
"Ya mungkin karena aku sedang sekamar dengan seorang perempuan yang sangat cantik seperti dirimu Val," jawab David tersenyum samar.
"Ish gombal banget ih!" Revalda jadi malu dengan perkataan suaminya.
"Beneran deh sayang. Debaran di dadaku kok terasa semakin kencang ya, coba deh kamu sentuh," ucap David lagi seraya meraih tangan Revalda dan membawanya ke atas dadanya.
"Gimana? Bisa kamu rasakan bukan?" lanjut pria itu dengan tatapan penuh cinta pada sang istri. Revalda memang bisa merasakan debaran di dada suaminya sama kencangnya dengan dirinya.
Ia mulai curiga kalau perasaan sakit yang diderita suaminya hanya modus saja saja apalagi pria itu malah membawa tangannya ke bibir nya dan mengecupnya sangat lembut.
Belum lagi tangan yang satu pria itu meraih tangannya yang lain dan membawa ke bagian bawah pria itu yaitu pada pangkal pahanya. Revalda tersentak kaget saat ia merasakan ada sesuatu yang sangat besar dan keras di sana. Revalda jadi semakin gugup.
Suaminya itu kan mesum banget orangnya, dan ia yakin kalau pria itu menginginkannya melakukan sesuatu.
"Ayo sayang, berikan aku obat," ucap David dengan suara serak penuh hasrat.
"Obat kayak gimana mas? Aku gak bawa minyak untuk urut atau mijit." Revalda bingung. Ia tidak tahu harus melakukan apa karena kedua tangannya berada pada kuasa sang suami.
"Berikan aku bibirmu Val," mohon David dengan tatapan berkabut pada sang istri tercinta. Revalda tersenyum penuh arti. Hatinya semakin yakin kalau pria itu sebenarnya tidak sakit.
Ia pun mendekatkan wajahnya pada wajah suaminya yang sedang berbaring itu kemudian meraih bibir pria tampan itu dengan perasaan yang masih malu-malu. Davis langsung menarik tubuh sang Istri ke atas ranjang dan langsung menindihnya.
"Ih mas!"
"Yang benar tuh seperti ini sayangku," ucap David kemudian mengulum bibir istrinya dengan penuh gairah. Revalda pun membalas dengan segala kemampuan yang ia miliki. Ia sudah belajar banyak dari suaminya dan sekarang ia sudah mulai tahu bagaimana cara membalas pria itu.
Entah bagaimana caranya tapi beberapa menit kemudian, Revalda sudah tampak polos tanpa sehelai benangpun.
David menyusuri setiap inci tubuh Revalda dengan sangat indah penuh gairah. Kecupan bahkan hisapan lembut dan agak kasar David lakukan untuk memberikan tanda kepemilikan.
Revalda menggigit bibir bawahnya agar ia tak merintih-rintih nikmat saat suaminya memberikan sesuatu yang sangat istimewa padanya.
"Panggil namaku Val," bisik David saat ia mulai mengarahkan miliknya yang sudah siap menyerang istana indah sang istri.
"Awwwwww mass!' Revalda berteriak keras saat sebuah benda asing tiba-tiba saja memasuki dirinya dan mengobrak-abrik daerah istimewanya.
"Apa itu mas?" ucapnya lagi seraya berusaha untuk bangun dan memeriksa benda asing yang sedang memasuki tubuhnya.
"Gak usah lihat. Kamu nikmati saja Val," ucap David kemudian mendorong kembali benda tumpulnya semakin ke dalam.
__ADS_1
"Aww mas. Sakit. Aku gak mau. Apa sih besar banget kayaknya," ucap Revalda lagi karena merasa perih dan sesak secara bersamaan. Dan ia yakin selaput daranya sudah rusak.
David tidak menjawab tetapi malah mendorong maju dan mundur miliknya lagi sampai Revalda ingin mengamuk karena kesakitan.
"Udah mas, aku gak mau! Sakit banget ih!"
David pun berhenti mendorong karena Revalda berusaha memberontak dan ingin mencakar nya.
"Kenapa sayang?"
"Sakit, sesak, dan perih banget," jawab Revalda dengan wajah tak nyaman.
"Gak apa-apa sayang. Cuma bentar kok, kamu tahan ya. Aku juga ngilu lho. Kamu sempit banget Val, ughhhh."
"Kalau gitu gak usah deh mas. Sakit banget sumpah."
"Gak bisa Val. Aku lanjutkan ya," ucap pria itu berkeras tak mau berhenti.
"Sakit mas. Kirain enak. Ini sakit banget. Pokoknya aku gak mau lagi."
David menghela nafasnya lagi dan lagi. Ia tidak mungkin menghentikan kegiatan menyenangkan ini ditengah perjalanan atau ia akan tersiksa sampai pagi. Pria itu pun membujuk dengan merayu dan menggoda dua buah bukit kembar milik Revalda dengan bibir dan tangannya.
"Aaaa uuggh masss," dessah Revalda tak tahu malu saat ia sudah mulai merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa dan belum pernah ia rasakan selama ini.
David telah membawanya terbang tinggi menuju nirwana. Mereka seperti sedang menggunakan roller coaster yang sangat memacu adrenalin keduanya.
Malam itu mereka tak berhenti saling memuaskan dengan sentuhan dan hal-hal yang sangat sederhana sekalipun.
Bermalam pertama dengan orang yang sangat dicintai di sebuah kota yang sangat jauh dari negara asal adalah pengalaman yang sangat luar biasa bagi kedua pasangan itu.
David menarik dirinya dari dalam tubuh sang istri tercinta saat ia sudah melakukan pelepasan yang sangat indah. Banjir bandang pun mengikuti keluarnya benda tumpul yang masih sangat keras itu.
"Makasih banyak ya sayang. Aku mencintaimu Val," ucap David seraya mencium bibir sang istri yang sangat nampak sangat kelelahan melayaninya.
"Iya mas. Aku juga terimakasih, " ucap Revalda seraya menutup matanya ingin tidur. Ia sangat lelah dan juga masih merasakan perih dibagian bawahnya. Akan tetapi David tidak ingin melihat istrinya itu tidur.
Ia bangun dan meraih beberapa lembar tissue untuk membersihkan istana sang istri yang pastinya sangat lengket dengan cairan mayonaisnya yang sangat banyak dan kental.
"Kamu harus ke kamar mandi sayang. Kamu harus membersihkan diri dulu," ucap David sesaat setelah membersihkan milik istrinya itu.
__ADS_1
"Ngantuk banget mas, capek." Revalda menolak tapi sang suami malah mengangkat tubuhnya ke dalam kamar mandi di dalam ruangan itu.
"Mas, aku capek banget. Aku gak mau mandi, ini udah tengah malam. Besok subuh saja ya," ucap Revalda memberi alasan.
"Aku gak minta kamu mandi Val, tapi kamu haru buang air kecil."
Hal yang tak kalah penting, buang air kecil setelah bercinta itu wajib hukumnya. Pasalnya, area organ intim rawan terpapar virus atau bakteri penyebab infeksi saluran kencing (ISK). Ketika Anda buang air kecil, segala bakteri pun akan ikut terbasuh keluar.
Urine yang dikeluarkan tidak akan membasuh dan membawa sperrma keluar dari ******. Selain itu juga lubang kemih dengan leher rahim vaagina berbeda. Sehingga sperrma yang masuk ke dalam ****** tidak akan keluar melalui urine.
"Iya mass, tapi kamu keluar dulu, masak harus nungguin aku sih," ucap Revalda dengan wajah lelahnya.
"Iya sayang. Kamu pipis aja aku mandi di bawah shower ini," ucap David santai. Revalda pun melakukan ritualnya sendiri sementara sang suami mandi di tempat yang lainnya.
"Aaargh, perih banget," gumam Revalda saat urinenya keluar. Ia meringis kesakitan. Dalam hati ia berjanji untuk tidak akan tergoda lagi sama rayuan suaminya.
Ternyata malam pertama itu sangat menyakitkan, ucapnya membatin.
Setelah selesai ia pun keluar dari tempat itu dengan langkah pelan karena rasa perih yang masih sangat terasa. Ia pun meraih pakaiannya yang sudah tercecer di mana-mana. Ia membuka selimut dan ingin naik untuk tidur tapi matanya begitu kaget melihat bercak merah dan putih diatas seprei putih itu.
Ya Allah, pantas sakit banget. Aku ternyata dibuat sampai berdarah seperti ini, ucapnya membatin.
DAVID TERNYATA SANGAT KEJAM.
"Mass, kamu tega padaku!" teriak Revalda dengan tatapan masih berada pada bercak merah dan putih yang masih tampak basah itu.
David yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai sebuah handuk yang melilit pada pinggangnya yang kuat menatap Revalda yang tampak marah padanya.
"Ada apa sayang?" tanyanya.
"Kamu gak bisa main halus mas!"
"Apa?"
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
__ADS_1