Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 204


__ADS_3

Fhytri berlari dan membuka pintu ruangan Denny, lalu dengan nafas tersengal menghampiri Bos-nya.


"A-ada apa, Pak?" tanya Fhytri dengan nafasnya yang masih memburu.


"Mana pesanan Saya?" tanya Denny dengan tatapan tajam. Seaat Fhytri dan juga Grace saling tatap.


"Bukannya sudah dibawa oleh Grace?" tanya Fhytri dengan gugup.


Grace melirik kotak makan siang pesanan Denny diatas meja.


"Apakah Saya ada memerintahkanmu untuk orang lain yang mengantarkannya?" tanya Denny dengan nada yang masih tenang namun penuh penekanan.


"Ti-tidak Pak" jawab Fhytri dengan gugup.


"Apakah Kamu begitu sibuknya sehingga tidak dapat mengantarkan pesanan saya sehingga menyuruh orang lain?" tanya Denny lagi dengan penuh penekanan.


"Ti-tidak, Pak" jawab Fhytri lagi.


Denjy kembali kambuh penyakit jahilnya yang bercampur kesal.


"Pesankan Saya kembali pesanan saya" titah Denny kepada Fhytri.


Seketika Fhytri terkenang masa bersama Dwy saat Denny mengerjainya karena ketahuan mengghibahnya kucing garong.


Fhytri menganggukkan kepalanya lalu kembali memesan pesanan Denny.


Fhytri beranjak dari ruangan kerja Denny "Tunggu.. Bawa kotak pesanan ini, dan saha harap kamu sendiri yang mengantarkannya keruangan saya" Titah Denny kepada Fhytri.


"Dan, Kamu.. Jika tidak saya perintahkan untuk masuk keruangan ini, maka jangan coba-coba untuk masuk" ucap Denny kepada Grace.


Tentu saja Grace merasa sangat malu karena Denny mengatakannya di depan Fhytri.


Fhytri merasa sangat sial karena kesalahan kecil yang dilakukan oleh Grace, Ia kembali keruangan kerjanya.


Sementara itu, Amyra memanggil Mbak Ridha untuk meminta membantunya membawa troli tiang infus kekamar mandi karena Ia merasa ingin buang air.


Mbak Ridha membantunya hingga kekamar mandi dan menunggu diluar pintu.


"Mengapa mengandung anak yang ini aku merasa sangat lemah seperti ini?" mau bergerak saja susah sekali" guman Amyra dengan lirih.


Ia duduk ditoilet sembari memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.


Amyra melihat jarum infus yang terus terpasang dipergelangan tangannya membuatnya merasa sangat tersiksa.


Di sisi lain, tampak Fhytri keluar menemui kurir pengantar pesanannya, lalu Ia membayarnya dan segera mengantarkannya kepada Denny.

__ADS_1


Seaampainya diruangan Denny, Fhytri menyerahkan pesanan makan siang milik Denny "Ini, Pak.. Pesanannya" ucap Fhytri yang berdoa sepanjang jalan menuju ruangan Denny.


"Letakkan diatas meja" titah Denny dengan datar.


Fhytri meletakkannya diatas meja, dan beranjak akan pergi "Tunggu, ambilkan mangkuk dan juga sendok. Memangnya saya makannya bagaimana jika tidak ada wadahnya" ucap Denny dengan penekanan.


"Setahu Saya itu sudah ada wadah cup plastik beserta sendoknya, Pak" jawab Fhytri mencoba menjelaskan.


"Saya mau wadah keramik, bukan cup plastik" ucap Denny beralasan.


Fhytri menganggukkan kepalanya "Baik, Pak.. Saya ambilkan segera" ucap Fhytri lalu bergegas pergi kedapur kantor dannmencari wadah keramik beserta sendoknya.


Setelah mendapatkannya, Ia membawa keruangan Denny "Ini, Pak" ucap Fhytri dengan segera.


"Tuangkan sup itu kedalam mangkuk" titah Denny, lalu Fhytri menuruti perintah konyol Bos-nya.


"Sudah, Pak" ucap Fhytri sembari menyerahkannya kepada Denny.


Denny menyentuh badan mangkuk keramik tersebut "Sudah sedikit dingin, saya suka yang panas, tolong panaskan" ucap Denny, lalu mendorong mangkuk itu kesisi Fhytri.


Dengan mendenguskan nafasnya, Fhytri membawa mangkuk itu untuk memanaskan sup yang diperintahkan oleh Denny.


Fhytri sudah menduga jika Bos-nya akan menghukumnya hanya dengan kesalahan kecilnya saja.


Setelah memanaskan sup tersebut, Fhytri membawanya kembali keruangan Denny dan berpapasan dengan Grace, tatapan masam dari Fhytri membuat Grace terdiam.


"Ini, Bos. Supnya" ucap Fhytri sembari menyerahkan sup panas yang masih tampak berasap tersebut.


"Letakkan disini" ucapnya sembari menunjukkan diatas meja"


Fhytri meletakkannya dan berusaha tidak melakukan kesalahan lagi.


"Buatkan kopi jahe untuk saya" ucap Denny tanpa rasa berdosa telah membuat Fhytri bolak-balik menemuinya.


"Baik, Pak" ucap Fhytri lalu memutar tubuhnya dan menepuk keningnya karena nasib sial hari ini.


Fhytri mencoba membuatkan kopi jahe yang minta oleh Denny.


Setelah berhasil meraciknya, Ia menyerahkannya kepada Denny yang baru saja menyantab sup yang dipanaskan olehnya.


"Ini kopinya, Pak" ucap Fhytri dengan berharap ini hukuman terakhirnya.


"Letakkan" titahnya. Saat Ia akan meminta sesuatu lagi, suara dering panggilan masuk berbunyi diphonselnya.


Satu nama yang tertulis 'My lovly' "Hallo, Sayang.. Ada apa?" tanya Denny dengan nada yang begitu lembut.

__ADS_1


"Mas.. Belikan Myra es campur, Myra pengen makan es campur yang didepan kantor Mas itu" ucap Myra dengan nada menghiba.


"Iya, Sayang.. Mas akan belikan dan segera pulang. Apakah ada pesanan lain?" tanya Denny masih dengan nada lembutnya.


Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Fhytri untuk mengendap-endap dan keluar dari ruangan kerja Denny dan bernafas lega. Berharap telfon dari Amyra membuat hukumannya berakhir.


"Belikan rujak yang enak, ya Mas" pinta Amyra dengan manja.


"Oke, Ratuku" jawab Denny berkelakar, membuat Amyra terdengar tertawa dari seberang telefon.


Denny bergegas keluar dari ruangannya dan menuju parkiran mobilnya.


Fhytri yang melihat kepergian Denny bernafas lega "Untung saja pawangnya nelfon, kalau tidak bisa sampai jadwal pulang kerja Aku kena hukuman terus" gerutu Fhytri sembari memegang dadanya.


Denny segera mengendarai mobilnya dan menuju tempat penjual es campur yang mangkal diseberang kantornya.


Entah apa yang kini dirasakan oleh Denny, setiap makanan yang di pesan dan di makan oleh Amyra, Ia juga berselera untuk memakannya.


Tak tanggung-tanggung, Ia sampai memesan 10 porsi dan kini mencari penjual rujak yang seperti dipesan oleh Amyra.


Setelah mendapatkan semja pesanan Amyra, Denny segera pulang kerumah.


Sesampainya dirumah Ia membawa beberapa bungkus dan memberikan sisanya untuk dibagi kepada asisten rumah tangga yang lain dan Ia dengan tak sabar membawa pesanan Amyra kedalam kamar.


Sesampainya dikamar, Ia membuka cup pesanan Amyra. Ia yang tampak bersemangat menyantabnya bahkan wadah cup plastik.


Amyra mengerutkan keningnya melihat Suaminya yang begitu bersemangat dan sangat lahab menyantab pesananya.


"Sebenarnya yang ngidam Aku apa Mas Denny sih?" guman Amyra dalam hatinya.


"Enak, Mas" tanya Amyra yang penasaran dengan cara makan Denny yang lahab.


"Enak.. Coba deh" jawabnya dengan terus menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya.


Amyra tersenyum geli melihat tingkah sang suami yang sedikit berbeda dari hari biasanya.


Sementara itu, Grace menghampiri Fhytri yang masih tampak menyandarkan kepalanya disandaran kursi kerjanya dan mencoba meregangkan otot-otot tubuhnya yang sangat lelah.


"Mbak, Fhyt" ucap Grace dengan penasaran.


Fhytri membuka matanya dan menatap Grace dengan tatapan malas.


"Maafin Aku, Ya. Aku gak nyangka jika kejadiannya sampai seperti ini" ucap Grace dengan lirih.


Fhytri meraih botol minumannya yang terdapat diatas meja kerjanya " Jangan coba-coba membuatnya kesal, karena jika penyakit jahilnya kambuh, bisa lumpuh kamu dibuatnya" ucap Fhytri mengingatkan.

__ADS_1


Grace melongo karena terkejut dengan ucapan Fhytri.


__ADS_2