
Acara malam amalan itu pun berjalan dengan sangat baik dan juga banyak sekali ucapan terima kasih dan sapaan hanya untuk ramah tama dengan Fairi, serta mereka banyak memberikan kartu nama mereka pada Fairi.
"Kau sungguh sangat cantik malam ini sayang." ucap seorang pria yang dikenal oleh Fairi dan benar itu adalah Kenan.
"Terima kasih, aku permisi bisa kau menyingkir dari jalan ku." Fairi berkata dengan dingin.
"Tentu, sampai ketemu besok dan selamat malam." Kenan berkata dengan senyuman manis dan memberikan jalan untuk Fairi lewat yang baru saja keluar dari kamar kecil.
Selama bekerja bersama dengan ayahnya Fairi tak pernah sekalipun dia melakukan kesalahan, bahkan semua pekerjaan yang dilakukan oleh Fairi bisa terbilang sangat baik serta Fairi selalu bisa membagi waktunya antara pekerjaan dan keluarganya sehingga putranya tak pernah merasa kekurangan kasih sayangnya.
Seperti saat ini Fairi sedang liburan dengan kemal di akhir pekan karena dia sudah berjanji pada putranya untuk membawahnya ke taman hiburan saat datang hari libur. Fairi dan Kemal terlihat sangat senang dan menikmati kebersamaan mereka tanpa mereka sadari kalau semua kegiatan mereka sedang diawasi oleh seseorang yang sejak dari awal mereka keluar dari rumah sudah mengikuti mereka sampai sekarang.
...💔💔💔...
"Bos ini hasilnya." seseorang menyerahkan sebuah laporan pada Kenan
"Baik terima kasih untuk semuanya, kalian sudah bisa pergi." Kenan berkata dan melihat laporan yang diberikan oleh orang suruhannya.
Dengan serius Kenan melihat dan membaca laporan itu, Kenan melihat dengan sangat cermat dan dia seolah memiliki rencananya sendiri. "Dia benar - benar menarik, tunggulah aku, akan ku pastikan semuanya kembali pada posisi awal." Kenan berkata sambil tersenyum.
...💔💔💔...
Disaat Kenan sedang menyusun rencana sendiri dan berusaha keras ingin mendapatkan kembali Fairi, ditempat lain Tyas dan teman - temannya sedang merencanakan sesuatu juga yang akan dia lakukan. Karena Tyas sangat membenci kedatangan kembali Fairi.
"Tyas apa yang akan kau lakukan dengan saudara tiri mu itu? Apa kau yakin akan melakukan hal - hal itu? Bukankah itu sangat kejam." ucap Maya yang mengetahui rencana Tyas untuk menjebak Fairi.
__ADS_1
"Kejam? Jadi apa menurut mu aku harus toleran dengan dia?! Aku tak akan pernah membiarkan dia seenak hatinya sendiri, dan aku juga sudah tau keberadaannya. Dan aku dengar dari orang - orang yang aku kirim juga ada seseorang selain mereka yang mengawasinya, pasti dia adalah orang - orang yang dikirim oleh seseorang yang juga ingin melakukan sesuatu padanya. Dia memang pantas mendapatkannya, aku akan mencari tau siapa orang lain yang memiliki tujuan sama dengan ku dan aku akan mengajaknya bekerja sama dengan ku untuk menyingkirkannya." Tyas berkata dengan sangat kesal dan terlihat jelas kebencian Tyas terhadap Fairi.
"Memang siapa yang juga ingin membuat masalah dengan dia ya? Apakah dia memiliki banyak musuh sampai harus diintai oleh seseorang." ucap Novia dengan berfikir
"Aku tak tau dan tak peduli, kau hubungi Angga dan Gani aku ingin mereka melakukan sesuatu untuk ku, dan kita akan bertemu di klub nanti malam, aku pergi dulu." Tyas berkata dan dia langsung pergi meninggalkan teman - temannya di kafe tempat mereka nongkrong.
...💔💔💔...
Ting tong (bel rumah Fairi ada yang menekan dan dengan cepat bi Mina pergi untuk membukakan pintu)
"Oh ya Allah nak Lime, ayo masuk - masuk pasti capek ya habis perjalanan jauh. Ayo duduk dulu mau bibi buatkan minum apa?" Bi Mina menawarkan minum dan sangat ramah pada seseorang yang bernam Lime yang sudah lama dikenalnya, karena dia dulu adalah asisten dan juga teman Fairi saat Fairi berada di Bangkok.
"Air putih dingin saja bi, kenapa rumah begitu sepi kemana semau orang? Apa Fairi belum pulang kerja, lalu dimana Boo." Lime bertanya dan dia sudah sangat akrab dengan orang - orang terdekat Fairi, bahkan untuk nama panggilan sayang kepada Kemal Lime juga mengikuti panggilan Fairi dengan sebutan Boo pada kemal.
"Dia masih belum pulang kerja, mungkin nanti pulang bareng sama nak Arman, karena dia sedang bermain ke rumah nak Amrita. Sebaiknya nak Lime istirahat saja dulu bibi akan menyiapkan kamar untuk mu, karena nak Fairi sudah bilang pada bibi kalau kamu akan datang cuma tak tau kalau akan datang secepat ini." ucap bi Mina sambil menyerahkan segelas air putih dingin.
"Ya ya terserah kamu saja, tapi sekarang kamu istirahat dulu di sini." bi Mina memaksa Lime untuk istirahat di rumah Fairi.
"Om Lime" Kemal langsung lari menghambur pada pelukan Lime saat dia melihat Lime berada di rumahnya.
"Hei boy, jagoan ku" Lime menyambut Kemal dengan tangan terbuka.
"Kau datang lebih cepat, apa pekerjaannya sudah selesai? Bagaimana perjalanan mu." Fairi terlihat sangat senang melihat Lime datang.
"Iya pekerjaan selesai lebih awal dan aku langsung terbang ke sini untuk menyerahkan semuanya" Lime berkata dan menurunkan Kemal dari gendongannya.
__ADS_1
"Kenapa kamu harus repot - repot datang, sebenarnya kamu bisa mengirimnya lewat email saja, aku tak menyangka kalau kamu akan benar - benar datang langsung, ku pikir waktu itu kamu hanya bercanda." Fairi berkata dengan santai dan duduk di sofa.
"Ya karena aku merindukan kalian." jawab Lime yang terdengar agak aneh.
"Aku juga rindu sama om Lime." Kemal berkata dengan sangat riang di pangkuan Lime
"Baiklah, tunggulah sebentar aku akan menyiapkan makan malam, kita bisa bicara soal pekerjaan nanti saja setelah makan" Fairi bangun dan berjalan menuju dapur.
...💔💔💔...
"Siapa dia, dan kenapa dia datang langsung ke rumah Fairi, apakah mereka punya hubungan yang baik dan dekat." Kenan terlihat berfikir dan sangat terganggu dengan kabar yang diberikan oleh orang suruhannya kalau di rumah Fairi ada seorang pria yang datang dan mereka berdiam diri di dalam rumah sampai malam.
Kenan terlihat sangat terganggu dan dia tak bisa tenang, dalam hati Kenan ingin sekali mendatangi rumah Fairi dan menanyakan langsung mengenai siapa pria yang datang ke rumahnya serta ada hubungan apa antara mereka berdua, namun niatan itu tak dilakukan karena Kenan telah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan mendekati Fairi dengan cara yang baik dan benar.
"Ah. Ini sungguh tak nyaman" gerutu Kenan merasa tak tenang dan juga penasaran.
Malam itu karena merasa tak tenang Kenan pun pergi sendiri dan berhenti di depan rumah Fairi yang agak jauh, Kenan menatap rumah Fairi dari dalam mobil cukup lama "Apa mereka tinggal bersama? Apakah pria itu adalah suami Fairi dan ayah dari putranya?" gumam Kenan penasaran dan terus saja menatap rumah Fairi.
Tak lama kemudian terlihat Fairi, Lime dan Kemal keluar dari rumah dan mereka bertiga terlihat sangat bahagia. Keakraban mereka terlihat sangat jelas kalau mereka sudah saling kenal cukup lama dan juga sangat nyaman dengan kebersamaan mereka. Melihat hal itu membuat bagian dari dada Kenan merasa sesak dan sakit, yang tanpa sadar butiran bening meluncur dari kedua pelupuk mata Kenan.
"Mereka terlihat sangat dekat satu sama lain, tidak mungkin jika itu hanya hubungan antara rekan kerja saja, atau sekedar teman. Karena aku tak pernah melihat Fairi sedekat itu dengan Fahmi." gumam Kenan menahan sesak di dadanya
"Baiklah hati - hati di jalan dan jangan lupa besok kita ketemu di rumah dan aku akan membawah mu ke Bogor untuk melihat langsung perkebunan teh di sana ok." Fairi berkata dengan sangat senang.
"Ok, aku akan datang besok pagi dan menunggu mu di rumah untuk bermain dengan Boo." ucap Lime dengan memeluk Kemal dan terlihat Kemal juga sangat dekat dengan Lime.
__ADS_1
Saat Fairi yang tak mengetahui kalau aktifitasnya diperhatikan oleh Kenan dari kejauhan, Kenan pun yang melihatnya hanya bisa menafsirkan anggapan dengan apa yang dia lihat tanpa tau kebenarannya dan apa yang dibicarakan oleh Fairi dengan pria itu yang terlihat sangat menyenangkan dan dekat satu sama lain.
"Sepertinya mereka memang keluarga, lihatlah mereka terlihat sangat dekat satu sama lain" gumam Kenan dan dengan berat hati meninggalkan tempat itu untuk menuju ke rumah mamanya dengan hati yang sangat sakit melihat keakraban dan kedekatan Fairi dengan pria lain.