Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 149


__ADS_3

Kedekatan Kenan dan Sofiana semakin hari semakin dekat bahkan mereka sering makan bersama, apa lagi pekerjaan mereka yang harus dikerjakan bersama membuat mereka jadi semakin sering bertemu dan bersama.


"Ken, aku sangat senang bisa bersama dengan mu seperti ini." Sofiana terlihat sangat bahagia karena dia hampir setiap hari bareng sama Kenan, walau ada Agus bersama mereka namun tak menutup kemungkinan mereka akan berdua saja saat Kenan meminta Agus untuk melakukan suatu pekerjaan.


"Ya aku juga senang setidaknya aku bisa langsung bertanya jika ada sesuatu dengan pekerjaan yang saat ini kita kerjakan bersama." jawab Kenan sambil tersenyum.


"Tunggu sebentar aku harus menghubungi istriku, karena ini sudah lebih dari 2 jam." Kenan pergi untuk menelepon Fairi.


"Heh, silakan saja kau hubungi dia itu tak masalah bagi ku. Karena dia telah mengatakan padaku jika aku ingin mengambil dirimu maka lakukan saja, dan aku akan benar - benar melakukannya sekarang." Sofiana bergumam sendiri.


"Baiklah, kalau begitu kamu hati - hati ya, aku akan langsung kesana begitu selesai." Kenan menutup teleponnya dan kembali masuk.


"Kenapa Ken, kau terlihat khawatir." Sofiana bertanya dan berdiri mendekati kenan serta merangkul Kenan yang duduk dan menepuk lembutnya Kenan.


"Tidak ada, sebaiknya kita berpisah sekarang karena aku harus ke rumah sakit." Kenan bangun dan merapikan bajunya


"Memangnya ada apa? Perlukah aku temani, karena kita masih ada pekerjaan nantinya." Sofiana menawarkan diri


"Aku rasa tak perlu, nanti aku akan menyusul mu saja" Kenan


"Memangnya kamu mau kemana Ken?" Sofiana


"Aku harus ke rumah sakit, karena barusan Fairi bilang kalau dia sedang ada di rumah sakit saat ini ada hal penting yang ingin dikatakan oleh Dafid." Kenan


"Tunggu Ken, sebaiknya aku ikut saja biar nanti kita bisa langsung ke lokasinya dan bisa langsung membahas sama pihak mereka, dari pada kita harus memakan waktu" Sofiana membuat alasan agar bisa ikut bersama dengan Kenan ke rumah sakit.


"Baiklah kalau begitu ayo." Kenan dan Sofiana pergi ke rumah sakit.


...💔💔💔...


"Bagaimana keadaannya?" Fairi dan bi Mina pergi ke rumah sakit


"Dia ada di UGD ayo." Dafid


"Tyas." Fairi mendekati Tyas yang sedang terbaring lemah dengan selang infus ditangannya dan ada luka dibeberapa bagian tubuhnya yang sudah dibalut dengan kain kasa putih


"Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa bisa seperti ini?" Fairi menatap kasian pada Tyas


"Fa, tolong maafkan aku Fa." Tyas membuka matanya dan meminta maaf pada Fairi


"Tidak, tidak apa. Kenapa kamu jadi seperti ini? Bukankah terakhir kali yang aku dengar kalau kau dibebaskan dengan jaminan dan aku juga sudah menjabat tuntutannya." Fairi duduk disamping Tyas dan menggenggam tangan Tyas


"Maafkan aku, kau adalah kakak tolong maafkan salah ku." Tyas menangis dan meminta maaf dengan tulus pada Fairi


"Iya jangan menangis" Fairi


"Aku ingin terlahir kembali sebagai putri Tante Larasati dan menjadi saudaramu. Maafkan aku, aku menyesal tolong maafkan aku kak." Tyas menangis dan memeluk erat tangan Fairi.


"Tyas." Fairi ikut menangis


"Mereka, mereka adalah keluargaku tapi mereka juga yang telah menyiksaku. Mereka tak menginginkan ku Fa, aku dan mama disiksa oleh mereka. Sungguh sulit sampai akhirnya aku bisa melarikan diri Fa"


Tyas menangis dan menceritakan semuanya pada Fairi, bahkan dia juga cerita kalau mamanya telah meninggal dunia 1 tahun yang lalu karena keracunan makanan. Dan dia disiksa serta dijadikan pemuas nafsu adik - adiknya, serta keluarganya yang lain.


"Apa yang kau katakan" Fairi kaget dengan apa yang diceritakan oleh Tyas dan dia tak pernah menyangka kalau Tyas mengalami penyiksaan yang sangat dalam selama ini.

__ADS_1


"Fa, aku punya anak dengan Danang dan mungkin ini adalah hukuman atas semua perbuatanku dulu. Aku telah menyiksa anakku dan membuangnya karena aku tak menyukainya dan tak menginginkan dia, dia pasti membenciku Fa. Dandi namanya adalah Dandi. Maafkan Mama nak, aku menyiksa karena aku membenci papanya Fa, dan aku telah mendapatkan siksaan mungkin karena dia membenciku." Tyas menangis dan terlihat sangat tersiksa


"Aku juga sangat jahat padamu dan ingin merebut orang yang mencintaimu dengan merubah wajahku menjadi dirimu. Tapi wajah i i justru membuat aku sengsara karena mereka menyukai wajahmu ini Fa dan membuat aku terus melayani mereka secara bergantian" Tyas menangis semakin sesak dan Fairi jadi ikutan menangis dan ikut merasakan sakitnya.


"Tyas, istirahatlah dulu jangan terlalu banyak berfikir dulu. Dia tak akan mungkin membencimu, dan aku juga sudah memaafkan mu sejak lama." Fairi menenangkan Tyas dan tak cerita kalau anak Tyas diadopsi olehnya.


Setelah Tyas tertidur Fairi keluar dan duduk sambil bercerita dengan bi Mina yang datang menemani Fairi, sambil menunggu Tyas untuk dipindahkan ke rumah rawat inap.


"Fa sayang bagaimana" Kenan datang dan langsung bertanya pada Fairi yang terlihat sedang ada di bagian administrasi.


"Aku akan pergi ke ruangan mas Dafid untuk tanya semuanya karena katanya Tyas ditemukan oleh seseorang dan dibawah ke rumah sakit ini, saat ini dia akan dipindahkan ke ruang rawat inap." Fairi berjalan tanpa melihat kalau Kenan datang bersama dengan Sofiana.


Terlihat Fairi dan Kenan sangat serius mendengarkan penjelasan dari Dafid mengenai Tyas yang ditemukan dan di rawat di sini.


"Kalau begitu tolong kau berikan kamar yang bagus dan jangan biarkan siapapun menjenguknya atau mendekati kamarnya jika tak diketahui." Kenan membuat privasi untuk kamar rawat Tyas.


"Hai." Sofiana menyapa Fairi saat mereka bertemu di kamar mandi


"Kau." Fairi menatap kaget


"Iya aku" Sofiana tersenyum dan berjalan mendekat pada Fairi "bukankah kau bilang kalau aku ingin mengambil apa yang menjadi milik ku maka ambil saja, dan aku akan melakukannya sekarang. Aku akan mengambil apa yang dulu adalah milik ku."


"Tentu, silakan kau ambil aku tak akan peduli dengan semua itu. Tapi kau harus ingat, jangan pernah menyentuh anak - anakku karena jika kau lakukan itu, maka yang telah kau lakukan pasti akan ku kembalikan padamu dengan benar." Fairi menatap lurus pada Sofiana


"Kau pikir aku akan takut padamu." Sofiana


"Jangan takut padaku, karena kau tak harus takut padaku. Tapi takutlah pada dirimu sendiri," Fairi menunjuk pada dada Sofiana "dan satu lagi yang ingin ku katakan padamu. Aku sudah mengalami kematian 2 kali dal hidup ini, jadi untuk kali ini aku tak akan takut untuk mati lagi, karena saat aku akan mati aku pasti akan menyeret orang yang telah membuat keluarga ku berantakan." Fairi pergi setelah berkata pada Sofiana


"Apa dia sudah gila" Sofiana terlihat kaget dengan ancaman Fairi.


"Lakukan dengan benar" Fairi berkata dan meninggalkan Kenan


"Hais mulai lagi." Kenan menghela nafas dalam


"Ken apa sudah selesai, ayo kita harus ke tempat lokasi untuk survei." Sofiana mendekati Kenan


"Baiklah, ayo." Kenan


Mereka pun pergi dari rumah sakit itu dan Fairi dari balik balkon lantai dua menatap kepergian Kenan dan Sofiana lalu tersenyum.


"Mereka mulai lagi" Dafid berkata dan ikut melihat kearah yang dilihat Fairi


"Mereka adalah teman mas, dan mereka juga sedang dalam kerja sama jadi biarkan saja." Fairi berbalik dan masuk kedalam ruang rawat Tyas.


Seminggu sudah Fairi bolak balik ke rumah sakit dan didepan ruang rawat Tyas dijaga dua orang yang akan memantau siapa saja yang datang berkunjung.


...💔💔💔...


"Bagaimana bisa seperti ini, terakhir aku mendengar kalau dia mendapatkan jaminan dan ku pikir semuanya baik - baik saja karena aku telah menegaskan untuk membawanya pergi" Herman


"Itulah yang aku bingungkan yah?" Fairi


"Bagus, dia datang dan katanya ingin membayar jaminan untuk Tyas karena dia telah mengetahui kalau Tyas adalah putrinya, lalu apa yang dia lakukan selama ini." Herman


"Apa, jadi Tyas bukan putri dari ayah?" Fairi

__ADS_1


"Bukan, dia bukan putriku atau ayahmu. Ayu telah mempermainkan kami bertiga, dan membuat kami jadi salah paham cukup lama. Bahkan dia dan Bagus berencana untuk menyingkirkan aku" Herman


"Ku pikir Tyas adalah putri ayah Herman karena dari tes DNA menyatakan kalau dia bukan putri ayahku." Fairi


"Tidak, Sujono mendekati Tyas untuk mendapatkan sampel untuk melakukan tes dengan ku dan dua kali tes menyatakan kalau dia bukan anakku." Herman


"Lalu dari mana ayah tau kalau dia adalah anak tuan Bagus." Fairi


"Ayu menceritakan semuanya saat ada di rumah sakit dan dia meminta maaf karena menipu kami semua dan membuat persahabatan kami jadi berantakan." Herman


"Oh semua berkumpul di sini" Handoko


*Om Han, bagaimana" Fairi


"Iya hasilnya sudah ada dan ternyata memang benar kalau Sofiana bekerja sama dengan temannya yang bernama Baron dan Broto, serat Sucipto paman dari Baron dan Broto." Handoko


"Apa yang kau lakukan diluar pengetahuanku." Herman menatap Fairi


"Maaf yah, aku tak ingin merepotkan ayah jadi aku meminta pada om Han untuk melakukannya karena aku tau kalau orang - orang itu dari Bogor." Fairi


"Apa maksudnya, apa ini ada hubungannya dengan Arlan" Herman


"Iya, ini ada hubungannya dengan Arlan yang mengalami penganiayaan saat di sekolahnya." Handoko


"Fa." Herman menatap Fairi


"Maafkan aku yah" Fairi


"Ini alasanmu mengirim Arlan pada ku?" Herman


"Iya tapi tidak semuanya, karena aku juga ingin agar Bee bisa mengendalikan dirinya dan juga lepas dari traumanya." Fairi


"Ok, kalau begitu biarkan Abdi dan Abal bersamamu. Karena Sabrina telah menikah dan Anita menjadi guru, hanya tersisa mereka berdua. Dan kau sudah mengenal mereka bukan." Herman


"Baiklah terserah ayah saja." Fairi


"Lalu dimana Kenan." Herman


"Mas Kenan dia ada pertemuan dengan mitra bisnisnya." Fairi


"Apa dia masih bertingkah?" Herman


"Tidak ayah, dia dalam pengawasanku saat ini." Fairi


"Ok, jika ada apa - apa kabari aku." Herman bangun


"Aku titipkan dia padamu" Herman menepuk habis Handoko


"Tenang saja dia sudah ada dalam pengawasanku dari sejak kecil" Handoko


"Aku pergi dulu, nanti Abdi dan Abal akan datang." Herman


"Baik ayah." Fairi


Setelah semuanya pergi tinggal Fairi dan Handoko, mereka merencanakan sesuatu untuk menjebak dua orang yang telah melakukan tindak kekerasan pada Arlan. Terlihat Fairi sangat marah dan bertekad.

__ADS_1


"Permainan akan segerah dimulai dan aku siap untuk memainkan mereka semuanya." gumam Fairi penuh tekad.


__ADS_2