HURT SECOND WIFE

HURT SECOND WIFE
HSW BAB 120. Mentari VS Katrina


__ADS_3

Melihat Mentari senang segera Katrina bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah wanita tersebut sedangkan Bintang sudah tampak sibuk menerima telepon dan menjauh dari semua orang.


"Selamat ya Me," ucap Katrina mengulurkan tangannya kehadapan Mentari. Meski jengah melihat wanita itu, tetapi Mentari tetap menerima jabatan tangan Katrina.


"Terima kasih banyak. Semoga kehidupan kalian menjadi bahagia tanpa kehadiranku lagi," ucap Mentari pada Katrina.


"Oh jelas, hubungan kami akan kembali hangat seperti sebelum kamu hadir diantara kami."


Tentu saja Mentari sakit hati mendengar perkataan Katrina. Namun, Mentari menahannya karena tidak ingin ada masalah lagi. Toh setelah ini dia tidak akan pernah berhubungan lagi dengan yang namanya Katrina maupun Bintang.


"Ayo Me kita pergi saja dari tempat ini. Sepertinya cuaca di tempat ini sudah berubah panas," ucap Reni sambil menggenggam tangan Mentari dan hendak membawa Mentari keluar gedung.


"Saya harap setelah lepas dari Bintang kau tidak menjadi pelakor lagi." Ucapan Katrina kali ini sangat menusuk di hati Mentari.


Mentari melepaskan pegangan tangan Reni dan berbalik lalu berjalan ke depan Katrina.


"Apa maumu sebenarnya?" tanya Mentari sambil menatap tajam mata Katrina dan tangannya mencengkram bahu Katrina. Sudah terlalu lama Mentari diinjak-injak oleh Katrina hanya karena dirinya hanyalah istri kedua dari Bintang.


"Jangan menatapku seperti itu. Kau pikir kau bisa melawanku hah dasar wanita jelek." Katrina menepis tangan Mentari di lehernya.

__ADS_1


"Hmm, aku pastikan setelah bercerai dengan Bintang tidak akan ada pria manapun yang mau denganmu," ucap Katrina balas menatap tajam mata Mentari.


"Perempuan kucel sepertimu tidak akan pernah mendapatkan jodoh dan kau akan menjadi janda selamanya. Kau tahu artinya status janda? Kau akan menjadi gunjingan orang-orang kalau bertingkah."


"Katakan apa maumu! Aku tidak masalah meski hidup sendiri selamanya yang penting aku tidak merepotkan orang lain dan bisa memenuhi kebutuhanku sendiri," ucap Mentari kesal. "Aku bisa hidup mandiri tidak manja sepertimu sehingga ketika Mas Bintang tinggal di sini kau akan ikut ke sini. Tinggal di sana ngikut ke sana," ejek Mentari kala mengingat saat Bintang tinggal di apartemen bersama dirinya Katrina malah ikut pindah ke apartemen Bintang.


"Hmm mandiri, bisa memenuhi kebutuhan sendiri? Tanpa uang Bintang kau takkan bisa apa-apa."


"Sudahlah Me tidak usah ditanggapi omongan orang yang tidak waras seperti dia. Itu akan menaikkan tekanan darahmu. Lebih baik kita anggap suaranya hanya angin lalu saja. Dia belum tahu bahwa zaman sekarang janda semakin di depan. Aku yakin Bintang pun akan tertarik kembali jika kamu sudah menjadi janda Me," ucap Reni panjang lebar membuat Katrina marah dan mendorong tubuh Reni ke belakang.


"Apa maksudmu?!" Bentak Katrina.


Mentari langsung menarik Reni keluar dari tempat tersebut tanpa mau menoleh dan terpancing lagi dengan kata-kata Katrina.


"Kurang ajar," geram Katrina sambil mengepalkan tangan mendengar Mentari mengatakan dirinya stres. "Aku akan melaporkanmu ke penjara karena telah menjatuhkan Aldan dan membuatnya harus menghabiskan waktu sehari-harinya di rumah sakit," ancam Katrina.


Niat hati tak ingin terpancing, tetapi Mentari merasa tergelitik dengan perkataan Katrina.


Mentari menoleh dan berkata, "Laporkan saja jika kau punya bukti. Kalau tidak jangan

__ADS_1


macam-macam karena aku akan menuntut balik dirimu atas tuduhan pencemaran nama baik," ucap Mentari sedikit berteriak karena jaraknya mereka yang memang sudah jauh.


"Bagus Me, lawan saja terus jangan mau ditindas," ucap Reni ikut geregetan.


"Kamu sudah semakin berani ya. Awas kamu!" geram Katrina.


"Ada apa sih Kate berisik dari tadi?" tanya Bintang yang sudah menutup panggilan teleponnya dan berjalan ke arah Katrina.


"Tidak ada apa-apa Bin, cuma aku kesal sama pengemis tadi yang sempat masuk dan memaksa untuk diberi uang," bohong Katrina.


"Oh ya sudah kita pulang saja. Kenapa ke sini juga sih, Aldan dengan siapa?"


"Dengan mama dia Bin."


"Oh, sudah yuk!"


Katrina mengangguk dan berjalan sejajar dengan Bintang menuju mobil Bintang yang terparkir. Dalam hati masih mendumel dan kesal pada Mentari. Dia ingin suatu saat nanti memberikan wanita itu pelajaran.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2