar jika berada dirumah sakit tidak lagi kebingungan.


"Sayang.. Dengarkan dulu penjelasan dari Mas" ucap Denny yang juga merasa bingung bagaimana menjelaskannya kepada Amyra.


Amyra hanya menyeka air matanya, lalu meneruskan lipatan perkengkapan bayinya, hatinya perih.. Ya begitu perih..


Denny mencoba menyentuh pundak Amyra, namun Amyra menepiskannya.

__ADS_1


"Biarkan Myra sendiri, Mas.." ucap Amyra lirih, lalu menutup resleting tas perlengakapan bayinya.


__ADS_2