
"Aku penasaran aja sayang, kayaknya tendangan dedek bayi tadi kencang banget ya, kamu kasih makan apa sih, sampai sangat kuat seperti itu," jawab Dewa dengan bibir sudah bergerak menyusuri bahu Yunda yang terbuka.
Perempuan hamil itu terbuai, ia merasa geli dan juga nikmat secara bersamaan apalagi tangan suaminya yang besar sedang mengelus lembut permukaan perutnya yang semakin terasa kencang karena kontraksi ringan.
"Ayo jawab Nda, kamu makan apa aja sayang sampai bayinya begitu kuat di dalam sini," bisik Dewa saat merasakan pergerakan kaki bayinya sedang menendang dari dalam sana.
"Makannya dari nafkah halal dari kamu mas, trus ditambah dengan daging mentahmu yang aku kunyah tapi tak pernah habis, hihihi aaakh, nendang lagi mas." Yundha tertawa cekikikan kemudian dilanjutkan dengan keluhan.
"Apakah sakit Nda kalau lagi seperti ini sayang," tanya pria itu dengan perasaan khawatir. Ada rasa haru dan juga bahagia yang menyeruak dari dalam hatinya.
"Tidak mas, cuma kerasa gimana gitu, ada manis-manisnya gitu deh kalau lagi bergerak seperti ini," balas Yundha seraya Ikut menumpukkan tangannya pada tangan suaminya.
"Ih dapat ilmu darimana kamu sampai ada istilah ada manis-manisnya gitu? Kayak iklan air mineral aja."
"Ya emang mas. Rasanya tuh gimana yah, gak bisa diungkapkan dengan kata-kata pokoknya kalau lagi bergerak seperti tadi."
"Aku kok semakin penasaran ya sama dedeknya sayangku. Sedang apa sih dia di dalam sana kok bisa bikin kamu suka dengan gerakannya."
"Ih modus gak nih?"
Dewa tersenyum saja. Ya, ia akui kalau itu hanyalah modus saja untuk dapat mencuci dan memijit juniornya di dalam gua sempit sang istri.
"Kalau modus kenapa sayang? Aku sih juga penasaran aja, kamu kok tambah seksi seperti ini Nda," bisik Dewa dengan hasrat yang mulai terbakar.
Pria itu bingung sendiri dengan dirinya yang tak bosan untuk merasakan kenikmatan tubuh istrinya yang tak pernah bosan ia kunjungi karena kelezatan dan jepitannya yang sangat luar biasa.
Yundha sudah sangat paham dengan keinginan suaminya itu. Apalagi saat ini ia menyadari kalau mereka berdua sedang berada di depan sebuah kaca besar. Hingga pose mereka berdua bagaikan sepasang suami istri yang sedang mengabadikan foto baby bump layaknya artis-artis yang sedang pamer di media sosial.
__ADS_1
"Boleh 'kan sayang kalau aku say hello sama dedeknya. Takutnya dia lahir aku udah harus libur panjang," ucap Dewa seraya berlutut di hadapan sang istri kemudian mencium permukaan kulit perut istrinya yang sudah sangat besar dan bulat itu.
"Iya mas, aku ngerti kok, aku juga ingin kamu ajak ngomong si dedek supaya kalau udah mau keluar jangan nyusahin aku," ucap Yundha tersenyum.
Dewa pun berdiri dan membawa istrinya ke ranjang dengan pelan. Saat rahim membesar pada trimester terakhir kehamilan, beberapa posisi bisa jadi tidak nyaman dan sulit dilakukan. Hingga ia harus tahu betul posisi berhubungan intim yang dapat mereka coba agar tetap aman dan nyaman khususnya bagi sang istri.
Dewa pun mulai melepaskan pakaian yang membalut tubuhnya saat istrinya sudah duduk di pinggir ranjang.
"Kamu tahu gak sayang, kalau kamu cantik baher dengan pose seperti ini," bisik Dewa memulai foreplay nya.
"Kamu pintar merayu mas, mana ada sih ibu hamil yang cantik kalau tubuh pada bengkak seperti ini?" balas Yundha berpura-pura manyun. Ia menunjuk anggota-anggota tubuhnya yang bertambah bobot dan ukurannya.
"Tapi aku suka kok sayang, semuanya empuk dan enak diremass hehehe," kekeh Dewa seraya melakukan apa yang ia katakan. Ia menyentuh dan meremass lembut milik istrinya yang memang semakin bertambah ukuran dan bentuknya.
Yundha kembali terbuai. Suaminya memang paling jago membuat ia terbuai dan akhirnya pasrah pada apa saja yang dilakukan oleh pria itu padanya.
"Kamu suka posisi ini ya," ucap Dewa seraya membaringkan tubuh istrinya kemudian melakukan posisi Spoon. Ini adalah adalah posisi nyaman dan juga aman untuk perut ibu yang semakin membesar.
Dewa dengan stamina yang sangat bagus telah berhasil menjenguk sang dedek bayi malam itu. Mereka tak bisa terlalu lama karena Yundha sudah gampang lelah mengingat perutnya yang sudah sangat besar.
Dewa tersenyum puas saat berhasil membuat Yundha mendesis nikmat. Ia memang selalu ingin menjaga perasaan istrinya itu baik dan juga nyaman agar melahirkan nanti tidak susah dan juga lancar.
"Makasih banyak ya sayang. Kamu benar-benar sangat lezat," bisik Dewa saat ia telah selesai dengan hajatannya.
"Iya mas. Aku juga terima kasih banyak." balas Yundha kemudian jatuh tertidur. Ia lelah dan harus tidur dengan nyaman.
"Jangan tidur dulu sayang, kamu harus bangun dan ke kamar mandi," ucap Dewa seraya membantu sang istri untuk bangun seperti kebiasaannya selama ini setelah berhubungan intim.
__ADS_1
"Mas, aku ngantuk dan capek," rajuk Yundha bertahan untuk tidak ingin bangun.
"Sayang, kamu lagi hamil. Kalau biasanya aku yang akan membersihkan dirimu sekarang kamu harus bangun untuk membersihkan diri di kamar mandi."
"Mass, ngantuk banget ih," ucap Yundha semakin merajuk manja. Matanya sendiri sudah tertutup rapat bagaikan terkena lem.
Kita harus membersihkan diri sayang seperti tadi sebelum aku berkunjung untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam rahim kamu.
Ibu dan pasangan juga wajib membersihkan area genital setelah berhubungan intim sampai bersih. Akan lebih baik lagi, pastikan untuk buang air kecil setelah berhubungan untuk memastikan bakteri yang masuk ke dalam organ intim terbuang bersama urine.
Yundha pun membuka matanya kemudian bangun. Ia akan mengikuti perkataan suaminya agar ia dan bayinya sehat. Setelah selesai di kamar mandi, ia pun kembali naik ke tempat tidur dan tertidur dengan posisi yang sudah sangat nyaman.
Dewa sendiri meninggalkan istrinya di dalam kamar dan keluar untuk membawa Zacky untuk tidur juga.
Malam sudah larut dan ia tidak pernah membiarkan anaknya itu untuk bermain dan tidur larut.
"Papa, mama mana?" tanya Zacky setelah selesai bermain dengan Revalda.
"Mama udah bobok sayang. Sekarang kamu bersihkan diri dan ganti pakaianmu dengan pakaian tidur trus naik ke tempat tidur." tegas Dewa. Ia memang sangat disiplin untuk istri dan anaknya.
"Iya pa." Zacky menjawab seraya melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Anak itu patuh pada sang papa. Beda halnya dengan Revalda yang masih merengek tak ingin tidur cepat karena masih ingin bermain.
"Valda!" bentak Yudha pada sang putri. Revalda cukup kaget karena baru pertama kalinya ia dibentak oleh sang papa.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
__ADS_1
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan happy reading 😊