Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 251 Penasaran?


__ADS_3

Dua orang yang baru saling memadu kasih itu langsung segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum melanjutkan rencana mereka berdua ke panti asuhan.


"Alat ini kamu yang pakai 'kan Ra?" tanya Yudhis seraya memperlihatkan sebuah beberapa tespeck pada istrinya yang ia simpan di atas wastafel.


"Iya mas. Kan kamu yang minta aku memakainya," jawab Tiara seraya melangkahkan kakinya ke dalam bathtub untuk merendam dirinya dengan air hangat. Air itu selalu disiapkan oleh suaminya saat ia akan mandi setelah berhubungan agar ia relaks dan tidak lelah.


"Kamu tahu gak ini artinya apa sayang?" tanya Yudhis seraya menunjukkan tanda garis dua pada alat itu.


Tiara tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya dramatis. Perempuan itu seperti tidak perduli dengan pertanyaan pancingan suaminya. Ia malah membuat gerakan-gerakan sensual di bawah bathtub untuk memanggil pria itu datang kembali padanya.


Yudhis jadi sangat gemes dibuatnya. Ia pun ikut turun ke dalam bathtub itu dan merubah posisi istrinya menjadi diatas tubuhnya.


"Kamu hamil sayang," ucap pria itu dengan wajah yang sangat bahagia.


"Ah benarkah mas?" tanya Tiara seraya menggoyangkan pinggulnya di atas tubuh suaminya.


"Iya, kamu hamil dan akan segera menjadi seorang mama. Aku juga akan jadi papa."


"Ummm, Pantas saja aku gak pernah datang bulan mas. Apa karena kamu sering banget nyuntik aku pakai jarum tumpul ini?" ucap Tiara yang sedang memegang Anakonda suaminya itu yang kembali menggeliat dan akhirnya bangun lagi karena menggesek-gesekkan area bawahnya.


Nampak sekali kalau ia sengaja melakukannya karena ia masih ingin mengulangi kunjungan suaminya yang terasa sangat singkat tadi.


Ia belum puas!


Yudhistira tersenyum senang, Istrinya itu semakin banyak kemajuan kalau urusan yang enak-enak walaupun kadang sangat suka lelet untuk hal yang lain.


"Iya sayang. Jarum tumpul itu yang selalu menginjeksi dirimu sampai kamu mendessah nikmat," jawab Yudhistira tersenyum seraya mengarahkan tangannya untuk memilin pucuk merah muda istrinya yang menggantung diatasnya. Ranum dan sangat indah.


"Benarkan mas?" tanya perempuan itu seraya mengelus lembut si anakonda dari pangkal sampai ke atas berulang-ulang hingga membuatnya berubah garang dan mengembang dengan sangat sempurna.


"Iya sayang. Semua karena kamu sering aku tusuk hingga kamu jadi hamil. Uggghh Ra, aku suka itu sayang terus Ra..." Yudhistira mengerang nikmat saat Tiara dengan sangat profesional melakukan treatment untuk si anakonda agar semakin kuat.


Tiara tersenyum menggodanya kemudian mengecup kepala sang anakonda dan bahkan memasukkannya ke dalam mulutnya.


 Yudhistira merasakan dunianya berputar. Ia pun bergerak gelisah di bawah air.


Dan menit berikutnya, mereka berdua melakukan hal baru di dalam bathtub dan benar-benar lupa diri. Tiara benar-benar semakin ahli membuat Yudhistira menderita sekaligus menikmati yang dilakukannya.

__ADS_1


Kegiatan panas itu berlangsung lama hingga akhirnya Tiara yang memulai kini ia merengek untuk selesai. Ia kelelahan melayani hasrat suaminya yang tak ada capeknya.


"Bentar lagi sayang. Aku belum keluar nih," ucap Yudhis berusaha untuk berkonsentrasi.


"Mas, udah capek nih," rengek perempuan cantik itu kelelahan.


Yudhistira tidak menjawab tapi terus menghentak keras dibawah sana sampai akhirnya si anakonda pun pingsan karena mabuk keluar masuk di lubang sempit dan juga gelap milik sang istri.


Mereka segera mandi dan keluar dari kamar mandi itu kemudian naik ke atas ranjang untuk tidur karena kelelahan.


Dan tentang hadiah yang ia siapkan, Yudhis menelpon kang Edi untuk membawa semua barang-barang itu ke panti asuhan. Ia dan Tiara tak perlu kesana. Saat ini mereka benar-benar sangat kelelahan.


Tiara pun masuk ke dalam pelukannya di bawah selimut dan tak lama kemudian mereka jatuh tertidur.


Dua orang itu baru bangun saat azan magrib berkumandang.


Mereka bangun dan saling menatap dengan penuh cinta.


"Ayok sholat dulu. Terus aku akan masak untukmu," ucap Yudhistira kemudian bangun dari tempat tidur itu.


Setelah sholat mereka pun keluar dari kamar dan mendapati semua saudara dan keponakannya sudah berkumpul di meja makan. Ada banyak makanan di atas meja hingga ia membatalkan niatnya untuk memasak.


"Ada acara apaan nih, ramai banget menunya," Ucap Yudhis seraya memandang semua makanan yang sangat banyak di atas meja.


"Acara makan malam istimewa saja kak. Lupa ya, kalau ini weekend?" jawab Yundha tersenyum. Setiap weekend mereka memang selalu datang untuk menginap di rumah itu.


"Oh iya ya. Makasih ya karena udah bawa makanan enak. Aku mau nebeng nih mau ngerayain syukuran kalau Tiara sekarang sedang hamil."


"Oh ya? Alhamdulillah kalau begitu. Bentar lagi mama akan dapat cucu baru dong," ucap Merry antusias.


Selfina dan Yudha juga ikut bersyukur mendengar kabar baik ini. Begitupun dengan yang lainnya.


Mereka semua bergembira dan mengucapkan kalimat syukur.


Rasanya kebahagiaan keluarga itu jadi sangat lengkap saat ini. Dan mereka berharap mereka selalu kompak dan juga bahagia.


Makan malam pun berlangsung dengan khidmat dan juga meriah. Setelah itu mereka berkumpul di teras depan rumah itu menikmati langit malam yang bertabur bintang.

__ADS_1


Mereka mengobrol banyak hal dan menceritakan kisah-kisah masa kecil mereka di masa lalu.


Tak berhenti mereka tertawa lucu dan terkadang malah menangis saat mengingat hal-hal menyedihkan yang pernah mereka alami termasuk kepergian ayah mereka Maher Abdullah.


Revalda dan juga Zacky ternyata tidak terganggu dengan apa yang mereka bicarakan. Mereka sibuk bermain otoped scooter di halaman yang sangat luas sedangkan Fariz sibuk membawa mobil-mobilannya dan bermain sendiri.


"Aaaaargh!" Yundha tiba-tiba berteriak tertahan saat ia mengalami kontraksi pada perutnya.


Semua orang langsung kaget dan juga panik takutnya perempuan itu akan melahirkan malam itu.


"Ada apa sayang?" tanya Dewa khawatir. Yundha tersenyum meringis kemudian membawa tangan sang suami ke arah permukaan perutnya yang mengencang karena pergerakan bayinya di dalam sana.


"Gak apa-apa mas. Dedeknya kayaknya lagi main bola di dalam, mas bisa rasakan kakinya menendang bukan?" ucap Yundha.


"Iya sayang. Aku bisa merasakan kakinya tuh bergerak kesini," ucap Dewa seraya mengelus lembut perut buncit istrinya yang sudah semakin besar.


"Perkiraan kamu melahirkan kalau gak salah Minggu ini ya sayang?" tanya Dewa tanpa memindahkan tangannya pada perut istrinya itu.


"Iya mas. Udah deket banget waktunya," jawab perempuan cantik itu.


"Kalau gitu kalian masuk aja ke kamar untuk beristirahat. Anak-anak biar kami yang jagain," ucap Merry seraya meminta Dewa untuk membawa istrinya ke dalam kamar.


"Iya ma. Aku bawa Yundha ke kamar ya," ucap Dewa berpamitan pada yang lain.


"Iyaa." Semuanya pun menjawab dengan kompak.


Dewa dan Yundha pun memasuki kamar mereka berdua. Yundha membuka pakaian luarnya dan menyisakan pakaian dalam saja yang begitu sangat tipis dan juga seksi. Benar-benar berhasil menampakkan tubuhnya yang sedang sangat berisi.


Dewa tersenyum kemudian memeluk istrinya itu dari belakang.


"Aku kok penasaran ya sayang sama dedek," ucap Dewa tersenyum penuh makna dengan tangan mengarah ke depan dan mengelus kulit kencang sang istri.


"Penasaran kenapa mas?" tanya Yundha bingung.


🌹🌹🌹


*Bersambung.

__ADS_1


Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?


__ADS_2