
Setelah sebulan Kemal sibuk dengan urusan pekerjaan yang diturunkan oleh Kenan padanya, akhirnya Kemal mempunyai kesempatan untuk menikmati harinya dan pergi bertemu dengan teman - temannya dari tim basket dulu yang saat ini mereka telah menjadi seorang mahasiswa, guru, pelatih dan pengabdi masyarakat.
"Hei Kem, wah bro kau sungguh luar biasa setelah menghilang selama 10 tahun tanpa kabar tiba - tiba kembali dan menghubungi kami kalau kau ada di Indonesia." Putra menyapa Kemal yang baru datang dan bertemu di parkiran.
"Bagaimana dengan yang lain?" tanya Kemal pada Putra
"Ya semuanya bagus. Bara telah menjadi pelatih dan guru di sekolah kita dulu." jelas Putra
"Benarkah, aku tak menyangka kalau kak Bara akan jadi seorang guru." jawab Kemal
"Ya dan Angga dia telah menjadi seorang polisi sekarang, ayo masuk mereka pasti sudah menunggu kita. Karena begitu dengar kalau kamu kembali mereka langsung mengadakan pertemuan ini" Putra membawah Kemal masuk kedalam kafe tempat mereka berkumpul
"Oh sayangku" Ajeng langsung menerjang Kemal untuk melepaskan rindu karena sudah 10 tahun tak bertemu.
"Sayang sudah dong, haruskah kau memeluknya begitu erat." Putra merasa cemburu
"Apa kau sudah gila merasa cemburu pada anakmu." Ajeng memukul Putra
"Tapi sekarang dia telah menjelma menjadi seorang pemuda dan pemegang perusahaan besar loh, siapa yang tak akan cemburu. Lihat saja sekarang dia bahkan lebih tinggi dari ku" Putra merajuk
"Kalian?" Kemal menatap Ajeng dan Putra bergantian
"Mereka adalah pasangan Kem." jawab Surya dan Kemal tersenyum
"Selamat untuk kalian berdua." Kemal memberikan selamat untuk Ajeng dan Putra
Malam itu Kemal menghabiskan waktu bersama dengan teman - temanya dan mereka banyak cerita ini dan itu serta mereka sangat menikmati kebersamaan itu, hanya Bara yang tak datang karena dia sedang ada turnamen.
"Kau akan langsung pulang Kem?" tanya Surya pada Kemal
"Hem, kenapa" tanya Kemal
"Apa kau tak penasaran dengan istrimu. Dia sedang dekat dengan orang lain, atau apa kalian sudah tak bersama lagi." tanya Surya pada Kemal penasaran
"Kenapa, apa kau masih mengejar Santi, atau kalian malah sudah bersatu." jawab Kemal santai
Surya tersenyum "kami telah bersama selama 5 tahun ini"
"Oh selamat, kalau begitu aku pulang dulu." Kemal masuk kedalam mobilnya
"Arumi belakangan ini dekat dengan Andi, aku tak tau apa hubungan mereka kalau kata Santi Andi menaruh hati pada Arumi" ucap Surya pada Kemal sebelum kemal pergi
"Baik, terima kasih." Kemal menanggapi dengan biasa saja.
"Apa mereka memang sudah tak bersama ya" Surya menatap penasaran.
...💔💔💔...
Keesokan harinya kemal datang ke sekolahnya dulu dan dia bertemu dengan Bara yang sedang melatih beberapa orang dari tim basket.
"Kak Bara" Kemal mendekat
"Oh Kem, anak - anak menceritakan pada ku kalau kemarin kalian berkumpul bersama. Sorry aku tak bisa datang karena aku ada pertandingan jadi harus menjaga mereka." jelas Bara dan memeluk Kemal
"Tak masalah kak, makanya aku datang ke sini untuk bertemu dengan kakak." Jawab Kemal dan melihat semua orang latihan
"Hei aku dengar dia adalah kak Kemal kapten tim basket yang dulu, dan dia berhenti entah karena apa padahal katanya permainannya sangat bagus." ucap seorang anggota tim basket
"Dia pergi untuk melanjutkan sekolah di luar negeri." jawab Bintang
"Eh memangnya kamu tau? Jangan sok tau kamu, orang di sekolah kita dulu saja tak ada yang tau" jawab teman Bintang dengan menatap kesal pada Bintang.
Bintang tertunduk dan tak berkata lagi, karena Bintang merupakan anak yang pendiam dan tak memiliki banyak teman karena dia tak mau dekat dengan siapa pun. Dia masuk tim basket karena Bara yang memasukkan dia dan karena Bintang suka grogi serta takut pada orang makanya dia tak bisa maksimal bermain saat banyak orang.
"Oh jadi begitu." Kemal tersenyum
"Ya, sebenarnya dia sangat berbakat cuma dia seperti selalu mendapatkan serangan panik saat ada orang yang berteriak" jelas Bara yang sedang menceritakan soal Bintang
"Hai kak, aku mencarimu keman - mana ternyata kakak di sini." kesal Arlan yang akhirnya menemukan kakaknya.
"Oh apakah ini adalah Arlan." Bara menatap dan tersenyum pada Arlan
"Siapa." Arlan menatap Bara
"Dia kak Bara" jawab Kemal
"Oh iya kak aku Arlan" jawab Arlan sopan lalu dia melihat sekeliling.
"Oh, ada adik ipar." Arlan pergi mendekati Bintang yang duduk sendirian di bangku
"Halo" Arlan jongkok dan menatap Bintang
"Oh kak" Bintang kaget dan langsung berdiri.
"Kau di sini berarti kau adalah anggota tim basket." tanya Arlan dan berdiri
"I-iya kak" jawab Bintang
"Iya tapi dia hanya pemain cadangan." jawab teman Bintang lalu mereka tertawa
Arlan melihat hal itu dan dia menyadari sesuatu, kalau di sini Bintang mendapatkan penekanan. Arlan tersenyum dan mendekati Bintang.
"Jika kau bisa mengalahkan ku maka kau bisa minta apa pun dari ku." ucap Arlan menatap Bintang
"Eh." Bintang menatap bingung
"Ayo." Arlan menyeret Bintang ketengah lapangan.
"Aku rasa dia akan menemukan pelatihnya" ucap Kemal yang melihat Arlan menyerat Bintang ketengah lapangan
"Maksud mu, adikmu adalah pelatih tim basket juga." tanya Bara bingung
"Tidak, kakak lihat saja." Kemal tersenyum dan menyaksikan Arlan sama Bintang
"Ayo, hei ayo." Arlan melemparkan bola pada Bintang
"Sebagai adik iparku kau jangan hanya duduk sebagai pemain cadangan, kau setidaknya harus jadi pemain inti atau gantikan kapten mu"
__ADS_1
"Ayo, Bin."
Arlan terus mendesak Bintang yang berdiri mematung ditengah lapangan.
"Bintang." panggil Arlan dengan teriak
"Bee, dengan lembut." teriak Kemal
"Begitu ya" Arlan mendekati Bintang lalu membisikkan sesuatu pada Bintang
"Kau bisa, kau pasti bisa. Ayo tunjukkan pada mereka." Arlan berseru dan akhirnya Bintang pun bermain bersama dengan Arlan dan Bintang penuh dengan senyuman serta semangat.
"Bagus." Arlan terlihat sangat puas dengan permainan Bintang
Semua orang tercengang melihat permainan mereka berdua, karena selama ini Bintang tak pernah maju ketengah lapangan karena dia hanya pemain cadangan.
"Mau bergabung" Kemal mengajak Bara
"Tentu, ayo" jawab Bara
"Kami satu tim" ucap Bara dan mereka pun bermain berempat dengan pasangan Arlan dan Bintang sama Bara dan Kemal.
"Bagus Bintang, kau harus meningkatkan permainan. Jika ada waktu datanglah untuk latihan bersama dengan Bee" ucap Kemal pada Bintang diakhir permainan mereka.
"Ya aku akan melatih mu" jawab Arlan memeluk Bintang.
"Terima kasih kak." Bintang terlihat sangat senang.
...💔💔💔...
"Jadi dia yang namanya Andi" ucap Kemal yang datang ke kampus Arumi setelah dia bertanya pada Amrita
"Apa, siapa kamu" Arumi berkata dengan ketus karena dia tak mengenali Kemal
"Kau tak ingat aku karena sudah ada yang lain" ucap Kemal
"Kau gila ya, aku tak kenal dengan mu" Arumi berkata dengan sewot
"Tunggu." Kemal menahan tangan Arumi
"Hentikan, bukankah dia bilang tak kenal dengan mu. Apa kau orang psikopat yang suka sok kenal dengan seseorang" Andi menahan tangan Kemal
"Lepas" Kemal menatap tajam pada Andi
"Tidak akan sebelum kau melepaskan tangan Arumi" jawab Andi tak kalah tajamnya menatap Kemal
"Hem, kau bukan siapa - siapa." Kemal mendorong Andi dan menarik Arumi
"Em" Arumi berontak namun tenaga Arumi kalah kuat dari Kemal.
Semua orang yang ada di kantin kampus Arumi menatap kaget melihat ulah kemal pada Arumi yang merupakan murid teladan dan baik
"Hei kau" Andi menarik Kemal dan akan mukul Kemal
"Kak Arman" ucap Arumi
"Arumi, kau mengenalnya." Andi bertanya dan menatap Kemal
"Dia..." Arumi mau menjawab tapi tak jadi
"Aku suaminya, ayo jangan jadi wanita nakal saat suamimu tak ada di rumah" Kemal menarik paksa Arumi pergi dari kantin dan menunju ke mobilnya
Semua orang heboh dengan kabar itu, dan langsung menyebar ke seluruh kampus kalau Arumi sebenarnya sudah memiliki suami yang sangat tampan dan juga kaya raya.
"Apa yang kakak lakukan, bukankah kakak bersama dengan kak Maya. Dan lagi Kakak telah pergi selam 10 tahun, lalu jangan bicara sembarangan karena aku bukan istri kakak." Arumi menarik tangannya dari Kenan
"Sudah ku bilang jangan jadi wanita nakal." Kemal berkata dan menatap tajam pada Arumi
"Aku bukan wanita nakal, kenapa kakak mengatakan itu padaku. Apakah aku seperti itu bagi kakak?" Amuri bertanya dengan marah pada Kemal
"Hem, mulai ini wanita" kemal langsung mengangkat Arumi
"Lepaskan aku" Arumi berontak
"Kau ingin aku mencium mu lagi di sini." ancam Kemal
"Masuk dan jangan banyak tingkah" Kemal menutup mobilnya dan melajukannya dengan cepat.
...💔💔💔...
"Ini dimana?" Arumi melihat sekeliling rumah itu
"Ini apartemen papa, duduklah." Kemal berkata dengan halus pada Arumi
"Kenapa kakak membawah ku kemari." Arumi bertanya dan duduk dengan waspada
"Aku ingin bertanya sejak kapan kau bersama dengan pria bernama Andi itu?" tanya Kemal menatap Arumi lurus sambil duduk di depan Arumi
"Memangnya kenapa, aku saja tak pernah tanya atau mencampuri urusan kakak." jawab Arumi
"Oh jadi kau ingin bermain kata dengan ku" Kemal berkata dan melipat lengan bajunya.
"Aku tak ingin berdebat dan aku juga sudah mempunyai kehidupanku sendiri." jawab Arumi dan Kemal menatap Arumi
"Kau yakin" tanya Kemal
"Iya, aku yakin. Bahkan aku sangat yakin" jawab Arumi menatap lurus pada Kemal
Kemal menatap bola mata Arumi dan tak ada keraguan disana, Kemal menghela nafas dalam "baiklah ayo aku antar kamu pulang."
Kemal berdiri dan berjalan kearah pintu, Arumi pun mengikuti Kemal. Sepanjang jalan Kemal tak ada bicara apa pun pada Arumi begitu juga dengan Arumi, dia hanya sesekali melirik Kemal yang terlihat fokus menyetir.
"Sudah sampai, turunlah." ucap Kemal tanpa melihat Arumi
Arumi membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya keluar
"Maaf tadi aku mencium mu secara paksa dan itu tak akan terulang lagi." ucap Kemal dan dia langsung melajukan mobilnya begitu Arumi keluar dan menutup pintu mobil.
__ADS_1
"Kak." Arumi memanggil pelan dan melihat kepergian Kemal
Beberapa hari kemudian Arumi mendapati kemal jalan dengan seorang wanita, merek terlihat sangat dekat dan Kemal seolah tak mengenal Arumi saat mereka berdua berpapasan.
Tanpa disadari Arumi meneteskan air mata melihat hal itu, dia baru sadar kalau perasaannya untuk kemal tak pernah hilang dari benaknya, Arumi pulang dan dia berlari masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan panggilan mamanya.
"Kenapa, kenapa kakak selalu sepeti ini, kenapa!!" Arumi berteriak dan menangis dengan keras.
"Kenapa kakak tak bisa memperjuangkan aku, kenapa kakak selalu pergi meninggalkan aku. Aku benci kakak, aku benci kakak." Arumi terus berteriak dan histeris
"Dasar Arman bodoh, egois, sok cakep. aku benci, aku benci" Arumi terus memaki Kemal dan memukuli bantal yang dipegangnya
Beberapa hari kemudian saat Arumi ada pekerjaan dan dia harus memeragakan baju pengantin serta tampil seperti seorang pengantin wanita dia dikejutkan dengan mati lampu yang membuat semua orang panik.
"San, Santi kau ada disana." Arumi memanggil Santi yang juga ikut dalam acara itu."
Saat lampu sorot mengarah pada Arumi dia merasa kaget dan bingung, Arumi pun berniat untuk turun dari panggung karena dia tak ingin kalau nanti akan terjebak lagi dalam kegelapan.
"jangan pergi dan tetaplah ditempat." ucap seorang MC dan Arumi pun diam
"Marry Me" ucap Kemal berjalan dari belakang Arumi
"Kak." Arumi menatap tak percaya kalau kemal melamarnya di acara itu.
"Terima, terima" teriak semua orang dan Arumi kaget karena ternyata semua orang masih ada ditempat mereka semua saat lampu kembali menyala
"Kenapa kakak melakukan ini" Arumi mulai menangis
"Karena aku ingin menguji mu, apa kau masih mencintai ku atau sudah melupakanku." ucap Kemal
"Kenapa kakak sangat kejam, bahkan kakak berjalan dengan wanita lain selama seminggu ini." Arumi menumpakan air matanya yang selama ini dia tahan
"Hei jangan menangis nanti riasannya hilang." Kemal menyeka air mata Arumi
"Biarin, apa kakak tak suka jika aku jelek." Arumi semakin deras menangis
"Tentu saja tidak, aku mencintaimu." Kemal memeluk Arumi
"Ye..." teriak semua orang lagi
"Kau mau menikah dengan ku, hem" Kemal menatap Arumi
"Mau." Arumi menjawab dan mengangguk
"Makasih sayang" ucap kemal dan dia mencium kening Arumi dengan sangat dalam lalu memeluk erat tubuh Arumi..
"Oh kita beneran berbesan Fa." Amrita sangat bahagia begitu juga dengan Fairi
Akhirnya kemal dan Arumi pun telah resmi sebagai pasangan dan mereka telah melangsungkan pertunangan, karena Arumi ingin menikah saat dia lulus kuliah karena tak ingin mengganggu belajarnya, dan Kemal menerima keputusan Arumi.
"Ih" beberapa teman Arumi menatap tak suka pada Arumi.
Ya setelah kabar pertunangan Arumi dan Kemal tersebar telah membuat Arumi terkenal karena dia menjadi tunangan dari seorang CEO muda yang tampan, dan menimbulkan banyak iri pada beberapa orang wanita.
"Kak, apa sudah selesai pekerjaannya?" tanya Arumi dengan sangat senang saat melihat Kemal datang untuk menjemput dia di kampus.
"Hem, bagaimana belajar mu" tanya Kemal mengusap lembut kepala Arumi
"Baik, hari ini ada tugas dari profesor kakak bantu aku kerjakan ya" Arumi bertingkah manja pada Kemal
"Hem, ada apa dengan mu hari ini" Kemal bertanya karena dia merasa Arumi hari ini berbeda
"Tak ada aku hanya kangen saja sama kakak" Arumi bergelayut di lengan Kemal lalu dia melirik beberapa temannya yang ada disekitar dan memperhatikan dia dan Kemal
"Hem, kau begitu manja" Kemal membawah Arumi ke sisi mobil dan membantu membukakan pintu
Kemal melihat kearah yang tadi dilirik oleh Arumi dan Kemal mengerti kenapa Arumi bertingkah aneh sejak tadi.
"Tunggu" kemal menahan Arumi untuk masuk kedalam mobil
"Iya" Arumi melihat Kemal
"Kau sangat cantik hari ini" puji Kemal dan dia mencium kening Arumi
"Kak" Arumi kaget dan memegangi keningnya dengan malu.
"Masuklah" kemal mendorong Arumi masuk
"Kenapa kakak melakukan itu, memangnya kakak gak malu apa" Arumi bertanya saat kemal sudah masuk mobil
"Kenapa malu kau tunanganku, bahkan aku pernah ******* mu di kantin saat aku bukan siapa - siapa mu" jawab Kemal dan Arumi malu dengan wajah bersemu merah saat dia ingat kejadian beberapa bulan yang lalu
Keseharian kemal dan Arumi adalah bersama, makan bersama, nonton bersama, keluar jalan - jalan bersama, belanja bersama, menemani Kemal kerja hingga larut serta tidur bersama.
Pagi itu Arumi menatap Kemal yang masih terlelap dalam tidurnya dan dia perlahan menyentuh wajah Kemal "kenapa dia begitu tampan dan juga sangat sempurna."
"Kau ingin memanfaatkan aku saat aku tertidur" ucap Kemal yang ternyata sadar dan tau kalau Arumi menyentuhnya
"Tidak aku hanya.." Arumi malu dan berpaling
"Hem, sayangnya kau masih belum istriku. Jika kau sudah istriku pasti aku akan memakan mu saat ini" bisik Kemal dan Arumi semakin malu
"Apa kau tak ada kelas pagi ini, jika ada aku bisa mengantarmu sekalian ke kantor." Kemal bangun dan berjalan ke arah dapur
"Ada tapi kelas siang, oh iya kak. Aku belum bilang sama kakak kalau aku akan ada pekerjaan untuk 1 bulan ke depan di Singapura." ucap Arumi yang mengikuti Kemal keluar dari kamar.
"Eh, kenapa tak bilang dari sebelumnya. Kau ingin menghukum aku dengan berlama - lama lulus agar aku tak bisa menikahi mu dengan cepat" Kemal berbalik dan menatap Arumi
"Itu adalah hukuman untuk kakak karena selama ini kakak tak pernah menjelaskan apa pun pada ku dan juga sudah pergi meninggalkan aku selama 10 tahun tanpa kabar sama sekali" jawab Arumi memajukan bibirnya
Kemal tersenyum "baiklah nanti akan ku antar, apa itu alasan mu memaksakan diri untuk menginap malam ini hem"
"Apa kakak tidak suka" Arumi menatap Kemal
"Suka, tapi kau menyiksaku" jawab Kemal mencolek hidung Arumi
Beberapa hari kemudian Kemal telah sibuk dengan segal urusan pekerjaannya dan Arumi sibuk dengan pemotretan dan modeling, hampir 1 bulan penuh mereka tak saling bertemu atau bicara lewat telepon karena sama - sama sibuk.
__ADS_1
Akhirnya kemal pun mengantarkan Arumi untuk pergi ke Singapura dan Kemal kembali untuk menyibukkan dirinya agar dia tak terlalu kepikiran soal Arumi. Dan saat mereka bertemu kembali kembali Kemal seolah menembus hari - harinya dengan selalu menemani Arumi kemana pun dan tak pernah mau jauh dari Arumi, bahkan saat mereka pulang masing - masing Kemal akan menghubungi Arumi dan melakukam panggilan video sampai mereka tertidur.