
Saat semua orang sedang asik berbincang dan saling mengenal tiba - tiba muncul dua orang wanita yang menarik perhatian semua orang. Dan kedua wanita itu berpenampilan ala model dengan gaun yang menjuntai dan berbentuk V dibagian depan dan bagian belakang terbuka dengan hiasan mutiara yang terangkai dengan indah menutupi bagian punggung kedua wanita itu.
"Oh siapa wanita - wanita itu, dia sungguh sangat menawan dan benar - benar wanita idaman." kasak kusuk semua orang yang melihat dua wanita berjalan masuk kedalam ruang perjamuan dimana diadakan pesta nyonya Ayu.
Saat kedua wanita itu berjalan masuk semua mata menatap mereka penuh kagum, dua wanita yang berjalan dan dengan gaun yang sangat mewah serta senyuman yang menawan itu berjalan mendekati nyonya Ayu dan tuan Bagus yang saat itu sedang berdiri dan berbincang dengan beberapa orang pebisnis, yang juga ikut terpukau kagum melihat dia wanita itu.
"Nyonya tuan rumah." tanya kedua wanita itu saat dia berdiri tepat didepan nyonya Ayu
"Oh, iya." jawab nyonya Ayu penasaran.
"Maaf kami dikirim oleh nona kami untuk menyampaikan permohonan maaf pada anda atas ketidak sediaannya beliau untuk hadir karena adanya kerepotan yang mendadak." ucap salah satu dari wanita itu.
"Nona kami juga berkata semoga anda dan para tamu undangan anda bisa menikmati semua hidangan dan juga kemewahan yang diberikan oleh nona kami." wanita satunya ikut berkata.
"Oh iya, iya tak apa. Tapi aku berharap nanti bisa ketemu dengan dia karena aku sangat ingin bertemu dengannya untuk mengucapkan rasa hormat dan terima kasih ku atas segalanya." ucap nyonya Ayu dengan bangga.
"Apakah ada yang nyonya butuhkan lagi? Karena nona kami meminta pada kami untuk bisa membuat anda dan para tamu undangan anda merasa puas dan bahagia." wanita itu berkata dan nyonya Ayu terlihat tertegun dengan apa yang ditanyakan oleh kedua wanita itu.
"Maksudnya bagaimana ya? Kenapa majikan kalian ingin kalian agar melayani di pesta yang sedang ku adakan." Nyonya Ayu bertanya dengan curiga.
"Maafkan kami nyonya, sebelumnya tolong perkenalkan kami saya adalah Anita dan dia teman saya Sabrina. Kami dari dunia hiburan, kami berdua bisa memainkan alat musik dan juga bernyanyi. Nona kami meminta kami untuk bertanya pada anda jika anda mau kami bisa memberikan hiburan kepada anda dan para tamu undangan anda untuk menyanyikan sebuah lagu atau memainkan alat musik selama pesta berlangsung." jelas Anita pada nyonya Ayu dengan sadar.
"Oh begitu maksudnya. Baiklah kalau begitu kalian bisa bermain musik untuk ku dan para tamu ku." ucap nyonya Ayu
"Baik nyonya dengan senang hati, silakan menikmati permainan musik kami berdua." ucap kedua wanita itu sambil tersenyum dengan anggun dan berbalik lalu berjalan menuju ke atas podium untuk memberikan hiburan pada para tamu. Wanita yang satunya bermain piano dan yang satunya lagi dengan biola. Perpaduan irama musik yang sangat merdu membuat suasana pesta menjadi semakin menyenangkan.
"Siapa mereka ma.?" Tyas mendekati mamanya dan bertanya penasaran sama mamanya.
__ADS_1
"Aku juga tak tau karena dia tak menunjukkan dirinya dan hanya menyampaikan pesan lewat orang - orangnya saja." Nyonya Ayu berkata dengan penasaran juga.
"Sepertinya dia adalah orang yang disuruh oleh pemilik hotel ini untuk menghibur kita, aku jadi penasaran siapa orang itu. Kenapa dia memberikan fasilitas kepada kita sampai seperti ini, karena selama 1 tahun ini bukankah mama tak pernah berhubungan dengan para petinggi lagi." Tyas berkata dengan heran.
"Sudah biarkan saja, jika dia adalah orang yang bisa dimanfaatkan itu juga akan lebih bagus lagi." Nyonya Ayu berkata dengan percaya diri.
"Benar, jika dia seorang pebisnis pasti dia memiliki penilaian atau pandangan yang bagus." Tuan Bagus ikut berpendapat dan nyonya Ayu mengangguk dengan senyum puas.
"Terserah aku mau ke mas Kenan dulu." Tyas pun pergi mendekati Kenan.
Dengan perencanaan yang matang Tyas telah menyiapkan sesuatu untuk dilakukan dengan Kenan, dan malam itu membuat Tyas mendapatkan kesempatan yang sangat bagus karena ada begitu banyak orang jadi Kenan tak akan waspada serta berhati - hati karena semua orang juga mengambil dan meminum minuman yang disediakan oleh seorang peramu saji.
"Bagus sekali mas Kenan, minum sampai habis dan setelah itu kau akan masuk kedalam pelukanku." Tyas bergumam dengan puas.
"Selamat malam mas Kenan, apakah mas Kenan menyukai pestanya? Karena dengan adanya permainan musik dari mereka berdua menambah suasana menjadi sangat bagus kan mas." Tyas berkata dan terus mendekat serta memberikan stimulasi pada Kenan lewat sentuhan lembut dan juga tendangan tubuh Tyas yang dengan sengaja menabrak Kenan karena adanya orang yang menabrak Tyas
"Tuan Kenan ada apa? Apa ada yang salah?" tanya seorang pemuda yang tadi sedang berbincang dengan Kenan.
"Oh tak apa, aku tak papa." Kenan berkata sambil tersenyum, namun keringat mulai keluar dari tubuh Kenan karena Kenan merasa kepanasan.
"Eh iya, kenapa kok mas Kenan mengeluarkan begitu banyak keringat, apa mas Kenan sedang sakit? Mau aku bantu untuk istirahat sebentar mas, mungkin dengan begitu nanti mas Kenan akan baikan." Tyas menawarkan diri dan tak lupa untuk selalu menyentuh Kenan untuk memunculkan efek dan reaksi yang ditimbulkan karena obat yang tadi dimasukkan Tyas dalam minuman.
"Bagus sekali, sepetinya dosis obat yang diminum oleh mas Kenan adalah dosis yang tepat. Karena jika tidak maka aku akan terus menambahnya sampai dia benar - benar lupa akan akal sehatnya" Tyas berkata dalam hati dengan senyuman yang penuh arti.
"Minggir lah aku mau ke kamar mandi." Kenan mendorong Tyas menjauh dari dirinya.
Terlihat Kenan menahan diri saat dia berjalan di koridor dan sesekali menarik dan menghembuskan nafas dengan kasar. Kenan berjalan mulai tertatih dan sesuatu yang ada didalam diri Kenan semakin bergejolak membuat Kenan semakin banyak mengeluarkan keringat.
__ADS_1
"Sial, sepertinya ada yang sengaja membuat ku terjebak seperti ini. Tapi siapa orangnya yang berani melakukan hal ini padaku." Kenan bergumam dan menatap dirinya sendiri yang memantul dari kaca.
Sementara itu seseorang dari balik layar memerintahkan kepada anak buahnya untuk memulai aksinya pada orang yang diinginkannya dan dengan cepat para peramu saji itu membawah Handoko yang mulai terpengaruh obat yang dengan sengaja dimasukkan kedalam minumannya, dan saat Handoko mau pergi karena merasa pusing para peramu saji membuat Handoko jatuh pingsan lalu mengamankannya.
"Halo, kami sudah mengamankan orangnya sekarang bagaimana?" tanya seorang peramu saji lewat panggilan telepon.
"Bawah dia ke kamar yang ku sebutkan lewat pesan singkat." perintah orang dari telepon.
Dengan cepat Handoko yang sudah pingsan dibawah kedalam sebuah kamar yang sudah disiapkan dan di kamar itu sudah ada beberapa orang wanita yang disewa untuk melakukan sesuatu dengan Handoko. Setelah meletakkan Handoko ditempat tidur mereka menyalakan semua karena yang sudah diletakkan disetiap sudut kamar itu.
Sementara Kenan yang ada di kamar mandi diikuti oleh Tyas karena dia tau kalau obat yang dimasukkannya kedalam minuman Kenan sudah mulai bereaksi. "Mas Kenan, apa mas Kenan tak apa? Mas...mas Kenan."
"Halo pak, iya saya mengerti, baik, baik pak." Agus yang menerima panggilan telepon dari Kenan langsung menghubungi Farid untuk menggantikan dia hadir dalam pesta, setelah itu Agus mencari Kenan ke kamar mandi untuk melihat dan membawahnya pergi dari pesta itu.
"Non Tyas, maaf kenapa non Tyas ada di sini? Ini adalah toilet pria." tegur Agus yang melihat Tyas berdiri didepan pintu toilet.
"Oh, asisten Agus aku khawatir dengan mas Kenan. Karena sudah lama sekali dia didalam dan masih juga tak keluar, padahal aku sudah memanggilnya dari tadi" Tyas memasang wajah khawatir didepan Agus.
"Oh, tidak apa sekarang ada saya di sini. Sebaiknya non Tyas kembali saja ke pesta karena tidak akan baik jika ada orang yang melihat seorang model terbaik dan juga putri dari tuan rumah pesta ini ditemukan sedang berdiri didepan pintu toilet pria." Agus berkata dengan sopan pada Tyas
"Tapi..." Tyas terlihat sedikit kesal pada Agus, namun dia tak bisa menunjukkan langsung pada Agus karena takut kalau nanti Agus akan curiga.
"Baiklah kalau begitu aku permisi dan tolong jaga mas Kenan." Tyas dengan rasa kecewa pergi meninggalkan Agus.
"Syukurlah dia bisa diusir." Agus terlihat lega saat Tyas pergi.
Dengan perasaan kesal dan juga dongkol Tyas menggerutu sendiri karena rencananya gagal untuk mendapatkan Kenan gara - gara Agus datang. Dan dengan kesal Tyas langsung menghabiskan dua gelas minuman sekaligus.
__ADS_1