Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 203 Suami Siaga


__ADS_3

Bahagia, semua anggota keluarga kembali berbahagia. Satu lagi cucu almarhum Maher Abdullah lahir ke dunia.


Tak ada kata yang lebih pantas mereka ucapkan selain ucapan syukur yang sangat banyak karena banyaknya nikmat yang mereka rasakan.


Yundha melahirkan secara normal, sehat, dan selamat membuat Rania dan Merry sangat bahagia. Cucu mereka juga tumbuh sehat seiring waktu.


Jangan ditanya bagaimana Dewa yang benar-benar menjadi seorang suami siaga. Ia banyak belajar pada sang mama bagaimana merawat bayi mereka yang diberi nama Zacky


Yundha hanya bertugas menyusui saja sedangkan pria itu akan telaten memandikan dan bermain-main dengannya. Yundha dijadikannya seperti seorang ratu di rumah dan dihatinya.


"Mas, apa kita perlu mempekerjakan baby sitter?" tanya Yundha pagi itu karena suaminya sibuk ngurusin Zacky sampai hampir terlambat ke kantornya.


"Gak usah. Aku ingin kita lebih dekat dan punya waktu yang banyak untuk Zacky sayang."


"Iya mas. Tapi aku kamu biarkan nganggur juga. Semuanya kamu dan mama yang urus keperluannya Zacky."


"Eh, siapa bilang kamu nganggur hem?" ucap Dewa seraya meletakkan tubuh Azka ke dalam strollernya. Setelah itu ia menghampiri sang istri yang sedang duduk di bibir ranjang setelah menyusui sang putra kesayangan.


"Kamu sudah melakukan banyak hal sayang, kamu memberikan nutrisi pada aku dan juga Zacky Nda," lanjut Dewa kemudian membuka kancing depan pakaian sang istri yang baru saja ditutupnya setelah sang putra kekenyangan.


"Ini adalah hal yang sangat luar biasa yang kamu lakukan untuk kami sayang," ucap Dewa seraya meraih pucuk merah muda Yundha dan menghisapnya pelan dan lembut.


Perempuan itu langsung meremas rambut suaminya yang sudah tersisir rapih. Ia tak kuasa menahan rasa yang sangat luar biasa nikmat yang dilakukan oleh suami yang sangat dicintainya itu.


"Mas, aaakh," dessahnya tertahan. Dewa akan selalu melakukan ini padanya setiap Zacky juga selesai meminum darinya dengan alasan ia sedikit cemburu kalau sang istri tercinta dikuasai oleh putra mereka.


"Kamu hanya akan melakukan tugas itu agar kamu happy sayang. Kamu harus selalu cantik didepan mataku tanpa ada kerutan capek merawat Zacky okey?" ucap Dewa seraya menutup kembali kancing depan pakaian Yundha.


"Iya bayi besarku," balas Yundha kemudian mengecup bibir suaminya. Dewa tersenyum. Ia sebenarnya masih ingin berlama-lama dengan sang istri tapi ia ada meeting penting di kantornya.


"Aku pergi ya, kamu bisa istirahat sayang. Mama yang akan menjaga Zacky," ucap Dewa kemudian mendorong stroller sang putra keluar dari kamar mereka sekaligus berangkat kerja.


Yundha tersenyum bahagia. Dewa benar-benar menjelma menjadi hot Daddy dan juga hot husband.


Ia pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia harus tidur karena semalaman begadang bersama dengan Dewa melakukan kunjungan perdana setelah nifasnya selesai.

__ADS_1


Di luar sana, ternyata Merry sang mama ternyata sudah datang untuk bertemu dengan Zacky. Perempuan itu lebih sering menghabiskan waktunya di rumah Rania untuk bermain-main dengan cucu laki-lakinya.


"Assalamualaikum ma," ucap Dewa menyapa sang mertua.


"Waalaikumussalam. Eh, Zacky udah mau main pagi-pagi sama eyang ya?" balas Merry dan langsung menyapa sang cucu.


"Iya ma. Aku bawa keluar untuk main supaya Yundha bisa istirahat karena aku mau ke kantor sekarang."


"Ah ya berangkatlah. Mama akan menjaga baby Zacky dengan baik. Udah mimik 'kan?"


"Udah ma. Udah kenyang dia."


"Iya deh. Kamu berangkat saja. Jangan sampai terlambat."


"Iya ma. Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam."


Merry pun memandang punggung sang menantu dengan senyum diwajahnya. Setelah itu ia mengalihkan pandangannya ke arah Zacky yang sedang siap untuk bermain.


Revalda sering kali dijemput selama beberapa hari oleh Ghani dan juga Shania, besannya yang lain. Anak itu sering pulang ke rumah sang nenek bersama dengan Selfina dan juga Yudha sampai berhari-hari.


Hingga tadi pagi sebelum ia menemui Zacky mulai mengucapkan keberatan hatinya.


"Yud, mama kok merasa tak punya waktu lagi bersama dengan Valda ya. Padahal mama juga ingin bersama dengan cucu mama sepanjang waktu."


Yudha hanya tersenyum maklum. Ia tahu kalau mamanya jadi sering kesepian di rumah karena Selfina lebih sering tinggal di rumah kedua orangtuanya dengan membawa Revalda.


"Maafkan kami ma. Kedua orang tua Selfina juga sudah sangat rindu memiliki cucu jadi mereka tidak mau menyerahkan Revalda untuk tinggal di sini. Sabar ya ma. Aku juga tidak tahu harus berbuat apa," ucap Yudha seraya memeluk tubuh sang mama.


"Ah, Yundha juga. Hanya menginap sehari disini dengan Zacky setelah itu mama lah yang harus menyusul mereka ke rumah Rania. Mama jadi merasa dicuekin dan tidak dimengerti oleh kalian semua," balas Merry dengan wajah yang nampak sangat sedih.


"Sabar ma. Aku dan Selfina sedang program punya anak lagi kok. Bentar lagi cucu mama akan bertambah hehehe," kekeh Yudha untuk menghibur sang mama.


"Iya. Harusnya memang begitu. Kamu bikin anak yang banyak mumpung masih muda."

__ADS_1


"Kalau itu sih jangan ditanya ma. Hampir tiap waktu aku dan Selfina membuat adonannya hehehe," kekeh Yudha lagi dan berhasil mendapatkan satu cubitan panas dari sang mama.


"Gak usah dipaksain juga, Revalda masih kecil. Biarkan ia mendapatkan asi ekslusif dari mamanya setelah dua tahun barulah kalian program lagi."


"Iya ma. Kami juga merencanakan seperti itu."


"Iya. Istrimu juga nanti gak terlalu repot meskipun kami semua ada disini dan siap membantu kalian merawat bayi kalian."


"Iya ma. Aku ngerti kok. Tapi mama gak sedih lagi 'kan?"


"Gak. Mama masih punya satu stok yaitu Yudhi. Mama rasa adikmu itu seharusnya mulai membuka dirinya untuk hati yang lain."


Yudha terdiam. Akhir-akhir ini Yudhi semakin jadi orang yang dingin dan irit bicara. Ia jarang berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain pun termasuk dengan dirinya.


"Iya ma. Ada baiknya mama sampaikan aja niat mama ini siapa tahu dengan begitu, ia jadi ada niat untuk menikah juga."


"Hum ya. Mama akan memberitahunya. Eh, kamu belum berangkat nih?"


"Iya ma. Aku udah mau jemput Selfina nih."


"Hati-hati ya, salam sama pak Ghani dan Ibu Shania."


"Iya ma, assalamualaikum."


"Waalaikumussalam."


Yudha pun segera meninggalkan rumah itu untuk menuju ke kampung istrinya. Selfina sudah lama tinggal di rumah orangtuanya dan ia sudah sangat rindu untuk memboyongnya kembali ke ibu kota.


Sedangkan dirinya sendiri Ikut meninggalkan rumahnya dan mengunjungi Zacky di rumah ini. Ia cukup kesepian di rumah dan butuh teman.


🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😊


__ADS_2