
Selfina bergerak tak nyaman dibawah pelukan posesif sang suami. Tubuhnya baru ia rasakan sangat lemas karena diserang habis-habisan oleh seorang Yudha Abdullah.
Sudah dua hari berada di dalam apartemen itu dalam rangka berbulan madu tapi kegiatan mereka hanya tentang bertukar peluh di dalam kamar.
Bangun hanya melaksanakan kewajiban sebagai muslim setelah itu Yudha akan datang berkunjung lagi dan lagi sampai ia kewalahan sendiri.
Tubuhnya sekarang gemetar kelelahan mana ia juga sudah mulai merasakan lapar. Maka dengan terpaksa ia pun bangun dengan menyingkirkan tangan sang suami yang selalu memeluknya.
"Mas, bangun dong. Lapar banget nih," ucap perempuan cantik itu sesaat setelah ia berhasil turun dari ranjang.
"Humm, iyaa, mandilah dulu, aku akan pesan makanan di restoran sini. Cepat kok," ucap Yudha masih dalam keadaan menutup matanya.
Selfina pun beranjak ke kamar mandi dengan langkah pelan. Rasa perih pada daerah intinya masih sangat terasa. Yudha telah merobeknya dan tak pernah mau berhenti kecuali ia memohon-mohon.
Perempuan cantik yang tak berbusana itu segera berdiri di bawah shower untuk mandi kilat saja. Ini adalah mandi ketiga yang ia lakukan selama berada puluhan jam di dalam apartemen mewah ini.
Ia benar-benar menikmati acara membilas tubuh dibawah guyuran shower sampai tidak menyadari kalau suami mesumnya sudah berada dibelakangnya dan tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Mas, kamu ikut kesini?" tanya Selfina seraya menutup matanya menikmati guyuran air hangat dari keran shower dari atas kepalanya.
"Hum," jawab Yudha dengan meletakkan dagunya pada bahu sang istri yang lebih pendek dari tubuhnya yang lumayan tinggi.
Selfina tak bisa berkata-kata lagi. Ia pun melanjutkan mandinya tanpa memperdulikan keberadaan Yudha yang ada di dalam tempat itu.
"Kenapa semua yang ada pada dirimu sangat pas di tubuhku sayang," bisik Yudha seraya menatap istrinya yang sedang mandi.
Selfina hanya tersenyum dan tidak peduli. Ia tahu maksud suaminya mendatanginya ke tempat itu. Sejak kemarin Yudha selalu memuji keindahan tubuhnya yang memang memiliki body goal. Ia sangat pintar menutupinya dengan pakaian tertutup dan sopan hingga pria itu begitu kaget saat melihatnya.
"Selfina sayangku. Aku mencintaimu," bisik Yudha lagi dengan mata berkilat.
Selfina merasakan tubuhnya kembali merespon dengan sangat baik.
"Selfina sayangku," bisik Yudha ditelinga sang istri.
"Hum, iya mas," jawab Selfina seraya memakai cepat handuknya.
"Setiap kali aku bersamamu, aku merasakan dunia ini berhenti berputar sayang. Dan aku bertanya-tanya bagaimana seseorang bisa begitu cantik seperti ini?" ucap Yudha mengeluarkan gombalannya.
Selfina merasakan hatinya menghangat bahagia. Ia suka dengan kata-kata romantis sang suami.
"Dan aku merasa beruntung karena wanita cantik itu adalah bagian dari hidupku sekarang," ucap Yudha lagi seraya melepaskan rengkuhannya dan memutar tubuh istrinya agar bisa menghadapnya.
__ADS_1
Selfina tersenyum.
"Iya raja gombal. Tapi aku sekarang lapar," ucapnya dengan nada manja.
"Dan aku haus sayang," balas Yudha seraya mendekatkan wajahnya pada sumber nutrisi yang sangat indah dihadapannya
"Mas, udah ya, laper banget nih," ucap Selfina merajuk saat sang suami telah melepaskan dirinya.
"Makan aku aja yuk. Yang ngantar makanan juga belum datang," ucap Yudha tersenyum.
"Capek," ucap Selfina merajuk. Ia takut kalau suaminya akan memporak-porandakan tenaganya lagi.
"Bentar aja kok sayang. Janji," ucap Yudha dengan tatapan penuh hasrat pada sang istri.
"Beneran?" tanya Selfina lagi untuk memastikan.
"Iya," ucap Yudha seraya mengangkat tubuh istrinya keluar dari kamar mandi itu. Selfina kembali pasrah. Ia harus menerima apa saja yang dilakukan oleh sang suami tercinta.
Berikutnya terjadilah lagi dan lagi apa yang sangat diinginkan oleh dua orang pasangan suami istri itu. Mereka benar-benar lupa waktu.
Mereka baru berhenti ketika bel tanda pengantar makanan sudah tiba berbunyi. Karena buru-buru harus berhenti, Yudha lupa menarik dirinya dan berakhir meledak di dalam istana sang istri
Keduanya saling bertatapan dengan pikiran masing-masing.
"Kenapa?" tanya dua orang itu bersamaan.
"Kamu yang kenapa mas?" tanya perempuan itu. Yudha menarik dirinya keluar dari istana sang istri dengan perasaan yang tiba-tiba sangat khawatir.
"Tidak apa. Apa kamu mau mandi?" ucapnya mengalihkan perhatian sang istri. Selfina tersenyum saja kemudian menjawab.
"Mas, cium aku," ucapnya manja. Yudha pun mendekatkan wajahnya kemudian mencium istrinya dengan sangat lembut.
"Makasih banyak ya mas," bisik Selfina di depan wajah sang suami.
"Hum, ya. Aku minta maaf sayang," ucap Yudha dengan wajah yang masih tampak khawatir.
"Hey, ada apa sih? Apa aku kurang mas?"
"Gak kok. Aku juga merasa lebih enak yang ini," balas Yudha tersenyum. Selfina semakin merasa kebahagiaan meliputi dadanya.
"Sini kita mandi lagi, baru kita makan," ucap Yudha kemudian langsung mengangkat tubuh sang istri kembali ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Mereka pun mandi dalam diam dan juga singkat. Yang penting sudah sesuai rukun mandi junub karena ini adalah mandi yang kesekian kalinya yang mereka lakukan.
Setelah itu mereka keluar dengan mengunakan piyama. Yudha pun segera keluar menuju pintu utama untuk menjemput pengantar makanan yang sudah ia pesan.
"Makasih ya," ucapnya seraya memberikan tip untuk pria itu.
"Sama-sama pak."
Yudha memanggil Selfina untuk makan. Mereka berdua pun makan untuk mengisi energi mereka yang sudah terkuras habis dengan kegiatan yang sangat menyenangkan.
Sementara itu, Yudhi yang sedang berkunjung ke perusahaan mengeratkan rahangnya marah. Rantang susun yang ia bawa untuk makan siang Selfina harus menelan pil pahit.
Perempuan yang ingin ia temui ternyata sedang keluar bersama dengan Yudha sejak kemarin.
"Apa kak Yudha tidak memberitahu pergi kemana mereka May?" tanya Yudhi dengan wajah kesalnya.
"Gak mas. Pak presiden direktur hanya bilang akan menyelesaikan pekerjaan bersama dengan mbak Selfina."
"Kamu itu gimana sih? Harusnya kan kamu tanya dimana mereka pergi. Supaya kalau ada tamu kamu bisa jawab!"
"Ya Allah mas Yudhi. Kamu itu kenapa sih? Harusnya kamu telpon saja mereka. Kamu 'kan yang lebih dekat dengan mereka daripada aku. Kok aku yang selalu kamu salahkan sih?!" Maya tak kalah kesalnya.
"Maaf. Aku hubungi saja kalau begitu," ucap Yudhi kemudian meraih handphonenya dari dalam saku bagian dalam jas yang sedang ia pakai.
Tuuut
Tuuut
"Gak aktif," ucap Yudhi seraya menatap layar handphonenya.
"Hubungi mas Yudha aja. Dia pasti selalu aktif."
"Oh iya ya," ucap Yudhi dengan senyum diwajahnya. Ia pun segera mencari kontak sang kakak lalu menghubunginya.
🌹🌹🌹
*Bersambung.
Like dan ketik komentar dong agar author semangat updatenya oke?
Nikmati alurnya dan happy reading 😊.
__ADS_1
Eh, Jangan lupa berikan bunga dan juga vote nya kalau masih ada hehehe.