
"Assalamualaikum Tante," ucap Selfina saat pintu rumah mewah itu terbuka.
"Waalaikumussalam sayang. Eh Mer, Yudha, mari silahkan masuk," balas Rania dengan wajah yang sangat bahagia. Para tamu dadakan itu pun masuk ke dalam rumah dan langsung dibawa ke ruang makan.
Mereka adalah keluarga baru karena ikatan hubungan pernikahan antara Dewa dan juga Yundha. Jadi tak ada rasa canggung-canggung lagi diantara mereka.
"Aduh mohon maaf ya, karena menu sarapannya gak lengkap," ucap Rania saat mereka semua telah duduk menghadapi meja makan.
"Gak apa-apa Ran. Kami yang mohon maaf nih karena datang dadakan seperti ini." Merry berucap dengan wajah tak nyaman.
"Duh jangan gitu dong Mer. Kita udah satu keluarga. Gak ada kata-kata gak enak. Ayo silahkan dinikmati." Rania mempersilahkan.
"Yundha kok gak ada sih Ran. Belum keluar dari kamar ya? Udah bangun apa belum?" Merry bertanya dengan pertanyaan beruntun.
"Sabar. Pengantin baru emang gitu. Gak apa-apa biarin saja hehehe," jawab Rania santai.
"Tapi 'kan ini hari pertama lho anak itu nginap di rumah mertua kok belum bangun ya," ucap Merry lagi.
"Gak usah dipikirin Mer. Aku bukan mertua yang galak kok sama menantu. Yundha udah aku anggap seperti anakku sendiri. Jadi, ayo kita makan saja. Mereka pasti akan keluar saat lapar."
"Iya ma. Gak apa-apa kita santai saja ah. Aku udah lapar tante maaf ya," timpal Selfina kemudian segera menyicip menu udang krispi yang tampak sangat menggoda di matanya.
"Makan saja sayang. Ibu hamil memang harus banyak makan. Yundha pun aku paksa makan supaya janinnya sehat dan kuat." Rania tersenyum dan meminta asisten rumah tangga di rumahnya untuk menata menu yang lain yang sangat cocok untuk ibu hamil.
"Enak semua tante. Aku kok suka semua menunya ya, cocok banget di lidah aku," ucap Selfina dengan mulut penuh makanan.
"Sayang, pelan-pelan aja makannya. Nanti tersedak lho," tegur Yudha pada sang istri.
"Gak apa-apa. Ibu hamil kalo ngidam tuh dituruti aja kalau soal makanan yang bergizi. Beda kalau ngidam yang aneh-aneh dan tidak masuk akal itu bisa diabaikan." Rania menimpali dengan senyum diwajahnya. Ia sangat maklum dengan ibu hamil yang kadang ingin ini dan itu.
"Makasih Tante. Kira-kira Yundha nanti ngidam apa ya?" ucap Selfina tersenyum dan tampak berpikir.
"Paling ngidam sama suaminya aja deh," balas Yudha dan langsung mendapatkan sambutan tawa dari semua orang.
Rania mengiyakan dan berharap dua orang pasangan itu saling mencintai sampai tua dan bahkan sampai maut memisahkan. Akhirnya mereka pun mulai menikmati sarapan pagi yang sangat nikmat itu.
Ya, memang benar. Yundha saat ini sangat berbahagia bersama dengan sang suami tercinta. Ia lupa waktu dan tak ingin berjauhan dari pria mesum yang sangat mencintainya itu.
__ADS_1
Mari kita lihat apa yang sedang terjadi di dalam kamar sang pengantin baru, Dua orang yang sedang dimabuk asmara itu sedang saling memberikan kebahagiaan yang cukup tertunda.
Yundha dengan cukup ragu dan khawatir mengikuti keinginan suaminya. Dengan sangat pelan dan hati-hati ia memberikan servis yang sangat nikmat pada suaminya itu.
Dewa mengerang nikmat. Ia merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa. Yundha pun merasakan hal yang sama karena Dewa melakukan hal yang sama pada miliknya di bawah sana.
Tak tahan lagi ia membuka mulutnya dan mendessah tak tahan. Lidah dan bibir Dewa benar-benar sangat lihai mempermainkan dirinya.
Menit berikutnya, Dewa tak tahan lagi begitupun dengan Yundha. Mereka pun mengubah posisi dan saling mempertemukan diri mereka untuk menuju ke permainan inti.
Dan...
Kegiatan menyenangkan itu pun terjadi dan tak bisa dielakkan. Di saat semua orang di ruang makan menikmati menu sarapan serba seafood itu, dua orang itu kembali berlayar ke lautan asmara dengan penuh penghayatan. Lembut, pelan, dan kadang kasar.
Mereka merasakan perasaan yang sangat nikmat sampai mereka puas dan berhasil sampai ke dermaga yang terasa tak ada tepinya.
"Terimakasih banyak sayangku," ucap Dewa seraya mengecup lembut kening sang istri yang sudah dipenuhi peluh.
"Iyaaa mas. Aku juga terimakasih. Kamu hebat banget tahu gak?" lirih Yundha dengan wajah yang nampak sangat malu. Dadanya sampai naik turun karena lelah berpacu dengan sang nahkoda.
"Hem, aku udah tahu itu sayang." Dewa menjawab dengan senyum diwajahnya. Ia pun memeluk sang istri dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.
Krukk
Krukk
"Lapar ya?" tanya Dewa.
"Gak. Kan tadi udah makan daging mentah," jawab Yundha dengan pipi merona merah.
"Eh, kamu mulai pintar ya," ucap Dewa seraya mencubit ujung hidung sang istri.
"Ih, mas sakit," balas Yundha merajuk.
"Sakit atau sakiiiit?"
Krukk
__ADS_1
Krukk
"Hahahaha!"
Perut mereka kembali berbunyi. Mereka pun kembali tertawa.
"Ayo kita makan dulu baru kita istirahat sayang," ucap Dewa seraya membuka selimut yang menutupi tubuh mereka dan bangun. Setelah itu ia mengangkat tubuh Yundha ke dalam kamar mandi.
Pria itu begitu telaten merawat tubuh istrinya setelah ia gunakan. Yundha merasakan hatinya menghangat. Pria itu selalu merawatnya dengan sangat baik setelah mereka selesai bercinta.
"Mas, kamu baik sekali padaku," lirih Yundha saat suaminya mengurut kaki dan juga pahanya yang cukup lelah karena kegiatan mereka tadi.
"Itu karena aku mencintaimu Yundha sayang. Kamu sudah membuatku sangat bahagia makanya kamu sangat pantas mendapatkan ini," ucap Dewa seraya mendorong dengan keras pintu istana sang istri dengan telapak tangannya yang kuat.
"Uuggh masss!"
"Gimana? Nyaman 'kan sayang?" tanya Dewa tersenyum kemudian mengecup bibir istrinya singkat.
Mereka mandi kemudian berpakaian. Setelah itu mereka keluar dari kamar sembari bergandengan tangan. Mereka tidak sadar kalau beberapa pasang mata sedang memperhatikan mereka.
"Wah ada aura yang cukup sedap nih," tegur Selfina dan langsung membuat keduanya tersadar. Yundha ingin melepaskan tangannya karena malu tapi Dewa tak mengizinkannya.
Pria itu malah dengan sangat percaya diri merengkuh pinggang sang istri dan mengecup pipinya di depan semua orang.
"Assalamualaikum semuanya. Maaf kami gak tahu kalau mama dan semuanya ada disini," ucap Dewa tersenyum.
"Waalaikumussalam ini kejutan untuk kalian." Merry menjawab dengan senyum cerah diwajahnya. Ia sangat bahagia melihat dua orang itu tampak sudah normal seperti pasangan suami istri pada umumnya.
"Ayo makan dulu, kalian pasti lapar," ucap Rania mengambil alih perhatian semua orang.
"Ah iya ma. Lapar banget," ucap Dewa seraya menarik kursi untuk istrinya duduk. Ia sangat tenang tapi tidak dengan Yundha, perempuan cantik itu merasa sangat malu.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😊