
"Non maaf mengganggu. Apakah anda bisa mewakili tuan untuk menghadiri rapat yang diselenggarakan di perusahaan bintang karena tuan mendadak ada kerepotan di rumah dan tidak bisa menghadiri rapat itu, padahal rapat itu sangat penting." ucap Handoko pada Fairi saat Fairi mau pergi menjemput kemal sekolah.
"Hah, urusan di rumah. Apa itu berhubungan dengan anak dan istrinya? Sungguh tak profesional, tapi bagaimana bisa saya melakukannya om, saya tak pernah tau dan juga tak mungkin karena ini waktunya sungguh sudah sangat mepet." Fairi berkata dengan kesal.
"Maaf non karena ini sangat mendesak, ini adalah berkas untuk rapat, non Fairi bisa mempelajarinya selama perjalanan dan saya juga sudah menginfokan pada pihak mereka kau anda akan datang terlambat karena beberapa hal yang mendesak." Handoko berkata dengan bersalah karena membohongi Fairi sesuai dengan perintah dari tuan Adi. "Saya akan menggantikan non Fairi untuk menjemput adek Kemal di sekolahnya, saya benar - benar minta tolong non."
"Baiklah, berikan berkasnya." Fairi berkata dengan berat dan juga kesal, namu tetap pergi bersama dengan Lina.
"Han bagaimana apakah berhasil?" Tuan Adi bertanya lewat panggilan telepon pada Handoko asistennya.
"Berhasil tuan sekarang non Fairi sedang pergi ke pertemuan rapat itu bersama dengan Lina." jawab Handoko dengan lega.
"Bagus - bagus, ayo kita ke sekolah cucuku aku sudah sangat ingin bertemu dengan dia." Tuan Adi langsung bergegas menuju ke parkiran.
Dan tuan Adi terpaksa membohongi Fairi dan menyuruhnya menghadiri rapat hanya untuk bisa bertemu dengan Kemal cucunya yang sudah sangat dia rindukan, dan selama 3 hari ini selalu ingin bertemu tapi tak ada kesempatan dan alasan sehingga rapat hari ini sangat membantu walau harus dimaki Fairi tuan adi tak peduli.
...💔💔💔...
Di ruang rapat di perusahaan bintang semua orang sudah berkumpul hanya tinggal dari pihak tuan Adi yang masih belum hadir sampai rapat sudah ditunda 15 menit untuk menunggunya.
"Perwakilan dari perusahaan Wijaya telah datang." ucap seorang pegawai dari perusahaan bintang.
Lina berjalan masuk dan semua orang memperhatikan kehadirannya dan hanya satu orang yang tak peduli karena merasa kesal dan menganggap tuan Adi tak bisa menghargai waktu.
"Maafkan saya karena datang terlambat, sebab saya baru diberitahu akan semuanya 1 jam yang lalu, tolong sekali lagi maafkan saya." ucap Fairi dengan sopan dan sangat menyesal.
Deg
Seseorang yang dari tadi sibuk dengan berkasnya dan merasa kesal dengan tuan Adi yang selalu datang terlambat merasa terkejud mendengar suara yang sangat familiar dan sangat dia rindukan dalam 7 tahun terakhir ini.
__ADS_1
"Fairi." gumam Kenan yang melihat Fairi berdiri didepan semua orang dan menunduk meminta maaf.
Senyum mengembang di bibir Kenan dan tanpa dia sadari air matanya jatuh karena haru orang yang sangat dia rindukan dan selalu dia sebut namanya dalam setiap sujudnya saat ini sedang berdiri dihadapannya.
"Baik tak masalah ayo kita mulai saja rapatnya." ucap pimpinan dari perusahaan bintang. Fairi duduk di kursinya yang ada didepan tanpa memperhatikan semua orang yang hadir didalam rapat kerja sama itu sehingga diantak tau kalau dari awal sampai akhir ada orang yang terus melihatnya dengan tatapan penuh rindu.
Dan selama rapat Kenan tak bisa fokus, karena terus menatap Fairi. Rasanya Kenan ingin segerah berlari menghampiri Fairi dan memeluk tubuh Fairi dengan erat. Terlebih Kenan sangat kagum dan juga sangat terpukau saat Fairi mengutarakan idenya dan dia menjelaskan dengan sangat baik.
"Baik terima kasih, saya tak pernah menyangka akhirnya saya bisa bertemu dengan anda. Karena selama ini kabar tentang anda hanya bisa saya dengar dari pegawai saja. Ternyata anda memang sungguh sangat hebat dan luar biasa, pantas saja anda bisa menundukkan tuan Adi dengan sangat mudah." puji dari direktur perusahaan bintang
"Terima kasih, anda terlalu tinggi menilai saya. Kalau begitu saya permisi." Fairi berkata dengan sangat sopan dan berpamitan.
Sepeninggalnya Fairi semua orang mulai membicarakan tentang Fairi dan mereka semua dengan sangat terang - terangan mengatakan kalau Fairi memiliki daya tarik luar biasa yang bisa membuat semua orang jadi tertarik kearahnya.
"Fairi." suara seseorang yang memanggil Fairi dan hal itu membuat Fairi kaget karena dia tak menyangka kalau dia akan bertemu dengan Kenan hari ini, walau sudah Fairi siapkan hatinya namun dia tak menyangka akan secepat ini.
"Kenan." Fairi berkata dengan ringan seolah tak ada apa - apa diantara keduanya.
"Bagus sekali, setelah menipu dengan begitu baik kau langsung menghilang tanpa meninggalkan jejak. Lalu kenapa sekarang kau muncul kembali." Kenan berdiri tepat didepan Fairi.
"Bukan urusan mu, aku hanya datang untuk membantu ayahku. Dan untuk menafkahi hidupku. Untuk semuanya aku minta maaf karena harus melakukan semua itu sebab aku tak ingin lagi ada hubungan apa pun dengan mu dan semua keluarga mu, ku rasa kamu tau lebih pasti soal itu" Fairi berkata dengan menatap Kenan sangat tenang tak ada kemarahan atau kebencian pada sorot mata Fairi.
"Begitukah, bukan karena kau takut untuk mencintaiku setelah apa yang telah kita lakukan dengan sangat indah dan mesra sebelum kamu menghilang." Dengan senyum tipis Kenan berkata menggoda Fairi.
"Jangan bicara omong kosong, maaf aku masih ada pekerjaan aku harus pergi dulu, selamat tinggal tuan Kenan." Fairi mengalihkan pembicaraan dan membuka pintu mobilnya berniat untuk masuk.
"Bukan selamat tinggal tapi sampai jumpa lagi sayang, karena kita pasti akan bertemu lagi dan pada saat itu aku akan mengingatkan mu akan kenangan indah kita dan menyegarkan ingatan mu lagi." ucap Kenan dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh pinggang Fairi.
"Kenan.!" Fairi yang kaget langsung membentak Kenan.
__ADS_1
"Itu baru Fairi ku sayang, jangan lupa apa yang telah kamu lakukan pada ku selama ini, semuanya akan ku kembalikan padamu, dan aku akan membalasnya lebih dari apa yang pernah kamu lakukan padaku, kau harus bersiap untuk itu." Kenan berkata sambil mengunci tubuh Fairi dan menekannya dipinggiran mobil.
"Sampai nanti sayangku" Kenan menyentuh dagu Fairi dan pergi dengan senyum kepuasan.
Saat Kenan melepaskannya dan pergi begitu saja Fairi hanya diam membisu menatap Kenan yang berlalu pergi. Lalu Lina menyadarkan Fairi dan membawah Fairi pergi ke perusahaan. Dan selama dalam perjalanan Fairi hanya diam membaca berkas hasil rapat tadi. Sedangkan disisi lain Kenan tersenyum bahagia dan penuh kemenangan karena berhasil menggoda Fairi.
...💔💔💔...
"Papa, dimana papa? Pergi kemana dia." Tyas yang baru datang langsung datang ke perusahaan untuk bertemu dengan papanya dan menanyakan soal apa yang diceritakan oleh mamanya selama ini.
"Maaf non Tyas, pak Adi sedang pergi keluar bersama dengan pak Handoko, dan sepertinya sedang menghadiri rapat penting." jelas pegawai tuan Adi.
"Lalu katakan pada ku dimana kantor Fairi." Tyas bertanya dengan tak sabar.
"Maaf non tak ada pegawai atas nama itu." jawab pegawai itu dengan bingung.
"Yang aku maksud adalah pegawai baru yang datang dari Bangkok." Tyas berkata dengan teriak - teriak sehingga Lina yang melintas mendengar kalau Tyas mencari Laras atasannya, dengan cepat Lina berjalan menuju ruangan Fairi untuk menginformasikan soal kedatangan Tyas, namun Lina keduluan Tyas yang sudah berdiri didepan ruangan Fairi.
"Awas minggir." Lina keduluan Tyas dan dengan kasar Tyas mendorong Lina sampai menabrak pintu.
"Ada apa." Fairi yang kaget langsung bangun dari kursinya karena melihat seseorang yang jatuh dan masuk kedalam ruangannya.
"Oh, coba lihat ini. Siapa yang sedang duduk di kursi itu dan berfikir dirinya adalah orang hebat. Kenapa kau kembali setelah pergi dan menghilang selama ini. Ingat, aku akan membuat mu tak bisa melangkah terlalu jauh, ingatlah apa yang bisa ku lakukan selama ini." Tyas berkata dan berjalan maju mendekati Fairi.
"Nona besar Tyas Putri Wijaya, aku bersyukur dalam namaku tak ada nama Wijaya yang disebutkan, karena kalau boleh jujur aku tak pernah ingin dilahirkan sebagai anggota keluarga Wijaya. Namun jika kau berkata ingin mengalahkan ku maka kau harus membuktikan kalau kau memang benar anggota dari keluarga Wijaya." Fairi berkata dengan dingin dan tenang.
"Kau?! Berani sekali kau menghinaku, ingatlah Fairi. jika aku bisa membuat ku diusir keluar dari rumah maka aku juga bisa membuatmu kembali lagi diusir dari perusahaan ini." Tyas merasa kesal dan marah
Fairi tersenyum dan melipat kedua tangannya didada nya "Aku tak pernah menghina siapa pun, aku hanya mengatakan sebuah kenyataan saja. Kecuali kalau kau merasa terhina dan merasa ada yang salah dengan dirimu maka kau harus memperbaikinya, sekarang pergilah karena aku sibuk." Dengan dingin Fairi berkata dan kembali duduk di kursinya.
__ADS_1
"Ingatlah aku tak akan pernah membiarkan mu kembali pada mas Kenan, ingat itu." Tyas berkata dengan kesal dan pergi sambil membanting pintu setelah memberantakkan meja Fairi.
"Kenan, kalau kau bisa mendapatkannya silakan ambil saja. Dasar orang aneh." Fairi berkata dan tersenyum lalu bangun dan membantu Lina membereskan ruangannya yang tadi dibuat berantakan oleh Tyas.