
Sementara Kiki setelah menelpon seseorang langsung ke toilet restoran karena ingin buang air kecil.
"Loh Diandra kemana sih?" tanya Kiki melihat wanita itu sudah tidak ada di tempatnya saat dirinya kembali. Namun, berkas yang dibawa Diandra tadi masih ada di atas meja begitupun dengan laptop.
"Ceroboh sekali tuh orang, dia pikir berkas ini tidak penting apa," protes Kiki sambil mengecek berkas di atas meja.
Kiki duduk lalu meneguk minumannya.
Lama menuggu Diandra akhirnya Kiki memilih untuk memesan makanan sambil menunggu perempuan itu kembali.
Disela-sela menunggu makanan diantar ke mejanya Kiki mencoba menelpon Diandra, tapi panggilan teleponnya tidak diangkat dan beberapa saat kemudian ponsel Diandra berubah tidak aktif.
"Sudahlah mungkin dia ke toilet wanita atau mungkin kembali terlebih dulu ke perusahaan," ujar Kiki saat melihat pelayan membawa makanan pesanan dirinya.
"Mbak lihat teman saya yang tadi duduk di sini?" tanya Kiki saat pelayanan tersebut telah menaruh makanan di atas meja.
"Oh yang pakai blazer hitam Mas?"
"Iya betul."
"Oh tadi dia keluar dengan pria bule ini," jawab pelayan.
"Keluar dari restoran?" tanya Kiki memastikan.
"Iya Mas benar."
"Oh ya sudah kalau begitu Mbak bisa pergi."
Pelayan itu mengangguk dan berjalan menjauh dari meja Kiki.
"Kemana ya mereka? Apa mungkin mereka berjalan-jalan atau melihat perusahaan? Tapi bukannya klien tadi mengatakan ada pertemuan penting lainnya ya habis bertemu kami? Diandra juga kenapa nggak ngomong dulu sebelum pergi. Ah bodoh amat, terserah Diandra mau ngapain yang penting saat aku kembali ke kantor dia sudah ada di sana. Sekarang waktunya makan-makan." Kiki pun menikmati menu yang dipesannya tadi.
Setelah selesai makan dan membayar Kiki langsung bergegas kembali ke kantor.
Sampai di sana ternyata Diandra sudah duduk di mejanya.
"Kamu darimana saja sih Diandra? Kau tahu aku sampai lelah mencari dirimu kemana-mana. Lain kali kalau mau balik duluan lapor dululah!" protes Kiki merasa paling dirinya paling tersiksa dengan kepergian Diandra tanpa pamit padahal dirinya sama sekali tidak mencari Diandra kemanapun hanya bertanya saja pada pelayan restoran.
"Sorry Pak Kiki saya sakit perut jadi terpaksa harus balik duluan. Sorry juga nggak ngabari sebab handphone saya tiba-tiba mati," bohong Diandra.
"Kata pelayan tadi kamu pergi bersama Tuan Ethan?!" tanya Kiki penuh selidik.
"Oh itu ... iya dia yang mengantarkan saya ke perusahaan ini karena kasihan melihat saya meringis kesakitan," sahut Diandra.
"Oh ya sudah kalau begitu saya masuk ke dalam dulu. Pak Gala sama Sarah sudah balik?"
"Kayaknya belum tuh, belum ada di dalam."
__ADS_1
"Oke." Kiki mengangguk dan melangkah masuk ke dalam ruangannya.
Beberapa saat kemudian Gala datang bersama Sarah dengan bergandengan tangan dan tampak mesra. Sesekali mereka berbicara sambil tertawa kecil dan Gala sesekali berhenti dan mengecup kening sang istri. Sarah tidak menolak Gala. Kali ini Sarah tidak malu-malu lagi meski Gala menampakkan kemesraannya di depan umum.
Diandra yang melihat tangan Sarah bergelantungan di lengan Gala merasa ilfeel dan memalingkan muka.
"Dasar norak," ketusnya dalam hati.
"Bagaimana Diandra pertemuannya, sudah menemui kesepakatan?" tanya Gala berhenti sejenak di depan meja Diandra.
"Sudah Pak, perjanjiannya sudah deal."
"Baguslah kalau begitu, ayo sayang kita masuk dulu sebelum aku antar pulang," ajak Gala pada Sarah. Sarah pun mengangguk sambil tersenyum.
"Dasar wanita tidak tahu diri, gara-gara kamu datang ke kantor pagi ini semuanya kacau dan aku sampai harus berurusan dengan warga dan kantor polisi," kesal Diandra dalam hati. Perempuan itu masih menyalahkannya Sarah atas peristiwa yang menimpa dirinya tadi.
Satu jam di dalam ruangan Gala akhirnya Sarah pamit pulang.
"Aku antar," ujar Gala menawarkan diri.
"Tidak usah aku pulang sendiri saja pak Gala pasti sibuk, kan?" tolak Sarah.
"Nggak apa-apa pekerjaan bisa ditinggal tapi kalau istri yang ditinggal bisa diambil orang," ujar Gala dengan ekspresi wajah yang tampak serius.
Sarah mengernyit.
"Kalau nggak setia?" goda Gala.
"Nanti aku tukar tambah." Sarah langsung cekikikan.
"Enak saja aku mau ditukar sama siapa?"
"Yang jelas sama yang lebih tampan lah dan yang terpenting yang lebih setia dan cinta," jawab Sarah dengan ekspresi yang begitu serius.
"Nggak ada pria yang sesetia saya di dunia ini," ujar Gala.
"Pret!" ucap Sarah lalu mencebik.
"Jangan begitu kalau tidak mau tuh bibir habis di sini," ancam Gala.
Sarah langsung diam.
"Lagian sama suami sendiri manggilnya Pak," protes Gala.
"Kan calon bapak dari anak-anak saya," ujar Sarah membuat Gala langsung garuk-garuk kepala.
"Terserah deh kamu mau manggil aku apa," ucap Gala pasrah. "Ayo aku antar!"
__ADS_1
"Nggak usah Pak aku pulang sendiri saja."
"Beneran nggak apa-apa?"
"Iya."
"Terus mau naik apa? Kan kamu nggak bawa kendaraan sendiri."
"Naik ojek ada, taksi online juga ada. Kalau Sarah sih bisa-bisa aja naik kendaraan apapun."
"Nggak boleh naik ojek, aku nggak sudi kamu pegangan sama pria lain."
"Ya udah taksi online saja."
"Nggak boleh, nanti kamu berduaan saja dengan sopir. Bukan muhrim."
"Ya ampun Pak Gala kok ketatnya melebihi Kak Alzam sih?" protes Sarah.
"Ya sudah lebih aman bawa mobilku saja." Gala menyerahkan kunci mobil ke tangan Sarah.
"Jangan! Nanti Pak Gala pulangnya naik apa?"
"Kan ada Kiki yang bisa nganterin. Sudah kamu pulang duluan aja ya bawa mobil. Aku tanggung nih mau ngerjain ini dulu ya, boleh kan?"
"Boleh."
"Ya sudah ini kunci mobilnya!"
Akhirnya Sarah mengangguk pasrah dan meraih kunci dari tangan Gala.
"Aku pamit ya Pak," pamit Sarah sambil menyalami tangan Gala dan pria itupun mengecup lagi kening istrinya.
"Hati-hati ya!"
"Iya. Assalamualaikum!"
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
Sarah pun keluar dari ruangan Gala.
"Ke sini cuma mau pamer kemesraan," gumam Diandra saat melihat Sarah berjalan menuju ke arahnya. Dia kesal dari tadi sebab melihat dari sekat kaca Sarah terlalu intim dengan Gala.
Bersambung.
Bab novel ini ku up menjelang detik-detik sebelum pergantian tahun baru. 5 menit sebelum pukul 24.00 wib.
🌟Happy New Year ya semuanya. Selamat tinggal tahun 2022 dan selamat datang tahun 2023. Semoga apa yang kita cita-citakan tercapai di tahun 2023 ini. Maafkan othor jika ada salah ya baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja 🙏🎉🎇
__ADS_1