Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
episode 18


__ADS_3

Hasrat Denny semakin menggelora saat mencium arom jamu yang semerbak dari tubuh Amyra. Sepertinya Ia mulai menyukai aroma jamu tersebut.


"Kamu sudah membuat Mas tergila-gila, semakin lama kamu semakin membuat Mas tidak konsentrasi" bisiknya, yang terus menyesap seluruh bagian sensitif milik Amyra.


Kedua tangannya sudah menyusup masuk masuk kedalam penutup buah melon milik sang istri. Ia melepaskan pengaitnya, dan tak sabar ingin melahabnya.


Hasrat yang kian memuncak membuat keduanya tampak bergelora, Denny seperti orang yang tak pernah bosan-bosannya menyantap hidangan didepannya.


Ia dengan cepat melucuti seluruh pakaian mereka, hingga terpampang jelas tubuh ramping itu dihadapannya. Meskipun setiap saat Ia melihatnya, namun Ia seperti terhipnotis oleh pesona istrinya sendiri.


Ia melahab habis buah melon itu dengan rakusnya, tangan dan lidahnya bergerilya kemana-mana, dan akhirnya Ia tak sabar memacu juniornya ketempat surgawi yang selalu membuatnya tergila-gila.


Ternyata perawatan yang dilakukan oleh Amyra selama ini sudah membuat sang istri semakin memesona dan membuat jepitan yang sangat kencang dan juga kuat.


"Bagaimana mungkin ada wanita yang bisa menandingi pesonamu, Sayang" guman Denny dalam hatinya.


Ia seperti seorang yang kini tunduk patuh dihadapan sang istri. Denny terus memacu hasratnya, hingga Ia dan Amyra mencapai puncak surgawinya.


Denny memeluk erat sang istri, seolah tak ingin lepas dari istrinya yang kini dalam dekapannya.


"I love U, Sayang.. Kamu sudah membuat Mas merasa gila" ucap Denny sembari mengeratkan pelukannya.


Amyra merasa tersanjung dengan ucapan suaminya. Ia tak menduga jika ramuan dari nenk Rukkayah sudah mampu membuat sang suami bertekuk lutut.


Nenek Rukkayah berpesan kepadanya, jika suami itu yang harus dijaga adalah urusan ranjangnya dan jika suami berhasil betah dengan jamuan istrinya, maka dipastikan suami tidak akan berpindah kelain hati apalagi tergoda dengan wanita lain.


Amyra masih mengingat semua pesan dari neneknya, dan Ia mencoba menerapkannya, Ia tidak ingin Denny kembali lagi tergoda oleh wanita lain.


Baginya cukup sudah pengalaman dimasa lalu menjadikannya sebuah pelajaran yang berharga dan Ia tidak akan membiarkan suaminya kembali tergoda lagi dengan wanita yang lainnya.


Setelah beristirahat sejenak, hasrat Denny kembali bangkit, dan Ia menginginkannya kembali.


Namun bagi Amyra Ia harus mengenyangkan Denny, agar Ia tidak lapar melihat saat melihat wanita diluaran.

__ADS_1


"Mas masih mau lagi?" tanya Amyra menggodanya.


Denny menganggukkan kepalanya "Iya, Sayang.. Kamu sudah membuat Mas ingin makan Kamu terus" ucap Denny dengan penuh hasrat menggebu.


"Ya.. Sudah.. Mas makan saja sepuasnya, tapi jangan lupa, bentar lagi mau jemput Ashraf pulang sekolah" bisik Amyra kepada suaminya.


Denny menganggukkan kepalanya, sebab setelah pertempuran ini Ia juga kembali kekantor, karena masih banyak pekerhaan yang harus diselesaikannya.


Setelah merasa cukup kenyang dengan sajian Amyra, lalu keduanya membersihkan diri dikamar mandi, dan akan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.


Amyra dan Denny menaiki mobil yang berbeda karena tujuan mereka juga berbeda.


Denny kembali kekantorbya. Ia melihat panggilan masuk dari Dwy yang sudah berpuluh kali dan tidak diangkatnya.


Sesampainya dikantor, tampak Dwy memandangnya ketus. Ia dapat menebak jika sekretrisnya itu pasti sedang kesal padanya karena tidak mengangkat telefonnya.


Denny tak perduli, dan hari ini Ia sedang bahagia juga bersemangat untuk melanjutkan pejerjaannya.


Dwy menyodorkan beberapa Map keatas meja kerja Denny dan Ia juga mengirimi pesan emailnya tentang hasil meeting yang digelar pagi tadi dan akan diperiksa ileh Denny.


Denny terus mempelajari semua data dan juga saran dari Dwy. Hingga pukul 5 sore, Denny baru keluar dari ruangan kerjanya.


Denny kembali beranjak dari ruangan kantornya untuk bergegas pulang.


Saat berada diparkiran, Ia tanpa sengaja melihat Julia berjalan menghampirinya.


"Boleh meminta tumpangan? Mobilku tiba-tiba mengalami kerusakan" pinta Julia dengan wajah memelas.


Denny mencoba bersikap profesional dan mengangukkan kepalanya, meski Ia tahu ini sangat berbahaya jika sampai Amyra mengetahuinya, Namun Ia hanya sebatas memberikan tumpangan.


Jukia merasa senang sebab Denny mengijinkannya menumpang.


Mobil pun meluncur membelah jalanan. Didalam mobil, Julia sengaja duduk dengan bergerak-gerak bagaikan cacing kepanasan, sehingga membuat roknya yang sangat pendek tersingkap keatas dan memamerkan kedua kakinya yang putih berkilau hingga hampir kepangkal.

__ADS_1


Sepertinya Julia sedang sengaja memancing aderenalin Denny yang saat ini sedang menyetir.


Bahkan Julia sengaja memakai pakaian yang mengenakan kerah baju berleher rendah dan melebar, memamerkan buah melonnya agar menyembul keluar.


Siapapun yang memlihatnya pasti akan menelan salivanya. Namun Denny berusaha untuk tidak melihatnya, meski terkadang Julia sengaja untuk terus memancing hasrat Denny.


Denny berusaha fokus untuk tetap menyetir, meskipun Ia menyadari jika Julia sedang berniat sengaja untuk memancing hasratnya.


"Kamu turun dimana?" tanya Denny dengan nada datar, tatapannya tanpa ekspresi dan tidak menoleh sedikitpun.


"Aku menginap dihotel X, bisa kamu antarkan kesana?" tanya Julia sembari membusungkan dadanya


Denny menepikan mobilnya ditepi jalan, lalu membuka phonselnya dan mengotak-ngatik sebuah aplikasi.


"Kenapa berhenti disini?" tanya Julia penasaran.


Denny tak menyahutinya, Ia tampak diam dan menatap lurus kedepan.


Tak berselang lama, tampak sebuah taksi online sedang berhenti tepat dibelakang mobil yang ditumpang mereka.


"Aku sudah memesankan taksi online untukmu, keluarlah" ucap Denny dengan nada dingin.


Julia membolakan kedua matanya. Selaam ini Ia tidak pernah ditolak oleh pria manapun. Perlakuan Denny terhadap dirinya membuatnya merasa tersinggung dan ini sangat mempermalukan dirinya.


Dengan rasa kesal dan juga kecewa menggelayuti hatinya.


Julia adalah type wanita yang tidak suka jika ditolak, maka jika Ia menginginkan sesuatu, Ia harus mendapatkannya.


Dengan suasana hati yang sangat kesal, Ia keluar dari mobil Denny dan masuk kedalam taksi online yang sudah dipesankan oleh pria itu tanpa sepengetahuannya.


"Sialan Kamu Denny..! Aku tidak terima jika harus kamu singkirkan seperti ini, dan Aku bukanlah wanita yang pantang menyerah sebelum mendapatkan apa yang Ku inginkan" guman Julia dalam hatinya. Ia melihat mobil Denny terlebih dahulu bergerak maju meninggalkannya.


"Ke hotel Z, Mas." Ucap Julia dengan nada kesal kepada sopir taksi online tersebut dengan nada perintah.

__ADS_1


"Baik, Bu" jawab sopir itu dengan cepat, lalu melajukan taksinya menuju alamat hotel yang diminta oleh penumpangnya.


Sepanjang perjalanan, Denny merasa bergidik membayangkan sikap Julia kepadanya, Ia membuang jauh segala apa yang ada dibenaknya. Ia sudah berjanji tidak akan lagi mengkhianati istrinya, sebab Amyra lah orang yang selalu ada saat dirinya dalam keterpurukan dan kejatuhannya.


__ADS_2