
Grace berjalan menyusuri koridor kantor untuk membawakan laporan yang baru saja dikerjakannya.
Sepatu highless dipadu dengan rok super ketat diatas lutut dan blush atasan berwana putih yang ketat, sehingga membuat kedua buah melonnya seakan sesak hendak mencuat keluar.
Ia berjalan seolah bagaikan pragawati diatas catwalk yang berlenggak-lenggok memamerkan keindahan tubuhnya.
Saat akan masuk keruangan Denny, Ia tanpa terlebih dahulu mengetuk pintu masuk menyelonong saja, hingga Ia tanpa sengaja bertabrakan dengan Denny sehingga membuat keduanya terjatuh dan saling menindih.
Grace terjatuh tepat diatas tubuh Denny, yang membuat kedua melonnya menekan dada bidang mikik Denny.
Saat tersadar, Denny terperangah, dan segera berusaha untuk bangkit "Heei.. Menyingkirlah dariku" ucap Denny yang berusaha menyingkirkan tubuh sekeretarisnya itu dari tubuhnya.
Namun tampaknya Grace dengan sengaja tak ingin menyingkir dan semakin menekankan benda kenyal itu didada Denny dengan bergerak liar.
Secara bersamaan Tony datang untuk memasuki ruangan Bos nya, namun terhalang oleh adegan yang terpampang didepannya.
"Ton.. Bantu singkirkan tubuh Grace dariku" pinta Dennya kepada pria yang berdiri diambang pintu menatap mereka yang saling tindih.
Dengan cepat Tony menarik tubuh Grace agar menjauh dari Bos-nya.
Tony yang merupakan seorang seorang administrasi keuangan merasakan jakunnya naik turun saat melihat staylis yang digunakan oeh Grace, ditambah Ia melihat rok Grace tersingkap saat berada diatas tubuh Denny sehingga memperlihatkan pangkal kakinya yang putih mu- lus dan bongkahan bokongnya yang menggiurkan.
Tony yang sudah 4 bulan menduda karena ditinggal kabur oleh istrinya karena kepergok ketahuan selingkuh bersama wanita lain.
Dan 4 bulan menduda tentunya membuat Tony merasakan sangat berhasrat saat melihat hal seperti itu.
Denny berusaha bangkit, lalu membenahi dasi dan jasnya yang berantakan.
"Kamu ini kalau mau masuk ketuk pintu dahulu! sembarangan saja!" ucap Denny ketus dengan tatapan kesal.
"Iya.. Maaf, Pak" ucap Grace sembari merundukkan kepalanya, dalam hatinya Ia sangat kesal dan suatu saat akan membalas sikap Denny yang tampak acuh kepadanya.
__ADS_1
Denny mengibaskan pakaiannya yang tampak sedikit berantakan karena peristiwa barusan.
"Kalian berdua masuklah dahulu, saya ada keperluan sebentar, 30 menit lagi saya kembali" titah Denny yang melirik arlojinya.
Lalu kedua orang tersebut masuk keruangannya. Dan Denny segera bergegas keluar dari ruanganhya dan tampak tergesah-gesah.
Sebenarnya Ia hanya memiliki keperluan untuj membeli es campur, lalu mengantarkannya kepada Amyra dan balik lagi ke kantor.
Peristiwa ngambeknya Amyra waktu kemarin membuatnya tak ingin mengulangi kesalahannya, bahkan Ia selalu memesan kepada pedagang es tersebut untuk menyisakan dua cup untuknya setiap hari, dan Amyra meminta Denny yang mengantarkannya ke rumah.
Sementara itu, Tony dan Grace menunggu diruangan kerja Denny. Keduanya duduk diatas sofa dan masih dalam berdiam diri.
Tony melirik kedua bongkahan milik Grace yang tampak begitu menggiurkannya, apalagi saat ini keduanya sedang duduk berduaan tanpa siapapun.
Tony yang sedari tadi melirik Grace tampaknya disadari oleh wanita itu. Ia sengaja memancing Tony yang tampak gelisah karena memandanginginya.
Sebenarnya Tony sudah lama memperhatikan Grace. Tony merupakan Pria hyper yang selalu bergonta-ganti pasangan, sehingga istrinya merasa tidak tahan untuk menjadi pasangannya dan memilih kabur.
Grace menyandarkan kepalanya disandaran sofa, lalu berpura-pura memejamkan kedua matanya, Ia ingin melihat reaksi Tony seperti apa, sebab Ia mendengar bagaiamana desas-desus kabar yang mengatakan jika Tony adalah pria agresif.
Ia berniat akan menaklukkan Denny suatu saat nanti.
Namun saat ini, Ia ingin mencoba bagaiamana bermain dengan karyawan bagian keuangan tersebut, Ia dapat menduga jika Tony tentunya banyak uang dengan jabatan yang dipegangnya.
Grace menaikkan kaki kanannya diatas kaki kirinya, sehingga membuat pangkal kakinya sangat terlihat jelas.
Tony yang sudah tampak gelisah berpura-pura menjatuhkan pen-nya, dan merunduk mencari pena yang terjatuh yang berada tepat dibawah kaki Grace.
Tony sengaja menyentuh kaki Grace saat meraih pena tersebut, dan sepertinya wanita itu tanpa reaksi.
Setelah mendapatkan penanya, Tony kembali menyentuh betis Grace seolah tanpa sengaja, namun wanita masih diam.
__ADS_1
Sebagai seorang pria yang berpengalaman dalam hal merayu wanita, tentu Ia menyadari jika Grace tampaknya sengaja sedang memancingnya.
Tony kembali duduk disisi Grace dengan jarak yang semakin dekat. Ia melihat arloji ditangannya, masih ada waktu 20 menit lagi saat menunggu Denny memasuki ruangan kerja.
Tony meletakkan tangannya dikedua pa- ha milik Grace yang saling menindih. Bukannya menepiskan tangan Tony, Ia merubah posisi kakinya dan sengaja seolah membukanya lebar memberi akses masuk untuk tangan Tony lebih dalam menjelajah.
Melihat Grace yang memberikan peluang, Tony semakin berani, Ia memberikan sentuhan dipangkal pa- ha milik grace, lalu mencari titik terlemah wanita itu dan bermain disana.
Melihat grace menikmati sentuhannya, Ia tersenyum licik, lalu tangan satunya merambah ke buah melonnya, menysusup masuk dan memainkan benda kecil diunung melon tersebut.
Namun aksi Tony terhenti saat mendengar handle pintu dibuka. Ternyata Denny datang lebih cepat dari yang diperkirakannya.
Lalu keduanya membenahi duduk mereka.
Denny melangkah menuju meja kerjanya dan diikuti keduanya.
Lalu Grace membenahi kancing blush yang telepas satu kancingnya karena perbuatan Tony barusan.
Keduanya tampak seperti tidak ada masalah, dan berpuara-pura diam menghadap kepada Denny dikursi putar yang menghadap meja kerja Denny.
"Saya ingatkan kepada Kamu, besok gunakan pakaian yang tertutup, coba lihat cara berpakaian Fhytri, Ia menggunakan celana panjang dan juga baju panjang yang tidak ketat sepertimu" ucap Denny dengan sedikit kesal.
Perkataan Denny barusan tentu saja membuat Grace semakin kesal. Ia semakin ingin melihat dimana rasa pertahanan Denny yang begitu mengacuhkannya.
Belum ada pria yang bisa lari dari perangkapnya, contohnya Tony saja sudah tak berdaya dengan sekejab, dan Ia yakin saat ini Tony sedang gelisah.
""Baiklah.. Saya ingin memberitahukan jika esok ada pertemuan dengan kolega baru kita. Beliau akan menjadi distrubutor bagi perusahaan ini, dan Kamu grace, beri sambutan yang membuat tamu kita terkesan, dan jangan berpakaian seperti ini lagi" ucap Denny mengingatkan kembali pakaian Grace yang membuat wanita itu semakin muak.
"Dan Tony, segera buat laporan keuangan tentang penjualan barang produksi untuk bulan ini, dan esok kamu ikut juga bersama saya. Buat laporan laba dan rugi dengan balance" ucap Denjy sembari menatap kepada Tony.
"Baik, Pak.." jawab Tony dengan cepat.
__ADS_1
"Sekarang kalian boleh keluar, persiapkan semuanya esok" ucap Denny mengakhiri ucapannya.
Tony dan Grace mengangguk secara bersamaan, lalu keluar dari ruangan kerja Denny.