Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 283 Galau


__ADS_3

"Hoamm!" Yuri menguap.


"Hoamm!" Yang lain ikut menguap karena sudah sangat mengantuk. Waktu sudah menunjukkan waktu tengah malam. Bahan pembicaraan pun sudah habis. Mereka sudah lelah bercerita kemudian tertawa.


"Ngantuk nih, ayok tidur," ucap Zizi kemudian menarik bantal dan membaringkan tubuhnya di atas single bed yang sejak tadi ia tempati di dalam kamar itu.


Yuri melakukan hal yang sama. Ia pun menepuk-nepuk bantal kemudian ikut berbaring. Ia yang tidur dengan Dena pun tanpa permisi langsung tertidur dengan lelap.


Sisa Dena dan juga Revalda. Mereka masih duduk berhadapan dengan mata yang sudah cukup berat.


"Mbak gak balik ke kamar? Kak David nanti nyariin tuh," ucap Dena, sang adik ipar. Revalda tersenyum kemudian berucap," Aku numpang tidur di sini saja ya Den. Aku lagi kesal sama kakak kamu itu."


"Lho mbak. Kesal gimana sih?" tanya Dena bingung.


"Pokoknya kesal banget. Aku gak mau tidur dengannya yang lebih sayang sama handphonenya daripada aku."


Dena menggaruk kepalanya yang tak gatal. Rasa kantuknya pun langsung hilang.


"Jadi gimana ceritanya nih mbak. Aku kok jadi penasaran." Revalda pun akhirnya menceritakan semua kejadian yang menimpanya sejak ia bertemu dengan David. Dan langsung membuat Dena tertawa.


"Ih aku kok baru dengar sih kisah mbak Valda sama kak David. Mama sama papa gak pernah cerita lho."


"Untungnya kamu gak tahu. Tapi sekarang kamu sudah tahu jadi pantaslah kamu menertawakan aku." Revalda langsung cemberut.


"Aduh mbak. Gak kayak gitu deh maksud aku. Aku tadi tertawa karena aku pikir mbak Valda sama kak David itu udah kenal lama dan bahkan sudah berpacaran sebelum ini. Aku tuh senang banget dengarnya mbak. Lucu kayak dalam kisah di novel."


"Tapi aku 'kan kesal banget Den. Aku gak suka dengan cara kakakmu mendapatkan aku. Itu curang namanya."


"Lho bukannya itu bagus banget mbak. Itu artinya kak David memang jodoh yang sudah diatur oleh Tuhan. Bersyukurlah Mbak karena tidak perlu berpacaran sebelum menikah. Nanti pacarannya saat sudah halal saja. Kata orang sih rasanya sangat luar biasa."


"Bukan begitu masalahnya Den. Kakakmu itu membohongi aku. Jadi aku tidak akan mau memaafkannya. Rasanya nyesek tahu gak ditipu seperti itu."


Dena menghela nafasnya berat. Ia tidak tahu harus bicara apalagi.


"Aku tidur disini ya," ucap Revalda meminta izin.


"Mbak. Bisa dapat dosa lho kalau Mbak meninggalkan kamar tanpa seizin suami." Revalda terdiam tapi tetap tak ingin kembali ke kamarnya. Ia ingin tidur di kamar para gadis itu.


Revalda masuk ke kamar mandi untuk mengosongkan kandung kemihnya setelah itu ia naik ke atas ranjang tempat Zizi tidur. Ranjang itu masih cukup muat untuk dua orang.


Tak lama kemudian ia pun tertidur untuk menjemput mimpi yang sangat indah. Dena melakukan hal yang sama. Menarik selimut dan ikut tidur setelah membaca doa.

__ADS_1


Sementara itu, disamping kamar mereka, David menatap jam tangannya dan baru sadar kalau ia memang sudah terlalu lama berhadapan dengan layar handphonenya.


"Ya Allah. Trus Valda kemana? Kok bisa menghilang? Apa mungkin ia pulang ke rumahnya?" tanya pria itu pada dirinya sendiri.


Pria itu sudah menelpon sang istri tapi ternyata handphonenya tidak aktif. Dan satu yang ia takutkan adalah, ia tidak mungkin menelpon mertuanya atau ia akan mendapatkan cap menantu yang tidak bertanggungjawab.


Akhirnya Ia pun keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Revalda.


Sepi.


Lorong-lorong kamar hotel itu sudah lengang dan sangat sepi. Semua penghuni kamar sepertinya sudah pada tidur. Ia nampak kebingungan dan tak tahu harus mencari Revalda kemana.


Ia sudah pasti takut dan khawatir menghubungi papa dan mamanya apalagi kedua mertuanya. Bisa-bisa ia dipecat menjadi menantu.


Drrrt


Drrrt


Drrrt


Handphone yang ada di tangannya bergetar menandakan ada panggilan masuk.


"Dena?" ucapnya saat panggilan dari sang adik ia terima.


"Kamu tunggu aku. Buka pintunya dan aku akan menjemput Valda di kamar kalian."


Tuut


Dena menatap layar handphonenya kemudian segera turun dari ranjangnya. Ia memakai hijabnya dan berjalan ke arah pintu untuk menunggu sang kakak datang.


Tok


Tok


Tok


Dena membuka pintu kamarnya dan langsung membuat David menyelonong masuk.


"Kak, gak usah dibangunkan. Kasihan lho mbak Valdanya." ucap Dena berusaha melarang sang kakak untuk membangunkan Revalda.


"Kasihan Gimana? Harusnya kamu kasihan sama aku. Masak aku udah nikah trus masih tidur sendiri? Gak lucu 'kan?" ucap David seraya mengangkat tubuh Revalda yang tampaknya tak terganggu dengan yang dilakukan oleh suaminya.

__ADS_1


"Apalagi ini malam pertama kami," lanjut David kemudian keluar dari kamar itu.


Dena tak berkata-kata lagi dan hanya mengikuti sang kakak untuk membantu pria itu membuka pintu kamar mereka berdua.


"Makasih Den," ucap David seraya membaringkan tubuh sang istri di atas ranjangnya.


"Iya kak. Tapi mbak Valda itu sedang kesal lho. Jadi kak David harus meminta maaf."


"Iya. Sekarang kamu kembali ke kamar kamu dan tidur."


"Iya kak. Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam."


Dena pun keluar dari kamar sang kakak dan masuk ke kamarnya sendiri. Ia lega karena pengantin baru itu bisa tidur bersama dan malam ini malaikat tidak akan murka pada mereka berdua.


David tersenyum kemudian segera naik ke atas ranjang. Ia menarik selimut dan untuk menutupi tubuh mereka berdua.


Pria itu memeluk tubuh Revalda yang sudah lama ia inginkan.


"Sayang, aku mencintaimu," ucap David kemudian menyentuhkan bibirnya pada bibir Revalda yang terbuka sedikit. Ia mengulumnya dengan sangat lembut dan penuh perasaan sampai Revalda melenguh pelan.


David segera menghentikan aksinya. Ia jadi khawatir kalau istrinya itu terbangun.


Dan detik berikutnya, bukan Revalda yang terbangun tapi tombaknya yang berada di antara kedua pahanya yang menggeliat tak nyaman.Tombak keras dan kuat itu sepertinya sedang ingin mencari tempat untuk menancap.


David merasa frustasi sendiri. Ia belum ingin membuka segel Revalda saat ini karena BB esoknya mereka berdua harus melakukan perjalanan jauh.


Ia tak ingin sang istri kecapekan dan akhirnya membatalkan untuk ikut bersamanya ke Tokyo.


Duh, bagaimana nih readers. Apa harus ia buka segel sekarang atau besok saja?


Hehehe Authornya galau.


🌹🌹🌹


*Bersambung.


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


Nikmati alurnya dan happy reading 😊

__ADS_1


Adakah sedekah Vote? Bagi dong hehehe.


__ADS_2