Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 139


__ADS_3

Keesokan paginya Fairi sudah sibuk di dapur dan tak bicara apa pun, bi Mina pun tak berani untuk bertanya karena bi Mina berfikir itu adalah bukan urusannya, karena bi Mina ada di situ hanyalah orang luar dan bukan anggota keluarga yang sebenarnya.


Sementara Kemal masih sibuk dengan adiknya karena dia berfikir kalau mamanya pasti masih bad mood, namun saat dia keluar dari kamarnya bersama sang adik yang sudah rapi Kemal melihat sang mama sudah seperti biasanya. Tak ada aura kesal atau pun marah.


"Boo, bawah sarapannya ke meja makan." Fairi berkata dan menatap Kemal sekilas dengan senyum manis seperti biasanya.


Kemal berjalan ke arah dapur dan menatap bi Mina, mereka saling kode soal kondisi Fairi. Saling berkedip, mengangguk dan menggelengkan kepala dan Kemal tersenyum saat mamanya menatapnya, "semua ini ma?"


"Hem" Fairi mengangguk dan membantu Kemal


"Sayang maafkan Mama ya karena semalam marah kamu, Lan Lan gak marah kan sama mama" Fairi mendekati Arlan dan meminta maaf padanya serta memberinya kecupan.


"Lan Lan gak marah, Lan Lan janji gak akan nakal lagi dan akan mendengarkan mama, karena Lan Lan gak mau ditinggal mama lagi." Arlan berkata dengan polos dan memegang pipi Fairi dengan kedua tangan kecilnya.


"Mama gak akan pernah meninggalkan kalian karena mama sangat menyayangi kalian berdua." Fairi merangkul kedua anaknya dan memberikan ciuman di pipi mereka masing - masing.


"Baiklah makan sarapan kalian setelah itu berangkat sekolah ok" Fairi bangun dan kembali masuk dapur lagi


"Assalamualaikum, selamat pagi sayang." Kenan masuk dan mencium Arlan lalu mengusap rambut Kemal


"Waalaikumsalam. Pa" Kemal terlihat bingung melihat papanya datang dan dengan wajah yang sangat bahagia.


"Halo sayang." Kenan masuk ke dapur dan memeluk Fairi dari belakang lalu mencium pipinya.


"Ken, apa yang kau lakukan." Fairi mendorong Kenan


"Aku hanya ingin memeluk mu saja." Kenan menjauh dan berjalan mendekat lagi.


"Kau tau aku memegang apa." Fairi mengangkat tangan kanannya.


"Ah ya ya sebaiknya aku duduk, aku duduk bi, aku akan duduk." Kenan mengangkat kedua tangannya seperti penjahat yang tertangkap dan mundur karena Kenan tau benda tajam yang dipegang Fairi itu sangat bahaya.


"Papa mau makan." Arlan bertanya pada Kenan yang duduk di depannya.


"Iya papa mau makan biar papa sehat kaya Lan Lan" jawab Kenan dan Arlan tersenyum


"Ayo makan sosis dan sayurnya." Kemal menyodorkan sayuran pada Arlan.


"Pa, ada apa ini hah? Kalian sudah menyelesaikan maslah kalian?" Kemal berkata pada Kenan dengan berbisik


"Menurutmu bagaimana." Kenan bukan menjawab malah memberikan pertanyaan pada Kemal


"Aku rasa..." Kemal langsung diam saat Fairi datang mendekat dengan membawah nasi goreng untuk Kenan.


"Kau tak ada kegiatan hari ini Ken, pagi - pagi sudah di sini." Fairi bertanya dan datang membawakan nasi goreng serta salad sayur dan beberapa potong roti bakar untuk bekal anak - anaknya.

__ADS_1


"Tidak ada aku sudah menyuruh Fahmi untuk mengurus semuanya." jawab Kenan santai dan dia mengambil nasi goreng itu lalu memakannya dengan lahap.


"Mama dan papa kalian berdua." Kemal menatap Fairi dan Kenan bergantian untuk meminta penjelasan soal semalam.


"Ah kami tidak ada masalah dan semau masalah sudah teratasi dengan baik." Kenan menjawab dengan wajah bahagia


"Apa papa sudah tidak berotak udang lagi?" Arlan bertanya dan menatap Kenan


"Udang?" Kenan merasa terkejud dengan pertanyaan Arlan


"Iya, kata kakak kalau papa berbuat salah dan membawah Tante, oh bukan. Membawah wanita lain selain mama berarti papa berotak udang." Arlan mengatakan dengan wajah polos tanpa dosa.


"Hah?" Kenan menatap Kemal dan yang ditatap memalingkan wajah tak peduli


"Boo, apa yang kau ajarkan pada adikmu." Kenan bertanya pada Kemal


Fairi tersenyum mendengar itu, karena dia tak pernah menyangka kalau anak - anaknya akan mengatasi Kenan dan memiliki pemikiran seperti itu pada Kenan.


"Kau tertawa." Kenan ganti menatap Fairi


"Tidak, ayo makan sarapannya nanti terlambat sekolah." Fairi mengalihkan pembicaraan


"Ok baiklah, aku sudah mengurus semuanya dan nanti sore kau harus siap untuk pernikahan kita." ucap Kenan dan kembali makan


"Maksud papa apa?" Kemal pun ikut terkejut.


"Bukan apa - apa aku hanya bilang akan menikahi lagi mamamu dan setidaknya otak udang ku berfungsi." jawab Kenan menatap Kemal, dan Kemal tersenyum.


"Dan aku masih waras, itu sebabnya aku ingin menikahi mu sebelum aku memberikan hukuman pada mu. Karena aku tau kau mengejek dan mentertawakan ku." Kenan berkata dengan serius pada Fairi.


"Setuju." jawab Kemal dan tersenyum puas dan melakukan tos dengan Kenan.


"Kalian" Fairi melihat Kemal dan Kenan bergantian


"Ya setidaknya udangnya bermanfaat iya kan pa." Kemal tersenyum lebar


"Hem, sangat bermanfaat. Tapi lain kali jangan mengajarkan hal yang salah pada adikmu." Kenan menatap tajam pada Kemal


"Ok." Kemal tertawa dan terlihat bahagia.


...💔💔💔...


Sesuai dengan rencana rumah Kenan telah terjual dan yang membeli adalah Fahmi, semua barang - barang Kenan telah dibereskan dan di tata rapi dalam kardus serta siap untuk diantar ke rumah orang tuanya.


"Kau serius membeli rumah itu?" Kenan bertanya tak percaya pada Fahmi

__ADS_1


"Ya kau bilang terserah berapa pun harganya asal rumahnya terjual dengan cepat. Dan aku akan membayar 500 juta kalau kau mau." Fahmi berkata dengan serius.


"Ok, aku jual rumah itu." Kenan pun langsung menanda tangani semua berkas jual belinya.


"Baiklah urusan pernikahan sudah ku siapkan nanti sore jam 18.00 bakda sholat magrib dan ku harap kau sudah siap dengan Fairi" Fahmi berkata lagi dan Kenan hanya mengangguk dengan senyum mengembang.


"Aku akan menghubungi Farid untuk merubah pesta ulang tahun perusahaan menjadi pesta pernikahan nantinya" Kenan berkata sambil tersenyum.


"Terserah, aku tak peduli soal itu, tugasku sudah selesai dan tolong jangan ganggu aku lagi" Fahmi berkata dan hendak pergi


"Hei tunggu satu lagi." Kenan mengehentikan langkah Fahmi


"Apa lagi." Fahmi merasa kesal


"Katakan pada istrimu untuk mencarikan penata rias yang baik untuk istriku, karena aku ingin melihat dia tampil dengan kecantikan yang sempurna ok." ucap Kenan dan memainkan alisnya


"Dasar gila." Fahmi pergi tanpa menjawab permintaan Kenan.


...💔💔💔...


"Bagaimana bisa semua dadakan seperti ini, anak itu sudah gila ya" nyonya Tias berkata dan kesal pada Kenan karena mengadakan acara pernikahan secara mendadak tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


"Apa yang harus aku siapkan kalau seperti ini ya Allah...Kenan, benar - benar tak sembuh - sembuh otaknya anak itu" kesal nyonya Tias yang bingung dan tak tau harus bagaimana


"Maafkan saya ma, Farid juga baru di kabari barusan makanya Farid datang kemari ma. Karena Ken bilang kalau hari ini hanya acara biasa dan dia ingin acara ulang tahun perusahaan 1 bulan lagi di rubah menjadi acara resepsi pernikahannya dengan Fairi" jelas Farid yang terlihat bingung


"Anak itu selalu saja menggila" nyonya Tias menghela nafas dalam


"Mungkin dia berfikir cepat ma, sebelum nanti Fairi berubah pikiran lagi." Tuan Bram berkata dan menyimpulkan semua yang terjadi hari ini


"Ya tapi gak harus hari juga kali pa." kesal nyonya Tias yang terlihat sibuk menghubungi seseorang.


Hari itu semua orang dibuat super sibuk oleh Kenan karena mereka menyiapkan segalanya secara mendadak. Mulai menyiapkan baju, tata rias, penghulu, dan ketering untuk menjamu para tamu.


Sore itu semuanya telah siap setelah semua orang sibuk seharian bagai lari maraton, Fairi terlihat sangat cantik dengan kebaya putihnya dan setelah penghulu datang acara pernikahan pun dilangsungkan. Janji suci yang diucapkan oleh Kenan selesai dengan lancar.


"Bagaimana saksi sah." ucap penghulu


"Sah" jawab semua orang serempak


"Alhamdulillah, barokallah semoga menjadi keluarga yang sakina untuk mas Kenan dan mbak Fairi, selamat untuk kalian berdua." ucap penghulu pada kenan.


Kenan terlihat sangat lega karena akhirnya Fairi telah resmi dan sah menjadi istri serta nyonya Kenan untuk seutuhnya.


Malam itu dilakukan pesta kecil untuk memperingati hari bahagia Kenan dan Fairi yang telah resmi menjadi suami istri. Semua keluarga dan orang - orang terdekat Kenan dan Fairi semuanya berkumpul bersama dan itu pun tetap saja jadi acara yang lumayan besar karena semua kenalan Fairi dan Kenan datang semua.

__ADS_1


__ADS_2