
"Pulanglah tuan Adi putri anda membuat keributan dan aku tak ingin kalau nanti dia mengobrak abrik rumah ku hanya untuk mencari anda." Fairi yang baru pulang dari kantor langsung menyuruh ayahnya untuk pulang dengan nada dingin.
"Maksud mu Tyas menyusahkan mu? Apa dia sudah kembali kesini?" Tuan Adi bangun dan menatap Fairi yang sedang minum.
Fairi tersenyum sambil berjalan mendekati putranya "Dan tolong jangan membuat masalah dalam hidup ku. Ingatlah perjanjian antara kita, aku tak akan mengampuni siapa pun mereka yang berani mengusik ku. Satu lagi, jangan membuat alasan untuk mengirim ku melakukan pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab anda, aku juga tidak suka seseorang menemui putraku sembunyi - sembunyi." Dengan sangat marah Fairi berkata dan langsung membawah Kemal. "Ayo mandi sudah sore."
"Baiklah kakek pulang dulu ya sayang." Tuan Adi berpamitan pada Kemal
"Iya kakek terima kasih, bye bye." Kemal melambaikan tangan pada tuan Adi.
"Honey, kenapa honey begitu galak sama kakek? Kasian kakek, tadi kakek bilang kalau kakek ingin meminta maaf dan ampunan honey, dan aku berjanji kalau aku akan membantu kakek dan honey untuk berbaikan." Kemal berkata dengan polos saat Fairi memandikannya.
"Putra mama yang baik hati dan menggemaskan, tak perlu banyak berfikir ok." Fairi memandikan Kemal dan bermain bersama.
...💔💔💔...
"Kenan, papa dengar katanya Fairi telah kembali dan dia sedang bergabung dengan perusahaan ayahnya." Tuan Bram mendatangi rumah Kenan bersama dengan istrinya mama Kenan.
"Iya pa, dan aku sudah ketemu sama dia tapi siang dan Kenan akan mengejarnya kembali karena dia telah bekerja sama dengan perusahaan Kenan." Kenan berkata dengan senyuman yang mengembang "Ada untungnya dia tak tau dengan nama perusahaan Kenan, sehingga bisa dengan mudah menjalin hubungan dengan dia. Jika waktu itu dia tau perusahaan Kenan mungkin dia tak akan mau bekerja sama dengan Kenan, sekarang dia tak akan bisa lepas. Karena jika dia melanggar kontrak kerja sama maka pihaknya harus membayar pinalti yang tak akan ringan." Kenan tersenyum puas.
"Jangan membuat kesalahan lagi dan jangan menyakitinya lagi. Mama ingin sekali ketemu dengan dia, tapi apakah dia akan mau menemui mama setelah apa yang mama lakukan padanya" nyonya Tias merasa sedih mengingat kenangan lama.
"Ma, jangan salahkan diri sendiri. Karena semua kesalahan itu berasal dari Kenan." Kenan memeluk mamanya yang mulai menangis.
"Bawah dia kembali sayang, mama ingin dia kembali lagi." nyonya Tias memeluk dan memohon pada Kenan.
__ADS_1
"pasti ma, Kenan akan mendapatkannya lagi apa pun caranya dan sesulit apa pun. Karena Kenan sudah bertekad akan membawah dia masuk lagi kedalam kehidupan Kenan lagi dan tak akan pernah melepaskannya." Kenan berkata penuh dengan tekad.
...💔💔💔...
"Jadi tadi kamu langsung ke kantor dan bertemu dengan Fairi disana? Lalu papa mu kemana?" Nyonya Ayu bertanya dengan kesal pad putrinya yang baru datang.
"Tidak tau ma, papa pergi kemana. Tapi apakah mama tau dia disana menjabat sebagai wakil dari direktur utama." Tyas berkata dengan sangat marah.
"Kita harus membuat sesuatu yang bisa membuat dia keluar dari perusahaan itu pokoknya harus." Nyonya Ayu mengepalkan kedua tangannya dengan sangat marah.
"Hem, rupanya kalian sudah berkumpul ya, dan sedang merencanakan sesuatu." Tuan Adi yang baru pulang melihat istri dan putrinya berkumpul dan terlihat tak senang.
"Pa, apa maksud dari hah?! Bukankah papa pernah bilang kalau dia tak akan bergabung dengan perusahaan, lalu kenapa sekarang dia malah menjabat sebagai wakil direktur utama. Atau jangan - jangan papa secara diam - diam membuat dia belajar soal bisnis selama dia menghilang." Tyas berkata dengan sangat marah pada papanya.
"Kau sudah ku suruh untuk belajar bisnis namun kau malah belajar di dunia modeling apa kau pikir aku tak tau apa yang kau lakukan disana hah?!" Tuan Adi berkata dengan marah juga.
"Jangan terus bertingkah, jika kamu ingin memegang jabatan di perusahaan aku akan mengaturnya, kamu memiliki kemampuan apa biar bisa bekerja di perusahaan. Dan aku ingatkan jangan membuat sesuatu yang melebihi batas." Tuan Adi berkata dengan sangat emosi dan pergi meninggalkan istri dan juga putrinya.
...💔💔💔...
Dengan suasana hati yang kesal dan marah Tyas meninggalkan rumah dan pergi ke klub malam untuk meringankan pikirannya yang kacau, dan dia berpesta dengan beberapa teman - temannya.
"Hei ada apa hah? Bukannya kamu baru saja datang kenapa sudah terlihat kesal saja sih?" tanya teman Tyas yang melihat Tyas minum tanpa peduli kalau dirinya akan mabuk.
"Aku benar - benar kesal sekali dengan si ****** Fairi, sebelum aku dapat menghancurkannya aku tak akan merasa tenang dan puas." jawab Tyas dengan nada kesal.
__ADS_1
"Kau ini lucu, bukannya sekarang dia sudah tak menjadi model dan itu artinya tak ada lagi yang menyaingi kamu lalu kenapa masih saja kesal." teman Tyas berkata dan saling mengangguk.
"Hah, dia benar - benar wanita sialan. Dulu dia selalu membuat ku kesal karena dia selalu saja dipilih untuk menggantikan model utama jika model utama tak bisa, walau dia bukan bekerja jadi seorang model. Dan sekarang dia malah membuat ku kesal karena dia bergabung dengan perusahaan papa ku dan menjadi wakil direktur utama, serta pemilik perkebunan kopi dan teh yang harusnya dijual karena tak menghasilkan apa pun untuk perusahaan." Tyas mulai mengomel dan terlihat mabuk.
"Sudah - sudah lupakan dia ayo kita bersenang - senang dan ada orang yang bisa membuatmu merasa rileks dan juga senang apa kamu mau hah? Aku kenalkan kamu dengan dia." teman Tyas memperkenalkan Tyas pada seorang pria.
...💔💔💔...
Setelah berbincang bersama dan Tyas terlihat sangat mabuk akhirnya dia berakhir dengan seorang pria didalam kamar hotel malam itu, dan Tyas terlihat sangat menikmati permainannya bersama dengan pria yang baru dikenalnya itu.
"Siapa kamu kenapa kamu bisa ada di sini bersama dengan ku hah?" Tyas yang terbangun dipagi hari merasa sangat terkejud karena dia tidur bersama dengan seorang pria didalam kamar hotel.
"Kenapa kamu kejam sekali sayang, bukankah semalam kamu sangat menikmatinya bahkan teriakan dan ******* mu sungguh sangat seksi, dan aku masih mengingatnya dengan sangat jelas." pria itu mendekat memeluk Tyas dan mengecup pundak tuas.
"Apa? Apa yang sedang kita lakukan semalam? Jangan bilang kalau kau dan ku sudah..." Tyas berkata dan menatap pria itu.
Pria itu tersenyum menatap Tyas dan dia mengangguk, "Aku benar - benar sangat ketagihan pada mu sayang, tubuh mu sungguh sangat luar biasa dan juga harum." pria itu mencium bahu Tyas lagi, sementara Tyas duduk terbengong dia tak percaya setelah sekian lama dia tak berhubungan dengan seorang pria dia bisa berhubungan dengan begitu nikmat karena dia sedang membayangkan kalau dia sedang berhubungan dengan Kenan.
"Sial, aku sudah gila." Tyas langsung bangun dan menuju kedalam kamar mandi.
"Dengar ini adalah bayaran untuk mu, dan ingat jangan ganggu aku jika aku tak menghubungi mu duluan ok." Tyas memberikan beberapa lembar uang tunai pada pria itu yang tak lain dia adalah Danang kakak tiri Melinda.
"Tentu saja sayang, dan bagaimana jika aku yang merindukan mu duluan. Kemana aku harus mencari mu hem." Danang berkata dengan tersenyum manis ditempat tidur.
"Diam lah, itu urusan mu. Jangan pernah mengusik hidup ku lagi apa kau paham." Tyas berkata dan pergi meninggalkan Danang seorang diri.
__ADS_1
"Hem, dia sungguh sangat nikmat dan juga sangat seksi. Aku pasti akan mendapatkannya apa pun yang akan terjadi, oh kau adalah sumber uang yang sangat bagus." Danang melihat sejumlah uang yang diberikan dan ditinggalkan oleh Tyas untuk dirinya.
Dalam perjalanan pulang Tyas terus saja mengutuk dirinya yang bodoh yang dengan mudah ikut dan terbawah suasana dengan kenikmatan hubungan dengan pria yang baru saja dia temui dan dia kenal malam itu.