
Reno membawa Nazla pergi memeriksakan kandungannya. Ia tampak sangat berbahagia, sebab akan segera memiliki calon bayi dari seorang istri yang sholeha.
Nazla yang baru pertama kali dalam kehamilannya merasakan berbeda dari wanita hamil lainnya. Sebab Ia tidak merasakan rasa mual ataupun hal lainnya.
Dimana Nazla dalam mengandung calon bayinya justru terlihat tampak biasa saja, begitulah fenomena ibu hamil yang setiap orangnya akan mengalami hal yang berbeda sesuai dengan kondisi janin didalam kandungannya.
Nazla dan Reno menuju klinik tempat dimana dokter kandungan ternama itu praktik.
Menggunakan jalur VIP membuat mereka tanpa menunggu antrian.
Nazla diperiksa oleh dokter kandungan melalui USG empat dimensi.
Saat ternduser itu berputar diatas perutnya yang membuncit, dokter menjelaskan bagaimana kondisi kandungan Nazla saat ini dan semuanya terlihat baik-baik saja. Keduanya bersyukur atas apa yang kini mereka lihat dan mereka dapatkan.
"Mas.. Kita buat acara syukuran untuk calon janin kita ya? Kita undang kerabat dekat dan juga anak yatim serta fakir miskin" ucap Nazla saat mereka sudah berada didalam mobil.
Reno menyetujui saran dari Nazla, bagaimana mungkin Ia menolak semua permintaan istri tercintanya yang telah menjadi istri terbaik dalam hidupnya.
Rania memang cinta pertamanya, namun Nazla adalah berlian yang tak ternilai dalam hidupnya.
"Iya, Sayang.. Kapan akan kita adakan acaranya? Mas juga akan buat sedekah untuk karyawan kantor nantinya" ucap Reno dengan senang hati.
Nazla tersenyum bahagia mendapatkan jawaban yang diinginkannya.
Menikahi duda tak selamanya menjadi beban dan juga image buruk dimata sebagian orang. Sebab jika wanita menemukan seorang yang tepat, maka itu adalah sebuah keberuntungan.
"Hari Jum'at esok bagaimana? Mungkin kita juga bisa buat makan enak untuk para santri, sebab mereka jarang makan-makanan enak kecuali yang golongan VIP" ucap Nazla dengan tatapan penuh harap.
Seketika Reno menganggukkan kepalanya dan menyetujui semua apa yang diinginkan oleh Nazla.
Reno mengantarkan Nazla kerumah mereka yang berdampingan dengan pesantren. Lalu Ia berpamitan untuk melihat rumah Reno yang berdekatan dengan Amyra.
Ia sudah sangat lama tidak melihat rumah tersenut, dan ada kenangan bersama Rania disana.
Reno mengendarai mobilnya dan menuju rumah lamanya. Lalu Ia sampai diujung gang. Ia memasuki gang untuk menuju ke rumahnya.
Setelah sampai di depan rumahnya, hari mulai gelap, dan tampak olehnya Denny dan juga Amyra serta kedua anaknya sedang menuju mushallah didekat rumahnya.
Reno melihat jika Amyra sudah tampak bahagia dengan perubahan yang ada pada Denny. Ia merasa turut bahagia melihat perubahan Denny kearah yang lebih baik.
__ADS_1
Meskipun dulu Denny adalah seorang pengkhianat dan merusak keutuhan rumah tangganya bersama Rania, namun semua itu karena Rania yang menipunya.
Reno mulai menghapus semua kenangan buruk dimasa lalunya, sebab saat ini Ia telah menemukan wanita terbaik dalam hidupnya.
Reno memasuki rumahjya yang tampak sepi tanpa berpenghuni. Ia melihat seluruh ruangan yang terhubung dengan Rania saat sedang berada dirumah itu. Kenangan yang Ia tidak tahu apakah Itu kenangan baik atau kenangan buruk.
Reno mendengar suara lantunan adzan Maghrib yang membuat hatinya tergerak untuk shalat Maghrib.
Setelah melakasanakan shalat Maghrib sendirian. Biasanya selama ini Ia shalat berjamaah di mesjid pesantren.
Setelah melihat kondisi rumah yang baik-baik saja, sebab Ia mengirimkan orang untuk membersihkannya setiap 3 kali dalam seminggu sekali.
Reno kembali pulang ke rumah Nazla, namun Ia berhenti sejenak untuk memberitahu kepada Denny dan juga Amyra jika mereka akan mengadakan syukuran atas kehamilan Nazla dan kondisi yang baik-baik saja.
Tiiiiing... Nong...
Bunyi bel dari luar pagar rumah, Mbak Ridha bergegas keluar rumah untuk membuka pagar dan melihat Reno yang datang tetangga sekaligus mantan suami sepupu Denny.
Mbak Ridha mempersilahkan Reno masuk. Lalu mobil Reno memasuki halaman rumah.
Mbak Ridha memberi tahu kepada Amyra jika Reno datang berkunjung.
"Eh.. Bos. Masuk.." ucap Amyra yang ke ceplosan masih mengingat jika Reno adalah mantan Bos Laundrynya masa itu.
"Panggil Reno saja, buat jadi kikuk saja" ucap Reno berkelakar.
Amyra tersenyum karena Ia juga kelupaan dan dulu sering memanggil Reno Bos.
"Silahkan duduk, Ren" Ucap Amyra kaku, karena merasa sungkan dengan sebutan itu.
Reno menganggukkan kepalanya dan duduk di sofa tamu.
"Ada yang bisa saya bantu? Bagaiamana kabar Nazla? Tanya Amyra dengan ramah.
"Alhamdulillah Nazla baik-baik saja, dan saat ini Ia juga sedang mengandung" ucap Reno sembari melirik perut Amyra yang juga membuncit dan juga mengandung.
"Alhamdulillah.. Semoga Ibu dan calon bayinya baik-baik saja" doa Amyra tulus.
"Aamiin.." Jawab Reno dengan cepat.
__ADS_1
Reno memandang Amyra yang sudah lebih tertutup sekarang. Ia menggunakan hijab besar untuk menutupi auratnya.
"Saya datang kemari mau mengundang Kamu dan keluarga untuk hadir diacara doa selamat kehamilan Nazla, selesai shalat Jum'at acaranya akan dimulai.. Datang bersama keluarga, Ya?" ucap Reno kepada Amyra.
"Oh, Ya.. Tolong sampaikan juga kepada Pak Rudy dan Mama Renata" ucapnya mengingatkan.
Amyra menganggukkan kepalanya "Insya Allah akan saya sampaikan" ucap Amyra sembari tersenyum ramah.
"Kalau begitu terimakasih, dan saya harapkan kehadiran kalian" ucap Reno lalu beranjak pergi. Namun bersamaan dengan hal itu, Mbak Ridha datang membawa segelas kopi panas.
"Wah.. diminum dulu kopinya, Ren.." ucap Amyra kepada Reno.
Reno yang hendak beranjak akhirnya duduk kembali dan menyeruput kopinya sebagai bentuk penghargaan kepada tuan rumahnya.
Sesaat Denny melintas dari ruang tengah dan melihat kehadiran Reno. Entah sebab apa Denny selalu merasa cemburu kepada Reno jika sedang berbicara kepada Amyra.
Denny menghampiri keduanya.
"Eheeeem.."
Denny berdehem yang membuat Amyra dan juga Reno menoleh kearahnya.
"Eh, Mas.. Sini.. Reno mengundang kita ke acara syukuran kehamilan Nazla hari Jumat ini selesai shalat Jumat" ucap Amyra menuturkan kepada Denny.
Sesaat wajah masam Denny berubah sedikit membaik setelah mendengar penjelasan Amyra.
Reno melirik wajah tak suka Denny, sebenarnya jika ingin marah, maka Reno adalah orang yang seharusnya membenci Denny, namun mengapa justru Denny yang masam kepadanya? Sungguh aneh, merasa orang paling tersakiti.
Reno mendenguskan nafas beratnya "Iya.. Jika ada waktu datanglah untuk memberikan doa terbaik" ucap Reno mencoba bersikap tenang.
Denny tersenyum datar dan Reno beranjak dari tempat duduknya dan berpamitan untuk pulang.
Amyra menganggukkan kepalanya dan mengantar Reno hingga keambang pintu, yang mana hal itu semakin membuat Denny terbakar api cemburu.
Setelah Reno menghilang dibalik pintu pagar, Amyra kembali masuk kedalam rumah dan mengunci pintu.
Amyra melihat pandangan Denny yang penuh kecemburuan "Ada apa Mas? Tanya Amyra penasaran.
"Gak ada apa-apa kok.." ucap Denny dengan wajah cemberut, Amyra mengerutkan keningnya dan mengekori Denny ke kamar.
__ADS_1