
Setelah beberapa saat akhirnya Fairi ingat kalau dia menyimpan nomer asisten Kenan yang bernama Agus, dan dengan cepat Fairi menghubungi Agus asisten Kenan dan bertanya Kenan berada dimana sekarang, dari situlah akhirnya Fairi tau kemana Kenan membawah putranya pergi. Dengan cepat Fairi menuju ke mol yang disebutkan oleh Agus dan dia langsung berlari menuju tempat yang dikatakan oleh Agus, dan Fairi menuju tempat permainan karena ingin memastikan kalau Kenan memang ada disana bersama dengan putranya.
Setelah lama mencari akhirnya Fairi menemukan mereka "Ken...dia...mereka..." Fairi kaget melihat keseruan dan kebersamaan antara Kemal dan Kenan yang sedang bermain, Fairi tertegun karena dia tak pernah melihat tawa putranya yang begitu lepas saat bermain dengan siapa pun. Seolah - olah keceriaan Kemal tertahan dan yang muncul hanya gambaran kebahagian semu saja, namun hari ini Fairi melihat dengan jelas bahwa putranya terlihat sangat bahagia dan tawanya lepas penuh dengan ketulusan. Perlahan Fairi melangkah mendekati mereka dengan merasakan rasa panas dikedua pelupuk matanya.
"Honey..." Kemal teriak dengan keras dan tawa yang lepas saat dia melihat mamanya
"Akhirnya kau menemukan kami." Kenan berkata dengan cuek saat Fairi menghampiri mereka berdua.
Seketika emosi Fairi meluap karena merasa kesal Kenan yang membawah pergi putranya tanpa ijin "Kau keterlaluan Ken, kenapa kau membawahnya pergi tanpa bilang dulu padaku dan kenapa kau tak menjawab panggilanku, apa kau tau aku hampir gila karenanya, kau sangat egois." Fairi marah dan memukuli Kenan dengan kesal.
"Hei, hei. Maaf aku tak tau kalau kau akan mengikuti kami karena kau ada pertemuan bisnis. Dan aku meninggalkan handphoneku di mobil jadi tak tau kalau kau memanggilku, maafkan aku" Kenan menahan tangan Fairi dan menariknya dalam pelukannya karena melihat mata Fairi mulai mengeluarkan butiran bening dan jerni "maaf telah membuatmu takut, maafkan aku ok." Kenan menghapus air mata Fairi dan tersenyum.
Lagi - lagi Lina menjadi korban kebingungan, karena dia menatap dan terpaku lagi melihat kedekatan dan interaksi antara Fairi dan Kenan, serta melihat sisi lemah Fairi yang tak pernah diperlihatkan pada orang lain, tapi hari ini Fairi menunjukkannya dengan sangat jelas didepan Kenan tanpa ada rasa canggung atau ditutup - tutupi.
Lina menatap Agus yang berdiri tak jauh dari Kenan dan Agus terlihat biasa saja melihat adegan itu seolah dia sudah tau kalau ada sesuatu diantara mereka bertiga. Lina dengan cepat mendekati Agus dan menarik tangan Agus untuk menjauh dari Kenan dan Fairi. Sedangkan Agus yang ditarik tiba - tiba merasa bingung menatap Lina yang menurut Agus terlalu agresif sebagai seorang wanita.
...💔💔💔...
Disaat Kenan dan Fairi serta putra mereka sedang bermain, ditempat lain disebuah rumah mewah nyonya Ayu terlihat sangat marah pada seseorang yang saat ini sedang diajak bicara. Dan terlihat sangat jelas kalau mereka memiliki hubungan lebih dari sekedar seorang teman biasa, karena mereka terlihat sangat intim bahkan saat mereka saling beradu mulut.
__ADS_1
"Kau jangan mengalihkan pembicaraan ya, apa kau pikir aku tak tau apa yang terjadi saat rapat waktu itu. Kau benar - benar membuat ku kecewa." Nyonya Ayu berkata dengan kesal dan mendorong serta melepaskan pelukan orang itu dengan kasar.
"Oh, jadi kau memasang mata - mata untuk memata - matai ku di kantor begitu, bagus sekali kau ya." ucap tuan Bagus dengan sorot mata tajam
"Kau tak perlu melotot pada ku, karena kau tak bisa menyelesaikan pekerjaan yang ku perintahkan, bukankah dalam rapat Fairi sudah bilang kalau dia akan menjual 5 persen sahamnya lalu kenapa kau tak memutuskan untuk mengambil kesempatan itu untuk mengeluarkannya dari perusahaan." Nyonya Ayu berkata dengan nada tinggi.
"Kau pikir semuanya semudah itu? Apa kamu tak pernah berfikir hah, apa akibat yang akan ku dapatkan setelah aku berusaha keras untuk memprovokasi mereka agar mengusirnya dari perusahaan dan tiba - tiba aku maju untuk membantu. Aku tak ingin mengambil resiko itu, lagian aku sudah bilang pada mu untuk menyerahkan semuanya padaku tapi kau bersih keras dengan rencanamu yang aneh itu." Tuan Bagus pun ikut meninggikan suaranya.
"Jadi semua salah ku hah?! Semuanya salah ku. Apa kau tau kenapa aku lebih memilih Adi dari pada dirimu waktu itu? Karena Adi adalah orang yang mengutamakan aku dan mendahulukan semua urusanku tanpa dia harus berfikir atas akibat yang akan ditimbulkannya." Nyonya Ayu berkata dengan sangat kesal.
"Adi, mendahulukan urusan mu. Lalu apa yang kau dapatkan sekarang hah?! Kenapa kau datang lagi pada ku setelah itu. Apa kau tak pernah berfikir bagaimana aku melakukan semua pekerjaan atas namamu selama ini, bahkan aku rela menyingkirkan Herman orang yang telah membuatmu hamil itu. Kau tau bagaimana perasaanku saat aku tau bahwa kau hamil dengannya, dan setelah semuanya kau malah memilih Adi untuk menjadi suamimu, konyol sekali. Aku benar - benar telah dibodohi oleh wanita j*lang seperti mu ini hingga berkali - kali." Tuan Bagus berkata dengan sangat marah pada nyonya Ayu
"Diam.! Apa kau pikir aku tak melakukan apa pun untuk mu. Aku telah membuatmu menikah dan menjadi menantu dari wali kota serta membuat mu memiliki usaha bahkan telah menjadi pemegang saham terbesar setelah Adi di perusahaan itu, kau pikir aku tak berguna untuk mu." Nyonya Ayu berkata dengan teriak pada tuan Bagus.
"Sadarlah Gus, aku tak bisa melepas semuanya. Bahkan setelah aku menjadi nyonya Adi pun aku masih tetap datang melayani mu karena aku mencintaimu dan aku mempercayai mu." Nyonya Ayu berusaha untuk mengambil hati tuan Bagus.
"Heh, cinta. Cinta apa yang kau bicarakan, kau bahkan tak pernah tau bahwa kau adalah penguasa hatiku, hingga berkali - kali aku telah dibodohi oleh mu, seperti saat ini kau mencari ku dan melakukan semuanya dengan ku hanya karena Adi tak memberikannya lagi pada mu, kau adalah wanita yang gila dengan *** dan kau tak pernah bisa hidup tanpa itu. Apa kau pikir aku tak tau kalau kau juga melakukannya dengan siapa saja." Tuan Bagus berkata dan menghina nyonya Ayu
"Kau jangan kelewatan ya Gus. Aku juga sudah melakukan segalanya untuk mu selama ini. Bahkan aku memberikan cintaku untuk mu" Nyonya Ayu merasa kesal karena mendapat hinaan itu.
__ADS_1
"Begitukah? Kalau begitu lakukan sesuai perjanjian dan sumpahmu bahwa kau akan selalu melayaniku setiap kali aku membutuhkanmu, dan sekarang layani aku karena aku butuh dan kau juga harus ingat bahwa kau harus datang 4 kali dalam seminggu untuk melayaniku, jika tidak aku akan membongkar semuanya." ancam tuan Bagus pada nyonya Ayu.
"Kau benar - benar gila, kau kelewatan Gus." Nyonya Ayu tak lagi bisa menghindar dan terpaksa melayani tuan Bagus karena dia takut kalau rahasianya akan dibongkar oleh Bagus orang yang sebenarnya dia cintai dan merupakan kekasihnya dari dulu.
...💔💔💔...
"Dari mana ma, kok pergi gak bilang dan gak bawah supir. Apakah ada urusan yang begitu mendesak." tanya tuan Adi yang melihat istrinya baru pulang sangat larut.
"Oh, pa bikin kaget saja. Tidak ada apa - apa, mama hanya pergi ke rumah teman arisan dan kebetulan sedang membahas soal rencana bulan depan, karena keasikan ngobrol jadi tak terasa kalau waktu sudah larut, keseruan bicara jadi lupa waktu pa." Nyonya Ayu membuat alasan dan mendekati tuan Adi serta memeluk dengan lembut.
"Hem." Tuan Adi tak membahas lagi dan pergi ke ruang kerjanya.
"Papa tak tidur pa?" Nyonya Ayu bertanya dan menatap tuan Adi.
"Tidak masih ada sedikit pekerjaan, mama pergi tidur saja dulu." Tuan Adi berkata dan menghilang dibalik pintu ruang kerjanya
Sekitar 15 menit kemudian nyonya Ayu masuk ke ruang kerja tuan Adi dan melihat tuan Adi sedang sibuk dengan beberapa dokumen di depannya, "mama bawakan kopi dan beberapa camilan pa, silakan dinikmati." ucap nyonya Ayu meletakkan nampan yang berisikan kopi dan camilan diatas meja.
"Iya terima kasih ma. Maaf ya papa selalu sibuk akhir - akhir ini, mama pergi tidur saja dulu tak usah menunggu papa." Tuan Adi bangun dari duduknya dan mendekati nyonya Ayu lalu mengecup kening nyonya Ayu.
__ADS_1
"Baiklah pa, mama istirahat dulu ya. Papa jangan capek - capek, selamat malam pa." Nyonya Ayu pun pergi.
Dan seketika raut wajah tuan Adi berubah setelah nyonya Ayu pergi, seolah tuan Adi telah mengetahui sesuatu yang sedang dilakukan oleh istrinya itu dibelakangnya. Namun tuan Adi memilih diam dan tak melakukan apa pun karena dia sedang fokus pada sesuatu yang dianggapnya lebih penting.