Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 130


__ADS_3

Setelah selesai kerja Fairi langsung melajukan mobilnya pulang karena dia ingin menyiapkan Arlan untuk pertunjukan pianonya yang pertama kali malam itu. Dan saat sampai di rumah ternyata bi Mina telah menyiapkan Arlan dan bocah kecil itu terlihat sangat tampan serta lucu.


"Sudah siap sayang?" Fairi bertanya


"Iya ma." Arlan menjawab dengan riang.


"Baiklah ayo berangkat, bi kami pergi dulu ya, nanti bilang sama Arman bajunya di mobil." Fairi berkata dan langsung membawah Arlan ke salon.


Setelah dari salon Fairi langsung menuju tempat akan diadakannya pertunjukan musik, terlihat sua orang sudah pada siap dan berkumpul untuk melihat dan menyaksikan pertunjukan serta konser musik orkestra.


"Fa, apa dia" Danang yang datang dalam pertunjukan itu bertanya pada Fairi saat dia melihat dan berpapasan dengan Fairi. Dan Danang mengenali Fairi karena dia.serimg bertemu dengan Fairi saat Melinda masuk tahanan untuk membantu Danang dengan pengobatan dan perawatan putrinya Mayangsari.


"Oh mas Danang, rupanya mas Danang juga datang. Bagaimana dengan kondisi kesehatan mas Danang dan Maya apa semua baik - baik saja." Fairi berkata dengan sopan


"Iya aku baik dan Maya juga baik, terima kasih atas semuanya. Dan aku melihat di berita kalau akan ada pertunjukan musik dan nama Arlan sebagi pemain pembuka jadi aku datang ingin melihatnya. Dan aku membeli tiketnya sejak 1 Minggu yang lalu." Danang menunjukkan sebuah tiket pada Fairi.


Fairi tersenyum, "sayang ayo sapa om Danang."


"Salam om, namaku Arlan Armansyah Prayoga" ucap Arlan pada Danang dengan sopan


"Nama yang sangat bagus, bolehkah aku masih memanggilnya dengan nama Dandi Putra" Danang menatap Fairi dengan ragu


"Tentu, dia juga putra mas Danang." Fairi berkata dan memeluk Arlan


"Terima kasih Fa karena kamu telah merawatnya." Danang tersenyum malu pada Fairi


"Sayang mulai sekarang namamu selain Arlan Armansyah Prayoga juga memiliki nama lain yaitu Dandi Putra, Hem." Fairi memberitahu pada Arlan


Arlan terlihat bingung dengan mamanya tapi dia tetap mengangguk dan tersenyum pada Fairi.


"Fa, sayang." Kenan dari jauh memanggil Arlan dan Fairi sambil berjalan mendekati mereka, dan terlihat Kemal juga datang bersama dengan Kenan.

__ADS_1


"Papa." Arlan langsung lari mendekati Kenan


"Oh Ken." Danang menyapa Kenan dengan takut


"Kau." Kenan menatap Danang dengan tajam


"Ken, dia hanya ingin menyapa saja." Fairi berkata dengan lembut dan menyentuh bahu Kenan.


"Hem, ayo kita masuk." Kenan mengangkat Arlan dan menggendongnya serta berjalan memasuki gedung pertunjukan.


"Mereka terlihat sangat bahagia, aku akan sangat berterima kasih pada kalian yang telah merawat dan membesarkan putraku dengan baik. Terima kasih Kenan dan Fairi, semoga kalian akan bersama selamanya dan selalu bahagia sampai akhir." Danang bergumam saat melihat Kenan dan Fairi beserta anaknya berjalan masuk.


"Jangan takut, mama akan melihatmu dari bawah dan akan menyemangati mu ok boy." Fairi memberikan semangat pada Arlan yang akan segerah tampil.


"Iya ma." Arlan terlihat sangat siap.


"Masuklah mama melihatmu dari barisan depan bersama dengan papa dan kakak Ar." Fairi melepaskan tangan Arlan


Arlan terus melihat kebelakang saat petugas membawahnya basuk untuk bersiap - siap tampil karena para orkestra sudah pada hadir.


"Iya dia sedang siap - siap, aku sangat tegang. Putraku akan tampil di pertunjukan yang besar." Fairi terlihat sangat gugup dan dia terus meremas tangannya.


"Jangan terlalu gugup ma, dia sudah siap sepenuhnya. Jika mama gugup begitu nanti akan hilang aura cantiknya." Kemal berkata dan tersenyum pada Fairi.


"Bocah ini." Fairi terlihat kesal pada Kemal


Kemal tersenyum dan memainkan bibirnya mengejek Fairi yang tak akan bisa meraihnya untuk mencubitnya karena diantara Fairi dan Kemal ada Kenan yang duduk ditengah mereka.


Pertunjukan malam itu pun dimulai dan semua orang bertepuk tangan karena mereka tak menyangka kalau musik pembukanya dimainkan oleh anak kecil yang masih berusia 5 tahun, karena permainan Arlan terdengar sangat merdu dan seperti dimainkan oleh seorang profesional.


"Dia putraku, lihatlah Ken dia putraku." Fairi berkata berkali - kali dan meneteskan air mata terharu karena putra yang dulu mengalami trauma dan depresi kini telah menjadi anak yang bersinar, dan tanpa sadar Fairi memegang tangan Kenan sehingga hal itu membuat Kenan merasa bahagia juga.

__ADS_1


"Iya dia putraku juga, putra kita." Kenan menggenggam balik tangan Fairi dan menepuknya dengan lembut.


"Arlan..Arlan.." teriakan dan tepuk tangan dari semua penonton membuat suara yang gaduh.


"Ya dia adalah Arlan putra Fairi. Berikan tepuk tangan lagi untuknya yang meriah, anak dengan usia 5 tahun ini telah mampu menghipnotis semua pendengar dengan permainan pianonya yang sungguh sangat luar biasa." seorang MC berkata dengan sangat seru.


"Baiklah ayo kita dengarkan apa yang ingin disampaikan oleh bintang kita Arlan putra Fairi." MC jongkok dan memberikan Microsoft pada Arlan


"Ayo katakan apa yang ingin adik Arlan sampaikan saat ini." MC bertanya pada Arlan


"Love you mama." ucap Arlan dan menunjuk pada Fairi.


"Oho..rupanya adik Arlan sangat menyukai dan mencintai mamanya, ayo kita panggil sang mama yang telah melahirkan bintang kecil yang memukau ini."


"Kita panggil bersama - sama, mama Fairi." ucap mc dan semua penonton.


Fairi bangun dan tersenyum pada semua orang lalu berjalan naik ke panggung. Fairi merentangkan kedua tangannya dan memeluk Arlan dengan erat.


"Ya ternyata dia adalah mama yang cantik. Berikan tepuk tangannya untuk mama dan putra ini sekali lagi." MC berkata dengan seru


"Terima kasih, terima kasih semuanya. Aku sangat bangga dengan putraku." Fairi berkata dan memeluk Arlan lagi.


"Dia benar - benar wanita yang sangat baik. Kenapa dulu aku membantu Tyas untuk menyakitinya, kalau aku tak sakit dan mendapat pengampunan darinya mungkin saat ini aku juga akan mendekam di rumah tahanan sama seperti Tyas dan Melinda." Danang bergumam dan tersenyum melihat Fairi dan Arlan yang terlihat sangat bahagia diatas panggung.


"Terima kasih Fairi, terima kasih banyak. Jasamu tak akan bisa untuk ku balas selamanya." Danang menangis dan tersenyum karena merasa bersyukur putranya yang dibuang oleh Tyas telah sampai ditangan Fairi, sehingga menjadi seorang anak yang bersinar dan cemerlang.


Malam itu Fairi dan Kenan terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia dengan kedua putranya yang terlihat sangat tampan dan juga Fairi sama Kenan terlihat serasi sekali. Banyak orang mengucapkan selamat pada Fairi dan Kenan karena putra kedua mereka telah terpilih menjadi pemain piano bersama dengan grup orkestra yang sangat terkenal.


"Wah tuan Kenan, aku tak pernah menyangka kalau anda diam - diam telah menyimpan istri yang sangat cantik dan juga putra yang sangat luar biasa berbakat." teman bisnis Kenan yang ternyata juga datang mendengarkan pertunjukan musik malam itu.


"Oh, terima kasih." Kenan berkata dengan bangga dan senyum yang mengembang karena Fairi tak menyangkal saat orang itu bilang kalau dia adalah istrinya.

__ADS_1


Dalam kesempatan itu Kenan meminta Fairi untuk mengambil foto bersama sebagai foto keluarga, Kemal dan Arlan pun meminta Fairi untuk gabung dan akhirnya Fairi mengiyakan dan mereka mampir kesebuah studio foto untuk mengambil beberapa foto dengan berbagai gaya.


Setelah 1 Minggu lamanya akhirnya foto itu jadi dan dikirim ke rumah Kenan, sebagian dari foto - foto itu dicetak dengan ukuran super besar karena Kenan ingin memasang foto itu di ruang tamu dan ruang tengah rumahnya yang selama ini kosong tak ada hiasan apa pun di dinding rumah itu.


__ADS_2