Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 73


__ADS_3

"Ma jam berapa sekarang?" Kenan sedang beristirahat di rumah mamanya setelah mengantar Kemal ke sekolah karena jarak rumah mamanya dengan sekolah Kemal layan dekat, dan Kenan malas untuk kembali ke rumahnya sendiri karena ini adalah akhir pekan jadi Kenan tak masuk kerja, sebab kantor Kenan selalu libur di hari sabtu dan minggu.


"Memangnya kenapa, kamu mau kemana kok tanya - tanya jam, kamu jarang - jarang pulang ke rumah sekalinya pulang sudah buru - buru mau pergi begitu." kesal nyonya Tias mama Kenan.


"Bukan ma, karena Kenan harus menjemput Arman pulang sekolah kalau sudah jam sebelas, takut nanti dia menunggu terlalu lama kasian." jawab Kenan bersiap - siap


"Arman? Anak siapa yang kamu asuh, kamu tak berbuat gila lagi kan?!" nyonya Tias langsung berdiri dari duduknya dan tatapan matanya menegang


"Tenanglah ma, Kenan tak melakukan apa - apa. Percayalah pada Kenan, sudah ya Ken pergi dulu." Kenan berlalu tak menghiraukan panggilan mamanya lagi karena takut telat sebab sekarang sudah pukul setengah sebelas.


"Ada ma, kok teriak - teriak. Kenapa lagi dengan anak kurang ajar itu." tuan Bram yang baru keluar dari ruang kerjanya merasa penasaran karena mendengar istrinya teriak memanggil nama putra mereka.


"Kenan pa, dia bilang pergi mau menjemput Arman di sekolah. Anak siapa lagi itu yang dia asuh, apa papa gak tau apa - apa?" Nyonya Tias berkata dengan kesal


"Tidak ma, sejak dia pisah dengan wanita itu papa sudah menarik semua pengawasan padanya." jawab tuan bram juga ikut bingung.


"Anak itu, mama akan mencari tau pada Agus nanti siapa anak yang dia jaga saat ini, mama gak mau kalau dia menjadi gila lagi." Nyonya Tias menggeram dan menghubungi Agus asisten Kenan.


"Apa kata Agus ma?" Tuan Bram juga penasaran


"Agus bilang tidak tau apa pun pa, dan juga tak tau siapa Arman sebenarnya." Nyonya Tias duduk dengan cemas


"Atau jangan - jangan anak Fairi ma, apa mama ingat di pesta waktu itu kalau Fairi datang dengan anak kecil disampingnya?" Tuan Bram mengingat lagi acara di pesta perusahaan Kenan.


"Maksud papa, anak Fairi dengan pria dari Bangkok itu? Itu mana mungkin pa, Kenan sangat terluka saat dia mengetahui kalau Fairi telah berkeluarga jadi tidak mungkin kalau itu anak mereka." Nyonya Tias berkata sambil berfikir.


"Hem, benar juga." Tuan Bram juga ikut berfikir keras.


...💔💔💔...


"Boo" Kenan memanggil Kemal dan membuka kedua tangannya.

__ADS_1


"Om Ken." Kemal lari dengan cepat menghampiri Kenan dan menghambur ke pelukan Kenan.


"Sudah selesai, bagaimana belajarnya hari ini?" Kenan mengangkat Kemal dan bertanya sama seperti saat Fairi menjemput Kemal.


"Sangat banyak, hari ini bu guru mengajari begitu banyak hati ini. Berhitung, menyanyi, mewarnai dan bermain sama teman." Kemal bercerita dengan sangat senang sama Kenan sambil duduk dipangkuan Kenan yang sedang mengemudikan mobilnya.


"Om, bolehkan aku memanggil mu papa? Aku ingin punya papa, tapi honey tak pernah mau menerima semua pilihan ku. Aku ingin punya papa dan mama yang lengkap." Kemal berkata sambil menatap Kenan.


Kenan tersenyum dan tetap fokus menyetir tanpa menjawab pertanyaan dari Kemal. Sedangkan Kemal yang tak pendapatan jawaban merasa berkecil hati karena dia sangat berharap kalau Kenan adalah papanya, sebab Agus yang datang padanya waktu itu berkata kalau dia ingin mengambil contoh rambutnya atau apa pun pada dirinya untuk dilakukan tes bersama Kenan.


"Kau makan es krim? Kita beli es krim didepan itu, mau?" tanya Kenan pada Kemal yang tiba - tiba jadi diam dan tenang dalam pangkuannya.


"Ya mau." jawab Kemal dengan nada pelan


Kenan tersenyum melihat ekspresi Kemal dan jawabannya yang terdengar lemah tak semangat seperti saat dia menceritakan soal sekolahnya sebelumnya. "Ok, sudah sampai. Ayo kita turun dan beli es krim kesukaan mu." Kenan menggendong Kemal masuk kedalam restoran es krim.


"Satu es krim vanila campur caramel, satu roti isi susu dan satu puding stroberi." Kenan memesan semua makanan kesukaan Kemal. "Oh, satu lagi roti bakar keju dan kopi hitam."


"Pesanan anda tuan, es krim vanila campur caramel, roti isi susu, puding stroberi, dan roti bakar keju sama kopi hitam." seorang pelayan memberikan semua pesanan Kenan tadi.


"Ok, terima kasih" jawab Kenan


"Terima kasih banyak." Kemal ikut menjawab.


"Iya adik kecil, putranya sangat lucu tuan" puji pelayan itu pada Kemal


"Ya, dia memang sangat lucu dan saya sangat mencintai putra saya, terima kasih banyak." Kenan menjawab dengan senyuman.


"Papa." Kemal menatap Kenan dan berkaca - kaca.


"Iya sayang, ayo makan nanti es krimnya meleleh" Kenan berkata dan mengusap kepala Kemal

__ADS_1


"Iya, aku akan merahasiakannya dari mama." Kemal berkata dengan semangat lagi.


...💔💔💔...


"Hei apa yang kau lakukan hah? Apa kau sudah gila." Tyas terlihat sangat marah pada Danang


"Ada apa, kau datang dan marah - marah tak jelas." Danang yang sedang bersantai di rumah pemberian Tyas itu merasa kaget melihat Tyas yang datang dan marah padanya.


"Ada apa, ada apa. Apa maksud mu sebenarnya hah?!" Tyas semakin marah "aku memang menyuruhmu untuk menghancurkan Fairi, tapi tidak meminta mu untuk melakukan tindakan yang melebihi semuanya, kenapa kau menyuruh orang untuk membakar gudang dan pabriknya bagaimana kalau ada korban hah?! Kau bisa berfikir tidak." Tyas marah besar pada Danang karena tindakan Danang yang melewati batas.


"Hei, aku melakukannya untuk mu ya. Dan aku juga melakukannya dengan perhitungan karena aku melakukan semuanya pas jam istirahat jadi tak akan ada orang didalam pabrik, aku juga sudah menyelidiki semuanya selama 1 minggu penuh apa kau tau itu." jelas Danang yang ikut bersuara dengan nada tinggi karena tak terima dimarahi oleh Tyas.


"Aku tak mau tau, jika sampai terjadi hal yang tak diinginkan jangan membawah namaku dan jangan pernah menyeret aku dalam masalah ini apa kau tau itu." Tyas berkata dengan kesal dan pergi dari rumah Danang.


"Hah, dasar wanita. Bisanya cuma marah - marah saja, tak Tyas tak Melinda mereka berdua selalu membuatku pusing. Andai ada orang lain aku pasti akan meninggalkan mereka berdua." Danang terlihat sangat lelah.


...💔💔💔...


"Akhirnya dia tidur juga." Kenan menghela nafas dalam setelah bersusah paya membuat Kemal tidur


Kenan turun dari tempat tidur pelan - pelan karena takut membangunkan Kemal, senyum Kenan mengembang melihat wajah polos Kemal yang terlelap, "Semoga mimpi indah putraku sayang." gumam Kenan dan menyelimuti tubuh Kemal.


Setelah Kenan selesai menyelesaikan pekerjaannya dia kembali lagi ke kamar dan melihat kemal masih terlelap namun sudah dalam posisi yang sangat berantakan karena kepalanya sudah pindah posisi dan kakinya diatas bantal.


Kenan tersenyum "Apa dia tidur atau sedang melakukan atraksi, baru juga sebentar tapi sudah jadi berantakan begini." Kenan membetulkan posisi tidur Kemal dan memeluknya.


"Uh sesak." gumam Kenan yang terbangun karena susah bernafas


"Selamat pagi papa" Kemal yang tidur tengkurap diatas perut dan dada Kenan mengucapkan salam pagi dan tersenyum manis dengan tatapan wajah polosnya.


"Hem, selamat pagi sayangku." Kenan mencium kening Kemal. "Ayo mandi habis ini ikut kesuatu tempat." Kenan mengangkat Kemal untuk mandi bersama.

__ADS_1


__ADS_2