Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 186


__ADS_3

Denny dan Amyra saling pandang dan tentu hal ini sangat membingungkan.


"Maaf, Pak.. Saya melakukan tindak asusila terhadap siapa? Saya merasa tidak pernah melecehkan siapapun" protes Denny, dan tidak ingin dibawa kekantor polisi.


"Nanti silahkan Bapak beri keterangan dikantor polisi" ucap Seorang polisi menegaskan.


Amyra menatap suaminya, lalu menganggukkan kepalanya. Denny merasa tidak ingin pergi, sebab Ia merasa tidak bersalah.


"Pergilah, Mas... Jangan pernah takut jika Kamu tidak bersalah.. Nanti Myra akan menyusul kekantor polisi, Myra akan berdiskusi dahulu kepada Mbak Ridha" ucap Amyra menguatkan hati Denny, suaminya.


Melihat dukungan dari sang istri, akhirnya Denny menuruti polisi yang membawanya kedalam mobil.


Setelah Denny dibawa ke kantor polisi, Amyra menemui Mbak Ridah dan meminta untuk menjaga Najma dan juga Ashraf.


Amyra berpesan agar Mbak Ridha jangan mengatakan apapun tentang kejadian ini kepada kedua buah hatinya. Ia berpesan jika nantknya Najma dan juga Ashraf bertanya agar mengatakan jika Kedua orangtuanya sedang berada diluar kota karena suatu urusan pekerjaan.


Setelah berpesan kepada Mbak Ridha, Amyra menghubungi papa mertuanya, meskipun sudah pukul 11 malam, namun Ia juga membutuhkan dukungan dari papa mertuanya.


Suara panggilan telefon tersambung " Pa.. Mengganggu.. Ini ada sedikit masalah" ucap Amyra tanpa basa-basi, lalu menceritakan semua permasalahan yang terjadi.


Tampak Rudy terdiam mendengarkan semua penuturan yang diucapkan oleh menantunya. "Baiklah, Papa akan segera kesana" jawab Rudy dengan cepat.


Amyra merasa sedikit lega, Lalu Ia mengakhiri panggilan telefonnya, dan menuju bagadi mobil, lalu meluncur kekantor polisi.


Dikantor polisi, Denny dimasukkan kedalam ruang penyidikan dan dimintai keterangannya.


Denny terus membantah dan memberikan keterangan yang sama saat penyidik terus-menerus menekan dan memaksanya untuk memberikan keterangan.


"Apa yang Anda lakukan saat didalam kamar hotel bersama saudari Julia?" tanya penyidik tersebut dengan nada penuh selidik.


"Tidak ada.. Bahkan Ia sendiri yang mencoba berbuat asusila kepada saya" bantah Denny mencoba memberikan keterangan yang sejujurnya.


"Namun menurut pengakuan korban, Anda memberikan pil penambah hasrat kepadanya, lalu melakukan tindakan asusilah secara brutal, dan banyak bekas luka diseluruh sekujur tubuhnya" ucap penyidik dengan nada penuh penekanan.

__ADS_1


"Itu menurut pengakuannya.. Sedangkan istri saya menjadi saksi dari semua yang terjadi.. Julia yang mencoba menodai saya..!" bantah Denny dengan wajah penuh amarah.


Seketika itu, untuk sementara waktu penyidikan dihentikan dan dilanjutkan esok pagi. Saat ini Denny terpaksa menginap di ruangan tahanan.


Namun karena Amyra telah mengurusnya, maka Denny mendapatkan ruangan khusus yang menyediakan kasur untuknya.


Amyra menjenguknya sekejab. Ia meyakinkan Suaminya jika semuanya akan baik-baik saja.


Dukungan dari Amyra membuat sangat begitu kuat dalam menjalani ujian yang sedang mereka hadapi.


"Mengapa ujian selalu datang dalam hidup Kita, Sayang" ucap Denny lirih.


"Itu karena Rabb lebih tahu jika Kita memliki kemampuan untuk melewatinya, dan yakinlah.. Allah akan menaikkan derajat Kita" ucap Amyra meyakinkan.


Denny merasakan sedikit kesejukan dihatinya, Ia merasa sangat bahagia saat melihat Amyra yang kini tampak lebih tenang dan juga bersikap dewasa dalam menghadapi masalah yang terjadi.


"Ini Myra bawakan perlengkapan shalat, tadi Mas belum shalat Isya.. Pintalah pada-Nya untuk memperlihatkan kebenaran yang sebenarnya, dan yakinlah jika dia Mas akan dikabulkan" ucap Amyra dengan begitu sangat lembut, membuat Denny merasakan sebuah kedamaian.


Amyra menganggukkan kepalanya, Ia merasa jika suaminya berada diposisi yang benar, dan Ia yakin akan hal itu.


Disatu sisi, Rudy menghubungi seseorang, dan menceritakan segala yang terjadi. "Ya..lakukan segera dan harus tuntas" Titah Rudy kepada seseorang yang berada diseberang telefon. lalu Ia menutup telefonnya.


"Ada apa, Mas?" tanya Renata yang saat ini ikut terbangun karena suara telefon dari yang berdering sangat kencang.


Sesaat Rudy memandang kepada Renata, yang masih tampak mengantuk.


"Tidak ada apa-apa.. Tidurlah.." ucap Rudy kepada Renata berusaha untuk tenang.


Renata yang masih dikuasai rasa kantuk kemudian kembali tidur dan terlelap.


Sementara itu, Amyra berpamitan kepada Denny "Myra pulang dulu, Mas.. Esok pagi Myra akan kemari untuk memberikan keterangan kepada pihak polisi" ucap Amyra berpamitan.


Denny menatap tak rela, Ia tak ingin jauh dari sang istri, namun pihak kepolisian sudah memanggil Amyra agar segera pergi, sebab biasanya mereka tidak mengijinkan keluarga menjenguk terduga, namun karena Amyra sudah memberikan sesuatu, sehingga Ia diijinkan untuk menjenguk suaminya.

__ADS_1


Dengan berat hati, akhirnya Denny merelakan Amyra pulang kerumah, Ia juga tidak tega melihat istrinya menyetir saat malam hari ditengah dini hari yang sunyi.


Amyra bergegas pergi dri kantor polisi dan pulang kerumahnya.


Di sisi lain, Julia yang mendengar penangkapan Denny merasa tersenyum bahagia. Ia sangat puas jika Denny sampai menginap diruang tahanan.


Sesaat Ia menatap nanar kurus kedepan.. "rasakan olehmu, Denny.. Jadi pria itu jangan sok jaga image.. Kurang apa Aku? Masih aduhai lagi tubuhku dibanding istrimu.." cibir Julia dalam gumanannya.


Ia menginginkan Denny dihukum seberat-beratnya atas kesalahan yang tak dilakukan oleh pria itu.


Julia menarik seluruh sahamnya dan memutuskan hubungan kerjasama mereka yang telah ditandatangani kontrak.


Dengan penarikan sahamnya, Ia berharap jika produk peluncuran terbaru Denny yang siap produksi akan mengalami kendala dan terancam tidak berproduksi. Julia sangat senang membayangkan hal tersebut.


Denny merasakan dinginnya menginap di jeruji besi tanpa Amyra yang selalu menemaninya disetiap saat.


Rasa hangat dari sikap Amyra yang selama ini selalu hadir disetiap malamnya, kini tak lagi dirasakannya. Baru saja beberap jam Ia mendekam dibalik jeruji besi, Ia merasakan kerinduan yang teramat dalam kepada sang istri.


Denny tak mampu membayangkan jika Amyra pergi darinya, mungkin Ia tak sanggup menjalani hidupnya.


"Baru saja beberapa jam saja melewati malam tanpamu, duniaku terasa begitu sepi.. Begitu berartinya kah dirimu untukku" guman Denny lirih dalam hatinya.


Ia mengambil wudhunya, lalu shalat malam dua rakaat di sepertiga malam yang sepi. Ia bermunajad kepada Sang Maha Pengasih dan Pengampun segala dosa, agar kiranya Sang Rabb memberikan petunjuk dan juga memperlihatkan kebenaran yang sesungguhnya.


Denny juga bermunajad, agar Rabb-Nya memberikan kelanggengan dalam rumah tangganya, yang mana dipenuhi dengan cinta kasih dan keberkahan.


Sesaat Ia merasakan sebuah ketenangan setelah mengadukan segala permasalahan yang sedang menimpanya. Denny mencoba ikhlas menerima ujian yang kini sedang dihadapinya.


Ia menatap langit-langit jeruji besi yang kini mengurungnya, sunyi, sepi dan penuh keheningan.


Denny mencoba memejamkan kedua matanya, berharap akan ada jawaban dari segala doa yang telah Ia munajadkan.


"Andaikan doa seorang hamba yang teraniaya itu benar dikabulkan.. Maka kabulkan segala pinta dan doaku ya Rabb.." guman Denny dalam hatinya, lalu kedua matanya semakin terasa berat dan tak mampu menahan lagi kantuknya.

__ADS_1


__ADS_2