
"Rumi ada yang nyari kamu ini" Santoso memberitahu Arumi kalau ada yang nyariin dia.
"Siapa Santos" Sulis berkata dan melihat ke luar kelas.
"Kak Maya." Arumi yang mengenali Maya dan langsung menyapa dengan baik
"Arumi ya, sulit sekali mencari kelas mu." Maya berkata dengan baik dan penuh dengan senyum pada Arumi
"Ada apa ya kak" Arumi bertanya karena dia tak dapat kabar dari Kemal kalau Maya akan mencari dia.
"Tidak ada aku hanya ingin ngobrol sama kamu saja." Maya berkata dan membawah Arumi duduk didepan kelas Arumi.
"Oh, iya gak papa kak. Aku cuma kaget sama karena kak Arman tak bilang apa - apa. Nanti kita ketemu di kantin saja kak." Arumi mengajak Maya janjian.
"Baiklah nanti kita ketemu lagi di kantin ya." Maya pergi dan memeluk Arumi.
"Hei Rumi apa kau tau siapa dia? Dia adalah Maya kan yang ibunya katanya di penjara karena melakukan beberapa kesalahan dan juga termasuk wanita nakal." Sulis berkata dan menceritakan semuanya soal Maya yang dia tau pada Arumi.
Dan siangnya Arumi mencari Maya dan mereka makan di kantin bersama, terlihat Maya dan Arumi serta ketiga teman Arumi terlihat sedang berbincang dengan seru.
...💔💔💔...
"Sayang apa sudah makan siang." Kenan datang ke kantor Fairi
"Kenapa kamu kemari."
Fairi bertanya tanpa menjawab pertanyaan Kenan, dan hal itu membuat Kenan merasa tak puas.
"Haruskah ada alasan untuk ku menemui istriku?"
Kenan berjalan mendekat dan memutar kursi Fairi lalu Kenan mencium kening Fairi
"Kau kenapa Ken" Fairi menatap dengan bingung
"Kemarilah" Kenan menarik Fairi untuk berdiri dan ganti dia yang duduk dengan memangku Fairi, "sayang, tidak bisakah kau mengganti panggilan mu untuk ku."
"Hem, kau demam." Fairi memegang kening Kenan
"Aku ingin kau memanggilku dengan panggilan lain, bukankah kita sudah menikah dan menjadi suami istri sekarang" Kenan memeluk Fairi dan menenggelamkan wajahnya di dada Fairi.
"Kenapa dengan mu, dulu kita juga suami istri dan aku memanggilmu dengan panggilan sama Kenan." Fairi mengusap kepala Kenan
"Dulu sama sekarang kan beda sayang. Dulu kita menikah bukan karena keinginan kita dan juga tak ada cinta diantara kita, sedangkan sekarang kita menikah karena kita saling mencintai." Kenan mendongak menatap Fairi
"Hei apa bedanya dulu dan sekarang, dulu kau juga mencintaiku kan hanya saja kau tak mau mengakuinya." Fairi
__ADS_1
"Tapi dulu kan aku masih belum yakin dengan perasaanku sayang dan sekarang aku lebih yakin akan perasaanku, itu nyata." Kenan
"Baiklah mas Kenan, begini boleh?"
Fairi berkata dan mengalungkan kedua tangannya di leher Kenan serta menggunakan nada manja untuk memanggil nama Kenan. Kenan tersenyum malu dan menenggelamkan wajahnya lagi ke dada Fairi
"Hei kenapa kau malah malu - malu begitu, kita bukan remaja lagi loh. Kita adalah ibu - ibu dan bapak - bapak yang sudah memiliki dua anak tau." Fairi menarik wajah Kenan dan menatapnya dengan senyuman
"Hem, kan masih belum yang ketiga sayang jadi bisa dibilang masih mudah" Kenan tersenyum lepas
Fairi tertawa "kau seperti anak kecil"
"Aku sangat mencintai mu sayang, sangat sangat sangat cinta." Kenan
"Iya iya tau, sekarang lepaskan aku dan menyingkir lah dari kursiku biarkan aku bekerja." Fairi bangun dari pangkuan Kenan dan menarik Kenan.
"Kita makan malam bersama nanti malam, aku menunggumu jam 7 malam dan aku sudah menyiapkan sesuatu untuk mu, oh aku juga sudah meminta ijin pada two Ar." Kenan pergi dan sebelum pergi dia mencium pipi Fairi.
Fairi tersenyum dan bergeleng kepala "apakah dia Kenan yang ku kenal dulu? Kenapa dia seperti orang yang berbeda ya."
...💔💔💔...
"Kakak mama sama papa lagi pacaran ya." Arlan bertanya dan terlihat senang
"Papa, karena tadi saat menjemput Lan Lan papa bilang kalau papa ingin pacaran sama mama untuk membujuk mama agar mau membuat adik bersama dengan papa." jelas Arlan dan Kemal tersenyum
"Menyuruh ku agar tak mengajarinya aneh - aneh, sekarang malah papa sendiri yang mengajarinya hal aneh." gumam Kemal tersenyum dan mengusap kepala Arlan.
Malam itu bi Mina dan bi Ningsih dilarang untuk masak sama Kenan karena dikirimi makanan dari restoran yang saat itu jadi tempat makan malam romantis Kenan dan Fairi.
Di rumah semua orang makan malam bersama dengan menu yang sama persis dengan apa yang saat ini dimakan oleh Kenan dan Fairi, terlihat semua orang merasa senang dan sangat menikmati makanannya.
"Kalau seperti ini aku jadi teringat saat kita makan makanan masakan non Fa dan kue buatannya disetiap tahunnya bi." ucap man Ayub
"Kau benar, setiap acara ulang tahun pernikahan mama kalian dia akan selalu masak sendiri semua hidangan makan malam dan juga membuat kue, lalu kita semua makan dan menikmati makanan yang sama dengan yang dimakan oleh mama dan papa kalian." Bi Ningsih bercerita soal pernikahan Fairi yang dulu pada Kemal dan juga bi Mina.
...💔💔💔...
Keesokan paginya setelah Fairi dan Kenan bercekcok cukup alot akhirnya Fairi mengalah dan mengijinkan Kemal berangkat ke sekolah membawah mobil sendiri karena dia ingin menyelesaikan belajarnya dengan beberapa guru yang akan memberikan ujian pada kemal untuk dia naik kelas karena Kemal terlalu menonjol dari pada teman - temannya yang lainnya. Tapi di tengah jalan Maya menghubunginya dan teriak minta tolong dan juga terdengar beberapa orang pria.
"Halo kak, kak. Ah sial." Kemal langsung melajukan mobilnya dengan cepat dan dia menuju ke tempat yang diinfokan oleh Maya.
"Hahaha, apa kau pikir dia akan datang hanya untuk wanita seperti mu ha? Aku sudah cukup berbaik hati padamu ya dengan membiarkan mu melakukan sesukamu, ingatlah kau masih ada hutang padaku dan kau harus membayarnya." ucap seorang anak yang memakai seragam sekolah juga
"Sudah kali bos, lakukan saja di sini kalau dia tak ingin ikut dengan kita. Karena kami juga tak keberatan menggarap wanita nakal ini di sini."
__ADS_1
"Benar bos kelamaan, uda pengen ini bos."
"Yo i"
Beberapa orang itu mengepung Maya dan mereka ingin berbuat jahat pada Maya.
"Tidak, tidak dengarkan aku dulu. Kemal pasti akan datang" Maya menghindar dan lari
"Hei mau kabur kemana kamu."
Orang - orang tadi mengejar Maya dan saat dapat mereka semua memaksa Maya untuk melakukan sesuatu yang ingin mereka lihat, teriakan Maya malah membuat semua orang tertawa dan tak lupa mereka merekamnya.
"Apa yang kalian lakukan" Kemal mendorong mereka dan membantu Maya bangun lalu menutupi Maya dengan jaketnya
"Siapa kau, mau jadi pahlawan kesiangan hah." ucap seseorang dan menatap tak suka pada Kemal.
"Kemal, aku sangat takut. Ku pikir kamu tak akan datang." Maya menangis dan sembunyi dibelakang Kemal dengan tubuh bergetar.
"Oh, jadi kau yang bernama Kemal ya." orang - orang itu terlihat sangat marah dan kesal.
"Apa kalian tak malu melakukan hal ini pada seorang gadis, bagaimana jika adik atau kakak perempuan kalian diperlakukan seperti ini." Kemal kesal pada semua orang yang telah mempermalukan Maya
"Bukan urusan mu, dan yang jelas aku tak memiliki saudara perempuan seperti wanita nakal itu." jawab salah satu dari orang - orang itu
"Kau." Kemal meninggikan suaranya
"Jangan banyak ceramah kamu."
Mereka datang dan memukul Kemal dengan keras hingga Kemal terjatuh.
"Kemal." Maya memeluk Kemal dan membantu Kemal bangunan.
"Kita bicara baik - baik dulu kak, sebenarnya ada apa ini jangan asal pukul begitu dong." Kemal bangun dan membersihkan celananya lalu melindungi Maya.
"Dia ada hutang sama bos kami dan kami berniat menagihnya." jawab mereka bersamaan
"Ok, berapa hutangnya." Kemal
"Apa kau pikir kami percaya kalau kau akan menanggung hutangnya hah." salah satu dari mereka maju.
"Hajar saja."
"Kemal" Maya marik Kemal
Mereka pun terlibat cekcok dan saling pukul, tendang dan juga tinju tak lepas dari mereka. Hingga salah satu dari mereka menghubungi seseorang dan mereka semua berakhir di kantor polisi.
__ADS_1