Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
part 23


__ADS_3

"anita anak anak mu sekarang ada di rumah ayah" lapor pak surya pada anita yang sedang sibuk bekerja


"kenapa mereka bisa ada dirumah ayah" tanya anita keheranan


"tadi ayah yang menjemput mereka karena ayah kangen sama cucu cucu ayah, ayah memberitahu kamu karena ayah tidak mau kamu khawatir dengan anak anak mu makanya ayah bawa mereka kesini selain melepas rindu ayah juga bisa sambil menjaga mereka" tutur pak surya


"ya sudah tapi mereka tidak merepotkan ayah kan? " tanya anita khawatir akan merepotkan ayah nya


"justru ayah senang karena ada mereka ayah merasa tidak kesepian lagi malah sekarang ayah sedang merasa bahagia karena di usia ayah ini ayah masih bisa melihat dan bermain bersama cucu cucu ayah" dengan hati yang bahagia pak surya menjelaskan ke anita


"syukurlah kalau begitu, tapi jika ayah kerepotan ayah tinggal bilang sama anita nanti anita akan jemput mereka" kata anita tidak enak hati merepotkan ayah nya yang sudah tua


"jangan, jangan kamu jemput mereka, ayah masih ingin bermain bersama mereka" larang pak surya


"baiklah ayah jika itu yang ayah mau" anita akhir nya menyerah dengan sikap ayah nya


"satu lagi, nanti pulang dari kantor kamu mampir dulu ya kesini karena ada yang mau ayah bicarakan sama kamu"


"apa itu penting ayah" tanya anita


"sangat penting" tegas pak surya


"baiklah ayah nanti anita akan mampir sekalian jemput anak anak juga"


"iya" jawab pak surya sambil memutuskan saluran telepon nya dengan anita.


 

__ADS_1


"apa yang mau ayah bicarakan dengan ku ya, jadi penasaran juga ini mengganggu konsentrasi ku dalam bekerja, tapi aku tidak boleh terganggu dengan itu semua karena masih banyak dokumen yang harus ku pelajari, rasa nya sungguh melelahkan kan tapi ini harus aku lakukan demi masa depan perusahaan ini dan juga demi ayah serta masa depan anak anak ku kelak karena mereka yang akan mewarisi semua ini"pikir anita mensugesti diri sendiri


anita larut dengan pekerjaan nya dan tidak menghiraukan panggilan masuk dari bian


sudah berkali kali bian menelepon tapi masih tidak diangkat juga telepon nya dari anita


"sebenarnya anita kemana sih jam segini belum pulang, anak anak juga tidak ada dirumah, ah bikin kesal saja sudah lama aku menunggu tapi mereka belum juga pulang, awas saja kalau pulang nanti bakalan habis kamu sama aku anita" kata bian kesal


sementara anita sudah selesai bekerja dia melihat HP nya dan terkejut melihat panggilan masuk sebanyak belasan kali dari bian yang masih berstatus suami nya


"ada apa ya dia menelepon ku sampai banyak begini, tapi sudah lah lebih baik jangan hiraukan dia" pikir anita


anita pulang kerumah ayah nya karena mau menjemput anak anak nya serta mau mendengar apa yang mau ayah nya katakan pada nya


"assalamualaikum ayah" anita memberi salam pada ayah nya ketika melihat ayah nya duduk sendiri di ruang tamu


"anak anak mana yah" tanya anita ketika tidak melihat keberadaan anak anak nya di situ


"mereka ada di kamar masing masing" jawab pak surya


"ayah mau ngomong apa tadi sewaktu di telepon" tanya anita langsung


" begini nak, apa rumah tangga kamu sedang bermasalah" tanya pak surya


"emm ayah tau darimana kalau rumah anita sedang ada masalah" anita berkata jujur


"ayah sudah tau sejak lama nak tapi ayah masih ragu untuk bertanya" jawab pak surya

__ADS_1


"aku juga masih bingung mau di apakan karena sakit hati ini sudah tak terbendung lagi ayah" anita menceritakan perihal rumah tangga nya dengan perasaan sedih, akhir nya dia bisa berkata jujur pada ayah nya


"kenapa kamu tidak berkata jujur sama ayah nak" pak surya juga ikutan sedih setelah tau kebenaran nya dari anita sendiri


"aku bingung yah"


"bingung kenapa nak, ini ayah mu yang siap mendengar kan semua keluh kesah mu" pak surya memberi pengertian kepada anita


"iya ayah, anita minta maaf" kata anita


"kamu tidak perlu minta maaf nak, justru ayah yang seharusnya minta maaf karena selama ini sudah menelantarkan kamu" sedih pak surya


"iya ayah aku sudah memaafkan ayah" anita tersenyum kepada ayah nya


mereka sama sama merasa lega karena sudah bisa saling memaafkan


"nak, ayah mau kamu sama anak anak mu mulai sekarang tinggal disini" kata pak surya lagi


"tapi yah kami masih punya rumah dan takut nya nanti ayah anak anak akan mencari kami" kata anita cemas


"sudah, kamu tidak perlu mencemaskan itu semua karena ayah akan mengatur semua nya" sahut pak surya tegas


"ayah cuma mau bertanya sesuatu"


"tanya apa yah" tanya anita


"apa kamu masih mencintai suami mu dan apa kamu masih mau melanjutkan pernikahan ini" Tanya Pak Surya tegas

__ADS_1


"aku sudah lama memutuskan kalau mau berpisah dari bang bian, karena luka hati yang dia torehkan cukup dalam dan itu sangat menyakitkan rasa nya" anita mengahpus air mata yang jatuh ke pipi nya


__ADS_2