
seperti biasa pekerjaanku setiap harinya adalah seorang pelayan restoran tugasku memgantarkan makanan dan minuman sesuai pesanan pelanggan, " sarah kamu di suruh antar makanan di meja no.5 di ruangan vip yah kata temanku bernama dina dan akupun menjawab oke, aku langsung bergegas kesana untuk mengantar makanan pesanan pelanggan cafe sewaktu aku mengantar makanan dan minuman pesanan tersebut temanku yg bernama tirta tak sengaja menyenggolku akibatnya minuman yang aku pegang terjatuh dan mengenai baju seseorang, aku terkejut rasanya jantungku mau copot rasa ketakutanku pun luar biasa..
ku torehkan wajahku kedepan ke tempat seaorang yg lg menatapku murka, kulihat wajahnya yg garang dan memerah seakan akan siap memuntahkan lahar panasnya terhadapku, aku langsung gemetaran dan gugup bayangan di pecat dari kerjaanku pun datang di kepalaku,
buru2 aku meminta maaf dengan bermaksud membersihkan jasnya yg terkena tumpahan minuman dan makanan tp dia langsung menepis tanganku seolah olah di jijik ku sentuh
dia langsung berkata panggilkan menejermu bentaknya terhadapku, aku yg gugup rasanya tak sanggup bergerak karena ketakutan dan bingung untunglah temanku tirta langsumg bergerak memanggil meneger cafe, pak menegerpun datang yang bernama ryan, buru2 dia memghampiriku dan bertanya apa yg terjadi
__ADS_1
aku berusaha menjelaskan dan tirta jg membantuku berusaha menjelaskan bahwa ini kejadian bukan kesalahanku melainkan kesalahan yang tidak di sengaja tp belum selesai aku dan tirta menjelaskan pria yg berdiri di hadapanku ini langsung teriak marah, aku terkejut rasanya badanku panas dingin di buatnya apalagi melihat tatapan murkanya terhadapku..
buru2 managerku meminta maaf tapi pria sombong didepanku ini jg tetap tidak terima, dia mengatakan " kamu tahu jas dan pakaian yang saya pakai ini adalah pakaian mahal? gaji kamu satu tahun saja tidak bisa mengganti jas dan pakaian saya seketika ku dongakkan wajahku kehadapannya, ku tatap wajahnya yg menghinaku, ku akui di tampan dan gagah dengan postur tubuh tinggi hidung mancung, kulit putih dan wajahnya agak kebule bulean mungkin dia blasteran bule ntahlah aku tak tahu
seketika aku menatap wajahnya dan berkata saya sudah minta maaf dan manager saya jg sudah minta maaf jadi apa yang harus saya lakukan biar bapak memaafkan saya? kalau bapak izinkan biar saya cuci baju dan jas bapak nanti setelah bersih kirim alamat rumah bapak biar saya antarkan kataku berkata
dia malah ketawa terbahak bahak, aku mengernyitkan keningku perasaanku gak ada kata kataku yg lucu kenapa ni keturuna bule ketawa? apa ni bule ada rada gilanya yah? pikirku..
__ADS_1
seketika aku hampir menangis lagi2 dia menghinaku tanpa ku sadari air mataku jatuh di pipiku membayangkan uang 50 juta aku dapat dari mana? membayangkan juga aku di pecat jg aku takut, kalau aku di pecat bagaimana dengan kuliahku? bagaimana dengan cita2ku dan bagaimana perasaan ibuku yang harus berfikir lebih ekstra mencari uang untuk biaya hidup kami kalau aku di pecat.
dengan mempertaruhkan harga diriku dan rasa bersalahku aku meminta maaf dan memohon agar sang manager tidak memecatku bahkan aku sampai berlutut di hadapan pria sombong di dedapanku ini berharap dia memaafkan dan memberiku rasa kasihan tp pikiranku salah lagi2 dia tertawa melihatku yg bersujud memohon maaf
semua pengunjung cafe dan teman2ku melihat semua ke arahku bahkan managerku juga merasa kasiha padaku tapi mereka cuma diam aja menunggu kata2 apa yg akan keluar dari mulut si pria sombong ini yang aku tak tau siapa namanya
" tolong maafkan saya pak saya beneran gk sengaja tolong jangan minta pecat saya dan saya juga gak punya uang sebanyak itu, kalau bapak mengizinkan saya akan cicip setiap bulannya" kataku masih berlutut
__ADS_1
dia malah balik mengetawaiku dengan berkata mau sampe berapa tahun kamu menyicil ganti rugi padaku dan dia oagi berkata.....
tbc