Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 43


__ADS_3

"Apa maksud papa? Papa ingin memberikan kesempatan pada anak dari wanita perebut suami orang itu untuk menjadi istri Kenan. Apa papa sudah gila?! Mama gak akan pernah setuju dan gak akan terima dia sebagai menantu mama apa pun alasannya, tidak akan pernah." nyonya Tias sangat marah besar pada suaminya.


"Ma, tenanglah. Ini adalah ujian untuk Kenan. Papa ingin lihat apa benar anak tak tau aturan itu benar - benar ingin membawah pulang menantu kita atau dia akan tergoda lagi dengan wanita lain. Karena papa gak ingin kalau putri kita akan terus tersakiti oleh anak sial itu." Tuan Bram berkata dengan nada serius.


"Maksud papa apa? Mama gak peduli apa pun itu, mama tetap gak akan setuju dengan rencana papa ini." Nyonya Tias bersih keras bahkan dia tak ingin bicara dengan suaminya karena perkara itu dan beranjak keluar dari kamarnya.


"Fairi ada di Beijing dan dia menjadi manager di hotel Janshon." jelas tuan Bram saat melihat isterinya mau keluar dari kamar mereka dan nyonya Tias seketika berhenti lalu menatap suaminya dengan tatapan bingung.


"Iya ma, papa melihatnya sendiri. Dia baik - baik saja dan sekarang, dia bekerja sebagai manager hotel Janshon. Tapi kita jangan mengusiknya, kita cukup tahu saja, karena jika tidak dia akan pergi lebih jauh lagi dan kita akan sulit untuk menemukannya lagi" tuan Bram berkata dengan lembut pada istrinya.


"Apa papa yakin soal itu? Papa sudah memastikannya?" Nyonya Tias bertanya dengan tak sabar.


"Iya, dan papa sudah menyelidikinya. Dia benar - benar Fairi kita, putri kita, dan menantu kesayangan kita." Tuan Bram berkata dengan yakin, seketika nyonya Tias menangis karena merasa lega sudah bisa menemukan keberadaan putri dan menantu kesayangannya.


Tuan Bram menatap tersenyum melihat reaksi istrinya yang memang sangat tulus menyamai putri dari sahabatnya itu, "Oleh karena itu, papa tak ingin dia terluka dan tersakiti lagi oleh anak kita yang bodoh itu, dan papa hanya ingin melihat kesungguhan kemana. Karena papa tak akan membiarkan Kenan untuk mendekati putri kita jika dia tak memiliki hati dan pikiran yang benar - benar tulus dan baik untuk putri kita, mama mengerti kan?" tuan Bram berjalan mendekati istrinya dan memeluk istrinya yang sedang berjongkok dan menangis didepan pintu kamar mereka.


...💔💔💔...


Malam itu Kenan bersama dengan kedua sahabatnya pergi ke acara pembukaan label baru Kenan disebuah mol terbesar di kota Jakarta. Dan banyak pengunjung yang juga ikut berpartisipasi dalam acara itu.


"Wah selamat tuan Kenan, aku tak menyangka kalau anda bisa menembus pasar mancanegara dan menjadikan prodak anda sebagai label utama dari mol ini, anda sungguh sangat luar biasa." ucap seorang pebisnis mengucapkan selamat pada Kenan.


"Iya, terima kasih, semuanya berkat kerja sama tim dan juga para karyawan di perusahaan saya." Kenan menerima ucapan selamat dengan senang hati dan memuji semua pegawainya.


"Aku akan mendekati mas Kenan untuk melancarkan usahaku." Tyas bertekad dan malam itu Tyas datang dengan sengaja berdandan seksi dan menarik.


"Wah coba lihat itu, dia adalah pebisnis ternama di kota ini dan dia adalah pewaris tunggal dari perusahaan yang terbesar di bidang perbankan dan Pertamina, tapi dia telah membuktikan diri dengan membangun sendiri perusahaannya yang berdiri di bidang pangan dan kecantikan." ucap seorang wanita cantik yang ikut hadir dalam acara malam itu


"Wah, wah pasti sangat luar biasa kalau bisa menjadi wanitanya." wanita lain juga ikut menimpali.


"Sungguh beruntung jika bisa menjadi wanitanya, walau hanya semalam saja bisa merasakan belaiannya itu sudah sungguh membuat ku puas." wanita 1 berkata dengan tatapan sangat tertarik pada Kenan.


"Iya kau benar, dia adalah pria idaman. Aku pun rela walau hanya semalam bisa menghabiskan waktu dengannya." wanita 3 pun ikut menjawab dengan sangat.

__ADS_1


"Hem, dia adalah idola bagi semua wanita. Lihatlah tubuhnya yang tegap dan kekar itu, pasti kulit dibalik bajunya itu sangat menarik dan enak untuk dinikmati." wanita 2 juga ikutan berkata dengan semangat.


Para wanita cantik yang berpenampilan menarik itu pun mulai berbicara dengan imajinasi mereka dan membicarakan Kenan dengan saat seru sesuai imajinasi mereka masing - masing. Karena sejak Kenan terlepas dari Melinda dan mulai menekuni agama membuat aura Kenan semakin terlihat cerah.


"Kalian jangan bermimpi, wanita seperti kalian tak akan pernah bisa menaiki ranjangnya. Karena aku tak akan pernah membiarkan kalian memiliki imajinasi semacam itu." Tyas berkata dengan nada kesal pada beberapa wanita yang menatap Kenan penuh dengan gaira.


"Cih, memangnya kau siapa? Apa kau bisa menaiki ranjangnya?" wanita 1 berkata dengan tatapan mengejek pada Tyas


"Aku adalah Tyas Putri Wijaya, orang yang akan menjadi nyonya Kenan Adi Prayoga. Jadi kalian menyingkir lah jauh - jauh." Tyas berkata dengan percaya diri.


"Cih, orang kalau mau bermimpi pun harus melihat dan bercermin dulu, apakah kau pikir kau itu memiliki kemampuan untuk itu." wanita 1 berkata sambil berlalu meninggalkan Tyas dan wanita lainnya juga ikut pergi meninggalkan Tyas.


"Lihat saja, saat aku telah menjadi nyonya Kenan aku pasti akan membuat hidup kalian sengsara, hingga hidup segan, mati pun tak mau." Tyas berkata dengan geram dan menggeretakkan giginya.


Tak lama setelah acara itu selesai terlihat Kenan dan beberapa orang penting serta teman - temannya pergi bersantai disebuah cafe untuk menjamu beberapa orang penting yang telah datang dan membantu dalam proses dan juga investasi dalam usaha Kenan. Terlihat beberapa wanita cantik yang tadi ikut datang mendekat dan berinisiatif untuk menemani tamu - tamu Kenan sambil curi - curi pandang dan sentuhan Kenan.


"Mas Kenan, selamat ya atas keberhasilan mas Kenan." Tyas mendekat dan mengucapkan selamat pada Kenan dengan nada bicara yang dibuat selembut dan semanis mungkin.


"Mas Kenan ingat nama ku?" Tyas berkata dengan senyum termanisnya.


"Tentu saja, siapa yang tak tau dan kenal dengan wanita cantik dan seksi dikalangan model yang cantik." Kenan berkata dengan gaya seperti pria yang sedang tertarik dengannya.


"Bagus Tyas, usahamu sebentar lagi akan berhasil. Teruslah buat Kenan ini tertarik dan jatuh kedalam pelukanmu." suara hati Tyas menyemangati dirinya. "Bolehkah aku duduk di sebelah mas Kenan?" tanya Tyas dengan manja.


"Tentu, silakan." Kenan berkata dengan cepat dan memberikan jalan untuk Tyas agar bisa masuk dan duduk diantara dia dan tamunya.


Tyas pun duduk disamping Kenan dengan sangat senang dan dia terus saja berusaha untuk menggoda Kenan dengan cara memeluk, berpura - pura terjatuh serta menggerakkan bagian tubuhnya untuk menyentuh tubuh kenan tiap kali dia bicara dan bercanda dengan beberapa tamu Kenan. Kenan hanya tersenyum dan melirik sekilas pada Tyas disetiap ulahnya.


Beberapa wanita yang tadi sempat berdebat dengan Tyas menatap tak suka pada Tyas yang terlihat dibuat - buat tingkahnya dan dengan sengaja menggoda Kenan yang sedang duduk disebelahnya. Melihat beberapa wanita itu marah dan iri pada dirinya Tyas jadi semakin besar kepala, terlebih Kenan tak menyingkirkan dia dan juga tak menolak sentuhannya saat Tyas menyentuh paha Kenan dengan lembut.


"Tuan Kenan bagaimana kalau kamis lusa kita ketemu lagi di bar, kita bersenang - senang toh kapan lagi saya bisa bersenang - senang di sini. Jadi mumpung ada di sini saya ingin memuaskan diri. Nanti saya akan mengajak bos saya dia pasti juga akan senang." ajak dari tamu Kenan yang datang dari Bandung.


"Kalau soal itu silakan saja, nanti biar Farid dan Agus menemani anda sekalian karena hari Kamis saya tidak bisa karena saya sudah ada janji." tolak Kenan karena setiap hari Kamis Kenan ada pengajian rutin untuk dirinya dengan pak ustad yang dia panggil.

__ADS_1


"Oh, iya benar. Nanti saya akan membawah anda ke bar yang paling terkenal dan asik di kota ini." Farid menimpali dan tamu itu terlihat sangat senang.


"Baiklah, kalau begitu selamat bersenang - senang karena saya masih ada urusan jadi saya permisi duluan." Kenan mohon pamit pada tamu itu dan menatap Farid untuk memberinya isyarat kalau dia harus mengurus tamu - tamu itu.


"Baiklah pak Kenan kalau begitu selamat malam." tamu itu menjabat tangan Kenan dengan senang.


Saat Kenan beranjak pergi beberapa wanita yang berkumpul ditempat itu merasa kecewa karena mereka tak akan bisa melihat ketampanan Kenan lagi, namun tidak dengan 1 wanita yang ikut mengejar Kenan hingga ke parkiran.


"Mas Kenan, mas Kenan tunggu. Bolehkah aku ikut dengan mas Kenan? Karena sepertinya mobil ku ada masalah, boleh ya mas Kenan?" Tyas mengejar Kenan dan Agus sampai di parkiran


"Kau..." Kenan menatap Tyas


"Iya, karena aku menghubungi supir ku tapi dia tak bisa dihubungi mas Kenan." Tyas mencari alasan.


"Baiklah, masuklah." Kenan membukakan pintu belakang mobilnya dan Tyas masuk dengan senang hati.


"Harus kemana diantarnya?" tanya Kenan dengan ramah sebelum menutup pintu mobil.


"Ke kediaman Adi Wijaya." Tyas menjawab dengan senyum yang terlihat manis.


Kenan mengangguk dan menutup pintu mobil "Jalan Gus, kau sudah dengar tadi kan." perintah Kenan pada Agus, namun Kenan tak ikut masuk dalam mobil itu.


"Baik pak." Agus pun langsung melajukan mobilnya.


"Eh mas Kenan, mas Kenan tidak ikut?" Tyas membuka kaca mobil dan berteriak.


"Pak Kenan harus ke tempat lain non." Agus menjawab dengan sopan.


Tyas terlihat kesal dan mendengus karena Kenan telah menipunya dan membiarkan dia pergi dengan asistennya. "Sia - sia usahaku dari tadi." gumam Tyas yang didengar oleh Agus, dan Agus terlihat tersenyum tipis.


"Bos memang sungguh sangat luar biasa, baru pertama kali ini aku bekerja dan punya majikan seperti dia. Berkharisma, dingin dan tenang. Aku jadi penasaran seperti apa wanita yang mampu dan bisa memenangkan hatinya ya? Pasti dia wanita yang hebat dan luar biasa." gumam Agus dalam hati.


Ya karena Agus baru ikut Kenan jadi dia tak tau seperti apa cerita Kenan sebelumnya, dan seperti apa egoisnya dan bodohnya Kenan saat dia merangkul 2 wanita sekaligus dan membuat wanita yang benar - benar berharga dalam hidupnya. Yang dilihat oleh Agus adalah bos yang hebat, tampan, kaya, dingin, dan penuh dengan kharisma serta berwibawa juga baik dengan karyawannya, walau dalam saat bekerja dia tak ada ampun untuk kesalahan yang sederhana.

__ADS_1


__ADS_2