Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 141


__ADS_3

"May kenapa kok bajumu basah semua."


Danang yang melihat anaknya pulang sekolah dengan kondisi basah kuyup.


"Tak apa pa tadi aku sedikit ada maslah jadi tersiram air untung saja ada yang nolongin dan pinjami jaketnya." Maya berkata dan duduk didepan Danang


"Pa, dulu papa pernah cerita sama aku kalau aku punya adik kan ya dan dia di adopsi oleh seseorang." Maya menatap Danang


"Iya, dia di adopsi oleh keluarga Fairi. Kenapa memangnya kok kamu tiba - tiba menanyakan itu." Danang menatap Maya yang terlihat berfikir


"Apakah mereka mempunyai anak pa, terus siapa nama anaknya pa? Karena tadi aku di tolongin sama seseorang dan dia memanggil ku kakak." Maya menjelaskan pada papanya


"Hem, Kemal. Kalau tak salah namanya Kemal dan dia sekolah di sekolah yang sama dengan mu, dia 2 tahun dibawah mu." Dan mengatakan dengan lengkap.


"Kemal ya, dia orangnya baik ya pa. Dan dia juga sangat populer di sekolah, akan sangat baik jika aku bisa bersama dengannya." ucap Maya tersenyum


"Maksudmu apa? Kau menyukai Kemal." Danang bisa menangkap kata - kata dari putrinya


"Tidak pa, aku cuma merasa akan baik kalau aku bisa dekat dengan dia, setidaknya aku akan ikut terkenal pa." Maya berkata dan tertawa.


"Hem, kau ingin mencari ketenaran ya." Danang mengusap kepala putrinya


"Baiklah pa aku ganti baju dulu." Maya pergi mandi dan ganti baju.


"Kemal ya, jadi dia orangnya. Usianya tak sesuai dengan kedewasaannya, dia terlihat lebih dewasa dibandingkan dengan usianya."


"Tadi dia bilang menyuruh aku mencari dia dan teman - temannya, siapa dia sebenarnya dan kenapa aku merasa sangat nyaman dengan dia?"


"Apa aku ikuti saja apa yang dia katakan, aku akan mencari teman - temannya dan akan aku cari tau tentang Kenan."


"Jika Dandi bisa mendapatkan kasih sayangnya kenapa aku tak bisa, aku akan mendapatkan kamu Kem dan akan ku manfaatkan untuk menghindari orang - orang yang menggangguku."


Mayangsari berkata sendiri didalam kamarnya sambil melihat dirinya di cermin, dan dia menyusun rencana untuk mendekati Kemal serta mendapatkan perhatian dari Kemal.


...💔💔💔...


"Sayang apa yang kau lakukan, kenapa dari tadi kau sibuk terus apa kau tak merindukan ku" Kenan mulai bersikap manja pada Fairi.


"Hei jangan pura - pura gak tau dan gak ngerti apa pun ya. Apa yang kau lakukan pada man Ayub dan bi Ningsih hah?!" Fairi menatap Kenan dan menyingkirkan tangan Kenan yang bergelayut pada bahu Fairi


"Oh." Kenan menjauh dan menunjukkan deretan giginya


"Apa." Fairi menatapnya tajam


"Aku menyuruh Fahmi untuk mengantarkan mereka ke rumah mama, dan aku berencana akan memberi mereka pesangon dan juga aku akan mengantarkan mereka pulang." jelas Kenan dengan senyumannya.

__ADS_1


"Apa kau sudah gila, kau selalu saja tak pernah mengambil keputusan yang benar." Fairi memukul Kenan dengan penggaris.


"Sakit Fa" Kenan berkata dengan melas


"Mas Kenan ini airnya" bi Ningsih datang memberikan air pada Kenan, seperti biasanya kalau Kenan pulang kerja selalu diberikan air oleh Bi Ningsih.


"Oh bi, iya terima kasih, aku juga maunya ingin membawah bibi ke sini cuma aku takut kalau nanti Fairi merasa terganggu, terus dimana man Ayub bi?" Kenan membuat alasan dan tersenyum pada bi Ningsih


"Dia ada di belakang mas." jawab bi Ningsih dan tersenyum "saya kembali ke belakang dulu mas."


"Iya bi. Kau membawah mereka ke mari sayang." Kenan menatap Fairi.


"Bolehkah aku berkata kalau aku menyesal menikah dengan mu" Fairi berkata dan menatap Kenan dengan tatapan penyesalan


"Oh..sayang jangan katakan itu, kau membuatku sedih." Kenan meraih tangan Fairi dan menciumnya.


Sementara Kemal dan Arlan yang ada di sofa memperhatikan kedua orang tuanya dan Arlan selalu bertanya pada kakaknya kenapa papanya memohon pada mamanya dan diomeli, dan Kemal bilang kalau papanya nakal makanya diomelin mama.


"Jangan merayu, kau ini benar - benar ya, jika kamu suka bohong kayak gini maka jangan tinggal di sini, karena aku gak mau kalau nanti anak - anak ku akan terpengaruh oleh kamu yang suka bohong." Fairi bangun dan memukul bahu Kenan


"Sayang aku gak bohong aku mengatakan yang sebenarnya, aku memang akan mengantarkan mereka pulang dan memberi mereka pesangon." Kenan mengikuti Fairi setelah menghabiskan air yang diberikan oleh Bi Ningsih.


"Mandi sana dulu kau bau." Fairi mendorong Kenan menjauh.


"Sayang dengarkan aku dulu, tolong jangan marah padaku ya." Kenan memeluk Fairi dari belakang


"Lah ketampanan dan keren ku sudah diambil." Kenan menunjuk pada Kemal dan Arlan yang duduk di sofa tak jauh dari tempat Kenan dan Fairi berdiri.


"Diambil?" Fairi bingung dan melihat ke arah yang ditunjuk Kenan, Kemal tersenyum dan mengangkat bahunya.


*Ha... kenapa bisa kau berasal dari benih orang ini, awas jika kau sampai sama dengannya." Fairi berkata dan melihat ke arah Kemal dan Arlan


"Sayang kenapa kau bicara seperti itu." Kenan menarik tangan Fairi


"Mandi, awas kalau gak mandi." Fairi berkata dengan mengancam lalu pergi.


"Papa kena omel mama ya" Arlan bertanya dan melihat Kenan


"Iya papa sedih dan butuh pelukan" Kenan duduk di lantai dengan sedih


"Ya ya ya Lan Lan akan peluk papa" Arlan turun dari sofa dan berjalan ke arah Kenan untuk memeluk Kenan.


"Ha...sama drama." Kemal berkata dan melewati Kenan yang berpelukan dengan Arlan


"Hei." Kenan menatap Kemal tajam

__ADS_1


"Hah." Kemal berbalik dan melihat Kenan


"Kau sangat dingin, tak mau kah kau memberi papamu ini pelukan" Kenan memohon pada Kemal


"Kurang kerjaan" Kemal masuk kedalam kamarnya.


Dan malam itu untuk pertama kalinya Kenan makan di rumah Fairi sebagi Anggota keluarga dan seorang suami yang diakui oleh Fairi. Terlihat suasana meja makan malam itu sangat hangat, perbincangan dan candaan yang dibuat oleh Arlan dan Kemal membuat kedua orang tua mereka tertawa terbahak.


...💔💔💔...


"Kemal.. Kemal" teriak Maya dari jauh saat dia melihat Kemal dan teman - temannya baru saja masuk halaman sekolah.


"Ya ampun Dewi ku Kem." Gani tersenyum lebar


"Kemal, untung saja aku melihat mu. Ini aku membuatkan mu bekal semoga kau suka." Maya menyerahkan kotak bekal pada Kemal


"Ah, kakak gak harus buatkan aku bekal begini kak. Tapi terima kasih." Kemal menerima bekal itu dengan malu - malu


"Tak apa Kem, mulai sekarang aku akan membuatkan untuk mu. Jadi kalau kamu tak suka aku bisa membuatkan bekal sesuai dengan yang kamu sukai, katakan padaku kamu mau aku masakin apa ya." Maya berkata dengan penuh perhatian


"Sebenarnya tidak usah kak, kakak tak perlu repot - repot sepeti ini karena aku bisa makan di kantin sama yang lain." tolak kemal karena merasa tak enak pada Maya


"Apa kamu tak ingin dekat dengan ku Kem, bukankah kamu sendiri kemaren yang bilang kalau aku boleh mecari kamu atau teman - teman mu." Maya berkata dengan nada sedih.


"Eh, bukan begitu kak maksud ku. Manamungkin aku seperti itu sama kakak, sebaiknya lain kali kita makan di kantin saja bersama kak." Kemal berkata dengan halus sama Maya takut kalau nanti menyakiti hati Maya lagi.


"Begitu ya, baiklah mulai besok aku datang mencarimu ya, sekarang aku kembali ke kelas dulu jangan lupa dimakan." Maya pun kembali ke kelasnya


"Wah Kem, bagaimana kamu bisa kenal begitu dekat dengan Dewi ku" Gani berkata dan menatap Kemal


"Ceritanya panjang, yang jelas aku akan membantumu untuk dekat dengan dia jika kau memang berniat baik padanya." jawab Kemal dan berlalu.


"Hei Ban apa kau tau apa yang sedang terjadi ini?" Gani meminta pendapat pada Bandi


"Aku tak tau, sudah dari sejak dulu bukannya Kemal selalu tak bisa ditebak." Bandi menjawab dengan cuek.


Saat masuk kedalam kelas Maya jadi pusat perhatian dari teman - temannya termasuk teman yang biasanya mengganggunya. Bagai bintang Maya jadi bahan omongan oleh semua teman sekelasnya dan juga teman seangkatannya yang kenal dengan Kemal sebagai pendatang baru di tim basket tapi sudah menjadi kapten dan memimpin timnya memenangkan perlombaan hingga berkali - kali.


"Hei apa kau tau soal Maya, dia tiba - tiba saja dekat dengan kapten tim basket yang baru dan juga di lindungi langsung olehnya kemaren waktu dia diganggu oleh geng usil."


"Benarkah?"


"Iya benar, bahkan dia di panggil kakak oleh Kemal dan juga geng usil diancam oleh Kemal langsung."


"Wah dia jadi punya pelindung dong."

__ADS_1


"Benar - benar, tadi pagi aku juga melihatnya berdiri di pagar masuk sekolah untuk menunggu Kemal dan memberikan bekal pada Kemal."


Beberapa dari teman - teman Maya mulai bergosip soal Maya dan Kemal yang akhir - akhir ini menjadi dekat.


__ADS_2