
Ia segera masuk kedalam kamar hotel dengan terus didekap oleh Denny, kemudian Amyra menutup pintu dan menguncinya.
Sedangkan wanita yang berada dilantai kamar hotel,tampak melepaskan cengkraman tangannya dari pergelangan kaki Denny. Amyra mencoba mengingatnya, dan memorynya menemukan jika wanita itu adalah pengirim pesan gambar dan si penelefon gelap tanpa nama tersebut.
Wanita itu tersenyum menyeringai. Ia berharap Amyra menampar Denny dan pergi meninggalkan kamar hotel lalu mengajukan perceraian karrna melihat Dennya sedang berduaan dikamar hotel dalam kondisi tanpa busana.
Namun diluar dugaan Julia, Amyra berbalik dari apa yang difikirkannya, Amyra tersenyum membalas tatapan seringai Wanita ja-lang diatas lantai kamar.
Ia mendekap suaminya, lalu membalas cumbuan sang suami yang kini sedang dikuasai hasrat menggebu.
Denny yang melihat balasan cumbuan Amyra dihadapannya, seperti singa lapar dan mencumbu istrinya dengan sangat buas.
Julia membolakan matanya, sedangkan Amyra sengaja mempertontonkan kemesaraan dan cumbuan mereka dengan sangat panas tepat dihadapan sang pelakor.
"Sayang.. Amyra.." racau Denny yang seakan tak ingin melepaskan wanitanya.
"Iya.. Mas.. Lepaskan semua hasratmu, Sayang.. Myra disini untukmu" jawab Amyra semakin memanasi Julia yang menatap dengan sangat penuh amarah.
Julia sangat kesal mendapati kenyataan yang ada, bukan seperti ini yang diharapkannya. Ia berharap Amyra memaki Denny ataupun memviralkan prilaku suaminya.
Disisi lain,Denny yang dalam kekacauannya mencumbu Amyra dan melepaskan hasratnya dengan sangat lapar, sebab Ia dipengaruhi obat pembangkit hasrat.
Julia yang tidak tahan menyaksikan semua itu merasa terbakar hatinya.
Ia berniat hendak pergi dan keluar dari hotel. Namun naasnya pakaiannya berserakan diranjang dan kini sedang menjadi alas pergumulan panas suami istri tersebut.
Setelah Denny mencapai puncaknya yang kesekian kalinya, akhirnya pria itu terkapar dalam puncak surgawinya.
Amyra yang menyelesaikan tugasnya dengan baik, meraih underware milik Julia yang tercecer diatas ranjang dan lantai.
Lalu Ia membalas semua niat jahat Julia dengan cara menjadikan pakain Julia sebagai alat membersihkan sisa-sisa cairan surgawi mereka, lalu melemparkannya kepada wanita pelakor yang kini menatapnya tak suka.
Julia yang merasa sangat kecewa karena apa yang direncanakannya tidak sesuai dengan ekpektasi berusaha bangkit dari lantai dan berdiri dengan sempoyongan.
Julia menatap penuh dengan sangat amarah kepada wanita dihadapannya, sebab Amyra telah mengotori pakaian dalamnya dengan cairan surgawi mereka.
__ADS_1
Amyra tak merasa takut sedikitpun. Denny adalah suaminya, dan Ia akan menjaga kehormatan suaminya dengan menjadi pakaian sang suami.
Amyra mengenakan underwarenya, sebab Denny tak sampai melucuti pakaiannya semua karena sudah sangat mendesak ingin menuntaskan hasratnya.
Setelah itu, Ia menyelimuti tubuh suaminya agar tak menjadi santapan mata wanita ja-lang tersebut.
Julia meraih rok span pendeknya dan mengenakannya, lalu memungut bra dan juga pakaiannya, sedangkan underwarenya Ia pungut dan melemparkannya kepada Amyra yang telah berani mengotori dengan cairan surgawi mereka.
"Dasar Kau, wanita sialan!! Berani-beraninya Kau mengotori underwareku dengan najismu" maki Julia dengan geram.
Amyra tersenyum sinis, menatap tanpa gentar.
"Bukankah wanita sialan itu adalah Kau..?! Merendahkan dirimu meminta untuk disenggamai pria beristri.. sungguh sangat murahan!" Ucap Amyra dengan nada mencibir.
"Kau terlalu bersikap kampungan.. hubungan antar rekan bisnis dan saling memuaskan satu sama lain itu adalah hal biasa, dan aku yakin jika suamimu juga sering melakukannya" jawab Julia mencoba memanaskan hati Amyra.
Amyra tersenyum dengan sahaja "Tetapi Ia tidak menyukainya, hanya Kau saja yang terlalu percaya diri dan berambisi." Jawab Amyra dengan tenang.
"Ciiih.. bagaimana mungkin Kau mempercayai suamimu yang tertangkap basah tanpa sehelai benangpun didalam kamar hotel bersama wanita lain?" Ucap Julia dengan nada mengejek.
"Aku mempercayainya.. ini semua karena Kau yang menjebaknya, kau mencoba memperangkapnya" jawab Amyra.
"Bisa-bisanya Kau mengatakan hal tersebut, dasar Kau ini wanita lugu yang dapat ditipu oleh suamimu. Sudah jelas suamimu berduaan didalam kamar hotel masih saja Kau membelanya" ucap Julia dengan cibiran.
"Karena Aku lebih pintar darimu, maka Aku lebih percaya suamiku ketimbang wanita murahan sepertimu.. keluarlah dari kamar ini, sebelum Aku memanggilkan security untuk menyeretmu keluar" titah Amyra kepada Julia.
"Sialan, Kau..! Apakah Kau tidak tahu siapa Aku? Aku penanam saham terbesar diproyek suamimu? Aku akan mencabut sahamku dan membuat perhitungan kepadamu" ancam Julia dengan nada penuh amarah.
Amyra tetap berusaha tenang dengan ancaman dari Julia "Silahkan saja.. suamiku juga tidak butuh orang sepertimu.." jawab Amyra dengan tegas.
Julia beranjak dan ingin mengambil tas miliknya yang berada diatas meja nakas.
"Stop.. jangan mencoba melangkah kemari, aku tidak ingin Kau melirik suamiku yang sedang terbaring diranjang" ucap Amyra yang membuat telinga dan hati Julia semakin terbakar.
Julia membolakan matanya "Dasar sialan.. aku hanya ingin mengambil tasku.." ucap Julia berang.
__ADS_1
Amyra melirik tas milik Julia diatas nakas, lalu berjalan menghampiri meja nakas.
Saat ini, mata Amyra melihat sebuah bungkusan plastik berwarna putih bening berisi 3 pil yang tersisa didalam tas tersebut.
Amyra menduga jika itu adalah pil pembangkit hasrat yang digunakan oleh wanita itu untuk menjebak suaminya.
Dengan cepat Amyra meraihnya dan menggenggamnya. Ia ingin membalas semua sikap keji Julia kepada Denny.
Amyra memungut tas milik Julia, dan berjalan menghampiri wanita tersebut.
Julia merasa heran dengan sikap Amyra yang tampak biasa saja dan berniat menyerahkan tas miliknya.
Setelah posisi mereka dekat, Amyra membuka pintu kamar hotel, dan menatap Julia "Keluarlah dari kamar ini" ucap Amyra dengan tatapan tak suka.
Julia sedikit curiga dengan sikap Amyra yang tampak tenang.
Dengan perasaan kesal Ia berjalan dengan perasaan kesal dan ingin meraih tas miliknya yang dipegang oleh Amyra.
Saat jarak mereka sudah dekat, Amyra menyergap Julia dengan cara mengunci tangan Julia kebelakang, lalu memasukkan ketiga sisa pil tersebut kedalam mulut Julia, lalu membekap mulut wanita itu hingga terpaka menelan seluruhnya.
Julia merasakan sakit ditenggorokannya, karena pil tersebut tersangkut ditenggorakannya tanpa pendorong air setetespun.
Dengan cepat Amyra mendorong Julia keluar dari kamar, lalu melemparkan tas milik Julia secara bersamaan.
Julia tersungkur dilantai koridor. Peristiwa itu disaksikan oleh tiga pria bule yang baru saja tiba didepan kamar mereka.
Tiga orang pria bule itu menatap Julia yang tampak berantakan. Rok span miliknya tersingkap keatas tanpa menggunakan underware, sebab Ia tadi melemparkannya kepada Amyra dan tertinggal dikamar hotel yang kini dihuni Amyra dan juga Denny.
Ketiga bule itu saling pandang dan menganggukkan kepalanya. Tanpa menunggu lama, ketiganya menyeret Julia masuk kedalam kamar yang berhadapan dengan kamar Denny.
Tindakan ketiga pria bule itu membuat keiga pil yang tersangkut ditenggorokan Julia tertelan dengan sempurna.
Julia ingin memberontak, namun reaksi dari ketiga pil yang tertelan itu begitu cepat karena dosis yang berlebihan.
Wajah Julia memerah menahan gejolak hasratnya.
__ADS_1
Ia ingin memberontak, namun hati dan tubuhnya bertentangan. Ketiga pria bule itu tertawa melihat Julia yang tampak gelisah. Mereka menyadari jika wanita itu dalam kondisi kacau.