
"Arka," rengek Katrina pada Arka yang juga terlihat bingung.
"Tidak apa-apa Kate, terima saja dulu. Setiap pekerjaan harus dimulai dari bawah, bukan?" Arka mencoba membujuk Katrina agar menerima tawaran kerja di perusahaan itu sebab kalau Katrina bekerja di tempat yang sama dengannya keduanya akan sering bertemu tanpa ada kecurigaan dari Bintang.
Namun, sepertinya Arka melupakan suatu hal hanya karena terlalu senang bisa bertemu Katrina setiap hari. Mungkin Bintang tidak akan curiga dengan hubungan antara Katrina dan dirinya, tetapi yang menjadi masalah mampukah dirinya menutupi segalanya agar Katrina tidak mengetahui hubungannya dengan pemimpin perusahaan itu?
"Tapi Arka itu bukan passion-ku," rengek Katrina lagi.
"Sini aku bisikkan!" Arka memanggil Katrina agar mendekat. Pria yang berdiri di hadapannya tampak mengernyit, menebak-nebak apa yang dibisikkan keduanya.
"Bagaimana mau, kan? tenang saja nanti aku akan mengusahakan agar kamu naik jabatan," janji Arka begitu yakin. Tentu sajalah, bukannya Bu Bos nya itu sudah berjanji akan mengabulkan setiap permintaan Arka?
"Baiklah," ucap Katrina pasrah daripada dirinya menjadi pengangguran dan hanya menggantungkan harapannya pada Bintang yang sama sekali tidak bisa diandalkan lebih baik menerima bekerja di tempat itu dengan pengharapan agar cepat bisa naik jabatan.
"Bagaimana?"
"Baik Pak saya terima," jawab Katrina mantap.
"Kalau begitu saya jelaskan rincian pekerjaan yang harus kamu lakukan."
"Sudah tahu Pak, kan tadi sudah dijelaskan," ketus Katrina.
"Ya sudah kalau tahu silahkan langsung bekerja. Ingat tidak boleh berdiam diri saja saat jam kerja atau dirimu langsung dipecat," jelas pria itu lalu memanggil salah satu karyawan agar menangani Katrina barangkali masih tidak paham dengan apa yang harus dilakukan.
"Baik Pak, nanti saya bimbing kalau memang dia butuh untuk dibimbing."
"Oke bagus, dan satu lagi awasi dia juga, saya khawatir dia melakukan hal di atas nalar. Ngamuk-ngamuk misalnya atau malah mencuri sesuatu dari perusahaan ini sebab dia punya catatan buruk sebelumnya di perusahaan lain."
"Baik Pak."
"Hem! Hem! Katrina berdeham karena curiga kedua orang yang berdiri si sampingnya itu membisikkan sesuatu yang buruk tentang dirinya.
__ADS_1
"Silahkan bekerja, maaf saya harus kembali ke ruangan saya." Setelah mengatakan itu pria itu langsung melenggang pergi.
"Kate, kau bekerjalah dengan baik agar aku bisa merekomendasikan dirimu pada Bu Bos," pesan Arka.
"Oke siap Arka."
"Iya nanti kalau ada apa-apa atau punya kesulitan hubungi saya di ruangan ya. Nanti saya akan mencoba membantu sebisa mungkin."
Katrina mengangguk.
"Kalau begitu aku harus kembali ke ruangan saya dan bekerja seperti biasa."
"Iya Arka." Manut saja Padahal dalam hati geram sendiri sebab dirinya malah jabatannya jauh di bawah Arka yang selama ini selalu dia remehkan.
****
Selama seminggu Katrina bekerja dengan baik. Pada Bintang dia mengatakan dirinya diterima di perusahaan masih dengan jabatan yang sama dengan saat dirinya bekerja di perusahaan Gala. Tentu saja dia membohongi Bintang sebab malu dengan profesinya sekarang. Katrina berangkat ke kantor dengan seragam formal layaknya sekretaris, tetapi sampai di kantor dia langsung mengganti pakaiannya sebab pakaian itu akan menyulitkan dirinya untuk bekerja.
Tunggu pembalasanku besok!
"Arka kapan aku bisa naik jabatan? Aku lelah kalau begini terus." Katrina pulang dari kantor tidak langsung pulang ke
apartemen Bintang. Namun, diajak Arka ke rumahnya terlebih dahulu.
"Kan aku sudah bilang Kate tunggu satu bulan lagi baru aku rekomendasikan dirimu ke Bu Bos."
"Kelamaan Arka, satu bulan tubuhku akan remuk. Itupun kalau Bu Bos memenuhi permintaanmu, kalau tidak? Apa aku akan selamanya berada di ruangan yang pengap seperti itu?"
"Yakinlah padaku Kate."
Katrina berbalik menatap wajah Arka dengan penuh selidik membuat pria yang sedari tadi memijit bahu Katrina itu menghentikan aktivitasnya.
__ADS_1
"Kenapa kau menatapku seperti itu? Kangen melakukan hal yang sudah lama kita tidak lakukan lagi?" Arka mengedipkan mata menggoda Katrina.
"Kau tidak ada main kan dengan Bu Bos?" Katrina tidak menggubris perkataan Arka tadi. Dia menjadi lebih curiga lagi karena begitu yakin bosnya akan memenuhi keinginan Arka.
"Maksudmu apa?" Arka terlihat gelisah takut Katrina telah mengetahui skandalnya bersama Bu Bos nya itu.
"Maksudnya, bagaimana kamu bisa mendapatkan posisi jabatan hanya dengan waktu sekejap saja? Bukankah itu tidak mudah seperti katamu yang harus berproses, memulai semuanya dari nol?"
Arka terdiam. Pria itu memikirkan alasan yang tepat agar tidak dapat terbantahkan oleh Katrina.
"Kenapa kamu menjadi malah seperti mencurigai aku sih?" tanya Arka tak percaya dengan pemikiran Katrina saat ini.
"Bagaimana aku bisa percaya Arka aku saja yang basic-nya pernah menjadi seorang sekretaris di sini malah tidak ada bedanya dengan OB sedangkan kamu yang tidak ada keahlian dalam perusahaan manapun diangkat menjadi manajer, dan satu lagi saya melihat tatapan Bu Bos berbeda saat aku bersamamu. Sepertinya dia tidak suka melihatku ada di sampingmu," jelas Katrina panjang lebar.
"Ah, itu hanya perasaanmu saja Kate."
"Semoga memang yang aku rasakan tidak benar, tapi aku benar-benar benci melihat tatapannya padamu yang seperti orang lapar saja."
"Oh jadi kamu cemburu ceritanya?" tanya Arga mencoba tersenyum.
"Bukan cemburu Arka hanya bingung saja kenapa semua ini bisa terjadi dengan mudah?"
"Itulah yang namanya rezeki Kate, kau harus percaya pada takdir Tuhan. Tidak semua manusia yang memiliki kepandaian bernasib baik dan begitupun sebaliknya seseorang yang kamu anggap bodoh mungkin saja mereka lebih pintar darimu begitupun sebaliknya. Begitu juga dengan kekayaan seseorang, mungkin orang yang kau anggap hina dan miskin pada kenyataannya lebih kaya darimu. Pernah dengar kata-kata bijak 'Jangan engkau hina sesuatu yang kecil dan tidak berharga, sebab kadang kala ujung jarum pun bisa mengalirkan darah' (Ali bin Abi Thalib)."
"Cih kamu sok bijak atau mau menyindirku Arka?" Katrina jadi teringat akan dirinya yang sering menghina Mentari dengan mengatakan wanita kampungan dan tidak berkelas sehingga tidak cocok bersanding dengan Bintang.
"Ya mungkin sedikit sebab kau selalu meremehkanku dulu," ujar Arka dan Katrina akhirnya hanya terdiam.
"Untung aku cinta, jadi aku tidak marah padamu. Untuk itu jangan pernah berpikiran macam-macam padaku sebab aku tidak mungkin mengkhianatimu," imbuh Arka lagi dan Katrina hanya manggut-manggut saja padahal lelakinya dalam mode berbohong.
Bersambung.
__ADS_1