Ketika Aku Menyerah

Ketika Aku Menyerah
Bab 140 Dewa Anak Nakal


__ADS_3

"Kamu harus menikahi Jessica sekarang Wa'!" titah Rania saat Dewa baru saja mendudukkan dirinya di samping perempuan paruh baya itu.


Dewa memicingkan matanya begitu kaget mendengar titah sang mama.


"Apa ma?" tanyanya.


"Aku tidak salah dengar 'kan?" lanjutnya dengan wajah yang masih sangat kaget.


"Iya. Kamu gak salah dengar. Kamu dan Jessica sudah lama bersama. Jadi wajar 'kan kalau kalian segera menikah. Mama udah pengen punya cucu. Dan mama rasa Jessica itu sudah sangat pantas denganmu."


"Maafkan aku ma. Aku dan Jessica sudah tidak ada hubungan apapun lagi. Aku sudah punya calon istri sendiri dan juga telah membuat cucu untukmu bersama dengannya."


Plak


Satu pukulan keras langsung mendarat di bahu pria itu. Rania melotot marah.


"Coba ulangi lagi, kamu ngomong apa tadi hah?!"


"Aku sudah punya calon istri ma. Dia sudah aku titipkan calon cucu diperutnya," jawab Dewa santai.


Plak


Satu lagi pukulan berhasil mendarat di punggung pria berusia 30 tahun itu.


"Kamu sadar apa yang kamu katakan hah?!" Rania berdiri dari duduknya dengan sangat marah.


"Lalu Jessica bagaimana hah! Ia juga mengakui kalau kamu telah menghamilinya! Dasar anak nakal!" Kali ini perempuan paruh baya itu berteriak keras sampai membuat ruangan kamarnya terasa bergetar seperti terkena gempa bumi.


"Cih! Mama percaya pada perempuan tak tahu malu itu?!"

__ADS_1


"Tentu saja mama percaya. Kamu telah tinggal bersamanya di apartemen Scandinavian Group. Memangnya kalian tidak pernah melakukannya hah?!"


Dewa tersenyum kemudian meraih tangan sang mama agar mau duduk dengan tenang dan mendengarkan penjelasannya.


"Aku memberinya apartemen untuk ia tinggali tapi kami tidak tinggal dan hidup bersama ma. Aku juga punya satu unit disana. Kami pernah melakukannya tapi sudah lama sekali karena ia ternyata sudah tidak perawan lagi. Ia juga mengkhianatiku ma. Jadi mana mungkin ia hamil anakku. Itu pasti hanya tipu dayanya saja."


Plak


Plak


Plak


Kali ini bukan tangan Rania lagi yang berhasil mendarat di punggung sang putra. Akan tetapi bantal kursi yang ada di pangkuan perempuan paruh baya itu ia gunakan untuk memukul sang putra berkali-kali karena emosi.


"Tetap saja kamu nakal Wa. Astaghfirullah. Kamu tidak takut sama Tuhan hah?!"


"Lalu dengan gadis yang sudah kamu nodai lagi, apa kamu mau mengatakan kalau khilaf lagi? Iyya?!"


"Iyya ma. Tapi ini beda. Ini adalah khilaf terindah. Aku sangat menyukainya ma."


Plak


"Tentu saja kamu suka anak nakal! Tapi bagaimana dengan gadis malang itu hah?!"


"Mama yakin ia masih perawan!" Tangan perempuan itu bergerak ke arah kuping Dewa dan menjewernya dengan sangat keras.


"Aaaaw ma. Sakit," gerutu pria itu dengan bibir cemberut.


"Ya ampun Wa. Mama bahkan ingin memukulmu dengan pentungan. Dan sekarang dimana gadis itu? Apa ia meminta pertanggungjawaban kamu?!"

__ADS_1


"Ia pergi ma. Tapi aku akan mencarinya. Ia harus mempertahankan janin itu ma. Aku yakin ia bisa jadi istri yang selama ini aku inginkan."


Plak


"Ma, bisakah mama tidak memukulku trus seperti ini?"


Plak


"Mama akan memukulmu sampai kamu mau bertanggung jawab dan berjanji tidak akan melakukan hal ini lagi!" Rania menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Ia merasa menyesali perbuatan bejat putranya yang sudah tak terkendali seperti itu.


"Ya Allah. Minta ampun pada Tuhan Wa. Kamu sudah sangat jauh melangkah nak, hiks." Rania menangis.


Dewa tersentuh. Ia pun memeluk perempuan yang telah melahirkannya itu dengan perasaan bersalah.


"Maafkan aku ma," ucap pria itu dengan suara bergetar.


"Jangan minta maaf pada mama. Minta maaf pada gadis itu dan keluarganya. Mama yakin ia adalah gadis baik-baik yang sangat dijaga oleh keluarganya," balas Rania masih dengan isakan tangisnya.


"Bawa gadis itu kemari. Mama akan meminta maaf padanya," ucap Rania disela-sela tangisnya. Sungguh, ia merasa jadi ibu yang tidak berhasil mendidik anak yang cuma sebiji itu.


Dewa mengangguk dengan dada berdebar. Ia juga ingin meminta maaf pada gadis itu karena telah mengambil hal yang sangat berharga yang dimilikinya.


Ia akan bertanggung jawab menikahinya. Dan akan ia cari sampai kemanapun ia pergi.


🌹🌹🌹


*Bersambung


Like dan komentar dong agar author semangat updatenya 🤗

__ADS_1


__ADS_2