Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 105 Akibat Pakaian Haram


__ADS_3

Yudha turun dari mobilnya dengan membawa sebuah buket bunga untuk sang istri. Wajahnya nampak sangat bahagia. Ia sudah mempersiapkan semua ini sejak kemarin. Dan hari ini bulan madu akan mulai ia jalani bersama dengan sang istri tercinta.



"Selamat siang pak Yudha." Feny yang baru saja keluar dari lift langsung menyapa pria itu dengan ramah. Tak lupa pula dengan hatinya yang berdebar-debar tak karuan.


"Ah selamat siang mbak Feny. Apa sekretaris saya sudah sampai dengan selamat di dalam unit saya mbak?" Yudha menjawab dengan sebuah pertanyaan lain.


"Iya pak. Udah kok," senyum Feny.


"Makasih mbak Feny. Kalau gitu aku naik ya, sampai jumpa lagi," ucap Yudha kemudian segera memasuki lift yang akan membawanya menemui sang istri.


Feny hanya membungkukkan badannya sedikit. Gadis itu semakin yakin kalau Yudha Abdullah pasti mempunyai hubungan khusus dengan perempuan cantik itu. Dan satu hal yang membuatnya tersenyum meringis adalah karena pria itu tak punya perhatian sedikitpun pada dirinya.


Ah, sudahlah, ucap Feny dalam hati.


Berhentilah mengharapkan sesuatu yang bukan milikmu Fen, lanjutnya dengan helaan nafas berat.


Gadis itu pun segera memasuki ruangan kerjanya di lantai satu gedung apartemen itu dengan bahu menurun tak bersemangat.


Sementara itu,


Selfina menghampiri ranjang king size sang suami dan duduk di atasnya dengan pelan. Tangannya menyentuh lingerie merah itu dan membawanya ke pangkuannya.


Secarik kertas dari dalam pakaian itu terjatuh dan ia mengambilnya.


Pakailah, aku sangat ingin melihatmu dalam pakaian itu.


"Ah ya ampun. Aku kok deg degan gini ya," ucap Selfina dengan perasaan campur aduk. .


"Apakah ini sudah lama dipersiapkan oleh mas Yudha yang katanya merupakan pekerjaan penting yang akan kami kerjakan?" tanya Selfina seraya mengangkat lingerie itu dengan tangan gemetar.


"Oh, mama. Aku takut," ucapnya lagi seraya menatap ke langit-langit kamar itu. Rasanya ingin ia bersembunyi dari pria itu sekarang.

__ADS_1


"Apa aku harus bersembunyi dulu?" tanyanya lagi pada dirinya sendiri.


"Atau apa aku harus menelpon mama terlebih dahulu kalau kami akan,~, oh tidak. Aku takut." Selfina menundukkan wajahnya dengan jari-jari saling meremas.


Ia sungguh sangat tegang sekarang. Dan tanpa sadar ia meraih dan mengarahkan Lingerie itu ke wajahnya. Ada aroma yang sangat harum dan juga sensual yang bisa ia rasakan dari kain tipis dan kurang bahan itu.


Ia pun berdiri dan mulai relax dan juga santai. Ia pun mencari dimana kamar mandi suaminya berada. Ia ingin mandi dan membersihkan dirinya untuk menjemput pria mesum itu.


Yudha membuka pintu unit apartemennya dengan senyum yang sangat bahagia. Buket bunga yang ia bawa untuk Selfina ia sembunyikan di belakang punggungnya. Ia ingin membuat kejutan yang sangat istimewa untuk sang istri tercinta.


Semua ruangan ia datangi tapi tak ia temukan dimana perempuan cantik itu berada.


"Tasnya ada di luar tapi orangnya kemana?" tanyanya bingung. Ia pun menyimpan buket bunga itu di atas meja kemudian memasuki kamar tidurnya.


"Lho, kamu kemana sih sayang?" tanyanya lagi dengan perasaan yang mulai kesal kembali.


Pria itu pun bersiap keluar dari kamar itu untuk mencari handphonenyanya. Ia ingin menelpon sang istri untuk mengetahui keberadaan perempuan cantik itu. Akan tetapi keinginannya batal karena tiba-tiba saja pintu kamar mandi yang ada di dalam kamarnya terbuka.


Tatapannya tak berkedip pada satu objek di depan matanya yang sangat cantik dan juga seksih.


Yudha tak bisa berkata-kata. Ia bagaikan melihat seorang bidadari baru turun dari kayangan. Dunianya seakan berhenti berputar.


"Selfina, kamu cantik sekali sayang," ucapnya dengan suara yang hampir tenggelam di dalam kerongkongannya. Ia pun menghampiri sang istri dengan tatapan penuh cinta.


Sedangkan Selfina jadi sangat malu. Ia tak menyangka kalau suaminya datang secepat ini. Ia sungguh hanya ingin mencoba pakaian haram ini sebelum Yudha datang.


Dalam sepersekian detik ia berusaha untuk kabur ke kamar mandi untuk bersembunyi dan mencari handuk atau apa saja yang bisa menutupi tubuhnya yang sangat terbuka. Tapi sayangnya Yudha lebih cepat dari perkiraannya.


"Kamu mau kemana sayang," ucap Yudha saat berhasil merengkuh pinggang rampingnya dan memeluknya posesif.


"Aku malu pak. Mau ganti aja bajunya," ucap perempuan cantik itu dengan pipi merona merah.


Yudha tersenyum kemudian menghidu leher jenjang sang istri dengan hidungnya. Ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh Selfina bagaikan sedang menghisap sabu-sabu yang begitu candu.

__ADS_1


"Kamu sangat cantik sayang. Ya Allah. Aku sangat bahagia Sel," bisik pria itu dengan suara beratnya. Tangannya semakin kuat merengkuh tubuh istrinya yang begitu sangat cantik sehingga jarak mereka benar-benar tak ada lagi. Tubuh mereka merapat.


Selfina merasakan tubuhnya menegang. Pria mesum ini sudah mulai menggerakkan tangannya kemana-mana. Mengelus punggungnya lembut dan berakhir mulai memasuki panty merahnya dan meremas bongkahan kenyal dan padat miliknya.


Perempuan itu tak berkutik. Yudha Abdullah benar-benar menyerangnya dengan sangat membabi buta. Bibir pria itu bahkan sudah bergerak membungkam daging kenyal milik istrinya itu dengan sangat lembut dan menuntut.


Selfina merasakan tubuhnya meleleh bagaikan sebuah es krim yang terkena panas dan langsung melumer.


Ia tak sanggup lagi. Ia pun tak tahu malu mendessah dan berteriak tertahan, "Massss~!"


"Humm, ada apa sayang," ucap Yudha tersenyum. Ia pun menghentikan aksinya menghisap leher jenjang sang istri dengan sangat ganas.


Selfina tak menjawab tetapi malah menundukkan wajahnya malu. Yudha semakin gemas saja dibuatnya. Ia pun langsung mengangkat tubuh Selfina dan membawanya ke atas ranjang ala bridal style.


Selfina tersenyum kemudian meraih bantal untuk menutupi tubuh bagian bawahnya karena lingerie nya benar-benar hanya menutupi sebagian kecil dari tubuhnya.


Sedangkan tangannya berusaha menutupi bagian atasnya yang sejak tadi tak sabar mengintip dan memperlihatkan dirinya yang putih, mulus, dan sangat kencang.


Yudha membuka suitnya dengan tatapan tak lepas dari tubuh sang istri. Ia sudah tidak sabar untuk melepaskan si junior mereguk kenikmatan yang sudah diberkahi. Mendapatkan pahala yang sangat banyak karena melakukan sesuatu pada tempatnya.


"Jangan ditutupi sayang," ucap Yudha seraya meraih bantal yang menutupi bagian bawah istrinya. Ia bahkan melempar benda itu ke sembarang arah.


"Ih, aku malu mass," balas Selfina seraya menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Kakinya sendiri sudah bergerak gelisah.


Sungguh, Ia tak kuasa melihat penampilan suaminya yang hanya menggunakan bokser saja. Dan ya ampun, tubuh pria itu benar-benar sangat seksih dan menggoda imannya.


"Sel, buka dong sayang, aku mau lihat wajahmu," ucap Yudha dari arah yang sudah sangat dekat dari perempuan cantik itu.


Selfina semakin menegang. Ia tak menyangka kalau tubuh pria itu bahkan sudah menindih tubuhnya.


🌹🌹🌹


*Dahlah, kita sambung nanti malam saja.

__ADS_1


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


__ADS_2